
Mama Susan dan yang lainnya tak henti-hentinya menggoda Allira dan Aldo. Yang membuat kedua nya merasa malu.
Mama Susan terus saja memuji kecantikan Allira dengan balutan pakaian syar'i namun tetap memancarkan aura kecantikan nya.
Dan Allira yang di puji-puji pun hanya bisa tersenyum dan malu mendengarnya. Bagaimana tidak,ini kali pertama ia kerumah Aldo dan langsung mendapatkan sambutan yang begitu baik dari semua orang.
Ketika Allira sedang berbincang-bincang dengan Mama Susan,seseorang menarik lengan Aldo sedikit menjauh dari mereka.
"Bagaimana rencana kamu selanjutnya Aldo?" tanya Gilang Dirgantara, ayah Aldo.
"Rencana apa Pa?" tanya Aldo balik kepada sang ayah.
"Rencana kamu dengan Allira" kata Gilang
"Ah papa. Tunggu aku mendapatkan hati nya dulu,baru di pikirkan rencana kedepannya" jawab Aldo dengan rona merah di pipinya.
"Tapi pa,ada sesuatu yang mengganjal di pikiran ku saat ini" kata Aldo kemudian
"Apa?" tanya sang ayah
"Ricki pa" kata Aldo singkat
"Kenapa dengan dia?"
"Sepertinya Ricki juga menyukai Allira. Soalnya,dia sempat bilang akan mencari tau tentang Allira dan akan mencoba mendekatinya" kata Aldo mendadak serius.
"Hmm. Kamu yakin kalau Ricki benar-benar menyukai Allira? Maksud papa,Ricki kan playboy. Dan suka mempermainkan hati perempuan" kata Gilang kemudian.
"Ntah lah pa, aku pun tak begitu yakin" kata Aldo setelahnya.
Dan papa nya pun memilih bergabung kembali bersama keluarga nya.
Ya,Aldo sebenarnya sudah menyukai Allira sejak lama. Namun,ia enggan untuk mengungkapkannya karena Allira terlalu membatasi diri terhadap laki-laki.
Karena sebenarnya Aldo adalah senior Allira ketika masa SMA. Dan ketika mengetahui Allira pernah menjalin hubungan dengan seorang pria,membuat Aldo sedikit putus asa.
Dan semua itu sirna ketika ia mengetahui bahwa Allira telah memutuskan hubungan nya dengan Radit.
Di kesendirian nya itu, seolah-olah ia sedang berperang dengan otak nya
"Sudah lah,ungkap kan saja isi hatimu itu. Jangan terlalu lama memendam. Apa kau mau Allira di rebut kembali oleh lelaki lain?" tanya si otak
"Tidak semudah itu mengungkapkan perasaan kepada Allira. Dia itu terlalu membatasi diri, apalagi kemarin dia baru putus dengan si Radit" kata Aldo berperang dengan isi otak nya.
"Manfaat kan saja posisi kamu saat ini" kata otak nya memberi solusi
"Manfaatkan bagaimana?" tanya Aldo
"Kalau dia menolak kamu,bilang aja kamu akan memecat dia. Kalau perlu carikan dukun terhebat agar dia mau menerima kamu" kata sang otak memberi solusi.
"Itu sama aja syirik g*blok" kata Aldo seolah memaki isi otak nya.
"Eh sepertinya aku teringat sesuatu" kata Aldo
"Apa?" tanya si otak
__ADS_1
"Kenapa kemarin Radit berkata bahwa semuanya akan hancur?" kata Aldo bertanya-tanya
"Entah lah. Mungkin dia punya maksud lain kepada bidadari tak bersayap itu"
"Aku harus mencari tahu" kata Aldo kemudian.
Begitu lah kira-kira perdebatan antara Aldo dengan otak nya.
...****************...
Malam semakin larut. Aldo pun mengantarkan Allira untuk kembali ke kontrakan nya.
Di perjalanan Aldo kembali berperang dengan isi otak nya.
"Ayo Aldo,ungkapkan perasaan mu sekarang juga" kata sang otak
"Bagaimana jika dia menolak ku?" batin Aldo bertanya-tanya
"Kalau dia menolak,carikan dukun terhebat. Suruh tu dukun buat Allira jatuh cinta sama kamu" kata sang otak
"Kan udah aku bilang g*blok. Itu nama nya syirik. Meskipun aku bukan orang yang pandai agama,tapi aku tau hukum nya ke dukun. Apalagi kalau sampai Allira tau aku main dukun,bisa di pecat aku jadi bos nya" kata Aldo memaki isi otaknya. Pelan namun masih sedikit terdengar.
"Bapak bicara sesuatu?" tanya Allira bingung mendengar sang bos memaki diri nya sendiri.
"Ee ti-tidak. Aku tidak berbicara apapun" kata Aldo sedikit gugup, namun ia tetap berusaha untuk tenang.
Sesampainya di depan kontrakan,Allira pun turun dari mobil.
"Besok pagi ada meeting penting dengan perusahaan GM Group. Jangan lupa bawa berkas-berkasnya" kata Aldo cuek untuk memendam gejolak di dalam diri nya.
Aldo pun langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang memecah kesunyian malam itu.
"Mengapa senyum manis nya selalu terbayang" kata Aldo seorang diri
"Astaga. Jika dia tak segera ku dapatkan,bisa benar-benar gila aku ini" gumam nya dengan senyum di wajah tampan nya.
"Tapi bagaimana caranya? Masa aku harus minta bantuan si cerewet kesayangan mama itu sih. Bisa-bisa dia mengejek ku sampai tujuh turunan" kata Aldo menjeda ucapan nya sendiri
"Aaah.. Baiklah,aku akan mencoba mendekatinya dengan cara ku sendiri. Jika aku masih gagal,akan ku carikan dia dukun terhebat di jagat raya ini" lanjutnya kemudian.
Ia pun kemudian tertawa sendiri di dalam mobil nya.
Sementara Allira di rumah kontrakan nya,masih terbayang-bayang akan kejadian yang baru saja di lewati nya.
Di sana,ia di sambut dengan hangat dan penuh kasih sayang. Padahal,itu adalah pertemuan mereka yang pertama kali nya.
"Mereka sangat baik kepada ku. Walaupun mereka tahu bahwa aku hanya lah orang miskin dan bawahan pak Aldo,tetapi mereka tak mempermasalahkan nya. Mereka tetap menerima ku dengan baik" gumam Allira.
"Tapi,seperti nya aku pernah melihat foto tadi" kata Allira mengingat sesuatu.
Ia pun kemudian membuka akun sosial media nya dan terlihat mencari-cari sesuatu di sana.
Mata nya pun seketika membulat sempurna. Betapa terkejutnya Ia ketika menemukan apa yang di cari.
"Ternyata selama ini.." kata Allira menghentikan ucapan nya.
__ADS_1
Allira kemudian mencari nama kontak di ponsel nya dan langsung menghubungi nomor tersebut.
"Hallo my bestiee" kata seseorang di sebrang sana
"Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh" kata Allira kepada orang di sebrang telepon.
"Heheee waalaikumsalam. Maaf,kelepasan" jawab nya sambil cengengesan
"Apa kabar All?" tanya orang tersebut
"Alhamdulillah baik. Kamu sendiri apa kabar Dona?" tanya Allira kemudian
"Aku Alhamdulillah baik juga. Bagaimana dengan pekerjaan baru mu? Apa menyenangkan bekerja di sana?" tanya Dona
"Alhamdulillah Dona, harus tetap di syukuri walaupun itu bos kulkas sering memberikan ku tugas yang gak masuk akal" kata Allira dengan santai.
Dan seketika ia melupakan fakta mengejutkan yang baru ia temukan tadi.
"Tugas seperti apa?" tanya Dona pura-pura tak mengerti
"Yaaa seperti membuatkan nya kopi,merapikan meja kerja nya, menyapu dan membersihkan ruangan nya. Padahal kan itu bukan tugas aku" curhat Allira panjang lebar.
Dona di sebrang telepon rasanya ingin meledak kan tawa nya. Tetapi ia ingat bahwa ia pun terlibat dalam semua itu.
"Kenapa kamu mau mengerjakan nya?" tanya Dona kemudian
"Bagaimana aku bisa menolak? Si kulkas itu selalu mengancam akan memecat. Sedangkan mencari pekerjaan saat ini sulit. Apalagi aku hanya modal ijazah saja" jawab Allira dengan nada yang melemah.
"Dan bos kulkas itu,ia tak memperbolehkan orang lain memasuki ruangan nya. Hanya orang-orang tertentu saja yang boleh masuk. Apalagi untuk beberes" curhat nya kemudian.
Jika tak mengingat drama yang sedang di mainkan nya,mungkin Dona sudah tertawa terbahak-bahak saat ini.
"Ah iya,aku ingat sesuatu. Dona,kamu kan pernah memperlihatkan kepada ku foto keluarga ketika kamu masih kecil" kata Allira menjeda ucapannya
"Yaa. Lalu?" tanya Dona mencoba menebak arah pembicaraan sahabat nya itu.
"Dan aku juga melihat foto yang sama persis di rumah keluarga pak Aldo tadi. Memang kamu memiliki hubungan apa dengan mereka?" tanya Allira
Seketika Dona menjadi panik dan gugup
"Ah itu..." kata Dona tak mampu menjawab
"Dona,jujur saja. Jangan berbohong" kata Allira yang berhasil meluluhkan hati sahabat nya itu.
"Baiklah,sebenarnya..."
Tut tut tuut
Panggilan terputus.
Allira kemudian melihat ponsel nya
"Ternyata ponsel ku kehabisan daya" kata Allira.
"Baiklah, besok aku coba tanyakan lagi pada Dona" kata Allira
__ADS_1