
Aldo kemudian menghubungi anak buahnya untuk menyelesaikan masalah Allira dengan Clara.
Sementara dirinya sendiri,memilih untuk menyelesaikan masalah kantornya terlebih dahulu karena jumlah kerugian perusahaan yang tak sedikit.
"Halo. Cari tau siapa yang telah berkhianat kepada perusahaan,usut sampai tuntas siapa-siapa yang terlibat. Laporkan kepada saya semua yang kamu tau,jangan ada yang terlewat. Dan ingat! Masalah ini jangan sampai ada orang lain yang tau, apalagi papa" jelas Aldo kepada anak buahnya.
"Baik bos" jawab anak buah Aldo.
"Baiklah,aku akan coba mencari tahu dulu" Aldo pun terlihat mengutak-atik komputer miliknya.
1 jam terlewati...
2 jam terlewati....
Namun Aldo belum juga mendapatkan hasil.
"Argh. Mengapa sulit sekali. Siapa pengkhianat itu sebenarnya,mengapa dia pintar sekali menutupi celah.
Lihat saja jika terungkap. Aku tak kan mengampuni orang itu" kata Aldo mengancam.
Aldo membuka laci meja kerjanya dan mengeluarkan sebuah foto.
Foto lama yang masih terlihat begitu jelas.
"Foto ini sudah sangat lama. Dan selama itulah aku menyimpan sebuah perasaan khusus untuk mu" gumam Aldo memandangi foto Allira
"Seandainya dahulu kamu mau menerima ku,mungkin saat itu aku akan menjadi pria paling bahagia" lanjutnya kemudian.
"Dan sekarang,kamu datang padaku. Tak akan aku melepaskan mu seperti saat itu lagi" janji nya.
Pada masa SMA dulu, sebenarnya Aldo pernah mengungkapkan perasaan nya kepada Allira. Namun saat itu Aldo masih menjadi pemuda yang pemalu.
Sehingga ia hanya bisa bertitip pesan dan salam melalui sang adik,yaitu sahabat Allira sendiri. Dona.
Dan Allira hanya membalas dengan senyuman tanpa peduli bagaimana wajah abang dari sahabat nya itu.
Itulah sebabnya mengapa Allira tak mengetahui bahwa Aldo merupakan abang dari Dona,sahabatnya sendiri.
.
.
.
.
Sementara di lain tempat,Allira masih tak bisa tenang. Ia masih saja memikirkan kejadian tadi pagi yang baru menimpa dirinya.
Ia pun kemudian memilih mengambil wudhu dan menunaikan shalat Ashar dan di lanjutkan dengan membaca Al-Qur'an.
Setelah selesai,Allira mengambil ponsel nya yang ada di atas meja.
__ADS_1
Kemudian mengotak-atik ponsel nya dan menelepon paman dan bibinya.
"Paman sama bibi baik nak. Kamu apa kabar sayang?" tanya sang bibi.
"Allira baik bi" jawab Allira.
"Ada apa sayang? Kamu ada masalah?" tanya bibi kepada Allira.
Bibi nya yang telah bertahun-tahun merawatnya paham betul,saat Allira memiliki masalah.
"Tidak bi,Allira hanya kelelahan saja" elak Allira
"Jangan bohong,bibi tau betul bagaimana kamu. Cerita sama bibi,kamu lagi ada masalah apa?" tanya bibi lagi
"Tidak bi,Allira tidak ad masalah apa-apa, Allira hanya kelelahan saja. Tadi seharian Allira harus meeting di beberapa tempat" bohong Allira tak ingin membuat orang tua kedua nya itu khawatir.
"Baiklah,kamu jaga diri baik-baik ya nak. Jangan terlalu capek,nanti kamu bisa sakit. Dan jangan lupa makan. Kalau ada apa-apa cerita sama bibi" pesan bibi kepada Allira sesaat sebelum mengakhiri panggilan itu.
Allira kemudian menelepon Ana.
"Halo Assalamualaikum Ana" sapa Allira setelah panggilan tersambung
"Waalaikumsalam Al" jawab Ana kemudian.
"Ana,aku boleh minta tolong sama kamu?"
"Minta tolong apa Al? Kalau aku bisa bantu,aku pasti bantu kamu"
"Kamu ada tau gk, rumah kontrakan yang di sewakan yang dekat dari kantor?" tanya Allira
"Rencana Na,kalau ada yang lebih dekat dari kantor"
"Hemm ada sih Al. Tapi..." kata Ana menggantung
"Tapi apa?" tanya Allira penasaran
" Tapi pemiliknya tinggal dekat dengan kontrakan itu. Dan dia orang nya bawel perhitungan dan omongan nya kasar Al" jelas Ana kepada Allira
"Ooh gitu. Setelah ini,kamu bisa mengantarkan aku ke sana?" tanya Allira
"Kalau hari ini aku gak bisa deh Al,aku sudah ada janji sama Rangga" ucap Ana malu-malu.
"Tapi besok pulang kerja Insya Allah aku bisa menemanimu" jeda Ana cepat
"Ehem ehem baiklah, sebelumya aku ucapin terima kasih ya sama kamu. Oh ya,ingat. Kalau pacaran hati-hati,selalu ada setan yang mengawasi dan merayu" nasehat Allira kepada sahabat barunya.
"Siap bos" jawab Ana cepat.
Setelah mematikan panggilan dengan Ana,Allira kemudian mencoba memejamkan mata sejenak sebelum masuk waktu Maghrib.
Sudah lebih setengah jam Allira mencoba memejamkan mata,namun tak jua bisa terlelap. Pikiran nya terus saja membayangkan dan mengingat kejadian-kejadian di masa lalu.
__ADS_1
Dimana dia harus hidup serba kekurangan, dan ketika mereka hampir berjaya kembali,mereka harus merelakan semua harta mereka demi menolong paman nya itu.
Dan saat-saat tersulit ketika ia harus kehilangan kedua orang tua nya di waktu yang berdekatan.
Isak tangis nya seolah menjadi nyanyian di sore itu.
Dan tanpa sadar Allira pun tertidur dalam tangisnya.
.
.
.
.
.
Pukul 21:05. Terlihat sepasang suami istri tengah duduk bersantai di ruang keluarga.
Aldo yang baru selesai membersihkan diri pun ikut bergabung bersama kedua orang tuanya.
"Malam Pa Ma" sapa Aldo
"Malam" jawab papa dan mamanya bersamaan.
"Kamu sudah makan malam sayang?" tanya sang mama
"Sudah ma,aku tadi makan malam sama klien sambil bahas kerja sama" jawab Aldo.
"Bagaimana pekerjaan kamu di kantor Aldo? Apa ada masalah?" tanya pak Gilang
"Eh itu, tidak pa. Tidak ada masalah yang cukup serius,hanya masalah kecil saja dan aku bisa mengatasi nya" kilah Aldo agar sang papa tak merasa khawatir.
"Baiklah. Bagaimana dengan kasus Allira? Apa kamu sudah tau siapa yang menculik nya?" tanya pak Gilang
"Sudah pa. Ternyata yang melakukan nya Clara. Aku sempat mengecek cctv yang ada di sekitar TKP,dan juga bertanya pada Allira dengan menunjuk kan foto Clara,dan ternyata benar. Clara yang telah menculik dan melakukan hal bejat itu pada Allira" terang Aldo kepada kedua orang tuanya
"Astaga,licik sekali wanita itu. Lalu bagaimana keadaan Allira sekarang? Apa dia baik-baik saja?" tanya Mama Susan khawatir.
"Allira baik-baik saja ma. Tadi aku mengantarnya sampai depan kontrakan nya. Dan aku sudah memerintahkan anak buah ku berjaga di sekitar kontrakan nya" jawab Aldo
"Baiklah. Sebaiknya kamu beristirahat,beberapa hari ini papa lihat kamu sering pulang malam" ucap pak Gilang kepada anak sulung nya.
"Iya pa" jawab Aldo singkat,kemudian berdiri dari duduk nya.
Belum sempat ia melangkah, tiba-tiba ponsel nya berbunyi. Aldo pun kemudian menjawab panggilan tersebut.
"Halo. Apa? Selidiki secepat nya,saya akan segera ke sana" jawab Aldo. Terlihat raut wajah nya begitu menunjukkan ke khawatiran.
...****************...
__ADS_1
Hai para readers, maaf beberapa hari gk up. Soalnya paket data lagi habis 😁😁 Insya Allah besok aku up lagi cerita bang Aldo nya.
Jangan lupa like komen ya,agar aku semakin semangat up nya. Terima kasih 😊