Bos Ku Ternyata Jodohku

Bos Ku Ternyata Jodohku
2. Hari pertama bekerja


__ADS_3

"Serius kamu Allira? Itukan perusahaan besar,selamat ya sayang kuuh". Balas Dona dengan bahagia.


"Eh tapi ku dengar, CEO nya itu galak dan tegas loh. Kamu harus hati-hati ya,jangan buat kesalahan apapun,atau enggak kamu bisa di makan hidup-hidup sama dia" lanjut Dona.


"Ih kamu kok ngomong nya gitu sih,aku kan jadi takut" kata Allira dengan nada sedikit mengejek


" Ah kamu kayak baru kenal sama aku aja Dona" lanjut Allira


" Bukan gitu,aku cuma ingatin kamu aja,jangan sampai kamu nanti di pecat karna kamu salah ngomong dan mengomentari bos galak itu". kata Dona mengingatkan.


"Iya Dona sayang,makasih banyak atas perhatian kamu sama aku,kamu memang sahabat sejati aku" kata Allira dengan mata berkaca-kaca.


Bagaimana tidak bahagia,selama ini hanya Dona yang bersedia menjadi teman tempat berkeluh kesah nya, tak ada orang lain yang mau berteman dengannya. Ketika dulu masa kuliah ia kesulitan dalam hal keuangan,hanya Dona yang mau membantu nya meminjamkan uang. Ingin meminta kepada paman dan bibinya,tapi ia tak tega karna mereka pun memiliki anak yang juga kuliah di universitas yang sama.


Dona yang merupakan anak orang kaya tak pernah mempermasalahkan soal keuangan,selama orang itu adalah orang yang dapat di percaya.


Dan Allira sangat beruntung mempunyai sahabat seperti Dona.


...****************...

__ADS_1


Pagi itu Allira bersiap-siap untuk hari pertama bekerja. Allira yang merupakan wanita yang kuat agamanya memakai pakaian yang tertutup dengan hijab yang menutup rambut panjang nan lebatnya.


Meskipun ia menggunakan pakaian tertutup,namun pancaran aura kecantikan nya tak kalah dengan wanita yang memakai pakaian yang terbuka seperti pakaian yang kurang bahan itu.


Allira yang sejak kecil di ajarkan paman dan bibinya agar menutup aurat pun diindahkan nya, hingga kini ia terbiasa menggunakan hijab dan pakaian syar'i.


...****************...


Sesampainya di depan kantor, Allira memarkirkan motornya di parkiran kantor. Ia melihat ke kaca spion dan membenarkan hijabnya yang sedikit mleyot karna helm yang di kenakan nya.Ia pun kemudian berjalan masuk kedalam kantor.


Ketika memasuki kantor,semua mata tertuju pada seorang wanita cantik yang kecantikan nya bak seorang bidadari. Semua orang seolah takjub dengan kecantikan wanita itu meskipun ia menggunakan pakaian yang tertutup.


Allira yang merasa namanya di panggil seketika langsung menoleh ke belakang


"Iya,mbak panggil saya?" tanya Allira dengan ramah.


" Iya,mari saya antarkan keruang kerja kamu,dan saya kenalkan kepada rekan-rekan yang akan membimbing dan membantu kamu nanti" jawab wanita itu dengan ramah pula.


Allira pun berjalan mengikuti wanita itu yang merupakan receptionis kantor.

__ADS_1


"Jadi namanya Allira,nama yang cantik,secantik orang nya". gumam Ricki sambil tersenyum tipis.


...****************...


Tawa canda yang anggun terdengar begitu nyaring di ruangan yang sepi itu. Hal ini membuat rasa penasaran Ricki timbul


"Siapa yang tertawa itu? kenapa tawanya begitu anggun sekali". gumam Ricki pelan.


"Oh iya Allira,kenapa sih kok kamu gk makan di kantin aja? kn gk perlu ribet bawa-bawa bekal ke kantor". tanya wanita yang bernama Ana itu.


Allira memilih makan siang di ruangan nya setelah selesai menjalankan shalat Zuhur di mushalla kantor.


" Bukannya aku gk mau makan di kantin,tapi aku harus belajar hemat agar sisa uang yang aku punya cukup untuk memenuhi kebutuhan ku sebelum aku menerima gaji nanti". jawab Allira seadanya.


"Maklum lah,aku bukan termasuk orang yang berpunya harta,aku hanya lah anak rantau. Meminta kepada paman dan bibi pun kurasa tidak mungkin. Jadi aku harus pandai-pandai mengelola keuangan ku". lanjut Allira kemudian.


"Maaf ya Al,aku gk bermaksud seperti itu" ucap Ana merasa bersalah


"Udah gk papa kok,santai aja". jawab Allira santai

__ADS_1


"Luar biasa, ternyata di zaman ini masih ada wanita pekerja keras seperti dia" kagum Ricki dari kejauhan.


__ADS_2