Bos Ku Ternyata Jodohku

Bos Ku Ternyata Jodohku
Rasa kagum yang kian bertambah


__ADS_3

"Halo. Apa? Selidiki secepat nya,saya akan segera ke sana" jawab Aldo. Terlihat raut wajah nya begitu menunjukkan ke khawatiran.


"Ada apa sayang? Kamu terlihat sangat khawatir". tanya Mama Susan ikut khawatir.


"Allira Ma" jawab Aldo sambil mengambil kunci mobil nya.


"Ada apa dengan Allira nak?" tanya Mama Susan.


Terlihat raut wajah yang begitu khawatir dari sang anak membuat Mama Susan menjadi cemas. Ia takut sesuatu terjadi pada Allira,karena Mama Susan tahu,bahwa Aldo sangat mencintai Allira.


Bahkan ia tak segan untuk menyakiti siapa pun yang berusaha menyakiti Allira. Termasuk Anggun dan Clara.


.


.


.


Sesampainya di depan kontrakan Allira,Aldo kemudian mendobrak pintu rumah sebuah kontrakan yang hanya berukuran 4x4 mete itu.


Suara bising yang berasal dari dobrakan Aldo membuat beberapa tetangga Allira berlari keluar rumah,termasuk pemilik kontrakan yang kemudian mendekat kepada Aldo.


"Ada apa ini? Siapa anda? Kenapa anda mendobrak pintu itu,bagaimana jika penghuninya terganggu?" tanya pemilik kontrakan kebingungan.


Aldo masih tetap mencoba mendobrak pintu tanpa menghiraukan pemilik kontrakan.


"Beni,cepat bantu aku mendobrak pintu ini" kata Aldo kepada anak buahnya dengan perasaan khawatir yang membuncah.


"Hei. Saya berbicara pada anda,tapi anda tak menghiraukan saya. Saya bisa melaporkan anda kepada polisi karena sudah mengganggu kenyamanan dan berusaha merusak rumah kontrakan saya" ancam pemilik kontrakan.


Aldo kemudian menghentikan aktifitas pendobrakan itu.


" Jadi anda pemilik kontrakan ini?" tanya Aldo


"Iya. Dan anda siapa?" tanya pemilik kontrakan dengan emosi yang masih berusaha di tahan nya.


"Buk,di dalam Allira sedang tidak baik-baik saja. Jika memang ibu pemilik kontrakan ini,pasti ibu punya kunci cadangan nya kan?" tanya Aldo masih dengan wajah yang menunjukkan ke khawatiran.


Tiba-tiba muncul seorang lelaki dari belakang Aldo.


"Ada apa ini? Aldo,apa yang terjadi sebenarnya?" tanya pak Gilang,ayah Aldo.


"Papa,Allira pa". kata Aldo cemas


"Ada apa dengan Allira?" tanya pak Gilang ikut cemas


"Tadi Dona menelepon anak buah ku pa,katanya saat dia Vidio call dengan Allira,dia melihat hidung Allira berdarah pa, katanya darah nya sangat banyak,dan kemudian hanya langit-langit kamarnya yang terlihat" jeda nya menahan gejolak di dalam jiwanya.


"Dona berusaha menghubungi ku tadi,tapi aku tak menjawab telepon darinya karena tadi aku sedang mandi,baru kemudian menelepon anak buah ku yang ku tugas kan untuk mengawasi di sekitar sini" lanjutnya kemudian.


"Jadi orang yang beberapa hari ini sering mondar-mandir itu suruhan bapak?" tanya salah seorang tetangga Allira.


"iya,saya menugaskan Beni untuk terus mengawasi Allira,agar kejadian seperti tadi pagi tak terulang kembali" jawab nya masih dengan kecemasan.


"Baiklah,saya ambilkan kunci cadangan nya dulu" kata ibu kontrakan


Kemudian Ibu Yuli_pemilik kontrakan itu_ kembali dengan membawa kunci cadangan rumah yang di tempati Allira.

__ADS_1


Setelah pintu di buka,pandangan Aldo tertuju pada seorang wanita cantik yang sedang tergeletak di lantai dengan mukena yang masih melekat di tubuh nya.


"Allira!" teriak Aldo sambil berlari ke arah Allira.


"Allira bangun Allira! Astaga,hidung nya masih mengeluarkan darah" kata Aldo sangat khawatir.


"Aldo,ayo bawa Allira ke rumah sakit. Ben siapkan mobil" perintah pak Gilang


"Baik bos"


Aldo kemudian menggendong tubuh Allira dan membawanya masuk kedalam mobil.


Aldo yang tak sempat mengganti pakaian nya hanya menggunakan pakaian santai yang biasa di gunakan nya di rumah yaitu celana training panjang dan baju kaos polos warna putih.


Meskipun Aldo seorang CEO perusahaan besar,namun tak memungkiri bahwa sebenarnya dirinya adalah orang yang sederhana ketika berada di tengah keluarga nya.


Sesampainya di rumah sakit,Aldo membawa Allira ke ruang UGD mengingat banyak nya darah yang keluar dari hidung nya dan keadaan nya yang tak sadarkan diri.


"Bapak tunggu di luar ya pak,biar pasien di tangani dokter" ucap perawat bersama seorang dokter wanita.


Aldo sengaja memilih dokter wanita untuk memeriksa Allira, karena Aldo tak ingin pria manapun menyentuh pujaan hati nya itu.


Aldo dan pak Gilang duduk di kursi tunggu di depan ruang UGD.


"Sebenarnya apa yang terjadi Aldo?" tanya pak Gilang


"Tadi Beni menelepon aku pa,katanya Dona menelepon dia dan mengatakan bahwa Allira berdarah" jelas Aldo kepada sang ayah.


"Sudah,tenang kan dirimu nak. Allira sudah di tangani oleh dokter. Kita berdoa saja,supaya semua nya baik-baik saja " kata pak Gilang menenangkan anak sulung nya itu.


"Semoga saja pa. Oh iya,bagaimana papa bisa sampai di kontrakan tadi?" tanya Aldo


"Pa" panggil Aldo setelah beberapa saat keduanya saling diam


"Iya" jawab pak Gilang sambil melihat ke arah anak sulung nya itu


"Apa mungkin Allira akan menerima ku jika kebenaran itu terungkap?" tanya Aldo dengan sedikit ragu


"Kamu tenang, ya. Allira itu anak yang cerdas dan bijak,dia tak akan langsung mengambil kesimpulan sebelum mengetahui kebenarannya " hibur pak Gilang.


"Semoga saja,Pa" lirih Aldo.


.


.


.


.


"Awh, kepala ku sakit sekali" gumam Allira setelah sadar


"Kamu sudah sadar All,tunggu sebentar aku panggilkan dokter sebentar" kata Dona sambil berlari menuju pintu ruang rawat Allira.


"Aku ada dimana?" tanya nya mencoba memanggil Dona.


Namun karena terburu-buru,ia tak mendengar pertanyaan Allira.

__ADS_1


Dona kemudian kembali dengan seorang dokter wanita yang menangani nya beberapa hari ia koma di rumah sakit.


"Sebentar ya,saya periksa dulu. Jangan banyak bergerak,keadaan anda masih sangat lemah" cegah dokter ketika melihat Allira bergerak mencoba untuk duduk.


Tak lama kemudian masuk seorang pria tampan bertubuh tegap tinggi bersama seorang wanita paruh baya.


"Allira,sayang kamu sudah sadar nak. Apa yang kamu rasakan saat ini sayang?" tanya wanita itu, yang merupakan mama Susan.


"Saya baik-baik saja,Bu" jawab Allira dengan suara yang masih lemah


"Mama. Panggil saya mama! " perintah mama Susan dengan lembut namun tegas.


"Ba-baik Bu, eh Ma" jawab Allira dengan sedikit gugup.


Ana yang menyaksikan semua dengan mata kepala nya sendiri pun cukup kaget.


"Ha. Ada hubungan apa sebenarnya antara Allira dengan pak Aldo?. Kenapa Bu Susan begitu perhatian kepada Allira? Bahkan sampai menyuruhnya memanggil mama" monolog nya dalam hati.


"Baik,perwakilan keluarga bisa ikut saya keruangan saya. Ada yang ingin saya sampaikan" kata dokter itu menghentikan monolog Ana.


"Baik dok" jawab Aldo mengikuti dokter wanita itu


"Aldo,mama ikut" ucap mama Susan mengikuti Aldo.


Aldo pun berhenti untuk menunggu mama nya. Dan melanjutkan langkah nya setelah mama Susan berada di hadapan nya.


Setelah tiga orang dewasa itu meninggalkan ruang rawat Allira,Ana pun mendekati Allira dan memasang wajah meng-intimidasi.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu An?" tanya Allira setelah melihat wajah penasaran wanita yang baru beberapa waktu menjadi sahabat nya itu.


"Kamu ada hubungan apa dengan pak Aldo?" tanya Ana dengan sangat-sangat penasaran


Dengan gugup Allira menjawab pertanyaan sahabat nya itu "A-aku tidak ada hubungan apa-apa dengan pak Aldo"


"Jangan bohong. Aku tadi melihat semuanya" tanya Ana dengan lembut tapi tetap dengan wajah penasaran nya itu.


"Sungguh,aku tak ada hubungan apapun dengan pak Aldo" jawab Allira.


Kemudian Allira menceritakan semuanya kepada Ana. Mulai dari pacar pura-pura hingga ia mengetahui fakta bahwa Dona sahabatnya merupakan adik dari pak Aldo.


"Jadi kamu itu sahabat dari nona Dona?" tanya Ana dengan mulut yang di tutup dengan sebelah tangan nya.


Allira pun menjawab dengan anggukan.


"Astaga! Beruntung sekali aku bisa bersahabat dengan mu. Siapa tahu suatu saat aku bisa bertemu dengan idola ku melalui kamu All" kata Ana dengan rasa kagum dan angan-angan nya.


"Insha Allah,jika Dona sudah kembali ke Indonesia,aku akan mempertemukan kalian berdua,jika kalian bersedia" kata Allira dengan senyum manis di bibirnya.


"Seriously?" tanya Ana dengan antusias


Dan Allira mengangguk menanggapi pertanyaan sahabat nya.


"Thank you very much, dear" girang nya sambil memeluk sahabat baru nya itu.


Allira pun balas memeluk Ana dengan senyum yang mengembang di bibir nya itu.


Tanpa mereka sadari,sepasang mata sudah sedari tadi memperhatikan mereka. Rasa kagum terhadap wanita itu semakin bertambah dalam diri Aldo.

__ADS_1


"Kamu begitu suka membuat orang bahagia dan tertawa. Padahal kamu sendiri terkadang menangis di malam hari,dan seorang diri" gumam Aldo di depan pintu ruang rawat Allira.


...****************...


__ADS_2