
Malam semakin larut. Allira memilih untuk mengistirahatkan tubuh nya. Dengan perlahan,Allira pun sampai ke alam mimpi nya.
Di dalam mimpi yang terasa sangat nyata itu,Allira menangis terisak.
"Mama papa,jangan tinggalin Allira. Allira masih kangen sama kalian. Maafin Allira selama ini belum bisa buat kalian bangga. Tolong jangan pergi lagi" isak Allira dalam tidurnya.
"Sayang,jaga diri kamu baik-baik ya nak. Jaga kehormatan kamu,jangan pernah kamu memberikan tubuh mu kepada selain dari suami mu.
Mama dan papa selalu ada di sini,di hati kamu. Ingat! Jangan pernah tinggalkan shalat mu, bagaimana pun keadaan nya" itu lah pesan papa Burhan dalam mimpi Allira yang terasa begitu nyata.
Allira pun kemudian tersentak dari tidurnya. Tak henti-henti nya ia ber-istighfar demi menenangkan hati nya.
Setelah merasa sedikit tenang,ia melihat layar ponsel yang tadi ia charge . Jam menunjukkan pukul 03:30 pagi.
"Masih ada waktu sebelum masuk waktu subuh" kata Allira beranjak dari tempat tidur nya menuju ke kamar mandi.
Allira berniat untuk mengerjakan shalat Tahajjud malam ini.
Selesai mengerjakan shalat Tahajjud,Allira tak langsung beranjak dari duduk nya. Ia mengambil kitab suci Al-Qur'an dan membaca surah Ar Ra'ad untuk menenangkan hati dan pikirannya.
"''(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingat lah! Hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram"'' (Q.S Ar Ra'ad:28).
Tak terasa sudah masuk waktu subuh. Allira kemudian melanjutkan untuk shalat subuh.
Selesai shalat subuh,Allira beranjak dan mengerjakan pekerjaan rumah nya. Mulai dari memasak,mencuci pakaian dan mencuci piring.
Hari semakin siang. Jam di layar ponsel nya telah menunjukkan pukul 06:00. Allira pun kemudian bersiap-siap untuk mandi dan menjalankan aktifitas nya.
...****************...
Di tengah perjalanan,Allira di hadang oleh sebuah mobil mewah.
"Oow,jadi ini wanita yang telah berani menggoda dan merayu Aldo. Tidak begitu cantik. Tapi mengapa Aldo bisa tertarik dengan mu? Apa yang kamu lakukan hingga Aldo mau sama kam?" tanya wanita itu.
"Atau jangan-jangan kamu menjual diri kamu ya sama Aldo,hingga kamu bisa menjadi asisten dan sekaligus pacar nya" tuduh wanita itu
" Astaghfirullahhaladzim. Maaf ya mbak,saya tidak kenal sama anda,jadi anda jangan asal menuduh saya yang tidak-tidak. Dan lagi,saya bukan lah wanita murahan yang rela menjual diri demi mendapatkan posisi pekerjaan yang bagus" kata Allira membela diri
"Alah,itu pasti hanya alasan kamu saja" cerca wanita itu
"Sudah lah,percaya atau tidak itu urusan anda. Saya tidak ada waktu untuk memaksa anda agar percaya kepada saya" kata Allira sambil menghidupkan mesin sepeda motornya yang tadi sempat mati.
Namun,belum sempat Allira menghidupkan stop kontak,kunci sepeda motor Allira sudah di ambil oleh preman yang sejak tadi berada di samping wanita itu.
Dan sang preman pun langsung menarik Allira agar masuk kedalam mobil sesuai perintah sang bos wanita.
"Cepat,bawa dia masuk ke dalam mobil" kata wanita yang bernama Clara itu.
"Baik bos" jawab sang preman
"Kalian mau apa" bentak Allira. Namun tak di indahkan sedikit pun oleh mereka.
"Sudah diam. Ikuti saja apa mau bos saya,maka kamu akan selamat" bentak sang preman.
...****************...
Sementara di perusahaan Langkat Jaya,Ana sedang kebingungan di buat nya.
Pasalnya sudah sampai jam 09:00 Allira belum juga datang ke kantor. Padahal sebentar lagi mereka akan mengadakan meeting dengan perusahaan GM Group.
Ana di buat semakin bingung ketika sang bos tiba-tiba muncul
"Ana,semua berkas sudah siap? Sebentar lagi kita akan meeting. Dan.." kata Aldo menghentikan ucapan nya sambil clingak-clinguk mencari seseorang.
__ADS_1
"Dimana Allira?" tanya Aldo kemudian
"A-anu pak,Allira belum datang. Dan semua berkas-berkasnya ada sama dia" jawab Ana sedikit gugup,takut jika sang bos akan marah besar.
"Belum datang?" tanya Aldo yang hanya di jawab anggukan oleh Ana
"Bagaimana mungkin? Biasanya dia tak pernah terlambat walau hanya 5 menit. Mengapa sampai sekarang dia belum datang? Kamu sudah coba telepon dia Ana?" tanya Aldo kemudian
"Sudah pak,tapi nomornya tidak bisa di hubungi" jawab Ana
Rasa khawatir pun mulai menjalar dalam diri Aldo. Pasalnya wanita itu tak pernah absen dan selalu datang tepat waktu selama ini. Bahkan sejak masa SMA dulu.
Aldo pun kemudian merogoh saku celana nya dan mengeluarkan ponsel milik nya.
"Halo. Bagaimana? Apa ada yang mencurigakan?" tanya Aldo kepada seseorang di ujung telepon
"Tidak bos. Wanita itu sudah berangkat pukul 06:45 tadi bos" jawab anak buah Aldo.
"Tapi sampai sekarang dia belum sampai di kantor. Cepat cari tahu dan laporkan segala sesuatu nya kepada saya" perintah Aldo kepada anak buahnya.
"Baik bos" jawab preman itu
Aldo pun kemudian kembali kedalam ruangan nya.
Ana yang menyaksikan itu semua seketika membuka mulut nya lebar-lebar
"Astaga! Pak Aldo sampai menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Allira. Jangan-jangan antara Allira dan pak Aldo benar-benar ada hubungan yang lebih" gumam Ana dalam hati.
Beberapa menit berlalu. Ponsel Aldo berdering tanda ada seseorang yang menghubungi nya.
"Bagaimana?" tanya Aldo sesaat setelah menjawab panggilan itu
"Tadi bu Allira sempat berangkat menuju kantor. Tapi ketika sampai di jalan yang sepi,sebuah mobil berhenti dan menghadang sepeda motor bu Allira" kata preman itu menjeda ucapannya.
"Lalu,kemana mereka membawa Allira?" tanya Aldo khawatir
"Mereka membawa bu Allira ke sebuah rumah kosong bos. Saya akan sharelock lokasi nya" jawab preman itu
Aldo kemudian berlari keluar meninggalkan ruangan nya dan menemui Ana.
"Ana. Batal kan semua rapat hari ini. Katakan kepada mereka bahwa saya ada emergency dan tak bisa meeting hari ini" kata Aldo. Kemudian meninggalkan Ana -yang masih mematung di tempat- dengan terburu-buru.
Bahkan Ana belum sempat merespon kata-kata sang bos.
Aldo pun bergegas menuju mobil miliknya yang terparkir di halaman kantor.
Dengan kecepatan yang tak di perhitungkan,Aldo melajukan mobil nya memecah jalanan ibu kota yang ramai.
...****************...
Sementara Allira menangis terisak di dalam sebuah rumah kosong.
Ia tak tau apa yang akan terjadi pada dirinya selanjutnya.
Seakan pesan pak Burhan,ayah nya tadi malam kembali terngiang.
"Papa, Mama. Tolong Allira. Ya Allah,tolong hamba Ya Allah. Hamba tak tahu apakah hamba bisa menjaga diri hamba saat ini. Hanya kepada -Mu hamba memohon pertolongan Ya Allah" kata Allira dalam isak nya.
"Sudah lah,jangan menangis terus. Nanti kami akan membuat mu menjerit kenikmatan. Tenang saja" kata salah seorang preman yang ada di depan Allira saat ini.
Dan itu membuat ke-dua teman nya tertawa terbahak-bahak.
"Tolong. Jangan lakukan itu pada saya. Saya mohon" bujuk Allira kepada tiga preman itu yang membuat mereka semakin tertawa.
__ADS_1
"Apa kamu bilang? Lepaskan? Kami sudah mendapatkan wanita cantik seperti mu,dan harus melepaskan tanpa kami jajahi?" jeda preman itu
"Oh tidak mungkin" lanjutnya, kemudian tertawa kembali.
Allira semakin terisak mendengar perkataan preman itu. Sepertinya ia tak memiliki harapan lagi. Sebab tak ada seorang pun yang tau keberadaan nya saat ini.
Allira hanya bisa menangis tanpa bisa memberontak ketika tangan seorang preman membelai pipi mulusnya. Karena saat ini tangan dan kaki nya di ikat di sebuah ranjang kayu.
"Waaw. Mulus sekali wajah nya" kata preman itu. Kemudian tertawa bersama kedua teman nya.
Dan ketika mereka akan membuka kancing baju Allira, tiba-tiba sebuah tendangan mendarat di punggung salah satu preman itu yang membuat dua teman nya terlonjak kaget.
"Hei siapa kamu?" tanya preman itu
Allira yang saat itu memejamkan mata nya karena takut perlahan melihat kejadian di depan matanya.
"Pak Aldo. Bagaimana dia bisa ada di sini?" kata Allira bertanya-tanya.
"Tak perlu kalian tau siapa saya. Yang jelas saya akan hantarkan kalian ke neraka saat ini juga" gertak Aldo dengan emosi yang meledak-ledak.
"Kurang ajar" kata preman itu.
Di depan matanya,Allira melihat Aldo yang selama ini seperti kulkas ternyata bisa sangat marah seperti saat ini.
Hanya dengan beberapa menit saja,Aldo sudah berhasil melumpuhkan ketiga preman itu di bantu oleh anak buahnya,yang membuat mereka ingin melarikan diri.
Aldo pun kemudian menahan salah seorang preman itu untuk mencari tahu siapa yang telah menyuruh mereka. Karna tadi anak buahnya sempat bilang bahwa mereka bersama seorang wanita.
"Cepat katakan siapa yang menyuruh kalian? Atau aku akan benar-benar mengantar mu ke neraka" gertak Aldo yang mampu membuat preman itu bergidik ketakutan.
"B-baik. Akan ku katakan" kata preman itu takut
"Cepat katakan!" bentak Aldo tak sabar.
"Bu Clara yang menyuruh kami" kata preman itu
"Clara" Aldo kemudian merogoh saku celana dan mengeluarkan ponselnya. Ia pun tampak mengotak atik ponsel nya dan kemudian menunjuk kan pada preman itu
"Apakah Clara ini yang kamu maksud?" tanya Aldo kepada preman itu.
Dan preman itu pun mengangguk kan kepala sebagai jawaban.
"Kurang ajar. B*jingan. Baiklah,aku akan melepaskan mu. Tapi ada satu syarat. Kamu dan teman-temanmu yang tadi harus mengikuti perintahku. Kalau kalian melawan,aku akan benar-benar mengirim kalian ke neraka" ancam Aldo
"Ba-baik. Apa yang harus saya lakukan?" tanya preman itu
"Katakan pada bos mu,kalau kalian sudah berhasil memperk*sa gadis itu. Ingat! Jangan macam-macam! Menemukan kalian itu sesuatu hal yang mudah bagiku" ancam Aldo kemudian
"Baik lah,kami akan melakukan perintah anda" kata preman itu.
Aldo kemudian mengeluarkan amplop uang dan memberikan nya kepada preman itu
"Ini bayaran kamu. Ingat! Jangan macam-macam atau aku akan memb*nuh kalian semua" kata Aldo setelah memberikan amplop uang itu.
Preman itu pun kemudian pergi dan berlari meninggalkan rumah kosong itu.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Aldo ketika selesai membuka ikatan pada tangan dan kaki Allira.
Allira pun kemudian refleks memeluk Aldo dengan erat.
"Saya tidak apa-apa. Terima kasih pak Aldo. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika bapak tidak datang" kata Allira dalam tangis nya.
Aldo yang sejak lama mendambakan pelukan itu pun sekejap terhanyut dalam suasana romantis itu.
__ADS_1
"Astaghfirullah. Maaf pak,saya hanya refleks saja" kata Allira mencoba menyembunyikan rona merah di pipinya.