
Aldo yang saat itu sedang menikmati pelukan Allira sedikit terkejut dan mencoba menetralkan perasaan yang berkecamuk dalam dirinya.
"Ah sudah lah,tidak apa-apa. Peluk saja lagi, sampai kamu puas. Kapan lagi kamu bisa memeluk bos tampan ini" kata Aldo dengan percaya diri. Namun tak bisa di pungkiri bahwa sebenarnya dia lah yang menginginkan pelukan itu.
Allira yang malu pun mencoba mengalihkan perhatian bos nya itu.
" Oh iya, bagaimana bapak bisa tau kalau saya ada di sini?" tanya Allira membuat Aldo sedikit kecewa.
"Oh itu. Kamu kan pacar saya. Tentu saya akan tau kemana kamu pergi. Bahkan saya juga tau bahwa kamu baru saja putus hubungan dengan salah satu kolega saya" kata Aldo dengan santai.
Allira yang mendengarnya pun seketika membulatkan matanya tak percaya. Bagaimana bos kulkas nan menyebalkan itu bisa tau bahwa dia baru saja putus dengan Radit? Begitu lah isi pikiran Allira saat ini.
Allira pun kemudian menyadari sesuatu
"Tunggu-tunggu,bapak tadi bilang apa? Saya pacar bapak?" tanya Allira tak percaya dengan pendengaran nya.
"Ya,memang kamu pacar saya kan" jawab Aldo santai.
"Itu kan hanya pura-pura pak,kan bapak sendiri yang mengatakan nya. Bagaimana bapak bisa menganggapnya serius?" tanya Allira.
"Kenapa? Apa kamu mau jadi pacar saya beneran?" tanya Aldo dengan menatap mata Allira dalam-dalam.
Allira yang gugup kemudian mengalihkan pandangannya ke samping. Begitu pun dengan Aldo,tak kalah gugup dari Allira.
"Maaf pak. Saya tak akan mengulangi kesalahan yang sama dua kali. Saya sudah cukup melakukan kesalahan dengan berpacaran yang hampir menjerat saya dalam perzinahan.
Padahal saya tahu,bahwa perzinahan itu dosanya sangat besar" kata Allira meneteskan air mata ketika mengingat kejadian beberapa bulan lalu.
Dimana saat itu Radit terus merayu nya agar Allira mau memberikan tubuhnya pada Radit. Allira yang hampir terhanyut dengan rayuan Radit,bersyukur saat itu ada seseorang yang menyadarkan dirinya.
Yaitu pihak HRD perusahaan Langkat Jaya Group. Yang mengatakan bahwa Allira di minta datang untuk wawancara.
Dari sana lah Allira mulai menjaga jarak dari Radit hingga akhirnya Allira mengetahui bahwa Radit memiliki hubungan dengan Anggun.
Aldo kemudian sadar,bahwa Allira benar-benar wanita yang menjaga kehormatan nya.
"Cukup sekali saya melakukan kesalahan. Dan saya tak ingin mengulangi nya. Saya hanya mau berpacaran dengan suami saya suatu saat nanti" kata Allira menenangkan diri.
"Berpacaran dengan suami?" tanya Aldo tak mengerti
"Ya. Menikah rasa pacaran itu akan jauh lebih menyenangkan. Dari pada berpacaran sebelum menikah" kata Allira menjelaskan.
Yang membuat Aldo semakin mengangumi sosok wanita yang ada di hadapan nya saat ini.
" Oh iya,bagaimana dengan meeting kita hari ini. Pasti para rekan bisnis bapak sudah menunggu" kata Allira panik
Kemudian ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Astaga! Ini sudah sangat terlambat. Mereka pasti akan sangat marah jika kita tidak segera menemui mereka" kata Allira semakin panik.
Aldo yang melihat tingkah lucu asisten nya itu hanya duduk diam di tempatnya.
"Astaga,bapak kok malah duduk saja sih. Ayo pak!" kata Allira kepada sang bos kulkas.
Aldo pun kemudian berpura-pura sedih di hadapan Allira.
"Mereka sudah membatalkan semua kerja sama. Karena saya memilih menyelamatkan kamu" kata Aldo dengan wajah yang di buat kecewa namun tetap terlihat tenang.
"Benarkah? Maafin saya ya pak. Karena saya,bapak mengalami kerugian. Yang mana sudah pasti kerugian itu sangat besar" kata Allira merasa bersalah.
Jika saat itu Aldo tidak sedang melakukan drama,mungkin ia sudah meledak kan tawa nya saat ini.
__ADS_1
"Dan kamu harus bertanggung jawab" ancam Aldo
"Be-bertanggung jawab?" tanya Allira terkejut
"Ya. Kamu harus bertanggung jawab. Dengan cara, kamu harus menemani saya makan siang hari ini" kata Aldo santai.
Allira yang terkejut pun membuka mulutnya dengan lebar.
"Kenapa? Kamu tidak mau? Apa kamu mau saya pecat?" ancam Aldo kemudian yang mampu membuat Allira panik
"Baiklah,saya akan menemani bapak makan siang. Tapi saya mohon jangan pecat saya" kata Allira memohon.
"Baiklah,saya tidak akan memecat kamu" kata Aldo kemudian
"Sekali lagi terima kasih atas pertolongan bapak" kata Allira.
Dan setelah itu mereka berdua pun keluar dari rumah kosong itu. Karena sang pengawal menunggu di luar atas perintah sang bos.
...****************...
Aldo melajukan mobilnya menuju sebuah mall,dan memarkirkan mobilnya setelah sampai.
Allira lantas kebingungan,kenapa mereka malah menuju mall. Padahal tadi bos kulkas itu mengatakan untuk menemaninya makan siang.
"Maaf pak. Kenapa kita kesini? Bukan nya tadi bapak bilang mau makan siang?" tanya Allira tak mengerti.
"Pilih pakaian yang kamu ingin kan" kata Aldo dengan wajah datar nya.
"Maksud bapak?" tanya Allira masih tak mengerti.
"Pakaian kamu rusak dan kotor. Tidak mungkin kan kita makan siang dengan kamu memakai pakaian kotor itu?" tanya Aldo balik kepada Allira.
"Tapi pak" ucapan Allira terhenti.
"Tenang,saya yang membelikan nya untuk mu" kata Aldo.
"Hem" hanya itu jawaban Aldo.
Allira kemudian melihat beberapa pakaian yang terpajang rapi. Pandangan nya saat itu tertuju pada sebuah gamis berwarna pink piece dengan motif berenda di bagian dadanya.
"Masya Allah,cantik sekali" kata Allira
"Subhanallah,mahal sekali. Bahkan separuh gaji ku tak kan cukup untuk membeli nya" lanjut nya kemudian.
"Ambil saja" kata Aldo mengagetkan Allira yang masih mengagumi baju yang ada di tangan nya
"Eh,tidak pak. Ini terlalu mahal" jawab Allira jujur
"Saya membelikan nya untuk mu" kata Aldo kemudian.
"Bahkan separuh gaji saya tak kan cukup untuk membayar nya. Nanti saja kalau saya sudah punya cukup uang,maka saya akan membeli nya sendiri" kata Allira.
Kemudian kembali mencari pakaian yang akan di pakai untuk mengganti pakaian nya yang kotor.
"Baiklah,saya beli yang ini saja. Yang penting bisa menutupi aurat saya" kata Allira kepada Aldo.
Setelah membayar,ia pun mencari ruang ganti untuk mengganti pakaian nya.
...****************...
Sesampainya di sebuah restoran,Aldo membawa Allira menuju ke meja nomor 8 yang terletak di dekat dinding kaca. Yang mana memperlihatkan pemandangan yang begitu indah.
Tanaman-tanaman hijau begitu memanjakan mata menambah kesan romantis di antara keduanya.
"Kamu mau makan apa?" tanya Aldo kepada Allira
__ADS_1
"Apa saja pak. Saya tidak pemilah makanan" jawab Allira tanpa mengalihkan pandangan nya pada tanaman-tanaman hijau itu.
"Baiklah. Saya pesan chicken steak sauce enoki dua, lemon tea dua" kata Aldo kepada pelayan restoran.
Aldo kemudian diam-diam memperhatikan Allira yang masih hanyut dalam keindahan yang ada di depan mata.
"Masya Allah. Cantik sekali makhluk ciptaan mu ini Ya Allah. Begitu cantik nya sampai tak sanggup aku mengalihkan pandangan kepada makhluk yang lain" gumam Aldo dalam hati.
Allira yang merasa di perhatikan menjadi gugup dan salah tingkah.
"Silahkan tuan. Ini pesanan nya" kata pelayan restoran menyajikan pesanan mereka.
"Terima kasih" jawab mereka bersamaan.
Kemudian mereka pun menikmati makan siang dengan tenang.
Selesai makan,mereka tampak berbincang-bincang.
"Bagaimana bapak bisa tau kalau saya di culik?" tanya Allira kemudian
"Kan sudah saya bilang,kamu pacar saya. Jadi saya tau dimana dan ada apa dengan kamu" kata Aldo dengan pedenya.
Allira pun tampak mengelus dada nya meredam sedikit rasa emosi.
"Bapak Aldo yang terhormat sejagat raya, kan saya sudah mengatakan bahwa saya tidak mau berpacaran.." kata-kata Allira seketika terhenti ketika jari telunjuk Aldo menyentuh bibir nya.
Aldo yang refleks seketika salah tingkah,begitu pun dengan Allira. Sehingga keduanya terdiam beberapa saat
"Astaga,kenapa jantung ku rasanya mau copot begini. Rasanya sudah tak tahan lagi,ingin mengungkapkan nya pada wanita yang ada di hadapan ku ini" gumam Aldo dalam hati.
"Ya Allah,mungkinkah jika pria di hadapan ku ini ku harapkan menjadi imam ku? " gumam Allira tanpa sadar
"Astaghfirullah Allira. Istighfar,tak boleh berpikiran yang melebih-lebih" kata Allira kemudian.
"Allira,apa kamu tahu siapa orang yang membawa kamu ke rumah kosong itu?" tanya Aldo setelah tersadar dari lamunan nya.
"Ehm, sebenarnya.. Saya pernah bertemu dengan wanita itu sebelumnya pak" jawab Allira.
"Kapan? Dan dimana?" tanya Aldo penasaran
"Saat saya wawancara sebulan yang lalu. Saat itu mobil wanita itu menyerempet sepeda motor saya di depan gerbang kantor,tapi malah dia yang marah-marah bahkan mengancam saya" kata Allira menjelaskan
"Jadi hanya masalah itu dia sampai melakukan semua ini kepada kamu?" tanya Aldo kemudian.
"Sepertinya bukan itu masalahnya pak. Sebab sebelum membawa saya,wanita itu sempat membahas tentang hubungan antara kita" kata Allira serius.
"Hubungan antara kita?" tanya Aldo
"Iya,hubungan pacar bohongan kita" kata Allira menjelaskan.
"Apa bapak mengenal wanita itu?" tanya Allira penasaran
"Ya,saya kenal wanita itu. Namanya Clara. Dia adalah salah satu anak dari rekan bisnis saya. Orang tua nya selalu meminta kepada mama agar saya mau menikahi nya" kata Aldo menjelaskan
"Lalu,kenapa bapak tidak mau? Dia kan cantik dan kaya" tanya Allira penasaran
"Saya sudah mencintai wanita lain,bahkan sejak masa SMA. Tapi sayang,dia sangat membatasi diri terhadap laki-laki, apalagi untuk berpacaran" jelas Aldo panjang lebar
"Ooh seperti itu. Langsung lamar saja pak" kata Allira memberi solusi.
"Sebenarnya saya ingin. Tapi dia tidak tahu bahwa saya mencintainya" curhat Aldo.
Allira pun manggut-manggut mendengar penjelasan bos nya itu.
Hingga sejurus kemudian,Allira tampak gelisah dengan kehadiran seseorang di depan pintu masuk restoran itu
__ADS_1
"Itu kan..." kata Allira menghentikan ucapannya.