
"Ciee yang di ajak makan malam sama bos" ledek Ana tiba-tiba.
"Apaan sih kamu" kilah Allira sedikit gugup
"Kamu beruntung loh Al karena bos ngajak kamu makan malam" kata Ana menjeda ucapannya.
"Soalnya selama 2 tahun aku bekerja di sini,aku gk pernah tau bos ngajak cewek manapun makan malam. Bahkan si nenek lampir yang genit itu pun selalu di tolak oleh Pak Aldo" lanjutnya kemudian.
"Hust,gk boleh memberi julukan yang buruk kepada seseorang. Dosa hukumnya" kata Allira mengingatkan.
"Hehe maaf,aku kelepasan" bela Ana .
Allira sebenarnya adalah gadis yang ramah dan mudah bergaul. Selama ini ia tak memiliki banyak teman karena fitnah dan hasutan dari Anggun.
Siang berganti sore. Setelah menyelesaikan shalat Ashar di mushalla kantor,Allira bersiap untuk kembali ke kontrakan nya.
Ketika melewati koridor, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan nya dan membawanya ke tempat yang cukup sepi.
"Aw,lepasin. Atau saya akan teriak sekarang" ancam Allira.
Allira pun melotot ketika mengetahui siapa yang menarik tangan nya itu.
"Kak Radit,mau apa kakak ke sini?" tanya Allira kemudian
"Allira,kamu kenapa sih gk pernah balas chat aku,dan gk mau angkat telepon aku?" tanya Radit kemudian.
"Sudahlah kak, semuanya sudah berakhir antara kita" kata Allira mencoba menenangkan diri.
"Oke aku salah. Tapi aku minta maaf All,aku janji gk bakal ulangi kesalahan itu lagi,tapi kamu kembali lagi sama aku ya" bujuk Radit dengan nada memelas
"Maaf kak,aku gk bisa. Gelas yang pecah tak akan bisa kembali utuh seperti sedia kala. Begitu pun hati. Dulu kakak yang memohon agar aku mau menerima cinta kakak,tapi akhirnya kakak mengkhianati aku dengan sepupuku sendiri" jeda Allira
"Dan sekarang,kakak memohon lagi agar aku mau memafkan kan kakak. Maaf aku gk bisa kak" lanjut nya kemudian dan pergi meninggalkan Radit yang masih terus memanggil namanya.
"Aakkhhh" teriak Radit dengan frustasi
"Seharusnya aku tidak mendengarkan kata-kata Anggun. Dan sekarang hancur sudah semuanya" kata Radit dengan wajah kesal.
" Hancur? Apa maksudnya? Pasti dia punya maksud tersendiri kepada Allira. Aku harus mencari tahu" gumam Aldo yang mengamati mereka sejak tadi.
__ADS_1
...****************...
Sesampai nya di rumah kontrakan,Allira menghempaskan tubuh nya yang lelah di atas tempat tidur dengan kasur tipis sebagai alasnya.
"Huh. Kenapa sih,dunia rasanya tak adil bagi ku. Papa Mama,Allira kangen" kata Allira dengan air mata yang berurai di pipi putih nya.
Karena kelelahan,tanpa sadar Allira sudah masuk ke alam mimpi nya.
Allira terbangun ketika suara dering handphone nya berbunyi memekakkan telinga.
Ia pun meraih ponselnya dan seketika matanya melotot melihat banyak panggilan tak terjawab dari sang bos.
"Astaga,mati aku. Pasti orang ini bakal marah sama aku karena tak menjawab panggilan darinya" kata Allira kebingungan.
Semakin bingung lagi ia ketika melihat panggilan dengan nama yang tertera di layar ponsel nya.
"Pak Aldo" kata Allira gugup
Ia pun kemudian menjawab panggilan dari sang bos
"Iya pak" ucapnya.
"A-anu pak,saya tadi ketiduran karena kecapean" jujur Allira
"Satu jam lagi saya sampai ke kontrakan kamu. Dan kamu harus sudah siap. Saya tak mau menunggu" ketus Aldo yang berhasil membuat Allira gelagapan sendiri.
"Tapi pak,makan malam nya kan jam 8,dan ini baru jam 6" kata Allira mencoba menjelaskan.
"Sudah jangan banyak tanya,lebih baik sekarang kamu bersiap. Jangan lupa,kamu harus tampil lebih cantik" kata Aldo sedikit gugup mengucapkan kalimat terakhir nya.
"B-baik pak" jawab Allira sedikit gugup
Allira pun kemudian langsung berlari ke kamar mandi demi menghindari amukan sang bos garang itu.
Setelah selesai mandi,Allira melihat jam di layar ponsel. Pukul 18:17, Allira pun memilih melaksanakan shalat Maghrib terlebih dahulu sebelum berias.
Allira memilih menggunakan model baju gamis polos warna hijau toska dengan lengan balon dan tambahan belt yang membuatnya tampil cool dan tentunya elegan.
Dengan tambahan high hells dan hijab warna putih polos,yang membuat tampilan nya semakin cantik dan menarik.
__ADS_1
Tiit tiit
Terdengar suara klakson mobil di depan kontrakan. Allira pun lantas keluar dan menemukan sang bos tengah menunggu di depan pintu rumah nya.
Aldo yang terpana dengan kecantikan Allira tanpa sadar memuji Allira.
"Masya Allah, sungguh indah makhluk ciptaan mu yang satu ini Ya Rab" puji Aldo dengan suara pelan namun masih terdengar jelas.
Allira yang merasa di puji pun mencoba menyembunyikan merah di pipi karena malu.
"Eeh, ayo" kata Aldo kemudian yang kehilangan kata-kata karena malu.
Allira pun mengikuti sang bos masuk ke dalam mobil mewah nya.
Di tengah perjalanan,Aldo menjelaskan kepada Allira maksud dari perkataan nya siang tadi yang meminta agar Allira berpura-pura menjadi pacarnya.
Aldo berkata,bahwa ia akan di jodohkan oleh kedua orang tua nya jika ia tak juga memiliki pasangan.
Dan Aldo tak ingin terburu-buru untuk urusan jodoh dan pernikahan. Karena orang yang di cintai nya sejak lama,belum berhasil di rebut hati nya.
Penjelasan Aldo berhasil membuat Allira membuka mulut nya dengan lebar dan menutup nya dengan tangan nya.
...****************...
Satu jam perjalanan pun terlewati. Mereka pun sampai di kediaman keluarga Langkat Jaya group.
Sebelum turun,Aldo mengingatkan Allira tentang pembicaraan mereka tadi di mobil.
"Ingat ya,panggil aku sayang. Dan kita sudah berpacaran selama 2 minggu" kata Aldo dan hanya di jawab anggukan oleh Allira.
"Hai sayang, akhirnya kamu datang juga. Mama sudah sejak tadi menunggu kalian" Sapa Mama Susan kepada putra dan tamunya.
Allira pun dengan sopan mencium tangan mama Susan. Dan di sambut baik oleh sang mama.
"Ayo,kita masuk. Mama kenalkan kamu kepada anggota keluarga kita" ajak mama Susan.
"Baik" jawab Allira dengan senyum ramah nya.
Allira pun kemudian di kenalkan dengan seluruh anggota keluarga Aldo,dan mendapat sambutan baik membuat Allira mengingat kedua orang tua nya.
__ADS_1