BUKAN PRIA PILIHANKU

BUKAN PRIA PILIHANKU
BAB 10 : PERTAMA KALI


__ADS_3

Tiba-tiba Alvin menggenggam tangan Vera, kemudian menariknya berdiri dan berjalan menuju kamarnya. Alvin menutup pintu kamar kemudian langsung memeluk Vera cukup lama, hingga Vera dapat merasakan hawa panas tubuh Alvin dan mendengar degup jantungnya. Vera pun akhirnya membalas pelukan itu, tanpa sadar air matanya menetes. Ia teringat perkataan Dona dan Ibu Lina tentang rumor dirinya sedang hamil. Ia memikirkan bagaimana orang tuanya harus dihadapkan dengan hal tidak mengenakan itu, serta bagaimana teman-temannya akan memandang dirinya rendah.


"Vera, sebaiknya lo pindah dari kampus lo itu, biar lo ngga perlu ketemu sama si Dona. Denger sendiri kan kata-katanya nusuk hati banget?! Kalo ketinggalan tahun ini, lo bisa mulai lagi tahun depan, pokoknya jangan pernah ketemu lagi sama dua ular itu, oke?"


Vera mengangguk tanda setuju dengan perkataan Alvin. Bagaimana pun di kampus pasti sudah heboh dengan rumor dirinya, apalagi jika di tambah harus bertemu dengan Dona.


"Ngerti ngga kenapa Mamah tiri gue dan Dona pengen banget ngejatohin kita? Supaya reputasi kita buruk, jadi karyawan di perusahaan Papah bakalan liat kita dengan pandangan negatif. Akan mempersulit gerak gue di kantor, dan bahkan bisa menghilangkan kepercayaan investor sama gue buat mimpin perusahaan."


"Iya gue paham kok, ngga perlu dijelasin."


Vera kemudian duduk disisi ranjang dengan wajah lesu. Alvin kemudian membuka pintu balkon kamarnya yang menghadap ke arah kolam renang di rumahnya.

__ADS_1


"Ver, sini. Duduk disini deh, liat pemandangan di kolam, bisa bikin pikiran tenang."


Vera pun mengikuti arahan Alvin dan duduk di bangku yang disiapkan Alvin. Tiba-tiba tangan Alvin memijiat pundaknya, mengusap-usap bahunya juga rambutnya yang tergerai. Jujur saja, Vera sedikit terkejut karena belum pernah ada pria lain yang melakukan itu padanya.


"Mulai sekarang jangan dengerin omongan Mamah dan Dona ya... Dan mulai sekarang lo adalah tanggung jawab gue, apa pun yang terjadi sama lo akan jadi tanggung jawab gue."


"Kenapa? Karena perusahaan Papah atau..."


"Tapi kalo dipikir-pikir lo juga nyakitin gue lho. Lo uda bawa cewek lain ke rumah ini, bahkan lo berhubungan badan sama dia di kamar ini. Artinya gue juga kenapa-kenapa dong."


"Sorry kalo soal itu. Jujur gue sama Sarah atau siapa pun cewek di hidup gue ngga ada yang serius. We just having fun. Gue ngga pernah cinta sama mereka atau perempuan mana pun, dan ngga tertarik sama cinta."

__ADS_1


Sembari terus mengobrol, pijatan tangan Alvin mulai berjalan merambat ke arah leher Vera. Ia mengelus dengan lembut mulai dari pundak, bahu, leher bahkan sampai ke pipi Vera. Vera menikmatinya dan merasa sangat rilex. Hingga kemudian Alvin mulai menciumi leher Vera, kemudian terus ke pundaknya, ke bahunya sambil terus membelainya.


Anehnya Vera tidak merasa risih sama sekali, belaian dan kecupan itu justru membuatnya rilex dan nyaman hingga mengantuk. Alvin kemudian mengangkat tubuh Vera dan memindahkannya ke atas ranjang. Lampu temaram di dalam kamarnya, angin sepoi yang berhembus masuk ke kamar serta belaian dan kecupan Alvin benar-benar menenangkan. Hingga tanpa sadar setengah dari pakaiannya sudah di lucuti Alvin.


Tidak sedikit pun ada rasa ingin menolak atau ingin menghindar dari Alvin. Vera di buat melayang oleh Alvin dan kini dirinya seperti hendak pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Ditengah-tengah birahi yang telah meningkat, Alvin meminta izin pada Vera untuk melanjutkan aksinya.


"Ver, sudah pernah sebelumnya?" Vera hanya menjawab dengan gelengan kepala.


"Terus boleh?" Kali ini Vera tidak menjawab, ia hanya terdiam menatap mata Alvin, suami sah nya saat ini.


Pandangan Alvin begitu menenangkan saat itu, mereka pun terbuai dan lalu melanjutkan pergolakan hebat di ranjang. Ini kali pertama bagi Vera, terasa sangat sakit namun ia menikmatinya. Alvin begitu lembut memperlakukan dirinya. Setiap sentuhan membuat Vera sungguh menikmatinya, hingga terdengar suara rintihan dan racauan terengah-engah dari keduanya.

__ADS_1


Setelah melakukannya hampir satu jam, akhirnya mereka pun mencapai puncaknya. Alvin pun tertidur tak lama setelahnya, sementara Vera masih mengatur nafasnya dan termenung antara percaya dan tidak ia melakukan pertama kali dengan Alvin, suaminya. Seorang pria yang bukan pilihannya untuk di nikahi. Bahkan ia tahu betul se-playboy apa Alvin itu. Tapi kenapa dia merelakannya dengan Alvin? Tak lama kemudian ia pun menyusul Alvin yang sudah tertidur lelap disampingnya.


__ADS_2