
"Vera, Alvin, tanda tangani berkas perjanjian ini, lalu kalian siapkan diri untuk pernikahan besok." Ucap Pak Leo pada keduanya.
Vera dan Alvin pun membaca dengan teliti isi berkas perjanjian pernikahan itu, sungguh Vera merasa sangat tertekan dengan isi perjanjian pernikahan itu, ia merasa jadi orang yang paling dirugikan. Poin keuntungan dari pernikahan ini rasanya hanya demi bisnis keluarga, harta keluarga, dan image keluarganya.
Mereka semua tidak peduli dengan perasaanya yang juga hancur, sedih dan kecewa. Ingin sekali ia menolak pernikahan ini, tetapi kalau ditolak tentu ia tidak akan lagi dapat merasakan kehidupan normal nan glamor yang ia miliki sekarang, sebab ia akan dikirim ke pelosok desa untuk berkebun dan tak melanjutkan kuliahnya lagi.
Entah memang benar atau hanya gertakan, namun ia tahu betul siapa Papahnya yang tegas dan Mamahnya yang tidak bisa mengubah keputusan Papahnya.
"Pernikahan ini untuk berapa lama pah? Kenapa ngga ada di surat perjanjian ini?" ucap Alvin tiba-tiba yang sontak membuat Pak Leo dan Pak Darma terkejut.
__ADS_1
"Apa maksud kamu? Kamu pikir anak saya ini apa? Setelah dinikahi langsung mau kamu cerai gitu? Ini pernikahan sungguhan bukan pernikahan kontrak atau main-main!" Pak Darma nampak emosi.
"Maaf Pak Darma, saya kira pernikahan ini hanya untuk menjaga agar image keluarga bapak dan bisnis bapak tetap baik."
"Alvin! Ngawur kamu ngomong!" Pak Leo mulai emosi juga.
"Emang bener kan?! Di isi surat perjanjian poinnya begitu, Pah. Selain demi image keluarga, juga demi bisnis kalian kan?"
Sebenarnya Alvin merasa sangat ingin marah dan mengatakan kalau ia menolak menikahi Vera, gadis yang tidak betul-betul dikenalnya. Apalagi dia juga sudah punya kekasih, dan didalam surat perjanjian pernikahannya tidak tertulis sampai kapan pernikahan ini harus bertahan, sedangkan disana tertulis sanksi apa saja jika ia atau Vera menolak, dan bagaimana jika mereka bercerai.
__ADS_1
"Pah... bukan itu maksud Alvin, tapi di dalam surat perjanjian ini, hanya dijelaskan sanksi jika menolak dan bercerai. Lalu sampai kapan perjanjian ini berlangsung? Katakanlah Alvin mencintai Vera, lalu pernikahan kami berjalan beberapa tahun, namun kami merasa tidak cocok dan memutuskan bercerai, apa surat ini masih berlaku?"
"Belum ada sejarahnya di dalam keluarga ini yang pernah bercerai, untuk itu kalian harus belajar saling memahami, saling menghargai dan menghormati. Cinta akan datang seiring berjalannya waktu." Tegas Pak Darma.
"Alvin, kalau kamu masih mau jalankan bisnis Papah, tanda tangani surat perjanjian itu dan menikahlah dengan Vera. Papah dan Pak Darma tahu kapan surat perjanjian itu dirasa tidak diperlukan lagi."
Vera hanya terdiam mendengarkan semuanya, apa yang ada di pikirannya sudah disampaikan Alvin pada masing-masing orang tua, tetapi rasanya tidak berguna. Mereka akan tetap kalah argumen, karena mereka hanyalah anak yang tidak bisa apa-apa tanpa orang tua mereka.
Ia dan Alvin lalu menandatangani surat perjanjian itu. Ia sudah memiliki rencana tentang apa yang akan dilakukannya setelah menikah nanti.
__ADS_1
Pernikahan yang sakral dan hanya dihadiri dua keluarga inti pun akhirnya terlaksana dengan lancar. Nina dan David pun turut hadir, berulang kali Pak Darma dan Pak Leo menasehati mereka untuk tidak melakukan hal serupa lagi, karena akibatnya sangat fatal bagi beberapa orang, setelah pernikahan ini mereka juga dilarang keras bergaul dengan Vera atau pun Alvin lagi. Vera dan Alvin kini telah sah sebagai suami istri sekarang.
Nina dan David serta semua yang hadir diminta merahasiakan pernikahan ini sampai Pak Leo dan Pak Darma mengkonfirmasi berita tidak enak yang beredar pada keluarga besar masing-masing serta dalam rapat besar perusahaan masing-masing.