BUKAN PRIA PILIHANKU

BUKAN PRIA PILIHANKU
BAB 6 : PEREMPUAN LAIN


__ADS_3

"Pagi Mas Alvin, ada tamu dibawah." Suara Mbak Ayu terdengar dari balik pintu kamar Vera.


Sepertinya Alvin kedatangan tamu pagi-pagi, tapi siapa? Apakah dia harus turun juga melihat tamu dibawah? Tapi apa yang harus ia lakukan dengan tamunya? Ah, sudahlah biar kita jalankan kegiatan masing-masing saja, gumamnya dalam hati.


Terdengar suara pintu dan langkah kaki Alvin menuruni anak tangga. Vera jadi penasaran, siapa sih tamunya?! Kebetulan ia juga mulai berangkat ke kampus hari ini jadi sekalian saja dia turun kebawah untuk melihat tamunya Alvin.


Belum sampai tangga paling bawah, ia bisa mendengar suara seorang perempuan marah-marah dan suara Alvin yang tak kalah tinggi juga.


Ia pun tetap melangkahkan kakinya menuruni anak tangga untuk melihat apa yang sedang terjadi.


"Oops!" Vera terkejut. Ia melihat Alvin sedang berpelukan dengan seorang wanita yang sedang menangis dipelukannya.


"Dia?! Kamu nikahin perempuan ini?!" Seketika perempuan itu menunjuk nunjuk wajah Vera sambil marah-marah.


"Siapa dia, Vin?" Tanya Vera heran.


"Gue Carla, pacarnya Alvin. Kita pacaran udah 3 tahun, dan lo udah ngerebut cowok gue."


Tiba-tiba perempuan bernama Carla itu menjambak rambut Vera, Vera pun tak melawannya dan hanya berusaha melepaskan jambakan dari perempuan itu, sementara Alvin berusaha melepaskan jambakan Carla dan menenangkan perempuan itu.


Keributan pun terjadi, semua saling tuding dan marah-marah. Vera pun tak terima dianggap pelakor, sebab dia juga tidak menginginkan pernikahan ini terjadi. Begitu pun Alvin yang bingung dengan situasi yang kacau ini.


"STOP! Semua berhenti!" Teriak Alvin.


Ia pun lantas menarik lengan Carla dan membawanya keluar rumah, lalu meninggalkan Vera sendiri. Vera pun menangis, ia bingung marah dan kecewa dengan situasi tidak enak ini.

__ADS_1


Tak lama kemudian Alvin masuk lagi ke dalam rumah dan mendatangi Vera.


"Ver, gue minta maaf ya... gue ngga tau kalau Carla akan semarah ini sama lo."


"Kenapa lo ngga cerita kalo lo punya pacar? Seenggaknya kan bisa dijadikan alasan buat kita menolak nikah."


"Ngga bisa Ver, masalahnya Papah ngga setuju gue pacaran sama Carla."


"Kenapa? Ya setidaknya lo bilang sama gue, biar gue bisa antisipasi situasi kayak gini."


"Yaudah, gue minta maaf, Carla juga udah balik. Sekarang gue anterin lo ke kampus ya, lo mau ke kampus kan? Tadi pagi Papah telepon katanya lo hari ini ke kampus. Gue anterin ya..."


"Ngga usah, gue punya supir."


"Supir lo udah ngga ada Ver. Bokap lo alihkan supir lo buat jadi supir perusahaan. So, mulai hari ini gue yang anter lo ke kampus "


"Ngga juga Ver. Bokap kita kepengen kita aktivitas berdua dengan 1 kendaraan aja. Dan ngga mungkin itu mobil lo yang bawa, karena gue lebih butuh buat..."


"Anter jemput Carla." Vera memotong pembicaraan Alvin.


"Ver, sorry sebelumnya, tapi gue mohon jangan kasih tau siapa pun apalagi Papah soal kejadian pagi ini dan kapan pun yang bersinggungan dengan Carla atau wanita mana pun."


"Maksud lo?! Lo punya banyak perempuan?!" Vera nampak terkejut dan marah.


"Ver, kita baru kenal. Jangan nilai gue macem-macem, dan jangan ngatur-ngatur hidup gue. Inget, kita menikah karena terpaksa!"

__ADS_1


"Gue akan selalu ingat itu, lagi pula LO BUKAN PRIA PILIHAN GUE!"


Vera lalu meninggalkan Alvin dan langsung bergegas keluar rumah. Ia menghentikan taxi dan duduk didalamnya. Air matanya menetes, sedih dan marah dengan kata-kata Alvin barusan.


Menikah karena terpaksa, bukan menikah karena cinta, itulah kenyataan yang harus ia hadapi. Alvin si playboy itu juga bukan pria idaman yang ia inginkan untuk jadi suami.


...***...


"Vera! Akhirnyaa ketemu juga, gue udah kangen sama lo."


Vera memeluk Elsa, sahabat baiknya yang sempat ia lupakan waktu bergaul dengan Nina. Ia sungguh menyesal karena sempat mengabaikan Elsa, orang yang amat sangat baik padanya. Pertemanan mereka sempat renggang, karena Nina sering menghasut Vera untuk tidak bergaul dengan Elsa yang seringkali dibilang 'kurang gaul', 'kutu buku' atau 'gadis penyendiri'.


Vera telah menceritakan semua unek-uneknya pada Elsa, ia tidak ingin pergi ke kampus dalam keadaan kusut dan mata sembab, maka itu ia memutuskan untuk mendatangi rumah sahabatnya, Elsa.


"Maaf gue sempet kemakan omongan Nina, sampai terjerumus gara-gara dia."


"Tapi lo baik-baik aja kan Ver? Semua yang lo ceritain itu pasti bener, gue percaya sama lo. Gue tau betul lo anak baik-baik. Nina pasti mau jebak lo, gue yakin itu. Lo jangan bergaul sama orang kaya dia lagi, hati-hati cari temen."


"Ngga sa, gue sekarang ngerti dan lebih milih buat bertemen sama lo aja."


"Gue seneng dengernya, lagian ya semakin kita dewasa, lingkup pertemanan kita tuh pasti jadi semakin kecil karena banyak yang harus di saring Ver."


"Ia Sa, gue baru paham sekarang."


"Terus suami lo beneran tuh punya banyak cewek?! Gila juga doi."

__ADS_1


"Entahlah, yang udah kerumah sih baru 1, kayaknya masih banyak yang lain. Kalo tiap cewek dateng jambak rambut gue, bisa botak kepala gue Sa." tawa mereka berdua pun pecah.


__ADS_2