
" Apa sih Dev itu udah tugas aku! dokter Anwar tersenyum simpul " Dev ada satu hal yang harus kamu tau. " Ucapnya ragu.
" Kenapa An ngomong aja." Pinta Devi
" Ginjalnya ibu makin parah Dev, kamu secepatnya harus menemukan pendonor untuk Ibu, jika masih ingin melihatnya Dev!." ucap dokter Anwar
" An aku sudah bilang pakai ginjal aku yang satunya buat Ibu, aku tau an ginjal aku dan Ibu cocok kan?" tanya Devi dan Anwar menggeleng kepalanya
Anwar terdiam sesaat "huuuufff" Anwar menarik nafas sejenak " Sampai kapan kamu akan seperti ini Dev, kamu harus memikirkan hidup kamu juga, biar Ibu menjadi tanggu jawab Yani anaknya!" ucap dokter Anwar
" Tidak An, Ibu tanggu jawab aku, Ibu seperti ini karena aku," tegas Devi
" Sampai kapan kamu nyalahin diri kamu sendiri Dev, ingat semua yang terjadi atas izin Allah dan kepergian dia juga atas kehendaknya, buka mata kamu jangan lari dari kenyataan dan terus menyalakan diri kamu sendiri" jawab dokter Anwar dengan nada yang naik 2 oktaf.
" Aku tidak mau berdebat denganmu An, aku titip Ibu, kalau ada apa kabari aku! aku pamit assalamualaikum" Devi meninggalkan ruangan Anwar tanpa menunggu jawabnya.
Anwar mengusap wajahnya yang gusar! " Dev sampaikan Dev! " Anwar pun melanjutkan memeriksa rekap medis pasian,!
Devi sampai di kontrakannya sehabis magrib, Devi membersihkan diri dan segera menjalankan kewajibannya.
***
Devi berbaring sambil memikirkan kata kata dokter Anwar tadi. " Mak udah pulang" tanya Lee yang baru pulang.
" Iya Lee, lu dari mana?" ucap Devi
" Gue habis mutusin Andre Mak,"
" Bagus doank, Mak senang dengarnya, Mak malas lihat lu mewek mulu! "
" Iya Mak, bantu aku buat lupain dia ya Mak"
" Pasti doank, lu kan gue jadi mulai sekarang kita lupain mereka yang suka menyakitkan , oke ?
" Oke Mak"
" Tapi ngomong ngomong si Dede sama Nana kemana, perasaan dari gue pergi ampe pulang nggak pernah ketemu sama mereka berdua" seru Devi
" Biasa Mak lagi pacaran kan ini malam minggu! jawab Lee
" Iya juga ya, hmmm Mak chat mereka dulu" ucap Devi mengambil benda pipi yang ia letakan di atas nakas samping tempat tidurnya.
Grup chat ππ
Devi : Nana, Dede dimana weh??
Nana : lagi sama bang Gilang Makππ
__ADS_1
Devi : ngapain lu berduaππ
Dede : aku sama kak Arya dan adiknya Mak
Nana : lagi di taman Mak,!
Devi : terus pulang nya jam berapa??
Nana : ntar lagi Makπ
Dede : ntar kalau udah dapat baju buat adiknya Arya aku langsung pulang Mak!
devi : oke jangan kemalaman ya, HADIJAππ
Dede : iya momπππ
Nana : ππ
Setelah itu Devi dan Lee pun berbaring sambil menunggu Nana dan Dede pulang.
πππππ
Hari ini hari senin, mereka semua kembali ke aktifitas masing masing yaitu bekerja.
Devi , Nana , Lee dan Dede tengah beristirahat di kantin perusahaan setelah menyelesaikan makan siang mereka., di karena kan waktu istirahat masih 30 menit lagi.
Devi mengerutkan keningnya" Maksudnya nggak nggak gimana? " Tanya Lee,
" Nggak tau , tanya aja sama dia , kan dia yang ngomong" ucap Devi sambil menunjuk Nana dengan bibirnya yang di manyun kan
" Pikiran kotor maksudnya Mak " jawab Nana cengengesan
" Pantas aja lu buru buru nikah, ternyata lu udah nggak tahan ya pengen ***-***, pake so-soan bingung segala lu! seru Devi
" Astagfirullah Mak, kalau aku udah nggak tahan Mak, dari dulu juga aku udah nikah Mak bukan sekarang!" Nana menghentakkan kakinya kesel dengan ucap si Mak nya.
" Lah terus kenapa lu ngomongnya ***-*** sama nggak nggak aja!" tanya Devi lagi
" Ya Allah Mak, kan aku cuma ngomong biar Mak nggak ngelamun aja, kenapa bahasanya sampai ke aku yang mau nikah segala Mak, Mak!" jawab Nana
" Maklum aja kak, punya Mak peak, ya gini!" seru Dede di iya kan Lee dan Nana!
" Astagfirullah" Devi mengelus dadanya " dasar anak durhaka, Mak sumpah ini jadi berlian kamu de, biar Mak gadai ke pegadaian , uangnya Mak pakai buat nginap di hotel 7 hari 7 malam" . ucap Devi dengan nada yang di buat sangat ketus
" Ngapain Mak di hotel 7 hari 7 malam" ucap Lee di iringi tawa mereka
" Semedi," ucap Devi kesal, Devi beranjak dari tempat duduknya di ikut Lee, Nana dan Dede yang masih asyiknya tertawa," Semedi nggak tuh" ucap ketiganya dengan kompak, setelah itu berpisah dan masuk keruangan masing masing, tidak memperdulikan tatapan tidak suka, karyawan lain kepada mereka.
__ADS_1
Hanya beberapa orang yang di perusahan ini yang dekat dan suka sama mereka, dan banyak yang tidak suka dengan keberadaan keempat gadis itu, alasan sangat sederhana dan terdengar konyol, karena mereka terlalu cantik dan sempurna secara fisik untuk wanita dewasa.
Perusahan Firma Group.
Hari ini Aksel kembali lagi ke perusahan setelah tugas dan tanggung jawabnya selesai.
Aksel tengah sibuk dengan beberapa dokumen yang harus ia pelajari dan ia tanda tangani.
" Bang, gimana kerja sama kita dengan perusahan senja sejuk" tanya Aksel kepada Gilang yang tengah duduk di hadapannya.
" Tenang aja Aks Abang sudah atur semuanya, dan syarat dari kamu untuk Devina yang presentasi sudah di setujui pak Prapto dan asistennya.
" Terima kasih Bang, eeh Bang kira kira rapatnya kapan ya" tanya Aksel,
" Hari kamis lusa Aks," ya udah aku balik keruangan ku dulu assalamualaikum Aks ," ucap Gilang dan iya kan Aksel seraya jarinya berbentuk huruf "o". Aksel pun melanjutkan tugasnya melihat pergerakan harga saham, membaca laba perusahaan dan lain lainya.
Perusahan SS
Pak Fadli masuk keruangan Devi membawa beberapa dokumen " Devi ini ada beberapa dokumen tolong kamu pelajari baik baik, kalau ada yang kamu tidak paham kamu bisa tanya kan kepada saya" ucap pak Fadli .
" Baik pak! " jawab Devi. " Dan satu lagi, dokumen berwarna merah itu, usahakan hari kamis kamu sudah selesai mempelajarinya,.! " ucap pak Fadli lagi sebelum keluar dari ruangan itu.
Setelah pak Fadli pergi Devi langsung membuka dokumen berwarna merah itu, untuk mempelajarinya,.
Mata Devi membulat sempurna setelah mengetahui isi dokumen itu, ya isi dokumen tentang kerjasama perusahan senja sejuk dan Firma Group.
" Ini maksudnya apa ya, kayanya ada yang nggak beres ni! gue harus nanya ini langsung ke pak Prapto" gumam Devi langsung menutup kembali dokumen itu,!
Devi berjalan menuju ruang pak Prapto, tangan Devi langsung mengetuk pintu ruangan atasannya itu.
" Tok...tok..tok.."
Devi masuk setelah mendengar perintah pak Prapto dari dalam ruangannya.
" Ada apa Devi." Tanya pak Prapto kepada Devi yang berdiri tepat di depan meja kerjanya itu.
.
.
.
.
Bersambung
πTinggalkan jejak ya kalau kalian suka π
__ADS_1