
Begitulah kata kata mereka, entah itu sekedar obrolan atau sindiran tentu kalian dapat menilainya.
Devi berbalik , perlahan ia melangkah mendekati mereka " Maksud kalian apa ya" tanya Devi berdiri dihadapan mereka dan menatap mereka satu per satu.
" Nggak ada maksud apa apa," jawab sekertaris nya Aksel.
" Oh begitu ya, terus berprestasi dan berbakat itu, dalam hal seperti sekarang ini, hah menyindir dan memfitnah perusahan lain" ucap Devi
" Jaga ucapan kamu ya, siapa yang sedang memfitnah perusahan lain" Ucap salah satu di antaran mereka.
" Oh oh oh, ternyata kalian pandai bersilat lidah ya" ucap Devi
" Kalian yang harus menjaga ucapan ucapan kalian, karena lidah itu tak bertulang!, kenapa perusahan yang sesukses ini mempunyai karyawan seperti kalian?" ucap Lee
" Sudah lah Lee jangan ladenin mereka, bosnya mesum, karyawannya nggak berakhlak" ucap Devi .
" Maksud kamu apa berbicara seperti itu, dasar perempuan tidak tau malu" ucap sekertaris Aksel geram dengan kata kata Devi barusan
"Hahhahaha, apa kamu bilang aku tidak tau malu," ucap Devi tersenyum kepada sekertaris Aksel.
" Kamu tau kata pepatah , siapa yang berkotek dialah yang bertelur dan satu lagi wanita yang kau sebut tidak tau malu ini, tidak pernah datang menemui laki laki terlebih dulu, apalagi harus mecari perhatian mereka itu bukan aku banget loh !" ucap Devi lagi
" Cit cit cit , semua wanita akan mengatakan kata kata baik tentang dirinya, untuk menunjukkan kalau dia baik, tetapi mereka juga menutupi kebusukannya dengan kata kata yang berkedok , wanita baik baik seperti kamu ini! tapi sayang penampilan kamu menunjukkan kamu cuma pemuas ***** sesaat" ucap sekertaris Aksel.
" Terserah apa katamu mau bilang aku wanita penggoda boleh,! pemuas ***** juga boleh koh! itu hak kamu, itung-itung itu rasa empati kamu sama aku!"ππ ucap Devi
" Empaty kamu bilang, hmmm justru akuu sangat membenci dirimu" ucap sekertaris Aksel
" Mengapa kau sangat membenci Mak aku,? padahal selama kau pergi ke perusahan menemui manager kita Mak tidak pernah menggangu atau pun menyindir mu, bahkan bertemu denganmu saja tidak pernah " ucap Lee geram dengan kata kata sekertaris Aksel itu.
" Aku memang tidak pernah bertemu dengan nya, tapi aku bosan di banding bandingkan dengan dia, Devina, Devina Devina dan selalu Devina , apa keunggulan wanita penggoda ini dariku,! cantik aku juga cantik tetapi kenapa, pintar aku juga iya!!". ucap sekertaris Aksel
Seketika Devi merasa bersalah dan tidak enak dengan sekertaris Aksel, seakan kehadirannya selalu merugikan orang orang di sekitarnya walaupun dia tidak pernah menggoda atau mengganggu siapa pun tetapi secara tidak langsung kehadirannya telah membuat jarak di antara mereka.
Kata kata itu seolah membangkitkan memori dan rasa sakit yang ingin ia lupakan.
Aksel, Gilang dan Reza keluar karena mendengar keributan di luar ruangan meeting itu.
" Ada apa ini" tanya gilang
" Tidak ada apa apa ko, cuma salah paham aja" ucap Devi
" Salah paham, ? salah paham apa" tanya Aksel.
" Dia tel_" ucapan Lee terhenti karena kata kata Devi.
__ADS_1
" Biasalah masalah perempuan dan maaf jika kami membuat keributan , kami permisi selamat siang semuanya" ucap Devi, dengan cepat Devi menarik tangan Lee untuk masuk kedalam lift,! meninggalkan mereka yang terus menatapnya dengan sejuta pertanyaan begitu pula dengan sekertaris nya Aksel.
Entah apa yang di rasakan mereka yang telah mengatai Devi tadi, perasan bersalah, menyesal , kagum atau semakin membenci terhadap Devi, tentu saja itu hanya mereka yang tau.
Aksel , Gilang dan Reza terdiam menatap punggung lee dan Devi yang telah hilang di balik pintu lift itu.
" Jangan pernah kalian berbuat masalah dengan nya, apalagi kalian sampai menyinggungnya, karena jika dia meminta untuk memecat kalian maka akan aku pastikan kalian semua akan di pecat" ucap Aksel menatap kearah mereka yang berdebat dengan Devi, begitu pun dengan sekertaris nya.
Seketika nyali mereka menciut, dan mereka banyak yang bertanya tanya, punya hubungan apa CEO mereka dengan wanita itu, selama ini ia tak pernah membela atau pun tertarik dengan wanita wanita yang ada di perusahannya atau yang berkerja sama dengan mereka.
Entah sihir apa yang dipunyai seorang Devina hingga mampu menarik seorang Aksel kedalam pesonanya. semua itu hanya tuhan dan merekalah yang tau.
Setelah mengucap kata katanya, Aksel langsung mengajak Reza dan Gilang untuk makan siang di luar, meninggalkan mereka yang terdiam mencerna kata kata Aksel barusan.
ππππ
Setelah sampai di loby Firma groups Lee, mengajak Devi untuk makan siang di restauran depan Firma Group karena ini sudah waktunya makan siang.
Setelah sampai di restauran itu, Lee dan Devi langsung duduk di pojok restauran itu agar tidak terlalu menjadi pusat perhatian.
Pelayan datang membawa buku menu untuk mereka. Devi dan Lee pun segera memesan makanan, dan pelayan itu mencatat pesanan Devi dan Lee sebelum meninggalkan meja mereka.
Ting
Ting
Grup chat ππ
Dede : momππ gimana hasil meeting nya??
Nana : iya Mak bener gimana hasilnyaππ
Lee : kita nggak dapat π’π’π’
Dede : apaπ±π±π±
Nana : Lee serius ππ
Dede : mom mana ni momπ¬π¬π¬
Nana : iya Mak aja, Mak dimana kah engkau berada
Devi : berisik wooii ganggu ajaπΏπΏπΏ
Dede : jawab dulu ihhπ π
__ADS_1
Nana : iya Mak πππ
Lee : di bilangin nggak percaya π‘π‘π‘
Devi : alhamdulilah kita dapat kontrak kerja samanyaπππ
Dede : yeeeahhπππππ
Nana : Mak the bestππππππ
Lee : udah gue sama Mak makan dulu nanti pulang kita lanjut ya
Nana : Idih ka Lee masih seru ini, tapi oke deh Lee, Mak ππ
Dede : selamat makan momππππ
Lee dan Devi hanya membaca pesan dari mereka tanpa membalasnya setelah itu menyantap makanan mereka yang di antar pelayan restauran
Baru beberapa suap yang masuk kedalam mulut mereka , Aksel , Gilang dan Reza telah duduk di samping mereka.
" Maaf jika kita menggangu waktu makan kalian" ucap Gilang sungkan
Lee hanya tersenyum dan mengangguk berbeda dengan Devi yang menghela nafasnya kasar dan memutar bola mata.
" Jangan terlalu membenci ku karena benci dan cinta itu sama,!" ucap Aksel.
Devi tidak menangapi kata kata Aksel dan tetap melanjutkan makannya.
Beberapa saat kemudian pelayan mengantarkan pesanan makan siang yang telah di pesan Gilang dan mereka pun menyantap makan siang mereka dengan hening tidak ada obrolan diantara mereka hanya dentingan sendok yang terdengar.
Setelah menyelesaikan makannya Devi mengajak Lee untuk kembali ke perusahan, saat hendak berdiri pergelangan tangannya di genggam Aksel.
.
.
.
.
Bersambung.
π*Tinggalkan jejak ya kalau kalian sukaπ
Je*jak dari kalian membuat aku lebih semangat dalam menulis dan terima kasih buat kalian yang udah mampir, like, komen dan voteππππ
__ADS_1