Bukan Wanita Penggoda

Bukan Wanita Penggoda
Bab16


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makannya Devi mengajak Lee untuk kembali ke perusahan, saat hendak berdiri pergelangan tangannya di genggam Aksel.


" Aku ingin berbicara dengan mu" ucap Aksel tanpa menatap ke arah Devi.


" Hubungan kita tak sedekat itu, dan aku tidak punya waktu untuk berbicara dengan anda" seru Devi


" Kenapa" tanya Aksel


" Maksudnya" bukanya menjawab Devi mala balik bertanya


" Kenapa, kenapa kau tidak mau berbicara dengan ku,! tanya Aksel berdiri dan merangkul pinggang Devi dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanan Aksel menahan tekuk Devi menyatukan jidat mereka agar Devi mau menatap matanya.


Tetapi sayang bukannya menatap mata Aksel, Devi mala memejamkan matanya sedikit menunduk.


" Buka matamu dan tatap aku" teriak Aksel, ia tidak peduli dengan mata pengunjung yang menjadikan mereka tontonan, bahkan di situ ada beberapa karyawannya, tetapi dia tidak peduli.


Gilang yang menyadari ketidak nyamanan Devi , ia langsung menarik pundak Aksel agar menjauh tubuhnya dari Devi.


Dengan di bantu Reza akhirnya Aksel melepas kan Devi, Lee yang melihat semua itu tidak tau harus berbuat apa ia bingung dengan situasi saat ini.


Devi yang telah terbebas dari rangkulan Aksel langsung meraih tasnya, meninggalkan mereka di ikuti Lee, walaupun telah melangkah jauh, ia masih bisa mendengarkan teriakan Aksel.


" Aku mencintaimu Devina, aku akan mendapatkan mu dan kamu harus mejadi milikku" teriak Aksel tangannya menonjok dinding yang ada di situ.


" Hentikan kegilaan mu Aks, malam minggu ini akan aku usahakan dia datang bersama Nana untuk makan malam di rumah kita!." ucap Gilang, membuat Aksel menatap kepadanya.


" Apa abang yakin dia akan datang" tanya Aksel


" Akan Abang usahakan" jawab Gilang, Aksel hanya diam


" Bang, kak kita balik ke perusahan" ucap Reza mereka pun mengiyakan dan balik ke Firma Group setelah gilang membayar makan nan mereka sekaligus punya Devi dan Lee.


Devi dan Lee kembali ke perusahannya, mengunakan taksi, dalam perjalan Devi hanya diam , membuat lee khawatir , rasanya Lee ingin sekali bertanya kepada Devi untuk mengetahui perasaanya saat ini tetapi Lee urungkan.


Jika untuk orang lain di perlakukan seperti itu mereka pasti akan klepek klepek dan kepikiran! bagaimana tidak, seorang Ceo yang di gilai banyak wanita begitu tergila-gila dengannya sungguh mimpi bukan.


Tetapi itu tidak terjadi kepada Devi, justru dia merasa telah di permalukan di depan umum, dalam hatinya terus caci maki seorang Aksel, rasanya ia ingin mengeluarkan semua anggota yang ada di ragunan melalui bibirnya untuk Aksel.


Setelah sampai di perusahan Devi langsung menuju ruangan pak prapto untuk menyerahkan dokumen kerja sama itu, sedangkan Lee kembali ke ruangannya.


Tok...tok ...tokk


Devi masuk setelah mendapat izin dari pak Prapto, ia melangkah dan berhenti tepat di depan meja pak Prapto.

__ADS_1


" Permisi pak ini dokumen kerja sama kita dengan Firma Group" ucap Devi menyerahkan dokumen itu.


" Terima kasih Devi, kamu memang bisa di andalkan," ucap pak Prapto bangga dengan kinerja Devi.


" Sama sama pak ini semua berkat kerja sama kita dan dukung dari bapak dan yang lainnya, lagian ini memang sudah tugas saya pak !" ucap Devi


" Bagus Devi, sampaikan buat Lee bulan ini kalian akan mendapat bonus" ucap pak prapto sambil membulak-balik dokumen yang di berikan Devi


" Sekali lagi terima kasih pak, saya permisi pak!" ujar Devi, dan di iya kan pak Prapto , Devi keluar dari ruangan pak Prapto.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Bang Gilang calling....


" Assalamualaikum bang" ucap Nana setelah menggeser icon berwarna hijau pada layar ponselnya.


" Wassalamu'alaikum , yank lagi sibuk ya?" tanya Gilang.


" Nggak juga bang, ada apa emangnyA?" Nana


" Mama tanya kamu udah punya jawab belum? udah mau seminggu loh yank!" gilang


" Sebenarnya aku udah punya jawab dari beberapa hari yang lalu!"


" Karena Abang nggak pernah nanya! " Nana


" Maaf sayang aku pikir kamu masih butuh waktu, jadi nggak mau Bebani kamu, terus jawaban kamu apa sayang?" Gilang


" Insya allah Nana mau jadi istri Abang" Nana


" Alhamdulillah, kalau gitu malam minggu aku jemput kamu sama yang lain, kita makan malam di rumah, oke sayang! lanjutin kerja kamu, Abang mau kasih kabar Mama dulu , assalamualaikum sayang" Gilang saking senangnya


" Wassalamu'alaikum Bang," ucap Nana mengakhiri obrolan mereka. Nana kembali meletakan ponselnya.


Nana nampak berpikir kira kira Mak nya mau tidak ya di ajak kerumahnya Gilang, mengingat sepupu Gilang begitu menggilai Emaknya itu.


" Sudah lah nanti pulang baru aku tanya Mak deh" gumam Nana sembari melanjutkan pekerjaan nya.


setelah seharian bekerja kini mereka telah berkumpul di dalam taksi menuju kontrakan mereka,


setelah 45 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di kontrakan, Dede dan Devi masuk ke kamar mereka begitu juga dengan Lee dan Nana.


Setelah bergantian membersihkan diri kini , mereka telah berkumpul di kamarnya Dede dan Devi.

__ADS_1


Mereka duduk bersila membuat lingkaran di atas rajang.


" Mak, kita di undang sama Mamanya Gilang buat makan malam bersama mereka!" ucap Nana memulai obrolan mereka,.


" Iya benar tuh mak tadi juga aku di wa sama Bang Arya " timpa Dede menatap penuh intens ke arah Devi.


" Kenapa kalian menatapku seperti itu" tanya Devi menyatukan kedua alisnya.


"Nggak papa,! emangnya Mak mau ikut makan malam juga bareng kita " tanya Nana


" Ikut dong, makan gratis" seru Devi


" Emang Mak nggak takut di gangguin sama sepupunya Gilang " tanya Dede


" Nggak tuh, ngapain mesti takut, sama sama manusia ini,! ucap Devi santai menaik turunkan kedua alisnya.


" Lee bulan ini kita dapat bonus loh" ucapnya lagi.


" Yeeehhh shopping dong kita" ucap ketiganya girang membuat Devi geleng geleng kepalanya.


" Sejak kapan kalian doyan shopping?" batin Devi, Devi meraih ponselnya dan memesan makanan untuk meraka makan malam, setelah itu Devi kembali mejadi pendengar dan penasehat yang baik untuk sahabat sahabatnya.


Hari ini Devi bangun seperti biasa, begitu juga dengan ketiga sahabatnya itu, walaupun semalam mereka tidurnya udah lewat tengah malam., tetapi mereka tak melupakan kewajiban mereka loh!


Mereka memang seperti itu, kalau sudah berkumpul kadang lupa waktu, sekalipun mereka suka bercerita tetapi mereka tidak suka menceritakan orang lain,.


Cerita mereka itu seputar curhatan tentang pasangan mereka, kejadian apa yang terjadi ketika mereka tidak bersama sampai cerita un faedah walau lebih banyak un faedahnya๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ maklum mereka kan sedikit sengklek


" Mak tapi, Mak yakin mau ikut kita buat makan malam besok" tanya Dede lagi, mengambil tas


" Yakin lah, kenapa emang"? tanya Devi.


" Emang Mak nggak takut di gangguin sama calon kaka ipar aku" Dede manatap Devi.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


๐ŸTinggalkan jejak ya kalau kalian suka๐Ÿ‘


__ADS_2