
" Ada apa Devi." Tanya pak Prapto kepada Devi yang berdiri tepat di depan meja kerjanya itu
" Maaf pak, kalau saya menganggu waktu bapak!, ucap Devi sedikit ragu.
"Tidak apa apa Devi!, apa yang mau kamu tanyakan?"
" Dokumen ini pak " Devi menyerahkan dokumen yang di pegangannya kepada pak Prapto!
" Kenapa dengan dokumen ini?, apa ada yang kamu tidak mengerti" tanya pak Prapto yang terlihat bingung dengan sikap Devi,.
" Begini pak, pak Fadli meminta kepada saya untuk mempelajari dokumen ini, dalam waktu tiga hari, saya rasa ini bukan tugas saya karena ini materi presentasi kerjasama kita dengan perusahan Firma Group." jawab Devi membuat pak Prapto sedikit mengerti.
" Oke to the point' saja , direktur Firma Group memberi syarat bahwa pembahasan kerja sama selanjutnya dengan Firma Group hari kamis nanti, harus kamu yang ikut rapat sebagai perwakilan perusahan senja sejuk.
" Kenapa begitu pak?" tanya Devi yang masih tidak mengerti.
Pak Prapto mengangkat kedua bahunya seraya berkata " Kalau kamu ingin tau lebih jelas kamu temui saja pak Gilang Nya karena ini permintaan beliau!."
" Huuuffhh , baik lah pak kalau begitu saya izin keluar!" seru Devi dan balas Anggukan pak Prapto.
" Jangan lupa bawa dokumen nya,! ucap pak Prapto menyerahkan dokumen itu, Devi pun mengambil dokumen itu dan kembali ke ruangannya.
ππππ
Tut...tuut....tu...
" Assalamualaikum Mak , tumben telpon, " tanya Nana dari seberang ponsel Devi.
"Wassalamu'alaikum Na lu hari ini lembur nggak?"
" Nggak Mak, emang Mak lembur"
" Syukur kalau lu nggak lembur, sekarang lu telpon tuh calon laki lu, tanyain dia ada dimana sekarang!, setelah itu temui gue di lobby,!"
" Emang ada apa Mak! ko serius amat? " tanya Nana.
" Udah jangan banyak kepo, turuti aja permintaan gue, ntar lo juga tau, cepat sini gue tunggu nggak pake lama! " Devi langsung mengakhiri obrolannya dan Nana.
" Habis telpon siapa Mak!, mukanya di tekuk gitu." tanya Lee yang baru saja datang, di ikuti Dede di belakangnya.
" Sama Nana " jawab Devi " Lee, lu sama Dede pulangnya duluan aja, Mak ada urusan sebentar! " Ucap Devi lagi.
__ADS_1
" Emang Mak mau kemana?" tanya Dede.
" Gue mau ngajak Nana ke Firma Group" jawab Devi
" Mau ngapain Mak di sana, lagian itukan perusahan keluarga Arya! ucap Dede
" Gue ke sana mau berzina sama CEO-nya , puas lu berdua , haaah banyak nanya!" jawab Devi.
" Astagfirullah eehh Mak dosa Mak " jawab Dede dan Lee kompak.
" Gue juga tau "
" Lah terus ngapain Mak ke sana! " tanya Lee lagi
" Gue mau melabrak tuh, sih Gilang pacarnya Nana!, seenak jidatnya nyuruh gue yang ganti pak Fadli buat rapat kamis besok di perusahannya."
" Jangan su uzon dulu Mak, kali aja pak Prapto yang minta." seru Lee mencoba menenangkan Devi.
" Nggak, gue udah nanya pak Prapto, katanya ini permintaan calon mantu durhaka itu., udah kalian jangan belah mereka terus, mending kalian pulang sekarang." perintah Devi kepada Lee dan Dede, mereka berdua pun menurut tanpa bertanya lagi, walaupun otak mereka masih menyimpan sejuta pertanyaan untuk Devi.
Setelah Dede dan Lee pulang, Nana pun datang, mereka langsung meninggalkan lobby perusahan senja sejuk, untuk menemui Gilang di Firma Group, Nana pun telah menghubungi Gilang menanyakan keberadaanya dan syukurnya Gilang masih berada di perusahaan karena masih ada kerjaan yang harus dia selesaikan.
Begitu turun dari taksi, Nana dan Devi langsung di sambut seorang security, security itu langsung mengantar Nana dan Devi ke ruangan Gilang sesuai perintahnya.
" Awas mata lu keluar, kenapa kaget haaahh", ? tanya Devi dengan mode judesnya
" Sayang ko sama Emak kamu sih? aku pikir kamu sendiri yank" tanya Gilang
" Maaf bang, bukan aku yang perlu sama Abang tapi si Emak" jawab Nana
" Iya gue yang perlu sama lu, kenapa lu nggak suka gue ada disini" tanya Devi
" Mampus gue, Nana kenapa nggak bilang sih datangnya di temani kucing liar ini!, mana pawangnya nggak tau lagi ni kucing liar ada disini,!" batin Gilang
" Perlu apa ya," tanya Gilang terlihat berpikir sejenak
" Lu yang suruh pak Prapto kan!" ucap Devi
" Apa" ucap Gilang.
" Mending kalian duduk dulu" ucapnya lagi setelah menekan salah satu tombol telpon yang di mejanya itu.
__ADS_1
Nana pun tak bisa berkata kata kalau Mak nya lagi kesel kaya gini dia memilih diam mengikuti alur, dari pada di yang kena apesnya.
" Nggak usah, gue cuma butuh penjelasan lu, maksudnya apa ini" Devi langsung melempar dokumen itu ke meja kerja Gilang.
" Itu gue yang suruh " jawab seseorang yang berdiri tepat di belakang Devi.
Gilang,terlihat biasa saja berbanding terbalik dengan Nana yang terkejut menatap orang itu dan devi langsung berbalik membuat pandang keduanya saling bertemu, pandang lelaki itu penuh dengan πππcinta di matanya untuk Devi, tapi sayang pandang devi penuh dengan tatapanπ‘π‘ membunuh kepada lelaki itu.
" Dari awal aku sudah curiga ada yang tidak beres dengan semua ini dan benar ternyata kamu biang keroknya." Devi menatap Aksel dengan tatapan tidak sukanya
" Aku bukan ini biang kerok sayang, aku melakukan semua ini karena sangat merindukanmu, apa kau tidak merindukan calon imam kamu ini" Aksel tersenyum menatap Devi
"Hahaaha, kamu sungguh percaya diri tuan Aksel, tapi sayangnya aku tidak peduli, aku pikir kamu sudah jera! is iss is ternyata kamu tidak jera ya, apa kamu tidak kasian dengan junior kamu?" tanya Devi dengan nada mengejeknya.
"Apa kamu mengkhawatirkannya,? kau tidak perlu cemas karena dia akan baik baik saja sampai, bisa bertengkar dalam tubuhmu sayang" seru Aksel
" Jangan mengkhayalkan sesuatu yang tidak pasti, karena kau kalau jatuh sakit loh"
" Aku tidak mengkhayal karena cepat atau lambat kau akan menjadi nyonya Aksel Pradika Firmasha atau lebih tepatnya Devina Aldira Firmasha," gimana cocok bukan ucap Aksel dengan bangganya.
Devi tersenyum penuh arti, ia menggeleng kepalanya , telunjuknya mengelus rahang Aksel yang di tumbuhi bulu halu itu.
" Tidak segampang itu Ferguson" ucap Devi dan di balas senyum Aksel " cup π" bibir Aksel langsung mengecup bibir Devi
" Brengsek " teriak Devi ingin melayangkan satu tangannya di pipi Aksel dan sayangnya sebelum tangan Devi sampai di pipinya, Aksel dengan sigap langsung menggenggam pergelangan Devi.
Mata Nana dan Gilang membulat melihat tingkah kedua manusia yang ada di hadapan mereka itu, walaupun ini bukan pertama kalinya mereka melihat tingkah Aksel dan Devi.
.
.
.
.
Bersambung.
Buat kalian yang baru mampir di karya Aku jangan lupa Rate bintang sama favorit juga, vote seikhlasnya aja. Untuk yang masih stay baca karya Aku, Aku ucapin terima kasih sebanyak banyaknya, karena tanpa kalian apalah artinya karyaku iniππ
πTinggalkan jejak kalau kalian suka yaπ
__ADS_1
πππMaaf jika banyak typo soalnya aku baru belajar.πππ