
Kantin perusahan senja sejuk siang itu, Dede, Nana, Lee dan Devi sedang menunggu pesanan makan siang mereka, " Mak maaf ya sebenarnya semalam aku lupa izin sama Mak, soal kita di club'' juga aku nggak tau Mom aku pikir acaranya cafe gitu taunya di club''." Ucap Dede.
" Benar kamu lupa izin atau pura pura lupa?" Tanya Devi
" Ya tuhan Mom, demi allah Dede lupa." Jawab Dede dengan mata yang mulai berkaca kaca.
" Terus kenapa nggak pulang kalau tau itu Club', bukannya Abah melarang kita untuk ketempat itu?" tanya Lee
" Kita udah mau pulang, tapi ditahan sama mereka, tapi kita janji nggak ulangi lagi, maafin kita ya Mak, Lee." Sahut Nana.
" Baiklah untuk kali ini aku maafkan kalian, tapi aku mohon dengan sangat dari kaki sampai ujung rambut kalian, jangan pernah ke tempat itu lagi."
" Iya kita janji nggak akan ketempat itu dan selalu kasih tau Mak kemana pun kita pergi." Ucap Dede.
" Tap_ " Ucapan Dede terhenti karena pelayan yang mengantar makanan.
" Udah nanti di lanjutkan lagi, kita makan dulu" Saran Devi, merekapun setuju dan mulai menyantap makan siang mereka dengan khidmat.
Setelah selesai makan siang, " Mak tapi ko Mak bisa tau kita ada di situ, terus kenapa nyusul, bukanya Mak paling nggak suka ya tempat kaya gitu?" Tanya Dede yang masih bingung akan kemunculan Devi di club' semalam.
" Ya itu karena kamu." Jawab Devi sambil menunjuk Dede.
" Ko Dede Mom! kan Dede nggak pernah minta buat Mom nyusul Dede kesitu, kabarin Mom aja Dede lupa, kenapa jadi Dede yang salah sih Mom?"
" Hmmmmm," Devi menarik nafasnya sejenak sebelum menatap kearah Lee, Lee yang melihat tatap Devi pun mengerti.
" Dengar ya De semalam Mak itu udah nelpon kamu puluhan kali."
" Iya Dede tau, tadi pagi baru Dede lihat." ucap Dede memotong ucap Lee.
" Jangan di potong dulu, kalau orang ngomong."
" Iya maaf kak Lee." Ucap Dede lagi
"Hmmm," jawab Lee sebelum melanjutkan ucapannya yang terpotong tadi." Mak telpon kamu terus di angkat sama Cowok, udah gitu pake ngancem segala, " kata dia kalau Mak nggak ke tempat kalian itu jangan harap kalian berdua akan pulang, terus di kasih tau alamat kalian, makanya Mak sama Kak Lee bisa kesitu." Jelas Lee panjang kali lebar
" Oh gitu ya kak, sekali lagi maaf ya Mak." ucap Dede dan Nana begitu tulus.
" Gara gara kalian, Mak di lecehkan." Sahut Lee sedikit kesel
" Lee jangan pernah mengungkit, sesuatu yang berkaitan dengan Lelaki bibir vakum cleaner itu, jangan sampai paku di ubun-ubun Mak ke cabut ya, lebih baik kita balik kerja sekarang." Tegas Devi. ia berdiri dari duduknya di ikuti ketiga adik adiknya.
__ADS_1
Mereka pun kembali ke ruangan masing masing di karenakan jam istirahat makan siang telah selesai.
...ππππππ...
Sudah seminggu berlalu setelah kejadian di club itu, Aksel tidak pernah muncul atau pun mengganggu Devi lagi , Devi sangat bersyukur karena hari hari yang ia lewati begitu tenang semua kerjaan pun berjalan lancar tanpa ada kendala, bahkan kemarin saat pertemuan di perusahan Firma group hanya pak Prapto dan pak Fadli saja yang hadir.
" Semoga pelajaran yang kemarin membuatnya jera, dan selamanya dia tidak akan menunjukan batang hidungnya." batin Devi
Hubungan Arya dan Dede pun masih berlanjut bahkan si Nana pun telah resmi menjadi pacarnya Gilang.
Hari ini nana dan Dede di ajak kerumahnya Aksel karena permintaan Mama Aisya sedangkan Luna sedang ke supermarket , tinggallah Devi yang memainkan ponsel sambil berbaring di kamarnya.
*Kediaman Firmasha
"Assalamualaikum!" ucap Nana dan Dede
"Wassalamu'alaikum" jawab semua orang yang ada di ruangan itu, ada papa Bastian, Mama Aisya, Akhila dan Reza.
" Cantik ya, siapa nama kalian?" tanya Mama Aisya
" Aku Husna Indriyani," ucapnya mencium punggung tangan Mama Aisya.
" Husna ini pacar aku," ucap Gilang merangkul pundak Husna,
" Oh berarti ya imut ini pacarnya Arya kan? tanya mama Aisya sambil mencolek dagunya Dede.
"Wah ternyata anak anak Mama pintar pilih calon mantu, ayo masuk jangan sungkan, anggap aja rumah sendiri, kan bentar lagi mau jadi mantu di keluarga ini " ucap Mama Aisya, merangkul lenggang Dede dan Nana.
" Iya Tante " jawab keduanya
Aisya mengajak semua orang untuk makan malam, setelah bi Sumi dan art yang lain menyiapkan hidangan makan malam mereka.
" Aksel belum pulang ma" tanya papa Bastian.
" Belum pa, kan dia masih tugas," jawab Mama Aisyah
" Ayo di makan , semua ini di siapin buat dimakan, bukan untuk di lihatin aja" ucapnya lagi.
Mereka pun menyantap makanan yang ada di hadapan mereka dengan hikmatnya. Selesai makan malam semua orang kembali keruangan keluarga,.begitu juga dengan Nana dan Dede.
" Nak Husna, Nak Umeng maksud Tante mengundang kalian kesini , karena ada yang ingin Tante bicarakan sama kalian berdua" ucap Mama Aisya memulai obrolan mereka.
__ADS_1
" Iya , ada apa ya Tante." Tanya Husna
" Begini ya nak Husna, umur anak Mama kan udah nggak muda lagi, kalau nak Husna benar serius dan sayang sama anak mama! Nak Husna mau tidak nikah sama anak Mama." Ucap Mama Aisya menggenggam kedua tangan Husna.
" Kalau nikah aku pasti mau , tapi untuk sekarang belum Tante kan aku sama Bang Gilang baru kenal seminggu yang lalu, terus kita jadian juga baru beberapa hari ini Tante." ucap Nana
" Tante sih nggak maksa, cuma untuk kenal kalian bisa saling mengenal setelah menikah, walaupun belum kenal siapa tau Gilang jodoh kamu, banyak juga yang saling kenal pacarannya lama tapi nikahnya sama orang lain kan nyesek ya kata anak anak zaman now," ucap Mama Aisya membuat ruangan yang awalnya hening jadi riuh dengan tawa mereka.
" Maaf Tante untuk sekarang aku belum bisa kasih jawab" ucap Husna menundukkan kepalanya.
" Nggak papa sayang kalau kamu belum siap, aku akan tunggu sampai kamu siap" ucap Gilang
" Emang Abang mau nikah sama aku, Abang kan baru kenal sama aku, nanti Abang nyesel lo" ucap Husna menatap kedua manik hitam Gilang.
" Insya Allah aku nggak akan menyesal, karena dari awal aku kenal sama kamu niatnya serius" ucap Gilang tulus, membalas tatapan Nana dengan penuh harapan.
"Eehhhhmmm, maaf masih ada orang lain disini, bukan kalian aja" ucap Reza
" Apaan sih Za, ganggu aja, dasar jomblo " ucap Gilang
" Gilaa Abang gue udah mulai sombong " balas Reza.
" Udah diam, gimana keputusan kamu nak" tanya Mama Aisya kepada Husna.
" Nanti aku pikirin lagi ya Tante!" ucap Husna
" Iya sayang Tante tunggu kabar dari kamu ya!" ucap mama Aisya dan di balas senyum oleh Husna.
Mereka pun melanjutkan obrolan hingga pukul 10 malam barulah Nana dan Dede sampai di kontrakannya di antar Arya dan Gilang.
.
.
.
.
Bersambung.
πTinggalkan jejak ya kalau kalian sukaπ
__ADS_1