Bukan Wanita Penggoda

Bukan Wanita Penggoda
Bab11


__ADS_3

" Tidak segampang itu Ferguson." Ucap Devi dan di balas senyum Aksel " cup πŸ˜—" bibir Aksel langsung mengecup bibir Devi.


" Brengsek." Teriak Devi ingin melayangkan satu tangannya di pipi Aksel dan sayangnya sebelum tangan Devi sampai di pipinya, Aksel dengan sigap langsung menggenggam pergelangan Devi.


Mata Nana dan Gilang membulat melihat tingkah kedua manusia yang ada di hadapan mereka itu, walaupun ini bukan pertama kalinya mereka melihat tingkah Aksel dan Devi.


Aksel menarik salah satu kursi di depan meja kerja Gilang dan langsung mendudukinya, tangan Aksel menarik pergelangan tangan Devi, membawanya duduk di pangkuan Aksel.


Aksel meminta Gilang keluar dari ruangan itu membawa Nana, awalnya Nana tidak mau, tapi Devi memberi isyarat agar Nana mengikuti Gilang, mereka pung keluar dari ruangan itu menyisakan Devi dan Aksel.


" Aku akan mengikuti permainanmu, aku ingin tau seberapa kuat junior mu itu bertahan" ucap Devi


" Kamu akan tau setelah kamu mencobanya" seru Aksel, " baiklah tapi berjanji dulu setelah ini kau akan melepaskan aku" ucap Devi dengan seringai jahatnya.


" Tergantung seberapa bisa kamu memuaskan ku, jika kamu bersedia pergilah ke apartemen ku dan kita akan bertemu 30 menit lagi di sana ." ucap Aksel


" Oke ,tapi kamu jangan menyesal ya, cupπŸ˜—" Devi mengecup bibir Aksel dan meninggalkan ruangan itu.


"Tidak ada kata menyesal dalam kamus seorang Aksel dan tidak ada yang bisa menolak pesonaku, termasuk kamu Devina Aldira, dan akan aku pastikan setelah malam ini kamu akan terus mencari ku dan naik ke ranjang ku dengan suka rela" batin Aksel.


" Aku sudah memberimu peringat Aksel Pradika Firmasha, tapi kau masih suka mengganggu ku, jangan salah akan aku jika aku pun tak berperasaan kepadamu nanti, kau tidak mengenal Devina Aldira, tuan Aksel Pradika Firmasha yang terhormat" batin Devi.


...🍁🍁🍁🍁...


Devi masuk di sebuah apartemen yang cukup mewah dengan nuansa hitam dan gold, di antar 2 anak buah Aksel.


Devi masuk ke kamar Aksel dan duduk di tepi ranjang king size itu, iya meletakan tasnya di atas nakas samping tempat tidur. mengeluarkan 2 botol kecil dari dalam tasnya.


Setelah itu Devi membuka blazer nya menyisakan tank top, kemudian rok menyisakan legging hitam pendek yang senada dengan tank topnya, Devi kembali duduk di tepi ranjang itu sambil menunggu kedatangan Aksel.


30 menit berlalu Aksel pun tiba di apartemen nya, Aksel membuka pintu kamar apartemen nya itu dan matanya langsung di suguhkan keindahan tubuh Devi yang masih menyisakan tank top dan legging pendeknya.


" Apa kamu yakin, bagaimana kalau kita menikah dulu" tawar Aksel dan langsung di tolak Devi" tidak, aku tidak ingin terikat hubungan dengan siapa pun termasuk kamu!" jawab Devi.

__ADS_1


" Kenapa, jangan jangan kamu seorang wanita penggoda seperti yang di katakan orang orang di sekitarmu, oh tidak apa kamu seorang jal***?" ucap Aksel lagi.


" Terserah kamu mau menilai ku seperti apa, karena sebentar lagi kamu akan tau seperti apa seorang Devina.


Aksel merangkul tubuh Devi, mencium bibir Devi di sertai lu**tan, Devi hanya terdiam membiarkan tangan aksel merangkul pinggang dan bibirnya menjamah tengkuk sampai dada bagian atas, dan ia membiarkan semua itu terjadi tanpa perlawanan sedikitpun sampai Aksel melepaskannya karena merasakan tenggorokannya kering.


" Kenapa" tanya Devi


" Aku haus," jawab Aksel


" Biarkan aku mengambil mu minum" pinta Devi


" Tidak , aku minum yang ini saja!" jawab Aksel


" Tapi itu bekas ku," jawab Devi


Aksel tidak peduli dan tetap meminum minuman bekas Devi.


Setelah selesai, Aksel ingin menjamah tubuh Devi kembali dan ketika Aksel ingin menyentuh tubuh Devi, Devi langsung mendorongnya, membuat tubuh Aksel jatuh di atas ranjangnya, Devi langsung naik ke atas tubuh Aksel yang terlentang itu dan tengkurap di atas dadanya " Biarkan aku seperti ini sebentar saja, aku mohon" pinta Devi.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Setelah mamastikan Aksel telah terlelap, Devi dengan perlahan turun dari tubuh Aksel.


Devi berjalan menuju lemari Aksel dan mengambil beberapa dasinya, kemudian iya balik lagi ketempat tidur, dengan susah payah iya membetulkan posisi tubuh Aksel, merentangkan kedua tangan dan kaki Aksel, setelah itu mengikatnya pada empat sisi ranjang.


Devi masuk kedalam kamar mandi yang ada di kamar Aksel dan membersihkan tubuhnya, setelah membersihkan tubuhnya Devi keluar, memungut blazer dan rok yang masih berada di lantai kamar itu , dan mengenakannya.


Devi kini sudah rapi dan segar jam pun sudah menunjukan pukul 9 malam, Devi mengambil ponsel dalam tasnya, kemudian menghubungi Lee dan yang lain agar tidak mengkhawatirkannya.


Tut..tut..tuu


" Assalamualaikum, ya allah mak lu dimana? ucap Lee , merasa lega karena Devi telah menghubunginya

__ADS_1


" Wassalamu'alaikum Lee, we di apartemen CEO mesum, tapi lu tenang aja we baik baik aja, terus si Nana dan pulangkan?" tanya Devi


" Udah Mak setengah jam yang lalu, tapi Mak gue khawatir sama lo,."


" Lo nggak usah khawatir, sebentar lagi gue pulang, weh beresin urusan we dulu "


" Mak lu nggak buat macam macam kan? ko perasaan gue jadi nggak enak ya" tanya Lee sedikit curiga kepada Devi,


" Tenang aja Lee, mak cuma buat 2 macam ko!, kalau perasaan lu masih nggak enak tambahin garam dan meciin pasti enak" ucap Devi.


" Maksud lo apa mak? gue serius nggak lagi becanda ini"


"Gue juga duarius, udah ah jangan banyak tanya Lee, bye " Devi mematikan sambungan telponnya secara sepihak.dan menyimpan ponselnya kedalam tas,.


Sementara itu Tubuh Aksel mulai menggeliat merasa tidak nyaman, matanya perlahan mulai terbuka dan menatap Devi yang tengah duduk di tepi ranjangnya itu dengan senyum bak bidadari untuknya.


" Sudah bangun, bagaimana perasaan kamu?" tanya Devi seolah olah dia peduli dengan Aksel, tetapi masih dengan seringai jahatnya.


Aksel mengerutkan alisnya, ketika ia akan bangun , seketika matanya membulat melihat kaki dan tangannya telah terikat " Apa yang kamu lakukan, lepaskan atau kau akan menyesalkan karena telah bermain main dengan ku" ucap Aksel menatap tajam kepada Devi.


"Ssssttthh, kan aku sudah bilang aku akan bermain dengan mu sampai kamu puas, dan ini baru awal lo, aku kan sudah pernah memperingati mu tapi kau ahh sudah lah?" Ucap Devi malas.


" Maksud kamu apa, bicara yang jelas dan jangan membuatku marah" teriak Aksel.


" simpan tenaga mu sayang," Devi memainkan jarinya seperti orang yang sedang berhitung" Beberapa menit lagi tenaga mu itu akan sangat di butuhkan," ucap Devi berdiri.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


🍁Tinggalkan jejak ya kalau kalian sukaπŸ‘


__ADS_2