
Pukul 01: 00 Gilang sampai di apartemen Aksel, sebelumnya iya telah menjemput Veni, wanita yang selalu menjadi partner ranjangnya Aksel, ketika dia butuh pelepasan seperti sekarang ini,!
" Masuk dan lakukan tugasmu!" pinta Gilang kepada Vani setelah sampai depan pintu kamar Aksel, Vani pun masuk dan Gilang memilih beristirahat di sofa sambil menunggu Aksel selesai.
...πππππ...
" Apa mama tidak mencari kita Bang" tanya Aksel, Aksel duduk bersebrangan dengan Gilang mereka telah rapi dengan setelan kerja masing masing!
" Semalam aku sudah menghubungi Mama, aku berbohong kalau kita berdua berada di luar kota untuk bertemu klien, dan syukurnya Mama percaya" jawab Gilang , menatap Aksel!
" Apa kamu masih mau mengejarnya?" tanya Gilang lagi.
Aksel tersenyum penuh arti kepada Gilang" kejadian semalam tidak akan membuat ku mundur, apalagi menyerah!, itu tidak ada dalam kamus ku Bang!" seru Aksel dengan tawaπ kecilnya.
" Sepertinya dia benar benar tidak suka di dekati, aku mohon hentikan ini, masih banyak wanita di luar sana yang tergila gila denganmu Aks" pinta Gilang, mecoba menasehati Aksel.
" Aku sudah bertekad, jika meminta tidak di kasih maka aku akan merampasnya, dan jika dia masih saja keras kepada dengan senang hati aku akan merusaknyaπΏ. " Ucap Aksel, membuat Gilang bungkam.
...πππππ...
Pagi ini seperti Gilang dan Aksel, ke empat gadis itu pun melakukan rutinitasnya di pagi hari mulai dari mengerjakan kewajibannya, lari , sarapan dan siap siap pergi kerja.
Devi melakukan aktifitasnya seperti biasa, tidak ada rasa bersalah atau pun penyesalan karena telah mengerjai seorang Aksel, jika di posisi orang lain mungkin mereka akan menggali lubang dan mengubur diri mereka sediri dari pada harus berurusan dengan pengusaha muda itu.
Tetapi lain halnya dengan Lee dan Nana, mereka sungguh merasa bersalah dengan Aksel,! kalau Dede jangan di tanya karena Dede belum tau kejadian semalam, setelah mereka merenung dan berpikir semalam akhir Nana dan Lee memutuskan untuk bertemu dengan Aksel hari ini.
Lee sudah rapih, pagi ini dia akan menemui Aksel.
" Mak kalian duluan aja, soalnya aku ada keperluan sebentar" ucap Lee
" Keperluan apa, ? nanti kamu terlambat loh Lee" Ucap Devi.
" Iya kak ayo" timpa Dede
" Aku udah izin masuk agak siang dikit,! ucap Lee.
" Udah kita berangkat aja Mak, si Lee kan enak udah izin" pinta Nana, Dede dan Devi pun setuju.
__ADS_1
Mereka masuk kedalam taksi, taksi pun melaju dengan perlahan menuju perusahan SS.
Setelah Nana, Dede dan Devi pergi, Lee pun pergi ke Firma Group mengunakan taksi yang telah ia pesan.
1 jam perjalanan akhirnya Lee sampai di firma Group, lee berjalan menuju meja Resepsionis.
" Selamat pagi pagi Mbak ada yang bisa kami bantu " tanya seorang Resepsionis kepada Lee.
" Saya ingin bertemu dengan pak Gilang," jawab Lee
" Apa anda sudah membuat janji dengan beliau ?" tanya Resepsionis itu lagi.
" Sudah " jawab Lee berbohong , iya karena niatnya ingin bertemu dengan Aksel, dan datang kesini pun Lee atau Nana belum berbuat janji dengan Gilang atau pun Aksel lebih tempatnya mereka lupa memberitahu Gilangπ.
" Kalau begitu anda silahkan tunggu dulu di ruang tunggu, karena pak Gilang belum datang" ucap Resepsionis itu.
Saat Lee akan melangkah keruang tunggu ia melihat Gilang dan Aksel yang baru saja datang , tanpa berpikir panjang lee langsung menemui mereka.
" Apa saya bisa berbicara denganmu " pinta Lee, berdiri tepat di hadapan Aksel.
" Siapa kamu? aku tidak mengenalmu! dan jangan menghalangi jalanku!" ucap Aksel dengan tatapan elangnya.
" Kita bicara di ruangan saya" ucap Aksel, membuat Lee bernafas lega tatapan tajam Aksel sangat mengerikan membuat bulu kuduk Lee berdiri.
...πππππ...
" Apa yang ingin kau bicarakan " tanya Aksel setelah mereka sampai di ruangannya.
" Aku ingin minta maaf atas apa yang telah di lakukan mak, maksudku Devi" jawab Lee.
" Apa dia yang memintamu untuk menemui ku? Dan kenapa harus kamu yang minta maaf, kenapa bukan dia." Tanya Aksel
" Mak tidak akan pernah minta maaf , jika dia yakin apa yang di lakukan nya itu benar"
" Terus menurut kamu apa yang di lakukan itu benar,?" ucap Aksel yang membuat Lee terdiam.
" Pergilah aku tidak ingin mendengar alasanmu untuk membela Devi!, satu hal lagi yang harus kamu tau dan sampaikan buat , Jika aku meminta tidak di kasih maka aku akan merampasnya, dan jika dia masih keras kepala aku tak akan sungkan untuk merusaknya." ucapan Aksel yang sukses membuat nyali Lee menciut.
" Aku mohon jangan melakukan apapun, karena Devi yang kalian lihat saat itu cuma topeng kepalsuan yang menutup Devina yang sebenarnya." ucap Lee membuat Aksel bingung .
__ADS_1
" Maksud kamu apa,?" tanya aksel.
" 3 tahun bukan waktu yang sebentar, untuk menjadikan Devina yang sekarang, jika kau bertemu dengannya 5 tahun yang lalu kau tidak akan percaya dia seorang Devi yang sekarang" . Aksel terdiam , otaknya berusaha mencerna setiap kata kata Lee, begitu juga dengan gilang yang tiba tiba masuk keruangan Aksel dan mendengarkan obrolan mereka.
" Jika kau ingin bertanya maksud dari kata kataku barusan!, maaf aku tidak bisa menjelaskan saat ini, tetapi aku punya satu tawaran buat kamu" ucap Lee lagi
" Apa yang ingin kau tawarkan?" tanya Aksel
" Tapi sebelum itu jawab dulu pertanyaan ku." ucap Lee
" Apa tujuan mu mendekati Devi,?" ucapnya lagi
" Aku sangat menginginkannya dan disini yang memilih dia" ucap Aksel menunjuk dadanya.
" Aku butuh bukti, bukan sekedar ucapan belakang,! aku sudah terlalu lama disini, sekarang aku harus kembali, terima kasih atas waktu anda.
" Tawaran apa yang kau ucapkan tadi" tanya Aksel sebelum Lee menghilang dari pintu ruangannya, Lee yang mendengar ucapan Aksel pun berbalik.
" 1 bulan , aku akan membantu kamu dekat dengan Mak, jika dalam satu bulan Mak masih merugikan kamu seperti semalam dan kamu masih kekeh untuk mendapatkannya. maka dengan senang hati aku akan membantumu, jika kau setuju hubungi Nana." Ucap Lee dan menghilang dari pintu ruangan Aksel,
Aksel bertanya tanya, membantu apa yang di maksudnya tadi, sungguh ucapan yang ambigu menurutnya.
...πππππ...
Hari ini Devi sangat sibuk membantu pak Prapto sambil mempelajari dokumennya yang di beri pak Fadly.
Bukan hanya Devi, Nana, Dede dan Lee juga sangat sibuk dengan pekerjaan masing masing, Lee yang telah kembali dari Firma Group setengah jam yang lalu, ia langsung mengerjakan pekerjaannya yang telah menumpuk di atas meja kerjanya itu.
.
.
.
.
Bersambung.
π Terima kasih buat kalian yang sudah mampir.
__ADS_1
π tinggalkan jejak ya kalau kalian sukaπ