
Aksel berusaha melepaskan ikan itu, semakin dia berusaha semakin tubuhnya merasakan panas.
" Sekarang kamu sudah tau kan kalau aku bukan wanita penggoda, apalagi jala*g, seperti yang kamu bilang itu" ucap Devi mengambil tas yang ia letakkan di nakas.
" Eee satu lagi, semoga tuhan sayang dan berbaik hati kepadamu, membawa seseorang kesini dan membantumu, karena jika tidak, aku takut junior mu benar benar tidak bisa mengukur kedalam lubang lagi!, dan tidak akan ada Aksel dan Aksela junior di masa mendatang" ucap Devi lagi masih dengan senyum mengejeknya.
Sebelum beranjak dari tempatnya berdiri, Devi dengan jahilnya mengusap dada bidangnya Aksel, jari jarinya dengan lincahnya turun naik dari dada ke perut Aksel begitu pula sebaliknya.
Aksel cuma bisa memejamkan matanya, menikmati siksaan yang di berikan Devi, setelah puas dengan permainannya Devi langsung meninggalkan Aksel, langkahnya terhenti sesaat karena ucapan Aksel.
" Jika sampai aku terlepas dan tuhan masih mengizinkan adikku ini bekerja dengan baik, aku pastikan kamu akan merasakan apa yang aku rasakan saat ini, dan kamulah yang akan melahirkan Aksel dan Aksela junior nanti untukku " ucap Aksel menantang., walaupun dia sudah tidak sanggup menahan perbuatan Devi.ππ
" Oh ya, aku takutππ, aku dengan senang hati akan menanti datangnya saat itu, selamat malam bye, " ucap Devi , yang langsung meninggalkan kamar Aksel.
Terlihat di wajah Aksel sangat murka, tetapi, iya menahannya demi kelangsungan hidup juniornya itu.ππ
Devi keluar apartemen dengan rambut yang di acak acak , blazer yang di lepas dan berjalan compang camping seperti orang yang habis di perkaosa, membuat dua anak buah Aksel percaya dan membiarkannya pergi.
" Tenyata bos ganas juga, anak orang sampai tidak bisa jalan" ucap anak buah Aksel dan di benarkan oleh temanya,
Mereka tidak menyadari kalau bosnya lah yang sedang tersiksa saat ini, sungguh anak buat tidak berguna.
Sedangkan Aksel hanya bisa berdiam diri, menahan siksaan yang Devi tinggalkan untuknya, karena berteriak juga percuma, kamarnya itu kedap suara.
...πππππ...
Devi sampai di kontrakannya tepat jam 11 malam, kontrakan pun sudah sepi, saat akan masuk kedalam kontrakannya, Devi di samperin salah satu Ibu yang pernah mengatainya dulu.
" Dari mana neng jam segini baru pulang?" ucap Ibu itu, menatap penuh selidiki dari ujung rambut sampai ujung kaki Devi!
" Baru pulang kerja, tadi banyak kerjaan, jadi aku lembur bu!" jawab Devi se sopan mungkin, kerena moodnya lagi jelek untuk sekedar berdebat.
" Lemburnya plus plus ya neng, jam segini baru kelar,! ucap Ibu itu lagi, membuat mood Devi semakin buruk, rasanya percuma dia bersikap sopan pada Ibu itu.
" Ibu punya anak perempuan kan?" tanya Devi, dia mencoba menahan emosinya dan berusaha tetap sopan.
" Punya lah ,! ngapain kamu tanya anak perempuan saya, anak saya itu tidak seperti kamu dan adik adik kamu , anak perempuan saya anak baik baik, berpakaiannya pun selalu sopan, tidak seperti kalian yang penampilannya seperti wanita penggoda, lagian saya bisa menjaga anak perempuan saya, tidak seperti kalian yang tidak di perhatikan sama orang tua kalian" ucap Ibu itu dengan sombongnya.
" Hmmhuuuffhh" Devi menarik nafasnya sejenak " maaf ya Ibu, mungkin Ibu benar saya dan adik adik saya tidak di jaga orang tua kami, tapi satu hal yang harus Ibu tau, sekalipun ibu menyewa satu batalion dan di kawal tank sekali pun , semua itu percuma kalau dia tidak bisa menjaga dirinya sendiri, begitu juga dengan kami, walaupun hidup di kota besar ini tanpa orang tua, kami masih bisa jaga diri bu!".
__ADS_1
Lebih baik ibu pulang urus anak dan suami ibu jangan urusi kami, karena kami masih bisa menjaga dan mengurus diri kami sendiri!. ucap Devi lagi dan masuk kedalam kontrakannya, tanpa mendengar jawaban ibu itu.
" Mak kenapa lu?" tanya Lee saat melihat Devi yang baru pulang, wajahnya terlihat sangat tidak bersahabat.
" Biasa Ibu rempong, buat mood gue makin jelek aja.!" jawab Devi sambil berjalan ke kamar mandi mencuci muka dan menganti pakaiannya.
" Oh kirain apa, biarin aja sih Mak, mereka mau nilai kita gimana! terus gimana sama sepupunya Gilang!? manik Lee menatap Devi dengan seriusnya,!
" Tenang aja Lee, Mak udah buat dia jera ko!, gue pastiin dia nggak akan gangguin aku lagi" ucap Devi dengan seringai jahatnya, kening Lee berkerut mencerna kata kata Devi.
" Mak jawab gue, luapain dia!" Tanya Lee mengguncang guncang tubuh Devi.
" Nggak gue apa-apain, cuma gue kasih obat perangsang dan sedikit obat tidur aja, setelah itu gue ikat dia di ranjang!" jawab Devi, menaik turunkan alis.
" Gila lu Mak, anak orang bisa mati itu! " Lee terlihat sangat kwartir.
" Bodo aamaat siapa suruh dia ganggu gue, gue udah berbaik hati untuk memperingati dia tapi dia tetap menganggu gue, dan itulah akibatnya" ucap Devi yang membuat Lee bungkam,.
" Ya allah Mak , aku nggak bisa lagi melihat kamu terus seperti ini, aku takut selamanya kamu akan tetap seperti ini! , aku akan melakukan sesuatu untuk kebaikanmu! batin Lee
Devi melanjutkan tidurnya, dia merasa sangat lelah, karena harus menguras otak dan ototnya secara bersamaan
Sedangkan Lee terlihat sangat bingung , memikirkan keadaan Aksel saat ini!.
Tok..tok..tokk
" Na.. na na buka kak Lee mau ngomong bentar"! teriak Lee, nana berjalan dengan malasnya membuka pintu untuk Lee.
" Ada apa sih Lee, aku ngantuk banget." ucap setelah pintunya di buka.
"Ambil ponsel kamu telpon si Gilang sekarang" ucap Lee membuat mata Nana terbuka dengan sempurna ,semua rasa ngantuk nya hilang dengan sendirinya.
Nana melihat jam di dinding, " Lee ini udah jam setengah 12 Lee, Gilang pasti udah tidur" seru Nana
" Tapi kalau terjadi apa apa dengan sepupunya, bisa bisa Mak na!" ucap Lee , Nana terlihat bingung dengan kata kata Lee!
" Emang Mak buat apa? " tanya Nana.
" Na jangan banyak tanya , telpon Gilang sekarang" ucap Lee tegas, Nana pun mengambil ponselnya , mencoba menghubungi Gilang.
__ADS_1
Tutt..tu..
Di dering ke 2 Gilang langsung menjawab telponnya.
"Assalamualaikum sayang, kenap jam segini telpon , kangen ya!" tanya Gilang
" Waalaikumsalam, maaf Abang aku ganggu, ini kak Lee mau ngomong!, ucap Nana tak menjawab pertanyaan Gilang, dan langsung menyerahkan ponselnya pada Lee.
"Iya kenapa?" tanya Gilang.
" Maaf sebelumnya gue udah ganggu waktu istirahat lo, dan sebelumnya gue minta maaf atas nama Mak gue" ucap Lee bingung harus menjelaskan dari mana dulu.
" Tolong jangan berbelit belit , langsung ke intinya saja" pinta Gilang
Lee menarik nafasnya sejenak, " mak Devi , memberi sepupu lo obat tidur yang di campur obat perangsang, dan mengikat dia di ranjangnya" ucap Lee
" Apa" Teriak Gilang
" Sekali lagi maaf ya!" Ucap Lee merasa bersalah kepada Gilang
" Nggak papa santai aja, terima kasih atas infonya, gue urus sepupu gue dulu! jawab Gilang
" Emang lu tau dia dimana?" tanya Lee lagi.
" Tau ko, sekali lagi terima kasih ya!, selamat malam, salam untuk Nana" ucap Gilang.
" Wassalamu'alaikum" ucap Lee mengakhiri obrolan mereka.
Nana dan Lee hanya terdiam, dengan pikirannya masing masing, sedangkan Dede dan Devi jangan di tanya, karena mereka sedang merajut mimpi mereka.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
πTinggalkan jejak ya kalau kalian sukaπ