Bulan Itu Menelan Malam Dan Mimpiku

Bulan Itu Menelan Malam Dan Mimpiku
Ia tidur dengan senyum di bibirnya.


__ADS_3

Siang ini bulan hanya duduk di depan tv di ruang santai mansion revan. Sesekali ia akan melihat pelayan rumah hilir mudik ke sana kemari. Ia tadinya ingin membantu, tetapi para pelayan itu tidak memperbolehkannya. Jadinya setelah mengurus bayi besar ia hanya duduk di depan tv sambil menonton drama dan makan keripik.


" Kamu ngapain?", kata Revan menghampiri bulan yang duduk di lantai beralaskan karpet bulu.


" Udah bangun ?", kata bulan sambil menatap Revan yang berjalan ke arahnya. Revan menyingkirkan toples dari pangkuan bulan. Revan tidur beralaskan paha bulan.


" Kamu ngapain?, jangannnn gini, duduk nggak ", kata bulan sambil melotot dan berusaha membuat Revan berdiri.


" Bentar aja, gini dulu, aku masih pusing ", kata Revan dengan nada memelas dan muka menghadap perut bulan.


" Kan kalau masih pusing, mending ke kamar aja, daripada tidur disini", kata bulan sambil tetap berusaha membuat Revan bangun. Revan mengambil tangan bulan dan menaruhnya di kepalanya


" Elus kepalaku ", kata Revan sambil mengeratkan pelukannya di pinggang bulan.


" Hah ", bulan hanya bisa menghela nafas pasrah. Ia mengelus belakang kepala Revan dan matanya kembali fokus ke tv di depan dengan sesekali tangannya menggapai makanan di dalam stoples. Bulan masih fokus dengan kegiatannya dan Revan tetap menyamankan posisinya. Siang ini cuaca tidak terlalu panas, dan angin sepoi-sepoi bisa masuk karena jendela di buka lebar-lebar sedari tadi. Tak lama bulan merasa mengantuk. Ia sesekali menguap dan mulai bersandar di sofa dan tertidur. Revan yang merasa tidak ada pergerakan dari bulan mengangkat wajahnya dan ternyata bulan tertidur. Revan bangun dan menatap wajah bulan yang tertidur. Revan berdiri, ia mengangkat bulan ala bridal dan membawanya ke kamarnya. Ia meletakkan bulan ke kasur dengan hati-hati. Ia naik ke kasur dan merebahkan tubuhnya di samping bulan. Ia ikut tidur dengan memeluk tubuh bulan. Menyamankan posisi dengan mendusel kan kepalanya di perpotongan leher bulan. Tak lama ia pun ikut tertidur.


*****


Bulan membuka mata, ia mengerjapkan mata. Bulan bangun, meregangkan otot menatap sekeliling ruangan. Sebenarnya ia bingung kenapa bangun di kamar Revan lagi. Ia menatap Revan yang masih tidur. Bulan menyentuh pelan kening Revan dan udah mendingan. Bulan berjalan pelan keluar kamar. Berjalan menuju dapur.


" Sore bi, masak apa ?", kata bulan kepada bi Hani, asisten rumah tangga di mansion Revan.

__ADS_1


" Mau masak ayam nyonya ", kata bi Hani.


" Bi panggil bulan aja ya, jangan nyonya, kan aku udah pernah bilang sama bibi ", kata bulan merengek sambil memegang lengan bi Hani. Bi Hani hanya menggeleng dan bulan hanya menghela nafas pasrah.


" Bi kalau masak sup aja gimana?, soalnya Revan masih sakit ", kata bulan bertanya.


" boleh nyonya, saya ikut aja ", kata bi Hani mengangguk.


" Revan tadi siang udah makan bi?", tanya bulan sambil menerima bahan dari tangan bi Hani.


" Belum nyonya, tadi siang waktu turun saya tawari makan, bilangnya nanti saja. Terus tidak lama beliau masuk kamar lagi sambil menggendong nyonya ", kata bi Hani yang membuat wajah bulan merona. Mereka kembali melakukan aktivitas masing-masing. Selesai memasak bulan naik menuju kamarnya. Ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang lengket. Selesai mandi dan mencepol rambutnya bulan masuk ke kamar Revan. Menyentuh kening Revan sambil berkata


" van bangun dulu, makan terus minum obat ", kata bulan mengelus pelan kening Revan. Revan membuka matanya dan menatap bulan yang duduk di sampingnya.


" Makan dulu ", kata bulan sambil menyerahkan piring milik Revan dan duduk di depan revan. Revan menerima piringnya dan mulai makan. Bulan mengambil piring miliknya dan ikut makan juga. Mereka makan dengan tenang. Selesai makan, bulan membereskan bekas makan mereka dan ingin mengembalikannya ke dapur, tetapi di cegah Revan


" Biar bibi aja ", kata Revan berjalan menuju meja nakas


" Bi, bisa tolong ambil piring di kamar saya ", kata Revan setelah sambungan telfon terhubung.


tok tok tok, tak lama ada yang mengetuk pintu. Bulan membuka pintu dan menyerahkan nampan di tangannya tak lupa mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


" Minum obat kamu", kata bulan sambil menyodorkan obat setelah berdiri di samping Revan. Revan menerima obatnya dan meminumnya menggunakan air putih. Setelah memastikan Revan meminum obatnya, bulan beranjak berdiri


" Mau kemana ?", tanya Revan sambil memegang tangan bulan.


" kembali ke kamar", kata bulan


" Tidur sama aku aja ya", kata Revan kepada bulan. Bulan melotot mendengarnya


" Enggak ada, aku tidur di kamarku aja ", kata bulan sambil berusaha melepas tangan Revan dari tangannya.


" Tidur sini aja ya, mulai sekarang tidur di kamar aku aja. Ngga usah protes. Pokonya tidur di sini ", kata Revan sambil menyentak tangan bulan sehingga bulan duduk di pangkuannya.


" Enggak mau, nanti kamu apa apain lagi. pokoknya enggak mau ", kata bulan melotot sambil berusaha melepas tangan Revan dari pinggangnya.


" Tidak ada penolakan bulan mulai malam ini kamu tidur di sini. Atau mau aku apa apain dulu baru mau ", kata Revan sambil menaik turunkan alisnya.


" Iya iya aku tidur disini, tapi lepasin dulu aku mau gosok gigi ", kata bulan yang melihat sinyal bahaya. Revan melepas tautan tangannya, dan bulan langsung lari menuju kamar mandi di kamar Revan. Selesai urusan di kamar mandi bulan berjalan menuju ranjang Revan dan merebahkan diri. Revan langsung memeluk bulan dan memposisikan kepalanya di perpotongan leher bulan.


" Eits jangan gini Van ", kata bulan sambil berusaha menjauhkan lehernya dari kepala Revan. Revan tetap menempelkan kepalanya di leher bulan sambil mengeratkan pelukannya agar bulan tidak lari.


" Gini aja dulu", kata Revan

__ADS_1


Bulan menghela nafas pasrah dan mulai menutup mata berusaha tidur. Bulan berusaha menyingkirkan rasa tak nyaman miliknya. Tak lama nafas bulan teratur tanda ia sudah tidur. Revan mendongak menatap bulan yang sudah tidur. Revan menaikkan posisinya, menaruh kepala bulan di lengannya. Ia mengecup sekilas pucuk kepala bulan dan tidur sambil menatap bulan. Ia tidur dengan senyum di bibirnya.


__ADS_2