Bulan Itu Menelan Malam Dan Mimpiku

Bulan Itu Menelan Malam Dan Mimpiku
Sedikit Perhatian


__ADS_3

Langit masih terlihat gelap di luar, akan tetapi bulan sudah bangun. Karena bulan ingat kalau ia tidur di rumah orang, setidaknya bangun pagi itu yang bulan dapatkan dari orang tuanya. Bulan menyusuri mansion itu untuk mencari letak dapur. Setelah berputar-putar beberapa kali, bulan bisa menemukan ruang makan yang otomatis tersambung ke dapur begitu pikirnya.


Bulan yang telah mengecek jadwal Revan pagi ini dan melihat mereka akan ke kantor agak siang memutuskan untuk memasak sarapan, walaupun ia baru bekerja dengan Revan dari kemarin, entah mengapa ia merasa betah, walaupun kemarin ia sempat memcak mencak tidak jelas sekarang ia berusaha menerimanya. Setidaknya ia bekerja tidak menganggur lagi.


Setelah mengecek isi kulkas, Bulan memutuskan memasak sop sayur dan ayam bakar kecap yang menurutnya mudah dan simpel, menurutnya itu simpel, entah orang lain. Bulan berkutat dengan kompor di depannya, rambut bulan yang sudah agak panjang di Cepol ke atas, menyingsing lengan bajunya sedikit, dan siku bertengger di pinggang posisi favorit bulan ketika memasak. Tanpa tahu di belakang bulan, di depan pintu dapur bosnya, Revan berdiri bersedekap melihat aksi bulan memasak. Bulan memasak dengan khusyuk tanpa merasa terganggu dan terusik sedikit pun dengan kehadiran Revan, karena ia tidak tahu.


***


Revan membuka mata pagi ini dan ingin mengecek apakah asisten pribadi yang ia rekrut kemarin bisa diandalkan atau malah sudah kabur. Ia membasuh muka, kemudian mengecek kamar di sampingnya yang ternyata sudah kosong. Revan mengernyitkan dahinya berfikir pergi kemana bulan pagi pagi begini. Ia berjalan menuju lantai bawah dan mulai memeriksa satu persatu ruangan yang ada di mansion miliknya. Samar ia mendengar suara dari dapur, dan ia menuju ke sana. Tak ia sangka ia bisa melihat pemandangan seorang perempuan memasak di rumahnya dan ini adalah kejadian langka. Ia hanya mengamati apa yang bulan lakukan tanpa mencegah ataupun menyapa bulan. Ia membiarkan bulan sendiri sadar akan kedatangannya. Revan terlalu terpesona.


***


Bulan berbalik hendak membawa masakannya ke meja makan untuk disajikan, Ia terkejut ketika melihat Revan yang sudah berdiri bersandar daun pintu mengamatinya

__ADS_1


" Eh pak Revan, pagiiii", sapa bulan sambil nyengir untuk menutupi keterkejutannya dan untung saja makannya tidak tumpah.


Revan hanya diam dan menghampiri bulan mengambil alih mangkok di tangan bulan dan berlalu menuju ruang makan. Bulan hanya mengikuti Revan dengan masih membawa piring di tangannya. Mereka meletakkan makanan yang di bawa ke atas meja.


Revan duduk di kursinya dan meminta bulan untuk duduk di sampingnya. Bulan yang sebenarnya canggung hanya menurut. Bulan mengambil makan untuk dirinya sendiri dan mulai makan. Tiba-tiba sebuah piring terjulur di depannya


" ambilkan aku sekalian, kata Revan mengulurkan piringnya.


" Ambil sendiri kan bapak punya tangan, kata Bulan yang bingung dan hanya menatap piring itu. Revan menggoyangkan piringnya meminta bulan mengambil makanannya. Bulan akhirnya mengalah mengambilkan makan untuk Revan. Ia mengambil nasi beserta lauknya ke piring dan meletakkannya di hadapan Revan. Mereka makan dengan tenang tanpa drama rengekan Revan lagi. Selesai makan, saat bulan hendak berdiri Revan menahan tangannya. Bulan hanya menatap tangannya yang di pegang Revan


" Ada apa?", tanya bulan.


" Begini untuk di luar kantor atau saat hanya ada kita berdua kamu bisa bicara non formal denganku, tidak perlu terlalu baku, dan jangan panggil aku bapak karena aku bukan bapakmu", kata Revan sedikit nyolot karena dari tadi bulan terus memanggilku bapak.

__ADS_1


" Tapi anda atasan saya, bagaimana saya harus memanggil anda?, tanya bulan kebingungan


" Kamu bisa memanggil dengan namaku dan sudah kubilang jangan pakai bahasa formal, kata Revan datar.


" Baik pak, kata bulan yang langsung dihadiahi tatapan tajam oleh Revan.


" Eh i iya, Revan", kata bulan agak tergagap. Revan melepas pegangan tangannya pada bulan dan bulan kemudian berdiri membereskan peralatan makan mereka berdua. Bulan berjalan menuju dapur untuk mencuci peralatan memasak dan makan. Tanpa ia sadari Revan mengikutinya dan berdiri di sampingnya membantunya mencuci piring


" Eh pak anda tidak perlu membantu saya mencuci, lebih baik anda mandi untuk bersiap siap ke kantor. Tanpa aba-aba Revan mengecup bibir bulan singkat


" Itu hukuman setiap kamu menggunakan bahasa formal dan memanggilku pak", kata Revan sambil tersenyum miring dan menatap bulan yang membulatkan matanya dengan pipi memerah. Tanpa berkata-kata lagi bulan hanya diam dan membiarkan Revan membantunya. Selsai mencuci mereka kembali ke kamar mereka masing-masing. Bulan mandi dengan cepat dan langsung menuju kamar Revan setelah berpakaian dan mengikat rambutnya. Tak lupa ia membawa tas dan alat make up miliknya.


Di dalam kamar Revan, Revan masih mandi saat bulan masuk. Bulan memutuskan menyiapkan pakaian Revan beserta dasi dan atribut lain yang sudah Revan beri tahu letaknya kemarin. Bulan menaruhnya di meja walk in closet yang terhubung langsung dengan kamar mandi.

__ADS_1


" Pak, eh Revan baju gantimu ku taruh di meja walk in closet", kata bulan sambil berteriak dan berjalan menuju meja rias di kamar Revan untuk memakai make up nya sebentar. Pintu walk in closet terbuka menampilkan Revan yang sudah rapi dan berjalan ke arah bulan yang masih make up an di depan kaca. Revan menyerahkan dasi di tangannya dan diterima bulan walaupun make up nya belum selesai. Bulan memakaikan dasi Revan dengan sedikit berjinjit karena ia belum memakai sepatunya. Revan yang terlalu peka melingkarkan tangannya di pinggang bulan dan bulan tidak memberontak. Setelah selesai bulan menepuk pelan dada Revan agar melepaskan tangannya. Bulan kembali ke kaca dan memakai lipstiknya. Setelah penampilannya beres barulah bulan meraih tas yang ia letakkan di kasur Revan dan berjalan ke arah Revan yang sedang memakai sepatu. Bulan memakai sepatunya di samping Revan. Setelah memastikan penampilan mereka oke, barulah bulan berjalan keluar menuju mobil Revan untuk berangkat ke kantor.


__ADS_2