
Itu salah satu hal tersulit yang pernah dilakukan Redana untuk membuka diri. dan ia nyaris tidak bisa membayangkannya bagaimana ia mampu membangun percakapan normal tanpa menaruh prasangka buruk. dan itu menjadi suatu kemajuan, mengingat sebelumnya pembicaraan mereka tak lebih dari ketegangan dan saling melempar pikiran kotor. segala tudingan demi tudingan terus bersileweran di benak mereka. Redana bahkan berhasil menemukan alasan lain mengapa Lara ingin mendekatinya dan mengajak Redana pergi lalu menjadi teman baik.
Jika saja dari awal Redana lebih tenang, atau mungkin sedikit bisa melupakan kebencian terhadap masa lalu nya. maka ia akan lebih mudah menemukan kedamaian dalam dirinya. dan mungkin juga sudah saatnya ia melupakan masa lalu dan melangkah kembali menatap masa depan. sedangkan berteman dengan Lara adalah cara terbaik untuk menghilangkan rasa kesepiannya yang telah lama membelenggu jalan pikirannya. atau bisa dibilang Lara adalah pintu gerbang dalam meraih impiannya untuk bebas dari perbudakan.
Mungkin...
Rupanya selama ini ia tidak mengetahui kalau Lara adalah putri satu-satunya tuan Dirk. sang pemilik ladang dan penguasa wilayah wamena. informasi itu diketahuinya setelah Edo memberitahu tentang Lara. kedatangannya dari belanda memang diperuntukan untuk membantu mengurusi ladang ayahnya yang sibuk keluar kota. ia mengira Lara adalah calon pembeli budak. sehingga Redana berusaha keras untuk menghindarinya karena ia takut sewaktu-waktu Dirk akan menjual dirinya.
Ia sangat membenci tuan Dirk atas kekejamannya dalam memperlakukan budak. berbagai kebijakannya yang tak lepas dari hukuman cambuk, maupun menjual budak ke beberapa konglomerat untuk bangsanya sendiri yakni bangsa belanda. bahkan Dirk tak tanggung-tanggung menjual budak dengan harga tinggi bagi budak yang terpilih dengan segala kriterianya. seakan ladang adalah tempat uji otot sebelum mereka diperjualbelikan sampai dikirim keluar pulau.
Bahkan ia sempat berpikir kalau ibunya kembali tertangkap dan dijual keluar pulau. tapi ia belum bisa memastikan kebenarannya meski itu hanya sebatas spekulasi. setelah kehilangan sang ibu hidup Redana terombang-ambing tanpa arah. ia harus bekerja keras diladang hanya untuk bertahan hidup. tak ada yang bisa dilakukan Redana selain mengorbankan masa kecilnya menjadi budak hingga dewasa. dimana pada saat itu ia tidak memiliki pilihan lain.
kehidupannya menjadi budak bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. dan itu bukanlah pilihan hidupnya. berbagai hukuman, atau pun pelecehan kerap terjadi didepan mata. dan itu adalah mimpi buruk bagi semua budak.
__ADS_1
Tapi, ada hal yang perlu diketahui Redana. bahwa Lara bukanlah Dirk. dan ia tidak harus selalu menganggap Dirk. dua hal yang berbeda yang tidak bisa disatukan antara anak dan ayah. dan mulai sekarang ia harus bisa mengesampingkan tanggapannya dan menelaah lebih jauh untuk memperbaiki hubungan mereka sekaligus membiarkan dirinya melebur bersama Lara. berbagi cerita sebagai sahabat baru. mungkin ini menjadi suatu keberuntungan bagi Redana untuk menghilangkan julukan dari dirinya.
budak kasta terendah...
Sejujurnya ia pikir semua akan berawal sulit. ia tidak penah benar-benar ingin mendekatkan diri dengan siapapun. termasuk Lara. wajar saja ia punya pemikiran demikian. bagaimana pun juga wanita itu adalah anak tuan Dirk. majikan tempat dimana Redana berladang. ia sempat mengira Lara tidak akan jauh berbeda dengan perilaku ayahnya yang terkenal kejam. namun ketulusan maupun sikap yang ditunjukkan oleh wanita itu telah mematahkan asumsi Redana sebelumnya.
Mungkin benar seperti yang dikatakan Lara padanya bahwa “aku tidak seperti yang kamu bayangkan”. wanita itu jelas tidak memiliki masalah seperti Redana. dan benar adanya kalau Redana memang membutuhkan sedikit waktu untuk menyesuaikan diri. meski begitu Redana juga perlu membuktikan pada dirinya sendiri, kalau ia bisa menjadi teman baik bagi Lara. dan itu menjadi sesuatu yang paling diinginkan Redana. menghentikan ketegangan yang diciptakan oleh pemikiran kotornya sendiri.
Jadi, sudah saatnya ia memiliki rasa percaya diri dan meyakinkan diri sendiri bahwa Lara teman yang bisa dipercaya. dan itu adalah hal terakhir yang harus dipikirkan matang-matang. kemudian berhenti atau membuang semua pemikiran kotor yang sering mengumpul dibenaknya. bagaimana pun juga hal terbaik yang bisa dilakukan Redana saat ini adalah menikmati moment-moment indah bersama Lara untuk saling berbagi kisah kehidupannya masing-masing.
Redana memejamkan mata sesaat ketika ia meresapi saat-saat angin kencang menerpah wajahnya, lalu membiarkan rambut keriting sedadanya terkoyak oleh desiran angin. sehingga rambut-rambut wanita itu berterbangan ke segala arah. kedua tangannya yang dingin memeluk erat pinggang Lara. jantungnya berdebar kencang saat Lara menunjukan trik berkudanya. bahkan hal itu mengejutkan Redana. ia tidak menyangka bahwa Lara memiliki bakat berkuda.
Terbukti bagaimana Redana menikmati setiap hentakan demi hentakan yang disebabkan dari trik berkudanya. bukan hanya tubuh tetapi juga pikirannya. ini sangat jauh dari apa yang dibayangkan oleh Redana. kalau saja ia sedikit mempunyai keberanian. mungkin wanita itu akan meminta Lara untuk mengajarinya. tapi pemikiran itu terputus ketika ia mencium aroma yang dihembuskan dari leher Lara. wanginya sangat menyengat hingga ke rongga hidung. namun aroma itu sangat menyegarkan.
__ADS_1
Ketika aksi berkuda selesai dan akhirnya hentakan itu mulai mereda. sejenak Redana merasa heran. seolah hal itu berlangsung selamanya. lalu segalanya kembali banjir ingatan tentang masa kecilnya. memaksa Redana kembali untuk membuka mata. Redana ingat saat ia berandai-andai di dalam hati.
Berada di atas pelana kuda...
Ia tidak pernah mengira akan berada diatas pelana kuda. walau sebenarnya Redana ingin sekali belajar berkuda sejak ia kecil. ketertarikannya dalam berkuda ketika ia berada diladang saat membantu pekerjaan ibunya. melihat sekumpulan tuan dan nyonya belanda menghadiri acara berkuda. bahkan mereka tak tanggung-tanggung untuk saling unjuk gigi ketika melewati beberapa putaran dengan memperlihatkan trik berkuda dan berjalan sangat baik. yang menurut Redana itu sangat menyenangkan.
Sepanjang acara berkuda berlangsung. gadis kecil itu hanya berdiri mematung ditepi pembatas kayu pagar dan menatap pemandangan didepannya. wajah lusuhnya menyaksikan kegembiraan yang luar biasa atas acara tersebut. ia mengangkat bahunya pelan. kedua tangan mungilnya diletakan dikayu pagar tersebut. lalu menopang dagu. Kalau aku besar nanti. aku ingin seperti mereka. menunggangi kuda mengelilingi wamena. bertemu dan bermain dengan teman-temanku.
Benaknya selalu berandai untuk berada diatas pelana kuda. dan menghabiskan masa-masa kecilnya dengan menunggangi kuda setiap hari.
Redana berharap ia bisa mengatakan hal yang sama pada Lara. tapi nyatanya hal itu tidak pernah keluar dari mulutnya. Redana menyadari bahwa ia memang tidak pantas meminta Lara untuk mengajarinya berkuda. namun bisikan suara di dalam kepalanya tidak mau berhenti untuk terus mengusiknya.
Kenapa tidak di coba?.
__ADS_1
ia yakin bisikan itu muncul dari sisi dirinya yang sedang berandai. Redana mendengus pelan dan mengabaikan bisikan tersebut.
yang sebenarnya ia tidak bisa melupakan moment langka saat menunggangi kuda bersama Lara. menemukan pengalaman baru yang sempat hilang dari masa kecilnya. nampaknya kedua wanita itu memiliki kesamaan. yakni sama-sama menyukai berkuda. Lara yang lahir dan dibesarkan dibelanda memang menyukai berkuda sejak ia kecil. dan itu bagian dari rutinitasnya sehari-hari.