Calon Imam Idaman

Calon Imam Idaman
Ep 01 - Teman Baru


__ADS_3

Hari ini Riana ke kampusnya untuk melunasi biaya pendaftaran dan mengambil jas almamater kampus. Riana adalah gadis biasa, dia gadis yang terkesan malas berdandan dan merawat diri, kulitnya sawo matang, wajahnya bisa dibilang standar, cantik tidak jelek pun tidak, tapi senyumnya sangat manis dan dia adalah pribadi yang sangat baik dan penyayang.


Riana memutuskan kuliah dikampus ini sendirian. Teman SMA Riana rata-rata kuliah di luar kota dan sebagian di Universitas Pelita Bangsa salah satu Universitas di daerah Riana yang terkenal mahal.


Riana sejujurnya sangat ingin kuliah di salah satu Universitas Negeri di luar Kota, namun bapak dan ibu Riana tidak memberi ijin, karena mereka khawatir kalo anak perempuannya yang paling bontot itu kenapa - kenapa saat jauh dari mereka. Jadi Riana memutuskan untuk menuriti saja permintaan orang tuanya daripada melihat kedua orang tuanya sedih.


Riana juga sempat mau mendaftar di Universitas Pelita Bangsa juga tetapi ia takut kalau nantinya orang tuanya keberatan membiayai kuliah Riana, karena Riana berasal dari keluarga yang pas-pasan jadi walaupun dengan setengah hati Riana memutuskan masuk di kampusnya saat ini, karena tidak ingin bapak ibunya terbebani biaya kuliahnya.


Di bilang terpaksa ya memang terpaksa. Selain terpaksa Riana juga merasa sedikit minder kuliah dikampusnya, Karena mayoritas mahasiswa di sana kalo tidak jebolan pondok pesantren ya minimal dari Madrasah Aliyah dan pastinya ilmu agama mereka lebih bagus dari Riana yang hanya lulusan sma dan dari lingkungan keluarga yang ilmu agamanya sebatas wajarnya orang awam.


Setelah melunasi pendaftaran dibagian keuangan, Riana berjalan menuju ke gedung Fakultas Ekonomi. Setibanya di Fakultas Ekonomi Riana bingung harus mengambil jas diruangan mana, akhirnya dia masuk dan melihat gadis dibelakang pintu masuk dan bertanya dimana ruangan tempat pengambilan jas almamater nya.


"Mbak, kalo mau ambil almamater disebelah mana ya?" tanya Riana pada seorang gadis berjilbab merah yang berparas cantik dan berkulit putih bersih yang berdiri disamping pintu masuk fakultas ekonomi. Dia terlihat sibuk memegang secarik kertas yang sama dengan yang Riana bawa.


"Katanya satpam didepan tadi sih ambilnya di lantai dua, ayok bareng aku aja, aku juga mau ambil". Jawab gadis cantik itu sambil menoleh kearah Riana .


"oke mbak". jawab Riana sambil mengikuti gadis cantik itu naik ke lantai dua lewat tangga diseberang pintu masuk. sesampainya di lantai dua mereka dikejutkan dengan antrian yang begitu panjang.


"antriannya panjang banget, haduh... pasti lama deh". keluh Riana sambil menoleh ke arah gadis cantik itu setelah melihat sekitar 30an siswa lebih yang berjejer menjadi dua baris.


"sabar." jawab gadis cantik tadi dengan lembut.


"iya deh..." jawab Riana pasrah


"owh iya... kita belum kenalan lho dari tadi hhhe... aku Riana." ucap Riana sambil mengulurkan tangan.

__ADS_1


"Hana Ishmah, panggil hana aja." jawab Hana sembari tersenyum manis dan menjabat tangan Riana yang terulur padanya.


Hana Ishmah memiliki nama yang berarti "pemelihara kebahagian", sesuai dengan namanya, Hana adalah gadis cantik yang anggun dan penyabar ini selalu mendamaikan hati orang yang melihat kecantikannya. Hana dibesarkan di keluarga sederhana, ayah dan ibunya seorang guru madrasah dan guru mengaji.


"Kamu ambil Jurusan apa?" tanya Riana setelah melepas jabatan tangannya


"Manajemen Bisnis, kalo kamu jurusan apa?" Tanya Hana balik


"Sama dong aku juga ambil manajemen, kamu kelas apa? aku kelas B." jawab Riana girang karna tau mereka satu jurusan.


"Kamu kelas B? aku juga B loh....." jawabnya tak kalah girang dari Riana karena tau mereka satu kelas


"Berarti kita sekelas dong... akhirnya aku nemu temen sekelas juga...." ucap Riana senang.


"aku dari tadi kaya orang ilang, bingung sendirian g punya temen, seneng banget akhirnya nemu orang yang bakal sekelas ma aku jadi besok pas masuk aku paling gak bisa bareng ma kamu." lanjut Riana menceritakan kisahnya yang pontang panting sendiri mengurus pendaftaran ulang tanpa ada orang yang ia kenal.


"gak ada sama sekali, temen-temenku rata-rata pada kuliah di luar kota ma kuliah di kampus seberang kita itu." jawab Riana sambil memanyunkan bibirnya


"gak apa-apa... sekarang kan kita bisa temenan, ntar besok kalo masuk janjian ma aku aja, kita masuk bareng". jawab hana menghibur Riana yang terlihat manyun


"beneran han?.... makasih banget ya.... alhamdulillah besok aku g kaya orang ilang pas masuk kelas" jawab Riana girang sambil menggoyang-goyangkan tangan Hana dan tersenyum manis pada Hana


"iya... kan kita sekelas jadi santai aja... kasih nomor wa mu dong biar kita besok berangkat nya bisa barengan." jawab Hana dengan Lembut sambil mengeluarkan ponselnya dari tas gendong yang dari tadi bertengger di salah satu bahunya.


"ini..." jawab Riana sambil menyodorkan ponsel jadul miliknya yang telah terbuka dan terlihat beberapa digit nomor telpon di layar ponsel itu kepada Hana.

__ADS_1


Setelah itu mereka mengobrol lama, tanpa mereka sadari akhirnya tiba giliran mereka untuk mengambil almamater, mereka menyerahkan kertas yang mereka bawa sejak tadi itu kepada petugas untuk ditukarkan dengan jas almamater. Setelah mereka mendapatkan jas tersebut, mereka memutuskan untuk turun ke lantai dasar.


"Ri aku pulang dulu ya soalnya aku tadi kesini dianter bapak, ini bapak udah jemput jadi aku duluan ya. Besok aku bawa motor sendiri jadi nanti berangkatnya dari rumah kita janjian biar besok sampe sini nya barengan, oke." pamit Hana setelah sampai di dekat pintu masuk gedung.


"iya Han siap, hati-hati ya pulangnya, aku juga habis ini pulang ko."


"Lagian kan dah kelar, disini juga ngapain orang gak ada yang aku kenal." ujar Riana sambil terkekeh


"ya udah kamu juga hati-hati ya pulang nya.... bye" Hana melangkah sambil melambai kan tangan ke Riana.


"iya..." Riana membalas lambaian tangan Hana, dia terpaku beberapa saat sambil memandang punggung Hana yang mulai menjauh. Setelah Hana sudah tak terlihat Riana melangkah menuju parkiran motor untuk bertemu motor kesayangannya dan melaju pulang ke rumahnya.


Keesokan Harinya


"Ria...bangun Ri... Sholat subuh" panggil ibuku sambil mengetuk pintuku.


" iya buk..." jawabku sambil mengusap-usap mataku yang masih mengantuk.


Aku meraih ponselku, tenyata sudah jam 5, jadi aku bergegas ambil wudhu dan sholat subuh.


Setelah sholat aku mengecek pesan diponselku ternyata ada pesan dari Hana.


"Ri.... ntar otw jam set 7 ya.... biar jam 7an kita sampe di kampus... kan kelas nya mulai nya jam set 8... oke..😊😊"


"siap bos...." jawabku

__ADS_1


Setelah membalas pesan Hana, Riana langsung bergegas untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke kampus.


__ADS_2