Calon Imam Idaman

Calon Imam Idaman
Ep 06 - Riana Mulai Menjauh


__ADS_3

Sudah hampir dua minggu Riana kuliah di kampus ini, ia menghabiskan banyak waktunya dikampus dengan Hana dan Razka beserta teman-temannya. Mereka sangat terkenal dikalangan Maba maupun para seniornya, karena popularitas dari Razka, Hafiz dan Chafi. Tidak dapat dipungkiri ketampanan Razka dan Hafiz serta kecantikan Chafi menjadikan mereka idola baru dikampusnya.


Riana juga sedikit dikenal karena mereka sering bersama Razka, Hafiz dan Chafi. Saat istirahat atau saat tidak punya jam kuliah pasti mereka mengajak Riana keluar, entah untuk sekedar makan, ngafe, ngemall, karaoke atau bahkan pergi jalan-jalan. Memang asik bisa bercengkrama dan menghabiskan waktu dengan teman-teman kita, tapi bagi Riana itu sedikit membebaninya.


Ya Riana sangat tidak nyaman setiap kali diajak keluar, bukan karena ia tidak suka bersama mereka, tetapi ia hanya merasa ia tidak bisa terus-terusan mengikuti alur pergaulan mereka. Riana sadar ia hanya gadis dari keluarga yang pas-pasan, yang tidak bisa hidup berfoya-foya, ia tidak tega menghabiskan uang kedua orang tuanya hanya untuk kesenangannya belaka.


Riana saat ini ingin sedikit menjauhkan dirinya dari mereka, Riana hanya ingin hidup normal dikampus, belajar mengerjakan tugas lalu pulang kerumah. Ya hanya itu yang ia inginkan saat ini.


Hari ini kebetulan hanya ada 2 mata kuliah jam pertama dan jam kedua saja. 15 menit lagi jam kedua selesai. Riana saat ini sedang menyusun alasan yang akan ia sampaikan pada Hana dan Razka saat mereka mengajaknya keluar setelah kelas usai. Yang terpikirkan olehnya hanya tugas kelompok, ia minggu depan harus presentasi kelompok di mata kuliah dasar-dasar manajemen. Riana kebagian kelompok pertama di makul tersebut, Riana berencana mengerjakan tugas hari ini, jadi ia bisa membuat alasan yang logis untuk Hana dan Razka.


Jam kedua telah usai, dosen sudah keluar dari kelas Riana, beberapa teman sekelasnya juga sudah menyusul keluar satu persatu. Sedangkan Riana masih terdiam larut dalam pikirannya. Tanpa ia sadari Razka sudah ada disampingnya menepuk pundaknya.


“Ri, ayok keluar.” Ajaknya


“Han yok keluar.” Lanjutnya mengajak hana.


“em.. maaf ya Mas, aku gak bisa ikut, aku ada tugas kelompok minggu depan, rencana mau tak kerjain sekarang. Ini mau hubungin kelompokku yang lain buat ngerjain bareng.” Ujar Riana menolak ajakan Razka. Sesuai dengan yang ia rencanakan sejak tadi, ia berharap semoga mereka merelakannya tidak ikut berkumpul hari ini.


“yah gak seru banget kamu Ri...” ujar Razka


“iya ih gak seru banget kamu Ri, terus aku sama siapa kalau kamu gak ikut?” Protes Hana


“sama Chafi aja sih Han.” Jawab Riana


“beneran gak ikut nih?” tanya Razka lagi meyakinkan Riana

__ADS_1


“gak mas beneran, maaf ya..” jawab Riana dengan penyesalan


“yaudah yuk Han,” ajak Razka pada Hana, Hana berdiri dan mengikuti Razka yang mulai berjalan membelakangi Riana yang masih terduduk di bangkunya.


“kita duluan ya Ri” Hana menoleh ke belakang sembari melambaikan tangannya pada Riana yang masih setia duduk dibangkunya, memandangi kepergian Razka, hana dan Hafiz dari kelas.


“iya... maaf ya gak bisa ikut.” Ujar Hana membalas lambaian Hana.


Huuffft.... Riana menghembuskan nafas setelah kepergian mereka.


“kerja bagus Riana, kamu sudah mengambil langkah yang benar.” Ujarnya pada dirinya sendiri.


Riana kemudian membereskan bukunya dan berniat menemui kelompoknya untuk berdiskusi tentang makalah yang akan mereka buat bersama. Ia menoleh ke kanan kiri mencari teman-teman satu kelompoknya, tanpa ia sadari ternyata kelas sudah sepi hanya tersisa dirinya dan satu mahasiswi pendiam yang sedang duduk bangku pojok belakang, terlihat ia sedang asik membaca sebuah buku tebal di atas mejanya.


Riana melangkahkan kaki menuju bangku yang gadis itu tempati. Gadis itu bernama Erina, ia kebetulan salah satu teman sekelompok Riana, kelompoknya terdiri dari empat orang salah satunya Erina dan dua lainnya Ilham dan Arif yang sudah tidak terlihat batang hidungnya di kelas.


“iya bisa kok, tapi jam 3 sorean aku harus kerja nanti misal belum selesai kita lanjut besok ya.” Jawab Erina.


“iya gak apa-apa, santai aja nanti kalau belum selesai biar tak selesaiin aku aja di rumah.” Jawab Riana


“sebentar ya tak hubungin Ilham dan Arif, kita kumpul di perpus aja kali ya biar enak langsung nyari materi jadi gak terlalu buang-buang waktu.” Lanjut Riana sembari mencari nomor Ilham dan Arif di grup chat kelas.


“oke deh aku ikut aja gimana baiknya.” Jawab Eri menyetujui


“ini mereka udah bales katanya setelah makan mereka langsung ke perpus, kita kesana duluan kali ya dari pada disini.” Ajak Riana setelah membaca pesan dari Ilham dan Arif.

__ADS_1


“oke.” Jawab Eri sembari memasukkan novel yang ia baca sedari tadi ke dalam tas gendong berwarna coklat tua miliknya.


“kamu bawa laptop gak Ri?” tanya Eri


“bawa kok.” Jawab Riana


“owh yaudah syukur deh, soalnya aku lupa bawa charger.” Jelas Eri, mereka lalu keluar kelas bersama-sama.


“aku beli jajan ma minum dulu ya sebelum ke perpus, mayan laper soalnya aku... nanti malah gak konsen pas ngerjain makalah kalau perutku laper he he he” ujar Riana yang tidak bisa menolelir perutnya yang memang lapar.


“kamu laper gak Er? Atau kamu gak suka jajan, pengen makan? Atau gimana, soalnya aku belum pernah liat kamu makan atau jajan selama di kampus.” Lanjut Riana


Ya Riana memang tidak pernah melihat aktifitas lain dari seorang Erina selain membaca novel ataupun buku saat jam istirahat maupun jam kosong, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kelas dan Riana juga belum pernah bergaul dengan Erina karena keseringan jalan bareng Razka dan sekawananya.


“maaf ya Er aku kebanyakan ngomong, maaf kalau kamu gak nyaman, soalnya aku bingung kalau ngadepin orang yang pendiem kayak kamu.” Riana terlihat sedikit canggung dan merasa tidak enak hati pada Erina karena kebanyakan tanya.


“aku jajan juga ko, kalau laper ya makan, biasanya aku makan sendiri kalau emang pengen makan.” Jawab Eri


“santai aja aku juga sebenernya cerewet tapi aku susah beradaptasi dan mengenal orang baru makanya terkesan pendiem banget.” Jelas Eri pada Riana


“kita jajan aja ya biar ga terlalu makan waktu. Kan ada kantin ntar sebelum area perpustakaan kita beli disana aja.” Lanjut Eri


“siap, yuk gas ke perpus, pake motorku aja ya, nanti tak anterin kesini kalau sudah selesai dari perpusnya.” Ujar Riana


“oke.” Jawab Eri

__ADS_1


Eri dan Riana kemudian berjalan ke arah parkiran untuk mengambil motor Riana, kemudian Riana dan Eri berboncengan menuju ke kantin kampus yang dekat dengan perpustakaan. Mereka membeli beberapa makanan dan air mineral dan menyantapnya di bangku kantin. Mereka tidak bisa membawa makanan ke dalam perpustakaan karena ada larangan membawa masuk makanan ke perpustakaan jadi mereka memutuskan menghabiskan makanan mereka terlabih dahulu baru masuk ke perpus untuk mengerjakan tugas.


__ADS_2