
Setelah 35 menit mengendarai sepeda motornya, akhirnya Riana sampai di parkiran motor kampusnya. Sesampainya di parkiran Riana mencari tempat kosong untuk memarkirkan motornya, tepat di depan toilet diujung area parkir terlihat ada area yang kosong, Riana tanpa ragu langsung memarkirkan motornya di sana.
Riana menengok ke kanan dan ke kiri, mencari keberadaan Hana teman barunya sembari melepas kaitan helmnya dan meletakkan helm nya di salah satu spion motor pink kesayangannya. Karena tidak menemukan keberadaan Hana, Riana memutuskan turun dari motornya dan berjalan kearah gedung melewati toilet pria yang memang bertempat pojok belakang gedung fakultasnya.
“Hana kok belum dateng ya, padahal janjian ketemu jam 7, ini udah jam 7 lebih 10 menit kok belum ada ya?” tanya Riana pada dirinya sendiri sambil memeriksa ponselnya.
“Atau mungkin dia udah duluan ya karna aku telat 10 menit, masak dia tega sih ninggalin aku”. Gerutu Riana yang menerka-nerka keberadaan teman barunya. Riana memutuskan mengirim pesan ke Hana sambil berjalan mendekati pintu masuk toilet. Tanpa disadari oleh Riana, tiba-tiba muncul seorang laki-laki dari dalam toilet dengan tergesa-gesa.
Bug... Suara benturan dari tubuh Riana dan laki-laki yang keluar dari toilet itu, Riana terhuyung kebelakang tapi untungnya keseimbangannya masih terjaga jadi dia tidak sampai jatuh terjungkal kelantai.
“aauuuhh...” teriak Riana kesakitan memegang lengannya yang terbentur tubuh laki-laki didepannya. Riana mendongak ke arah laki-laki itu. Raut wajah Riana berubah setelah melihat wajah laki-laki asing tersebut.
“maarrkk lee....” Riana terkejut dengan raut wajah yang kocak sambari menutupi mulutnya dengan satu tangannya, setelah melihat wajah laki-laki itu. Riana terkejut karena wajah laki-laki itu agak mirip dengan salah satu idolanya, Mark Lee NCT salah satu member dari boygrup Korea.
Ya memang Riana adalah gadis yang sangat tergila-gila dengan artis-artis dan idola KPOP, baginya mengidolai artis-artis Kpop memberinya semangat dan kebahagiaan. Riana bahkan sampai melewatkan masa SMA nya tanpa merasakan manisnya cinta seperti remaja lain karna baginya mencintai idolanya sudah lebih dari cukup untuk memberikan ia kebahagiaan. yah memang sebucin itu seorang Riana pada Kpop dan idola-idolanya.
“Maaf ya, aku tadi jalannya meleng”. Ujar Riana setelah tersadar dari kehaluannya.
“Iya gak pa pa, maaf juga ya, aku buru-buru”. Jawab laki-laki itu sembari berlari meninggalkan Riana.
Setelah melihat kepergian laki-laki itu, Riana kembali mengetik pesan menanyakan keberadaan Hana. Sebelum pesan itu ia kirim ternyata Hana muncul dari ujung parkiran.
“ Riii...” teriak Hana lumayan keras
“Hana... tak kirain kamu ninggalin aku.” Jawab Riana sembari berlari kecil menuju ke arah Hana berada.
“Sorry, Tadi aku ketemu temenku pas nungguin kamu jadi diajak ngobrol dibalik pohon itu.” Tunjuk Hana pada pohon besar nan rindang disamping taman kecil di belakang gedung fakultas ekonomi.
Kampus Riana ini sangat asri, karena disetiap sudut ada banyak pepohonan besar yang dikelilingi bunga-bunga kecil dibawahnya. Setiap area pepohonan ada bangku memanjang yang biasa digunakan mahasiswa untuk beristirahat maupun nongkrong santai dengan teman-temannya.
__ADS_1
“kok aku gak liat kamu sih tadi pas liat ke arah situ, Cuma ada satu cewek yang ngobrol sama dua cowok aja.” Tanya Riana bingung
“ya jelas gak liat lah kan aku di balik pohon pas, itu tadi temen MA ku semua.” Jelas Hana
“iya deh yang punya temen.” jawab Riana dengan nada males
“yee, jangan ngambek gitu dong, yang gak punya teman hahaha...” ejek Hana sambil tertawa jahil
Riana dan Hana cepat sekali akrab, setelah dari kampus kemarin mereka bertukar pesan semalaman, jadi hubungan mereka semakin akrab, sehingga tidak mengherankan apabila mereka bertingkah layaknya sahabat yang sudah kenal bertahun-tahun.
“tadi siapa cowok yang sama kamu didepan toilet?” tanya Hana yang melihat adegan tabrak lari Riana tadi.
“Mark Lee” jawab Riana seraya tersenyum mengingat wajah laki-laki yang menabraknya tadi
“Mark Lee tu siapa lagi... hadeuh ri ri, kamu tu jangan ngomongin idolamu sama aku, aku gak kenal ma pacar-pacar halumu itu”. Keluh Hana yang males kalau Riana bahas idolanya.
“beneran mirip dikit-dikit ko, ganteng tau Han, kalau kamu liat wajahe dari dekat pasti kepincut kamu.” Ujar Riana menggoda Hana
“oke kita buktiin kalo ditakdirin ketemu kita ntar awas ya kalo kamu suka.” Tantang Riana masih menggoda temannya
“terserah kamu lah ri, asal kamu bahagia aja.” Jawab Hana lelah dan pasrah dengan tingkah Riana
“Udah hampir setengah delapan nih, yok ke kelas.” Ujar Hana setelah melihat jam di pergelangan tangan nya yang putih. Hana lalu menarik tangan Riana mengajaknya berlari menuju kelas. Hana tidak mau telat di hari pertamanya kuliah.
Setelah berlari dan menaiki tangga, mereka sampai di ruangan kelas mereka, ruangan paling ujung di lantai 3 ini. Setelah sampai tepat di depan pintu belakang kelas mereka, mereka berhenti sejenak untuk memulihkan nafasnya yang ngos-ngosan, setelah nafasnya mulai normal mereka memutuskan untuk masuk ke dalam kelas lewat pintu belakang yang tepat di depan mata mereka.
Di dalam kelas terlihat banyak teman sekelas mereka yang sudah memenuhi lebih dari setengah bangku-bangku yang berjejer rapi di dalam kelas itu, terlihat ada beberapa gerombol anak yang asik mengobrol dengan teman di bangku kanan kirinya, ada juga yang hanya berdiam diri memandang gerombolan amak-anak yang sedang bergerombol. Mungkin mereka saling memperkenalkan diri mengingat ini hari pertama mereka saling bertemu sebagi teman satu kelas.
Setelah beberapa saat memperhatikan seisi kelas yang hampir penuh itu, Riana melihat beberapa kursi kosong dibagian tengah pada baris paling ujung, tepat disamping jendela.
__ADS_1
“Han, kita duduk disana aja ya biar bisa liat keluar kelas hhhe.” Ujar Riana dengan mata berbinar, Riana dengan semangat berjalan kearah kursi itu sembari menarik tangan Hana.
“aku belakang ya kamu yang depan, aku belakang” pinta Riana pada Hana setelah sampai di bangku kosong tersebut.
“ya ya aku mah nurut aja Ri” jawab Hana sambil tersenyum lembut. Mereka berdua duduk di kursi masing-masing.
“Udah hampir setengah delapan nih, paling bentar lagi dosennya masuk RI.” Ujar Hana sambil menolehkan kepalanya kebelakang tempat Riana Berada.
“aku deg degan Han.” Ujar Riana terlihat sedikit grogi.
“bisa grogi juga kamu Ri.. hahaha” ledek Hana seraya tertawa terbahak-bahak
Riana memanyunkan bibir dan menatap Hana sebal karena terus mengejeknya. Perhatian Riana kemudian teralihkan setelah melihat orang yang tidak asing baginya masuk ke dalam kelas.
“Hana Mark Lee Han” Tangan Riana menepuk-nepuk pundak Hana dengan mata masih terfokus pada laki-laki yang baru memasuki kelasnya itu. Laki-laki itu mengenakan jins biru tua berkemeja kotak-kotak berwarna merah muda yang terlihat pas dan manis dikenakannya. Kulit putih, wajah tampan dan rambut hitam lurus yang dipotong rapi dengan poni yang dibelah tengah memberikan kesan sempurna pada penampilannya.
Laki-laki itu melangkah menuju ke bangku kosong yang ada disamping Riana, ia menaruh tas nya di meja terlebih dahulu kemudian ia memutar tubuhnya bersiap untuk duduk, saat hendak duduk ia tanpa sengaja melihat kesamping kursi dan melihat sosok gadis yang ia tabrak tadi pagi.
“loh kamu yang di depan toilet tadi kan.” Tanya laki-laki sambil melangkah kearah Riana.
“Maaf banget ya tadi aku buru-buru banget mpe gak sengaja nabrak kamu” ucap laki-laki yang berdiri tepat disamping Riana.
Riana masih terdiam memandangi laki-laki didekatnya itu.
“gak nyangka lo kita malah sekelas, kenalin aku Razka.” Lanjut laki-laki bernama Razka itu, sedangkan Riana masih terdiam memandanginya.
“eh gak pa pa ko, Riana... aku Riana” jawab Riana tersadar
“oke Riana salam kenal ya, karna udah kenalan berarti udah temenan ya kita’ ujar Razka sembari melangkah menuju bangkunya.
__ADS_1
“ya oke.” Jawab Riana yang masih sedikit terbengong karna terpesona dengan Mark Lee kw nya itu.
Tanpa disadari Riana, Hana yang sedari tadi terdiam ternyata fokus memperhatikan Razka sejak Razka menuju kebangkunya sampai Razka berbincang dengan Riana. Benar kata Riana kalau Hana akan terpikat setelah melihat ketampanan laki-laki itu. Yah memang hampir semua mahasiswi yang di kelas ini terpesona setelah melihat Razka masuk ke kelas ini.