
Nao terus-terusan menempel padanya hingga parkiran sekolah.
“nao, lihat disana pak guru memanggil.”
Luca menunjuk kearah pagar depan sekolah dan disana memang ada guru yang berdiri.
“huh ? oh ya ? oke, aku kesana sebentar. Jangan pergi dari sini ya.”
Nao berucap sambil berjalan ke arah guru itu.
Luca melihat nao sudah agak jauh dari tempatnya berdiri.
‘like hell I would’
Ia langsung naik sepeda nya dan mengayuh dengan cepat kearah gerbang belakang sekolah mereka.
Nao menoleh dan melihat luca sudah pergi.
“woi!! Luca jangan kabur!!.”
Luca mengabaikan teriakan nao dan tidak menoleh sama sekali kebelakang.
Nao menggaruk kepala nya bingung.
***
Setelah ia berhasil kabur, ia langsung cepat-cepat masuk ke apartemennya dan melempar tas ke sofa.
Ia duduk di sofa sambil mengingat kembali kejadian diatap sekolah tadi siang dan mengibas poni yang menghalangi matanya.
“ ah sialan kacau sekali….bisa-bisanya aku lengah sedikit.”
Keluhnya sambil melepas seragam dan melemparkan seragam itu kedalam keranjang yang didepan pintu kamar mandi.
Ia lalu pergi masuk kedalam untuk menenangkan pikirannya yang kacau.
Ting !
Suara handphone luca berbunyi.
Luca keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi area pinggang kebawah.
Akhirnya tattoo – tattoo yang ada disekitar tangan, kaki, dada dan leher yang diawal tidak terlihat mulai mengeluarkan warna, serta pupil mata luca yang awalnya ungu berubah menjadi merah darah, semua itu berubah karena air hangat yang ia gunakan untuk mandi tadi.
Ini juga salah satu hal yang luca ingin tidak ada seorang pun yang tau.
>>> ini adalah ciri khas turun temurun dari keluarga del castio, atau mungkin bisa dikatakan kutukan ? tattoo-tattoo yang menjadi sebuah bukti dan pupil mata yang memiliki kelebihan tersendiri yaitu penglihatan maksimum 1000 kali lebih tajam dari kebanyakan manusia normal.
Ia dapat melihat isi notifikasi handphone nya yang menyala dari depan kamar mandi tempat dimana ia berdiri. Namun, tidak langsung mengambil handphone tersebut.
Ia malah pergi ke dapur untuk mengambil air putih.
Setelah ia selesai memuaskan dahaganya barulah ia mengambil handphone itu dan membaca ulang isi notifikasi yang muncul tadi.
||6-15-24 UVWNPXRQ||
‘FOX HIJACKED’
Luca yang sudah melihat isi notif tadi langsung memasang bajunya dan keluar.
Ia menaiki rolls Royce sweptai miliknya dan meluncur menuju rumah utama.
***
“selamat datang tuan muda Luca.”
Seorang pria paruh baya berdiri didepan pintu rumah yang besar seperti istana bersamaan dengan puluhan pelayan yang ikut berdiri menyambut luca.
“selamat datang tuan muda."
Mereka berbicara serempak dan setengah membungkuk hormat kearah luca yang baru saja keluar dari mobilnya.
“malam, semuanya aman ?.”
Luca basabasi lalu memberikan kunci mobilnya kepada salahsatu pria yang sudah berdiri disamping nya, dan memberikan jaket yang ia kenakan ke pria paruh baya tadi.
Pria itu menyambut jaket luca dan mulai berjalan beriringan dengan luca. Salah satu pelayan datang kearah pria tadi dan mengambil jaket yang diserahkan kepadanya untuk disimpan.
Lalu pelayan itu pergi Bersama puluhan pelayan yang lainya untuk melanjutkan tugas mereka masing-masing.
Selain menjadi seorang pelajar, luca adalah wakil ketua organisasi yang bertugas menjalankan kegiatan di balik layar juga. Dan hanya beberapa orang dirumahnya tau profesi itu.
“maaf tuan muda, harusnya anda pulang akhir pekan. Tapi karena laporan mendadak yang harus saya sampaikan secara langsung, saya tidak ada pilihan lain selain menghubungi anda.”
“tidak apa-apa sebas.”
Pria paruh baya itu bernama Sebastian Versailles, ia adalah kepala pelayan di keluarga del castio.
“apa tuan makan dulu?.”
__ADS_1
Tawar Sebastian
“boleh.”
Luca langsung menjawab dengan cepat, ia tidak mau mendengar omelan Sebastian jika ia menolak untuk makan.
“baiklah tuan, kami akan menyiapkan.”
“silahkan tuan beristirahat dulu.”
Ia lalu meninggalkan luca yang berdiri ditangga sambil membungkuk hormat.
“akhirnya aku sendiri.”
Luca menghela nafas dan berbisik pelan.
“ya tuan ?.”
Sebastian bertanya dari bawah tangga dan luca kaget. Bisa-bisanya orangtua ini mendengar suaranya padahal ia berbisik sangat pelan dan jarak ia berdiri pun lumayan jauh dari posisi Sebastian.
“hah…oh tidak ada apa-apa.”
Setelah menjawab Sebastian, ia langsung masuk keruang kerja yang ada dirumahnya itu dengan cepat.
Sekilas ia sempat melihat senyum tipis yang diberikan Sebastian sebelum ia pergi.
‘orangtua yang menyeramkan !.”
***
Tok tok tok
Seseorang masuk setelah mengetuk pintu ruang kerja luca.
"Tuan muda, saya bawakan teh untuk anda. Silahkan menghangatkan diri."
seorang pemuda sebaya dengan Luca masuk ke dalam, dia adalah Cain tangan kanan Luca sekaligus bodyguard dan pelayan pribadi luca yang di tunjuk orangtua nya, ia juga anak dari sebastian kepala pelayan mereka.
'Oh Tuhan, orang menyebalkan satu lagi datang.'
Luca melihat Cain masuk dengan nampan berisi teko dan cangkir teh antik, Luca lalu menghela nafas, sebenarnya dia tidak mau bertemu dengan Cain, bukan karena dia tidak suka tapi Cain orang kedua yang cerewet ke Luca.
Keluarga Luca bekerja di bidang tambang emas, berlian, minyak bumi , property, pelayaran, alat berat dan mempunyai banyak cabang di berbagai negara, orangtua Luca sendiri tinggal di pusat negara penghasil minyak bumi terbesar yaitu amerika serikat. Namun, dibalik kesuksesan itu mereka juga adalah orang yang berpengaruh di dunia gelap dan dikenal memiliki kemampuan spesial yaitu pembunuh bayaran dari jaman dahulu.
Luca sebagai anak pertama dan penerus keluarga Del Castio harus menjalankan organisasi mereka di balik layar dengan menyembunyikan identitas aslinya.
"Tuan mengenai 'fox hijacked' saya mendapat laporan bahwa target adalah seorang dewan perwakilan rakyat, di duga target tersebut melakukan penggelapan uang rakyat dan juga menggunakan hak nya untuk mengubah hukum dengan semena-mena sehingga banyak rakyat yang menderita. para petinggi berpesan ke tuan untuk menangani hal ini secepatnya karena mereka merasa target mulai meresahkan beberapa pihak."
"hmm..."
Luca hanya bergumam sambil melihat kertas laporan yang ada di tangannya.
tok tok tok
"Tuan muda makanan sudah siap."
suara di balik pintu membuat pembicaraan Cain dan Luca terhenti.
"baiklah, kita lanjutkan setelah makan Cain."
Luca berdiri dan pergi ke arah suara tadi, Cain mengangguk dan mengikuti Luca dari belakang.
****
setelah Luca selesai makan, dia kembali ke ruang kerja nya diiringi oleh Sebastian dan Cain.
"Tuan muda ini surat undangan yang harus tuan hadiri, dan ini daftar para tamu undangan."
Cain memberikan nampan berisi surat beserta kertas ke arah Luca dan Luca membaca dengan singkat.
"Hah… jadi target juga menghadiri acara ini?."
"Iya Tuan."
Ucap sebastian sambil menuangkan Teh herbal ke cangkir yang ada di meja kerja Luca.
"Dan juga, Tuan besar berpesan agar Cain masuk ke sekolah Tuan muda."
Uhuk!
Luca terbatuk mendengar laporan sebastian.
"Hah?? Sebentar."
Dia menyambut sapu tangan yang di sodorkan oleh Cain dan mengelap area bibir nya.
"Kau bercanda."
Ucap Luca tidak percaya.
__ADS_1
"Tidak tuan, anda bisa menghubungi Tuan besar untuk memastikan."
Sebastian dan Cain tersenyum ramah, tapi senyuman mereka di artikan lain oleh Luca.
Dia pun langsung mengeluarkan handphone nya dan menghubungi ayah nya untuk memastikan.
Tut tut tut
' Sial! Ayah! Cepat angkat !.'
Ucap Luca frustasi dalam hati
" Hello son, ada apa?."
Jawab suara di seberang sana dengan santai.
"Dad! Seriously??."
Ucap Luca frustasi.
"Eh? Oh! Kamu sudah dirumah? Yes, actually that's was our plan son…. Hahaha."
"What?? But why-... ."
Luca kehabisan kata-kata, dia berpikir kalau seandainya Cain satu sekolah dengannya, identitas yang dia sembunyikan selama ini akan terbongkar.
Dia memikirkan lagi usaha yang dia lakukan selama ini demi hidup damai akan sia-sia, Luca memegang kepala nya yang mendadak sakit.
"There's a reason son, and you've been alone all the time, I just want you to spend your time with a friend… lagipula Cain seumuran dengan mu… dia bisa menjagamu setiap saat and we won't worried anymore."
"Dad you give me a headache! Aku cuma mau hidup dengan damai dan tidak ketahuan."
Luca protes ke ayahnya.
"Just accept son, since you live with a name of Del Castio… Whenever you want to live in peace or what, you can't run away from dangers, this is an order for you."
"but why Cain? tidak ada yang lain?."
Luca berkata dengan nada pelan sambil melihat ke arah Cain yang memiringkan kepalanya bingung.
ia juga melihat ke arah Sebastian yang masih tersenyum dengan ramah walaupun ia tau senyuman itu memiliki arti lain.
"It's okay son. Cain was a perfect candidate for you. beside him, No one suitable to an aide you di sekolah.."
Ayah nya menasehati Luca dan mengingatkan dirinya bahwa bahaya akan selalu mengintai nya jika dia terlalu lengah dengan keadaan.
"Okay, up to you dad, aku lelah i won't refuse again i'll accept your orders."
'aku tidak bisa menolak kalau ayah sudah memberikan perintah.'
Astaga kepala ku, kenapa semua nya bisa jadi kacau begini.
Luca kehabisan kata-kata dan hanya memegang kepala belakang nya yang benar-benar sakit karena keadaannya saat ini.
" Good, well, take a rest now"
Ayah nya memberikan perintah lagi ke Luca.
" as you wish Dad."
Luca menutup telpon nya setelah berbincang sebentar dengan ayahnya.
"bagaimana Tuan muda ?."
sebastian bertanya lagi ke Luca untuk memastikan keadaan.
"apa Tuan luca tidak suka dengan saya?."
Cain bertanya dengan ekspresi sedih ke arah Luca sambil memeluk nampan yang dia gunakan untuk mengantar teh di awal Luca masuk.
'ugh! jangan coba-coba memasang muka seperti itu ke aku.'
Luca protes dalam hatinya sambil memijat area tulang hidung nya yang tiba-tiba nyeri, dia tidak tahan ketika melihat Cain memasang ekspresi seperti anak anjing yang ditelantarkan.
"hhhh.... well, besok Cain akan satu sekolah dengan ku, aku tidak akan protes lagi, dengan satu syarat! Cain kau harus pura-pura tidak mengenal ku. "
"Dan sebas.... Tolong atur semua persyaratan untuk Cain."
Luca mendesah pasrah sambil memberikan arahan ke Sebastian dan perintah mutlak ke Cain.
"Huh? Tapi tuan muda saya harus melindungi tuan muda setiap saat."
Protes Cain dengan muka tidak setuju sambil masih memeluk erat nampan yang tadi dia pegang.
'Oh ayolah! Mana ada orang gila yang mau mengacau di sekolah !.'
|'argh!! kacau kenapa semua jadi kacau!!
sudahlah pecah kepala ku ni !! '
__ADS_1
Luca berteriak protes di dalam hatinya, dia merasa ingin tenggelam di dalam rawa-rawa saat ini juga...