
Tak terasa bel tanda jam pelajaran dimulai berbunyi.
luca pun memasukan handphone nya dan berdiri.
"tuan silahkan duluan, saya akan membereskan semua nya dulu."
Luca mengangguk dan berjalan meninggalkan cain.
luca masuk kedalam kelas.
Disana nao sudah menunggu sambil melipat tangan di dada nya, ia menatap luca dengan pandangan.
'untuk kesekian kali nya aku dibohongi.'
Luca hanya tersenyum dan pergi ke kursi nya melewati nao tanpa menyapa.
Nao langsung berdiri tapi kegiatan nya di intrupsi oleh guru ,guru itu masuk bersama cain yang membawa beberapa buku dan meletakan buku-buku itu keatas meja guru.
...****************...
bel pertanda bahwa sekolah sudah usai pun berbunyi lagi, beberapa murid mulai berlari di lorong.
Luca keluar dari ruangan bersama dengan cain.
"luca saat kau bersama cain, kau bersikap tidak seperti pelayan nya."
Ucap salah satu murid yang sering membully luca.
"apa urusan mu?."
Ucap cain tidak terima, luca menepuk bahu cain untuk mengingatkan dirinya.
"tidak ada ,hanya saja itu aneh menurut ku."
"dimana-mana pelayan pasti bersikap seperti pelayan kebanyakan, repot mengurusi kebutuhan tuannya. tapi lihat luca dia malah cuek."
lanjut pembully itu berbicara didepan pintu dengan teman disebelahnya.
luca langsung lewat tanpa memberikan respon apapun.
...****************...
Didepan sekolah ia dan cain menunggu mobil jemputan mereka.
Sebuah alpard silver muncul, cain bersiap untuk turun membuka pintu. Tapi ia ditahan luca dan malah luca yang membuka pintu tersebut.
"tu- luca !."
Protes cain, luca lalu memberikan kode melalui matanya. Ternyata dua orang yang banyak omong tadi memperhatikan mereka berdua dari pintu keluar sekolah bersama dengan teman-teman nya yang lain.
"ah baiklah."
Ucap cain mengerti, ia langsung masuk kedalam mobil dan luca ikut masuk juga.
"tuan muda, demi apapun saya tidak terbiasa harus berpura-pura seperti ini."
Cain mendesah frustasi
"tenang saja cain, sebentar kau akan terbiasa."
"tidak tuan, ini rumit."
protes cain
...****************...
Mereka pun akhirnya sampai di apartemen luca, cain ingin menjerit ketika melihat ruangan luca yang berantakan.
Luca cuek dan masuk kedalam kamar mandi.
Tidak lama setelah itu, ia keluar dan melihat cain yang sudah membereskan isi ruangan yang berantakan tadi.
"tuan, anda sudah selesai?."
cain buru-buru mengambil handuk dan memberikannya ke luca untuk mengeringkan rambut luca yang basah oleh air.
'sampai sekarang saya masih takjub dengan tatto-tatto dan pupil mata dari seorang del castio.'
__ADS_1
ucap cain dalam hati ketika melihat luca.
"saya sudah menyiapkan jas dan akesoris anda tuan."
Luca mengangguk dan pergi keruang ganti baju di apart nya. Ia mengenakan kemeja putih, dan celana kain berwarna abu-abu serta jas yang memiliki warna yang sama . Lalu Ia mulai merapikan rambutnya dan mengenakan rolex favoritnya.
Tok tok tok
cain masuk sudah siap dengan setelan jas ala pelayan miliknya.
"tuan ingin memakai mobil apa malam ini?."
ucap cain.
Luca awalnya diam, tidak menggubris omongan cain. Tapi saat ia menoleh ke arah cain, ia mengenyrit kan alisnya.
"cain kita sedang menjalankan misi rahasia, lihatlah pakaian mu kau ingin membuat orang berpikir aku anak orang kaya manja yang tidak bisa pergi ke pesta sendirian?."
Protes luca
"eh tapi tidak apa-apa, ide bagus juga."
ia memotong omongan nya sendiri,Ia menemukan ide menarik untuk menghadiri pesta nantinya.
Cain cuma bisa bingung melihat kelakuan tuannya yang plin plan.
"aku mau pakai buggati saja."
Ucap nya lagi
"baiklah tuan saya akan menyiapkan nya, 15 menit lagi saya siap diluar."
Ucap cain sambil membungkuk dan pergi.
luca hanya diam dan menyiapkan semua yang ia perlukan nantinya.
...****************...
15 menit berlalu
Luca keluar dari kamarnya dan berjalan menuju lift, disana cain sudah berdiri.
Ucap cain mempersilahkan luca untuk masuk terlebih dahulu.
mereka berdua berdiam diri saat lift turun menuju lantai dasar.
"cain, nanti jangan kaget dengan kelakuan ku ya."
"hm, baiklah tuan."
lift pun sampai di lantai dasar, disana sudah ada penjaga yang menyiapkan mobil luca. Cain langsung menyambut kunci mobil yang diberikan penjaga tadi, ia langsung membuka pintu agar luca bisa masuk. Dan menyusul masuk ke kursi pengemudi.
Mobil pun mulai berjalan perlahan meninggalkan area apartement tersebut.
...****************...
Akhirnya mereka sampai ditujuan, disana sudah banyak tamu undangan yang datang.
Tuan rumah berdiri didepan pintu rumah mereka yang megah menyambut sambil tersenyum dan berbincang-bincang sebentar dengan tamu-tamu yang datang.
cain memarkirkan mobil didepan rumah megah itu, dan semua mata memandang ke arah mobil mereka.
cain keluar dan membuka kan pintu mobil untuk luca. Luca keluar dengan angkuh sambil membenarkan jas nya.
"maaf tuan, bisa saya lihat undangan anda?."
Seorang penjaga datang menghampiri luca.
"Kau tidak tau aku siapa !?."
Bentak luca
Penjaga itu kaget karena dibentak,namun tetap berusaha agar profesional.
"maaf tuan, ini prosedur dari tuan rumah."
penjaga itu memberikan penjelasan dengan sabar, dan masih tersenyum.
__ADS_1
cain yang selesai memberikan kunci ke penjaga lainnya, menghampiri luca ketika melihat keributan itu.
"ada apa tuan?."
ucap cain, berdiri disamping luca
"penjaga ini menghalangi aku masuk."
luca berdecak kesal, cain yang mengerti lalu memberikan undangan yang ia keluarkan dari dalam jas nya.
Penjaga itu menyambut undangan tadi dan membaca sebentar, ia langsung membungkuk
"maaf tuan castio, saya tidak tau. Kalau anda adalah keluarga del castio, saya akan memanggil tuan rumah."
Muka penjaga itu pucat dan sambil membungkuk meminta maaf, ia ijin pamit.
Penjaga itu menghampiri tuan rumah yang menyambut tamu tadi, tuan rumah dan istrinya langsung panik dan sedikit berlari kecil kearah luca.
"selamat malam tuan muda, mohon maaf atas ketidak nyamanan yang diberikan oleh penjaga saya."
Ucap tuan rumah tadi sambil mengusap keringat yang keluar dari dahi nya menggunakan saputangan yang ia ambil dari saku.
"malam, tidak apa-apa saya yang meminta maaf membuat sedikit keributan di hari bahagia kalian berdua. Selamat hari anniversary pernikahan untuk kalian berdua."
Ucap luca seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
"oia ayah dan bunda tidak bisa datang jadi saya yang mewakilkan mereka berdua." tambahnya lagi
"tidak apa-apa tuan ,suatu kehormatan keluarga del castio dapat hadir di acara kecil kami."
'kecil eh'
Cibir luca dalam hati. Ia melihat persiapan pesta yang mereka adakan tidak bisa dibilang kecil.
Ucap istrinya yang memberikan hormat, perempuan itu mengulurkan tangannya. Dan di sambut kecupan singkat ditangan tersebut dari seorang luca.
'****, menjijikan harus berlagak seperti gentleman.' ucap luca dalam hati
"baiklah tuan, silahkan masuk sebentar lagi acara akan dimulai."
Luca mengangguk dan pergi meninggalkan mereka berdua yang masih berdiri disana menunggu luca masuk.
mereka lalu berjalan di belakang luca.
luca berjalan sambil memasukan kedua tangan nya di saku celana secara angkuh.
"lihatlah siapa dia?."
"apakah dia orang penting? Sampai-sampai keluarga martin berjalan di belakang anak itu."
beberapa istri konglomerat berbisik satu sama lain.
"tuan muda, mari saya perkenalkan ke tuan ram. Beliau adalah sosok penting yang saya undang juga."
ucap tuan rumah
'oh ini targetnya.'
"selamat malam saya rohan ram"
Pria itu mengurulkan tangannya, untuk berjabat tangan.
"luca del castio"
Ucap luca masih dengan gaya nya yang tadi.
Ia mengabaikan uluran tangan itu.
Pria tadi dengan canggung menarik tangannya.
luca lalu pamit kepada tuan rumah dan mencari cain yang tadi ia tinggal pergi duluan.
Selagi mata nya sibuk mencari cain, ia memperhatikan orang-orang yang datang dipesta itu satu persatu, lalu ia merasa suasana pesta yang diadakan ini terbilang sangat meriah. Dimana banyak artis-artis terkenal yang diundang dan beberapa para petinggi yang datang merupakan orang yang sering muncul di televisi.
"selamat malam semuanya, saya bersama istri sangat bahagia anda semua dapat menghadiri acara ini. Singkat kata silahkan menikmati acara ini"
Tepuk tangan memenuhi isi ruangan besar itu, dan pemain musik mulai memainkan alunan lagu demi lagu untuk memeriahkan suasana.
__ADS_1
...****************...