Cara Untuk Hidup Sederhana

Cara Untuk Hidup Sederhana
vii. gagal


__ADS_3

Pelayan-pelayan keluarga martin mulai masuk kedalam aula dan berjalan berbaris sambil membawa nampan berisi bermacam-macam makanan dan minuman.


salah satu pelayan menawarkan nampan berisi gelas anggur kepada luca, ia menolak tawaran itu.


Luca masih sibuk mencari cain, namun ia tidak menemukan keberadaan pelayan nya itu.


Lalu luca memeriksa jam tangannya, ia melihat bahwa waktu menunjukan sudah pukul 10 malam.


karena lelah mencari cain yang tak kunjung ia dapati, dirinya lalu mencari kursi untuk rehat sejenak melepas pegal kaki nya karena tidak terbiasa menghadiri pesta yang menurutnya cukup menguras tenaga.


"selamat malam tuan, apakah kursi disamping anda kosong?"


Ucap seorang wanita, wanita itu memandangi wajah luca secara intens dan luca tau maksud wanita tersebut, namun maaf luca tidak selera dengan wanita yang lebih tua daripada dirinya apalagi wanita yang mencari kesempatan untuk berkenalan dengan berondong disaat suami mereka sibuk membahas bisnis bersama rekan kerja nya dipesta tersebut.


luca hanya diam dan membuang muka setelah menatap wanita tadi dengan ekspresi jijik.


Karena merasa di lecehkan, wanita tadi langsung pergi dengan kesal.


"tua bangka tidak tau diri"


Ucap luca jengkel


Ia agak sedikit merasa haus lalu ia memanggil seorang pelayan yang berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk. Merasa terpanggil pelayan itu lalu mendekati luca.


"wine tuan?"


Tawar nya


"tidak, bawakan saya air mineral saja"


Ucap luca, pelayan itu mengangguk dan pergi mengambilkan segelas air mineral untuk luca.


......................


Tak terasa waktu menunjukan pukul 12 malam


saat luca selesai melihat jam tangannya lampu di ruangan itu mendadak padam ,tiba-tiba lampu sorot menyinari tangga di ruangan itu, disana muncul seseorang yang memegang mikropon dan mengenakan topeng di wajahnya.


'topeng ?'


Ucap luca bingung didalam hatinya.


"selamat malam tuan-tuan dan nyonya-nyonya sekalian, perkenalkan saya albertian fransius. untuk menyambut perayaan anniversary pernikahan pasangan ini saya turut bahagia atas kehadiran anda sekalian,dan untuk ucapan terima kasih ,keluarga martin menyiapkan kejutan yang tentunya akan membuat para hadirin semua puas. Namun, demi lancar nya acara kejutan ini saya meminta para hadirin semua untuk mengenakan topeng yang sudah anda semua bawa. Kita akan mengadakan per-"


"permisi tuan"


Seorang pria memberikan luca sebuah topeng dengan corak emas yang dibalut kain berwarna hitam transparant, luca langsung mengambil topeng tersebut dan mengenakan nya.


Orang itu diam lalu berdiri di samping luca.


'siapa pria ini,suara nya terdengar familiar'


Ucap luca dalam hati, namun karena keadaan gelap ia tidak bisa memperhatikan secara jelas wajah orang itu.


"semoga nanti anda tidak terkejut karena sebentar lagi anda akan menyaksikan sesuatu yang menjijikan tuan"


Ucap pria itu kepada luca


Karena ucapan pria itu ,luca mengernyitkan alisnya bingung. Namun, luca memilih diam dan memperhatikan mc yang sedang berbicara.


"-perlelangan akan dimulai, barang yang akan di sajikan merupakan pilihan terbaik."

__ADS_1


"baiklah tanpa menunggu lama"


mc itu lalu mempersilahkan para penjaga untuk membuka tirai yang ada di sebelah tangga. Satu persatu isi tirai itu terlihat.


"cain!"


Ucap luca saat ia melihat sosok dibalik tirai.


"baiklah kita mulai dari urutan 01, ia memiliki keterampilan dalam bela diri dan bisa di jadikan bodyguard. Kita mulai bet nya dari harga 80 juta"


"100"


"200"


"300"


beberapa orang mengangkat tanganya dan menyebutkan nominal yang mereka inginkan.


"1"


"2"


"3"


"baiklah ! 01 dimenangkan oleh angka 24 ."


mc itu menunjuk ke arah pria yang mengangkat papan angka 24


semua orang bertepuk tangan


'cain masih ada diangka 07, aku harus memikirkan cara untuk membebaskan nya.'


Luca melihat sekitar nya dan menemukan ide.


"tuan luca ?."


ucap cain pelan


"sstt"


luca menyuruh cain diam, ia langsung memberikan cain kacamata malam. Cain mengenakan kacamata itu dan lari diam-diam dari panggung.


"mumpung masih ada waktu sebelum mereka memperbaiki listrik, kau cari cara supaya mereka tidak curiga. Ada yang mau aku urus dulu"


Ucap luca menghilang berbaur dengan kerumunan orang yang panik tadi , lalu cain mengangguk mengerti dan menyelesaikan tugas yang di berikan luca.


Cain mencari salah satu pelayan keluarga martin yang postur tubuh hampir mirip dengan tubuhnya.


"mmpphh"


pelayan itu mengerang dan langsung dibekap mulutnya oleh cain.


cain membuka baju pelayan itu dan menutup mata nya serta memborgol tangan pelayan itu.


ia lalu membawa tubuh pelayan yang setengah tidak berdaya itu ke atas panggung.


...****************...


setelah sekitar 15 menit berlalu,barulah listrik menyala.


"mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, untuk permintaan maaf kami, kami menyediakan kamar istirahat untuk para tamu menenangkan diri sejenak."

__ADS_1


Mc itu memberikan intruksi kepada para pelayan untuk menuntun para tamu yang ingin beristirahat.


"baiklah, dengan berat hati saya menunda acara perlelangan kita karena situasi tidak mendukung."


"namun acara perlelangan akan kita mulai lagi khusus untuk member vip."


ucap mc tadi.


luca lalu membuka handphone nya dan menekan nama cain dilayarnya.


" kau sudah bersembunyi?."


"iya tuan, saya sudah dijemput oleh ayah dan sekarang sedang diperjalanan."


"baiklah aku akan menyusul"


luca lalu pamit dengan tuan rumah dan pergi keluar


"mobil nya akan saya siapkan tuan."


Ucap salah satu pelayan yang bertugas di bagian parkiran.


"tidak usah, tolong berikan kunci mobil saya saja"


pelayan itu lalu memberikan arahan sebentar dan menyerahkan kunci mobil luca.


ia pergi keparkiran mobil dan menemukan mobil nya.


"sial !"


Luca memukul setir mobil nya dengan kesal.


"gagal rencana ku untuk menculik target."


"memang busuk cara mainnya orang-orang atas ini."


'aku harus pulang'


luca menjalankan mobil nya keluar dari area parkiran dan perlahan meninggalkan tempat pesta tadi.


......................


saat di perjalanan ke apartemennya, tiba-tiba handphone luca berbunyi.


sebuah nomor asing tertera


'nomor siapa lagi ini'


ucap luca heran


Ia tidak ingin mengangkat nomor tersebut, namun rasa penasaran nya sangat tinggi. ia lalu mengeluarkan handphone cadangannya dan menekan nomor darurat.


"cain tolong lacak nomor asing yang baru saja muncul di handphone ku."


"baiklah tuan"


"sebentar lagi aku mau ke apartemen kalau kau mau istirahat dulu sebentar di rumah utama tidak apa-apa, besok saja baru bertemu disekolah."


Ucap luca lagi.


"tidak tuan, saya akan menyusul tuan ke apartemen sebentar lagi.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2