Cara Untuk Hidup Sederhana

Cara Untuk Hidup Sederhana
viii


__ADS_3

luca sampai dibasement apartemen dan memarkirkan mobilnya. Tepat saat ia keluar dari dalam mobil, didepan lift sudah ada cain yang menunggu.


Cain membungkuk sebentar dan menghampiri luca, ia berdiri dibelakang luca.


Luca melepas jasnya dibantu oleh cain dan memberikan kunci mobilnya kepada cain.


“mari tuan.”


Luca mengangguk dan berjalan masuk kedalam lift, cain mengikuti dari belakang.


Saat mereka berdua berdiri didalam lift , luca melonggarkan dasi dileher dan mengibas kasar poni nya.


“argh sial…kacau sekali malam ini.”


“cain aku perlu penjelasan kenapa kau bisa terlibat perlelangan tadi, dan aku butuh informasi yang kau kumpulkan selama kita berpisah disana.”


Perintah luca


“baik tuan saya akan menjelaskan diatas nanti.


Ting 


Pintu lift terbuka


Cain langsung keluar dan membuka pintu apartement untuk luca .


“hey, sebelum kau memberikan laporan aku mau mandi dulu.”


“baik tuan tunggu sebentar, saya akan menyiapkan air hangat di bathtub.”


Saat cain pergi kekamar mandi menyiapkan segala yang diperlukan luca nantinya, luca sendiri pergi ke dapur dan membuka kulkas. Ia mengambil air dingin dan meminum air itu seperti orang yang kehausan.


Setelah selesai dengan kegiatan didapur tadi, ia pergi keruang tengah melepas kemeja dan dasi nya begitu saja. Ia mencari remote tv dan menyalakan tv tersebut lalu mencari chanel berita.


"selamat malam pemirsa, pesta perayaan ulangtahun pernikahan dari keluarga martin dimeriahkan oleh artis-artis papan atas-"


Seorang pembawa berita menyiarkan pesta yang baru saja ia datangi.


Ia berdecak kesal mengingat hal yang terjadi disana.


"tuan air nya sudah saya siapkan, silahkan."


Cain keluar dengan membawakan sebuah bath robes dan memberikan kepada luca.                                                


...****************...


luca keluar dari kamar dan duduk diruang tengah lagi. cain juga keluar dari dapur sambil membawa trolly yang berisi makanan dan minuman. 


“silahkan tuan, ini teh herbal yang biasa ayah saya buatkan untuk anda.”


“hati-hati teh nya masih panas”


cain menyodorkan secangkir teh yang masih mengeluarkan asap kepada luca, ia menyambut cangkir itu tanpa menoleh karena ia terlalu fokus memperhatikan isi dari tumpukan kertas yang ada didepannya.


“tuan, saya sudah melacak nomor tadi dan mengirimkan alamatnya di ponsel anda.”


luca membuka handphone nya dan melihat alamat yang dikirimkan.


“terimakasih, nanti kirim seseorang untuk memeriksa.”


“baik tuan.”


Mereka berdua terdiam beberapa saat.

__ADS_1


“cain duduk, bantu aku mengumpulkan beberapa kasus yang berhubungan dengan target.”


Cain lalu mengambil kursi dan duduk disamping luca, mereka sibuk dengan tugas mereka masing-masing.


“ngomong-ngomong tuan tidak banyak informasi yang saya dapatkan saat itu. Namun, samar saya mendengar nama target disebutkan.”


“tunggu, mulai dari awal cain.”


Cain lalu menjelaskan mulai dari saat ia ditahan oleh bodyguard yang berjaga didepan pintu, ketika ia ingin menyusul luca kedalam. Dan seorang pelayan yang menuntun ia ke sebuah ruangan yang berbeda dari ruangan para tamu.


"jadi disana apa yang kau lakukan?"


Ucap luca penasaran


"didalam ruangan itu saya bersama beberapa pelayan yang juga menurut saya mendapatkan perlakuan yang sama namun ada yang aneh."


"saya bertanya apakah memang tidak boleh mendampingi tuannya. semua orang malah melihat saya dengan tatapan bingung."


Luca menyimak omongan cain dengan sesekali menyeruput teh nya.


"lanjutkan"


Cain lalu mengangguk.


"lalu tuan, saya berdalih mencari toilet disana. Namun, saya tidak diijinkan berjalan sendiri dan di dampingi oleh salah satu pelayan rumah itu, didalam toilet ada wewangian yang tercium saat saya berada didalam. Entah mengapa wewangian tersebut membuat saya pusing dan kehilangan kesadaran"


"dan tanpa saya sadari saya berada di keramaian dengan baju tipis dan mata serta tangan terikat."


"dan disitu aku melihat kau berada di atas panggung"


'Sepertinya aku perlu menelpon ayahku'


"tolong hubungi ayah"


"hallo cain ada apa?"


Ucap suara di sebrang sana.


"selamat malam tuan besar, tuan muda ingin berbicara dengan anda."


"ini tuan"


Cain lalu memberikan ponsel nya ke luca.


"Dad, how are u ?."


"great son, but kenapa kamu menelpon menggunakan ponsel cain."


"ah iya dad, ponsel ku sepertinya di hack."


"i see, bagaimana pesta nya? Meriah?."


"dahell dad, mereka melakukan perlelangan. Paling parah nya lagi cain yang kena."


"bagaimana bisa?."


Luca lalu menjelaskan apa yang disampaikan oleh cain tadi.


"baiklah nanti ayah suruh sekretatis ayah membantu kamu menyelesaikan tugas ini."


"thank you dad, i want to sleep"


“alright….sleep well son, we love you.”

__ADS_1


 Ia menghela nafas, sebenarnya luca bisa saja menyuruh bawahan nya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Namun, ayahnya melatih dirinya untuk tidak tergantung dengan anak buah nya dalam menyelesaikan masalah internal ataupun eksternal yang terjadi di keluarga mereka.


“tuan sekarang sudah jam 3 subuh, sebaiknya tuan beristirahat.”


Cain mengingatkan luca karena mereka berdua nanti pagi masih harus melakukan aktivitas lain yaitu sekolah.


“sudah jam segini rupanya.” 


“ayo cain, kau juga istirahat.”


Lanjutnya sambil menangkat tangan keatas dan merenggangkan badannya yang terasa pegal.


“baiklah tuan saya akan menyusul juga setelah saya  merapikan ini semua.”


Luca melihat kearah mata cain yang menatap kertas-kertas yang berserakan di lantai dan di meja, ia agak merasa tidak enak karena cain merapikan sendirian.


“sini aku bantu biar cepat selesai.”


Ia mau mengambil kertas yang berserakan, cain langsung menarik tubuh luca.


“tuan !! jangan ikut-ikutan membersihkan ! ini tugas saya sebagai pelayan anda !.”


Ucap cain agak panik sehingga tidak sengaja meninggikan suara nya.


“ah tidak apa-apa hanya ada kita berdua disini cain.”


“tidak tuan, saya mohon anda istirahat saja.


Cain memasang muka memelas agar luca mengerti, luca pun mau tidak mau menuruti cain dan masuk kedalam kamarnya.


...****************...


Pagi pun tiba


Seseorang masuk kedalam kamar dan membuka tirai gorden dikamar itu secara perlahan.


“selamat pagi tuan, sarapan sudah saya siapkan. Silahkan anda berberes diri dulu.”


Tuan nya masih dengan malas membuka mata.


“lima menit lagi cain.’


Ucap luca serak. Cain lalu berjalan ke meja kecil yang ada disamping Kasur dan menuangkan segelas air.


“tidak tuan, karena sebentar lagi kita akan berangkat ke sekolah.”


“hah ! jam berapa sekarang?.”


Ucap luca kaget , ia langsung bangun dan bersandar di headboard Kasur nya.


Cain memberikan gelas yang ia isi air tadi untuk luca, luca meminum air tesebut dan mengambil ponsel nya.


“tolonglah cain ! ini masih jam 6 pagi ! masih ada waktu ku istirahat satu jam setengah.”


Ucap luca frustasi.


“lebih cepat lebih baik tuan.”


Ucap nya sambil tersenyum.


‘ kau sama saja dengan ayahmu cain’


 Luca menatap tajam cain yang masih tersenyum.

__ADS_1


......................


__ADS_2