CEO Kejam Cinta Sejati

CEO Kejam Cinta Sejati
029.pertemuan Stella dengan andreas


__ADS_3

"aku tak menyadari kukiran aku mencintai 3 gadis yang berbeda.ternyata hanya satu gadis yang polos,kutu buku dengan berjalannya waktu kau berubah menjadi wanita yang angkuh dan keras kepala.kau miliku dan akan menjadi milikku disaat kau menyatakan cintamu ditaman SMA dulu disaat itu pula kau milikku." gumam Lucas dan melempar foto itu membuat kaca figura pecah berceceran dimana mana.


sedangkan wanita yang dikamar tamu.


zubai hanya diam,dan memandang keluar jendela.


dengan perasaan jengah dia melamun.


"aku sangat kecewa dengannya, aku ingin meninggalkannya dan mencari pria yang dari dulu aku cintai.tapi aku tak bisa,karena aku sangat menyayangi calon bayiku,apa aku harus menderita menahan perasaan ini.kqrena harus hidup untuk selamanya dengan pria yang tak ada dalam hatiku . " batin zubai dengan segala resahnya.


"maafkan ibu nak,ibu tak bisa mencintai ayahmu.sampai kapanpun.asal kau tak kekurangan cinta dan kasih sayang ibu dan ayahmu,itu sudah cukup.biarkan ibu seperti ini saja." gumam zubai sembari mengelus perutnya yang masih datar.


setelah makan malam itu,Serly sebagai ibu sekaligus mertua.menasehati putranya untuk bersabar dan tak melakukan kekerasa fisik kembali kepada menantunya.


"luc,mama masuk ya sayang." ucap Serly kepada putranya.


melihat semua berhamburan pecah tak ada yang utuh.membuat Serly hati hati melangkah menghampiri putranya


"sayang,kau harus bersabar.istrimu sedang hamil,perasaanya itu begitu sensitif dengan masalah masalah dikeluarganya membuat diabtak berdaya sayang .mama yakin Zia juga mencintaimu tapi dia tak tau sayang kau bon bonnya.karna mama pernah menemukan fotomu waktu SMA didompet zia.waktu tak sengaja mama menjatuhkannya." ucap Serly kepada putranya.


mendengar itu Lucas pun menoleh memandang sang mama dan berlutut menaruh kepalanya dipangkuan sang mama.


"benarkah itu mam,Zia juga mencintaiku." ucap Lucas dan memandang wajah mamanya yang tak ada nada kebohongan disana.


"ya,kau harus bersabar dan hati hati dalam bertindak.sekarang kau minta maaflah ke Zia." ucap sang mama dan diangguki oleh putranya .


mendengar itu Lucas pun berlari keluar menuju kamar tamu yang ditempati Zia.


tok


tok


tok


"masuk lah mbok." ucap zubai tanpa melihat seseorang yang masuk kekamarnya.


"maaf ,mbok.aku sedang tak enak badan .taruh saja makanan itu ke meja." ucap zubai yang masiemandang luar jendela.tiba tiba zubai dikagetkan dengan seseorang yang memeluk kakinya dengan erat .


"mbok apa apakan ini."kata zubai dan memandang orang yang ada dibawahnya.


"kau,ngapai disini." ucap zubai dan kembali memandang jendela diluar sana.


"aku,ingin meminta maaf padamu honey." ucap Lucas yang masih berlutut didepannya.


"Lucas,kau tak usah melakukan semua itu,karna itu hanya percuma saja.karna kau sudah berkali kali membuatku kecewa ." ucap zubai dan meninggalkan Lucas yang berlutut didepannya .


lalu berkata


"aku akan kembali kevilla keluargaku.untuk sementara waktu " ucap zubai dan pergi meninggalkan Lucas berada dikamar itu.


melihat kepergiannya zubai.lucas berlari mengikutinya.


"aku akan ikut denganmu,mama dan papa disini." ucap Lucas tanpa kata penolakan.


setelah Lucas mengucapkan itu,niat zubai pun diurungkan karna melihat kedua mertuanya ada divilla ini.membuat mereka tak ingin pertengkaran dilihat mertuanya.


dan setelah perdebatan itu 3hari pun berlalu.dan usia kandungan zubai memasuki 2bln lbh.

__ADS_1


villa keluarga jackson.


setelah kejadian itu dan kunjungan saudari kembarnya dan kehadiran ponakan kecilnya Elisa brycia.


membuat Livia perlahan melupakan hal hal yang membuat dia slalu mimpi buruk.


diruangan makan tepatnya sarapan pagi.


setelah bersiap Livia turun dari tangga dan menuju ruangan makan tak lupa dia memberi makan peliharaannya .


"via makan dulu sayang,ajak Elisa makan sekalian dari tadi kau membuatnya lupa makan karna hewan hewanmu itu." ucap Marta sembari melihat putri satunya yang sibuk menyuapi suaminya dan melupakan cucunya .


"huh,kukira kalian itu tak saling mencintai,ternyata kalian lebih parah sampai anak sendiri kau terlantarkan ." ucap Marta sembari mengejek putri yang satunya.


"uhh,mommy tak pernah muda saja.iya kan Ray." ucap Stella dengan nada manjanya.


"ya ya ya." jawab Marta sembari tersenyum kepada Livia yang baru duduk didepan mereka para pasutri bucin.


"Lena, makan yang banyak ,kau tak menikah tak apa,yang penting putri Daddy tetap ada disisi Daddy." ucap patrick kepada putri kesayangannya.


"ya Daddy ,kurung terus via didalam sangkar emas saja.agar via tak diambil pria lain." ucap Stella dengan tertawanya .


"ide yang bagus ," ucap patrick dan disambut dengan tatapan melonggo semua yang ada diruangan makan.


dan seorang bocah cantik pun membuyarkan mereka semua.


"biarkan Elisa saja yang mengantikan Tante Lena menikah dan memberikan cicit buat kakek." ucap Elisa dengan imut dan polosnya.membuat dua orang pria beda umur berteriak bersamaan.


"tidak boleh." ucap Brayen dan mertuanya secara bersamaan membuat gadis itu tersenyum kecut.


"kau tak akan kubiarkan diambil pria lain cucuku,biarkan mommy mu saja yang meninggalkan kakek .kau dan Tantemu tak diizinkan meninggalkan kakek." ucap patrick dengan garangnya .


"via,hari ini kau ada kegiatan." tanya Stella kepada adik kesayangannya.


"tak ada kak.hanya nanti aku akan bertemu dengan pemilik gedung sebelah.dikantornya." ucap Livia sembari memakan sarapannya dan mengotak Atik hpnya.


"emm,aku titip Elisa ya.aku akan pergi keluar sebentar.dan kakakmu hari ini ada meeting.jadi dia tak bisa membawah Elisa." ucap Stella sembari meminum air digelasnya karna sarapannya sudah habis.


"emm,okey." ucap Livia kepada sang kakak.


Stella pun berpamitan kepada daddy serta mommynya dan dia berangkat diantarkan Bryan ketempat tujuan yaitu kantor Andreas.


diperjalanan dengan melajukan sedikit cepat mobil yang mereka tumpangi .


Brayen pun bertanya kepada sang istri.


"kau,sudah mantap akan menyelesaikan kesalah pahaman antara kau,Selena,Liana dan Andre .tanpa aku dampingi." tanya Brayen kepada sang istri.


"iya,ray.aku akan baik baik saja.karna aku bukan Felicia .melainkan Stella.kau jangan bilang ke Selena." ucap Stella dan setelahnya diam karna dia akan menyimpan suaranya untuk memaki Andreas setelah bertemu dengannya.


sesampai didepan gedung besar menjulang tinggi.stella turun dari mobil sang suami sebelumnya menlakukan ciuman singkat pelepas rindu dan semangat buat Stella.


setelah turun Stella melangkah menuju tempat karyawan resepsionis.


"maaf ,bisa saya bantu nyonya anda mau bertemu dengan siapa."ucap resepsionis itu dengan sopan.


"bisa saya bertemu dengan Andreas karlos." ucap Stella dengan dinginnya.

__ADS_1


"dengan atas nama siapa nyonya." ucap pegawai itu kembali.


sebelum Stella memberi tahu namanya.seorang asisten datang dan membawah Stella menuju ruangan sang CEO.dikira agus itu felivia .


sesampai diruangan Agus pun berkata.


"tuan,nona Livia datang berkunjung dikantor." ucap Agus dan dibelakangnya sudah terdapat wanita cantik dan sexy berdiri dibelakang Agus.


setelah memutar kursinya menghadap depan .Andreas tersenyum kecut.ia kira benaran Livia tapi yang datang kakaknya licia.


"selamat bertemu kembali Felicia Jackson." ucap Andreas dan membuat Agus tercengang menatap yang disangka Livia ternyata bukan.


"ups,salah nyonya muda Anderson.menantu orang terkaya dan bangsawan ke 3.dari generasi ke generasi." ucap Andreas dan masih duduk bersandar dikursinya.


"silahkan duduk nyonya Anderson." ucap Andreas dengan tersenyum liciknya.


"terimakasih tuan Andreas ,to the poin saja.saya kesini hanya ingin memperingatimu.jangan kau usik keluargaku kembali.setelah 4thn kejadian itu membuat aku sadar kau bukan laki laki baik yang pernah Liana ceritakan.dan kau sudah mendapatkan bukti itu kan.sekarang kau jangan pernah ganggu siapapun dikeluargaku.terutama liviaku." ucap Stella panjang lebar dengan dingin.


"wow,lama tak bertemu kau menjadi kasar ya .okey tak masalah,lalu apa hakmu melarangku bertemu dengan adik cantikmu." ucap Andreas dengan dinginnya dan sebelah alis yang terangkat.


"ada,karna dia adikku.dan satu lagi.kesalah pahaman itu sudah berakhir .bukti nyata telah ada.dan sekarang saksinya saya sendiri akan berkata.bahwa Liana meninggal bunuh diri karna dia merasa sudah tak layak untukmu karna dia merasa dirinya sudah kotor disaat dia dilecehkan sekelompok pria bejat suruhan Tiara dan viola.kau tau satu hal dihari dimana musibah itu terjadi disitu juga ada Livia yang menyaksikan sendiri tubuh Liana digilir mereka.kau tau.aku dan anak buah ayahku memang tak berhasil mencegah musibah yang dialami liana.tapi kami berhasil mencegah musibah itu yang akan dialami Livia juga.kami sudah melakukan semua yang usaha .tapi itu sudah takdir.dan satu lagi pesan Liana sebelum meninggal.dia menyuruh Livia menyembunyikan bukti itu karna ancaman Tiara kepada Liana .kalau bocor orang tua Liana akan mati ditangan tiara.tapi paman dan Tante sudah tiada sekarang Livia sudah bebas dari janjinya. setelah janji itu terlepas.saya,Livia,tak ada hubungan kembali dengan masa lalu itu ." ucap Stella panjang lebar membeberkan semua yang dia tau.


mendengar semua itu Andreas menjadi termenung dan diam saja.yang hanya terngiang ngiang diotaknya iyalah Livia tak ada hubungan lagi dengan dirinya.padahal yang diucap Stella bukan itu.


"jadi,mohon maaf jauhi Livia dan keluarga saya.kalau tidak anda akan berurusan dengan Brayen Anderson.ingat itu.saya permisi." ucap Stella lalu pergi meninggalkan ruangan sang CEO dan pergi dari kantor tersebut dan diparkiran sudah ada mobil Brayen yang sedari tadi menunggunya.


sesampai didalam mobil.


"sudah selesai sayang." ucap Brayen kepada Stella.


"sudah,kita kembali kekantormu saja Ray." ucap Stella dan bersandar dipundak kekar suaminya.setelah mengeluarkan unek-uneknya. Stella menjadi sedikit capek dan lemah.


"kau sakit" tanya Brayen sembari mengelus rambut sang istri.


"tak." ucap Stella sembari memejamkan matanya lalu tertidur.


sedangkan diruangan Andreas .Andreas sadar dan didepannya sudah tak ada licia.


" dimana Felicia." tanya Andreas kepada asistennya.


"nona itu sudah pergi setengah jam yang lalu tuan." ucap Agus sembari bergetar melihat tuannya marah.


"dia menyuruhku menjauhi livia.tak kan kulakukan ." ucap Andreas dan kembali bertanya kepada Agus.


"kapan pertemuanku dengan Livia." ucap Andreas sembari membuka hpnya.


"hari ini dan sore nanti." ucap Andreas serta menganggukkan kepalanya.


atur pertemuanku dengannya .


"aku tak akan pernah melepaskan apa yang menjadi milikku.dan malam itu aku sudah mengklaim Livia adalah milikku." batin Andreas sembari mengepalkan tangannya sampai pen yang berada ditangannya patah menjadi dua bagian.


melihat itu Agus bergidik nyeri .


'matilah aku,bos marah besar.' batin Agus dengan gemetarnya.


*akankah Andreas bisa mendapatkan apa yang dia mau.?

__ADS_1


.kapan Livia tau pria atau mantan kekasih Liana.?


__ADS_2