CEO Kejam Cinta Sejati

CEO Kejam Cinta Sejati
041.KEBUCINAN LUCAS


__ADS_3

sesampai dimansion keluarga.


"kita makan siang dirumah saja honey." ucap Lucas dan diangguki zubai begitu saja.


"loe,anak dan mantu mama sudah pulang.tumben siang siang dirumah." ucap nyonya serly


sembari menyiapkan makan siang buat suaminya.


"mau makan siang.apa kalian sudah makan siang diluar." tanya kembali nyonya Serly.


"kami belum makan ma.bolehkan Zia ikut makan dirumah saja." jawab zubai dengan tersenyum.


"boleh dong sayang."


"LUCAS KAU"


"Dasar pria tak tau malu" Batin Zubai yang sudah melihat suaminya sudah duduk di kursi makan tanpa menunggu perkataannya.


Setelah Zubai duduk dikursi tempatnya tepatnya sebelah sang suami,dia berkata dengan sang mama,


"Ma,nanti Zia kekamar mama ya."


"Baiklah ,mama tunggu ya.habis makan malam ini" ucap mama Serly dengan tersenyum sayang.


"Ya ,ma."


Zubai tersenyum dan ikut kembali memakan makanan malamnya.


Dia mengabaikan suaminya yang dari tadi hanya memandangnya dari samping ,sedangkan dia abaikan saja,toh pria bucin itu tak kan menurunkan pandangannya dan kembali memakan makanan dengan tenang.


Selesai makan malam,langsung dia menuju ke kamar mama Serly sang mertua nya.


Tok


Tok


Tok


"Masuklah nak,tidak dikunci"


ucap Serly dari dalam kamarnya.

__ADS_1


Mendengar perkataan dari mama mertuanya,dia merah gagang pintu dan memutarnya .Pintu terbuka terlihat sang mertua sedang membawa kotak merah dari laci samping tempat tidurnya.


"Kemarilah nak," kata Serly ke menatunya.


Tanpa disuruh dua kali,Zubai melangkah dan menuju sang mertua,lalu ikut duduk disamping yang mertuanya tepuk bangku sofa tersebut.


Melihatnya sudah terduduk ,barulah dia berkata kembali.


"Begini nak,sebelum kau berbicara.Biarkan orang tua ini bicara terlebih dahulu."


"Ini sesuatu ,peninggalan mamaku.Dia berkata berikan ini kepada menantimu kelak ,jadi ini akan menjadi milikmu mulai sekarang nak.Terimalah" tambah mama Serly dengan tersenyum penuh rasa sayang.


Dia menerima pemberian mertuanya,yang berupa kotak merah kecil ,dan membuka kotak itu.


Terpampang jelas begitu indah dan menawan.


"Ini cincin Ruby " kata Zubai melihat penuh kekaguman dan keterkejutannya.


"Ya."


"Bagus kan"tambah mama Serly berkata.


"Terima kasih ,ma" tambahnya.


Sedangkan mama Serly hanya tersenyum ,dan mengelus Surai hitam Zubai ,yang dimiliki kaum Abid.


"Kau ,mau berbicara apa nak?" Tanya mama Serly yang sudah ingat bahwa menantunya ingin berbicara empat mata dengannya.


Zubai kembali menghela nafasnya,


"Begini ma,ini tentang lucas.ada seseorang wanita yang mengaku pernah menjadi istri sah Lucas apa itu benar ma,dia juga berkata dia memiliki anak dengannya"tanya Zubai kepada mertuanya.


Sedangkan mama serly malah tersenyum lucu.


"Lelucon macam apa itu,Lucas dari kecil ikut pamannya serta mami vanilla.Tak mungkin menikah tanpa persetujuan neneknya.Dia menikah baru sekali dan untuk selamanya,anak itu bucin denganmu,lalu wanita mana yang dia sukai.ondel ondel macam mereka yang mengejar suamimu,jangan termakan kata para pelakor sayang" kata mama Serly tersenyum .


"Jadi,semua itu bohong."


"Ya"


"Dasar ,wanita itu.."

__ADS_1


"Siapa nama wanita itu?"


"Biar ini menjadi urusan Zia saja ma,!"


Dia berkata dengan berdiri dan ingin berpamitan pergi ke kamarnya .


"Ma,Zia mau kembali kekamar .Ingin istirahat,setelah melakukan banyak hal di sepanjang hari.membuat Zia lelah"


"Ya,nak.jaga kondisi tubuhmu,karena ada yang bersamamu sekarang " kata mama Serly ,dengan mengelus perut rata sang menantu.


"Ya ma,permisi"


Dengan langkah cepat Zia melangkah dan sampai di depan pintu kamarnya.


Cklek


Dia melangkah memasuki kamarnya ,yang tak lain kamar suaminya itu.


"Orang gila ini dimana sekarang"


gumam Zubai yang melihat kamarnya sepi seperti kuburan di malam Jum'at Kliwon.


Sedangkan orang yang dikatain ,orang gila sedang rapat darurat di ruang kerja bersama asistennya .


Karena panggilan mendesak sang asisten ke mansion ini.


Melihat kamar yang sepi,Zubai melangkah kekamar mandi ,untuk membersihkan diri.Selesai itu dia langsung menuju ranjang tempat tidur ,berbaring dan langsung menuju alam mimpi karena kecapekan.


Ceklek


Seseorang memasuki kamarnya ,dan melihat Zubai tertidur pulas,dia hanya senyum melangkah menuju pinggir ranjang dimana Zubai menghadap.


Cup


"Tidur yang nyenyak sayang.hari ini pekerjaanku sangat banyak,aku akan kembali bekerja di ruangan kerja." bisiknya dan kembali menuju pintu samping lemari besar di ruangan itu,yang menuju langsung ke ruang kerjanya yang berada dirumah.


Ceklek


Sebelum memasuki ruangan kerja ,dia menoleh kembali melihat sang istri sedang tertidur dan tersenyum lagi.


"Sangat bahagia,Dengan ke adaan ini."

__ADS_1


__ADS_2