CEO Kejam Cinta Sejati

CEO Kejam Cinta Sejati
032.Kunjungan Lucas kevilla karlos


__ADS_3

"maaf,saya tinggal kembali." ucap Andreas dan diangguki oleh livia ,yang masih sibuk bercanda dengan mama nila.


setelah kepergian Merry dan Andreas .mama nila pun menjadi peribadi yang berbeda dan berkata kepada Livia dengan nada mengancam.


"nak Livia,jawab dengan jujur kau ada hubungan apa dengan Andreas." tanya mama nila dengan menatap tajam.


"saya hanya teman bisnis , Tante." ucap Livia dengan rada takut karna perubahan mendadak itu.


"ohh,jadi hanya rekan bisnis.tapi saya minta kauuu..." ucap mama nila sembari berdiri dengan menunjuk Livia dengan tajam dan diteruskan ucapannya "MENJADI MENANTUKU HARI INI JUGA."


"mmm,tapi maaf Tante ,via gak bisa." ucap Livia menolak cara Tante itu melamar dengan memerintah..


"TAK ADA KATA PENOLAKAN.PENGAWAL" teriak mama nila dan pengawal pun berkerumun diruangan tamu itu dan dengan nada gemetar Livia menjadi takut sangat takut.


"Tante mau apa." tanya Livia sambil berdiri menenteng tasnya dan akan keluar dari rumah Andreas masalah pamit nanti waktu dikantor saja.


"BAWAH DIA KE KAMAR ANDREAS ,DAN KUNCI." ucap mama nila lalu para pengawal pun membawah Livia dengan cara tarik menarik karna Livia memberontak.kalau hanya satu dua dia bisa melahap ini lima bodyguard gays.


"Tidak Tante,tolong Andreas tolong minta mamamu lepaskan aku." ucap Livia setelah melihat Andreas dan Merry baru saja membahas tentang bagaimana membawa Livia kekamarnya tanpa diketahui sang mama.


"ma,mau dibawah kemana dia." tanya Andreas kepada mamanya yang berdiri dengan satu tingkat ditangannya.


"tuan Andreas tolong aku,aku tak mau dibeginikan.papaku akan datang kalau kau tak menolongku." ucap Livia kepada Andreas.


"DIAM"


"ma,ada masalah apa" tanya Andreas setelah membuat Livia bungkam.tapi tetap bertahan dengan melawan mereka.


"Andreas mama tanya,apa kau suka dengan dia." tanya mama Lia kepada anaknya.sedangkan Livia menggeleng kepala agar Andreas mengatakan tidak.


tapi keberuntungan tak berpihak kepadanya.setelah Andreas menjawab pertanyaan mamanya.


"menurut mama," ucap Andreas tersenyum didepan sang mama.


mendengar dan melihat senyum putra bungsunya ,mama nila pun berkata "CEPAT BAWAH DIA ," teriak mama nila lalu para bodyguard pun membawa Livia keatas dan menguncinya di sebuah kamar mewah yang berukuran besar .


setelah melihat bodyguard turun mamalina pun berbincang dengan putra bungsunya dan disana Merry juga ikut .


"bagaimana Dre,apa kau sudah tau dia dari keluarga mana.mama suka dengan dia kalau bisa dia harus jadi menantu mama."tanya mama nila kepada putranya ,tapi yang menjawab bukan sang putra melainkan Merry kakak Andreas.


"dia dari keluarga jackson.dia anak ketiga dan putri kedua dari dua saudara kembar.


dia :Selena felivia jackson.sedangkan kakak kembarnya ialah Stella Felicia Jackson dan sekarang menjadi menantu keluarga anderson.wajah,serta warna rambut dan mata sama.yang membedakan dia memiliki tahi lalat dibelakang telinganya.dia juga putri bungsu kesayangan Patrick,saya dengar dia tak akan pernah dinikahkan dengan siapapun." ucap Merry panjang lebar dan jelas.


"ohh,dia memiliki saudara kembar identik dan kakak kembarnya istri Brayen anderson.setahu saya warna matanya coklat.apa pakai soflen .hemmm bagus kau mau menculiknya dan membawahnya kekantor catatan sipil karna tak dapat restu dari Patrick." kata mama nila dan dengan meng nganggukan saja.mama nila tau masalah anaknya sekarang.

__ADS_1


"ma,mama tau,dari dulu aku ingin Livia menjadi adik iparku." ucap Merry dengan tersenyum .sedangkan Andreas mengerutkan keningnya .


"kau tak usah takut dengan keluarga Anderson ,minta kakakmu hubungi Haikal Anderson semua akan beres."ucap mama nila lalu kembali berkata.


"tidurlah,jangan lupa bawahkan makan malam kepada menantuku.besok siang kita akan kekantor catatan sipil secepatnya." ucap mama nila.dan berjalan kekamarnya dengan dipapah oleh Merry.


"sial, niat ku ingin membuat Livia menikah denganku secara diam diam.bukan secara publick.tapi tak apa.yang penting aku akan membuat calon kakak iparku licia menyesal karena telah mengancam ku dan merendahkan ku." gumam Andreas dan pergi kekamarnya dengan membawah nampan berisi makanan dan minuman.


setelah masuk kekamarnya Andreas melihat Livia duduk dipojokan kamarnya yang dekat jendela luar.


"emm,makanlah,kita makan malam didalam sini saja."ucap Andreas dan menaruh makanannya diatas meja dipojokan dekan jendela berkaca besar.


Livia hanya lihat Andreas dan berdiri dan menghampiri Andreas duduk didepan meja itu .


"keluarkan aku dari sini." ucap Livia sembari memandang Andreas dengan tajam.


"emmm,tak boleh..." jawab Andreas dengan tersenyum.membuat livia ikut tersenyum senang dan akan mengucapkan terimakasih sebelum kalimat berikutnya membuat Livia tambah marah.


"setelah kau menemaniku olahraga malam.toh kau juga pernah menikmatinya,jangan terlalu sok suci." kata Andreas sembari memakan makannya.


"kau,bajingan.keluarkan aku." teriak Livia dan berdiri berkacak pinggang.


Andreas pun menaruh sendoknya dan mengelap mulutnya dengan tisu lalu berkata kembali " dasar meskipun kau tinggal dikandang emas.kau tetap kucing liarku." ucap Andreas dan menyuruh kembali Livia untuk makan.


"sekarang makan,atau kau mau ku makan sekarang." ucap Andreas kembali.


"apa kau bilang." ucap Andreas dengan kemarahannya.


"kalian semua orang gila." teriak Livia dengan keras .


dengan kasar Andreas mencengkram rahang Livia dengan begitu keras.


"kau ingat,siapa yang membuat cakaran dipunggungku serta tanganku ini.klau tak mengingatnya.aku akan membantumu mengingat malam panjang kita divilla keluargamu." ucap Andreas tersenyum miring .


mendengar itu membuat Livia melonggo membulatkan matanya karna syok,ternyata apa yang dikatakan saudara kembarnya benar dia harus hati hati karna orang itu ada disekitar kita.


"dia Andreas yang itu.kah." batin Livia yang masih merasakan cengkaraman dirahangnya.


tanpa ba-bi-bu.


warning 21+


langsung disensor saja ya gays.


skippp

__ADS_1


Andreas memaksa dan melakukannya dengan kasar sampai berulangkali dengan Livia hingga menjelang pagi.


pagi menjelang teriakan teriakan seorang ponakan memanggil pamannya dengan keras .


"paman paman,keluar ." ucap pria itu dengan berkacak pinggang sedangkan perempuan disampingnya menggandeng nya dengan takut.


"ada apa ini teriak teriak.kau kira ini hutan." ucap mama nila yang berjalan didampingi Merry.


melihat sang nenek disini membuat pemuda itu menghela nafas.


"jawab Lucas Stevan Karlos" kata mama nila dengan menyebut nama panjang sang cucu.


"emm,nek apa pama dirumah." tanya Lucas kepada neneknya dan sedangkan sang nenek hanya memandang perempuan yang sedang berada disamping cucunya .


"Tania Abyd." ucap mama nila yang memanggil entah nama siapa.


"siapa Tania Abyd ma,"tanya Merry dengan penasaran.dan sang mama menunjuk perempuan disamping Lucas.


"oh,dia itu istri Lucas ma,cucu menantu mama.namanya zubai Kezia Jackson ,putri Daniel Jackson dan Aisah Abyd ,cucu pertama Patrick dan Marta." bisik Merry ditelinga sang mama.


"keponakan menantu." balas bisik mama nila kepada Tante Merry.


'pantes saja ,wajahnya seperti tania abyd.ternyata anak putri Aisah abyd.kalau Aisah disini darmiar abyd juga disini.ini sangat menguntungkan bagi Andreas serta cucuku lucas.karna tanpa sadar mereka menjadi bagian keluarga bangsawan abyd.' batin mama nila dengan tersenyum senang karna menurut nya bebet bobot calon mantu harus setara dengan keluarga nya.


melihat keduanya hanya saling bisik membuat Lucas menjadi binggung.


"nek,Lucas tanya dimana paman .karna semalam Tante via tak pulang membuat sekeluarga sibuk mencari keberadaannya.istriku pun menangis semalaman " ucap Lucas yang jengah dengan kelakuan dua wanita itu.


"nenek,gak tau sayang.mungkin Tante istrimu dilain tempat." ucap sang nenek.


sedangkan didalam kamar Andreas ,Livia yang sudah bangun berlari menuju pintu kamar dengan lilitan sprai mengedor ngedor pintu kamar itu,setelah mendengar teriakan suami keponakannya dan dia mendengar Tante nila bilang dia tak ada disini.


dan berteriak


"Lucas,Zia,tolong Tante .Tante disini sayang." teriak Livia dan berusaha membuka pintu.sedangkan pemilik kamar itu baru saja keluar dari kamar mandi membersihkan tubuhnya.setelah keluar melihat Livia berusaha keluar dan kabur membuat senyum Andreas terbit dibibirnya.


"sampai tenggorokanmu kering ,mereka tak akan mendengarkannya.kau lupa.kamar ini seperti kamarmu yang kedap akan suara .apalagi ini kamar yang pintunya berada didalam kamar .hahaha." sembari berjalan menuju tempat ganti baju.dan selesai berpakaian.setelah itu dia berjalan menuju pintu yang disana ada livia.lalu menyodorkan buku kecil dan pena.


"tanda tangan disini.atau kejadian semalam akan terulang." ucap Andreas dan dibumbui ancama.


"apa itu,"tanya Livia kepada Andreas dengan tanya karna dia belum tau akta nikah yang berada dinegara ini.


"ini hanya buku kontrak.kau akan bebas setelah menandatanganinya.


'kau bukan hanya bebas.tapi kau akan tetap disini sampai kapanpun.'batin Andreas dengan meneruskan ucapannya dengan batin.

__ADS_1


setelah mendengar itu tanpa pikir panjang Livia menandatangani buku mini itu.sedangkan Andreas tersenyum simpul.


__ADS_2