
masalah yang tidak ada habisnya,
Punya saudara kandung memang menyenangkan. Ada teman di rumah, teman curhat teman jalan, sehingga kita tidak akan merasa kesepian. Tumbuh bersama dengan kakak atau adik yang usianya terpaut tidak terlalu jauh jelas pengalaman yang tidak akan terlupakan seumur hidup.
Tapi ternyata tidak hanya kesenangan yang akan kita dapat, karena akan ada kejengkelan dan pertengkaran yang tidak ada habisnya. Bahkan tak jarang berlangsung hingga kita dewasa. Dijamin, tidak ada satu pun saudara kandung di dunia ini yang tidak pernah bertengkar atau berdebat,kecuali seorang anak satu-satunya yang tidak punya saudara.
Hal ini akan terjadi kalau umur tidak beda jauh dengan saudara. Apalagi kalau kita punya ukuran badan yang sama, saling pinjam baju dan sepatu pun akan terjadi. Kalau sudah langsung ambil tanpa izin, ini akan memicu pertengkaran. kita atau saudara kita akan berteriak sambil mencari barang yang tiba-tiba raib dari tempatnya.
Biasanya, kakak akan menggunakan kedudukannya untuk menyuruh adiknya melakukan sesuatu, salah satunya adalah untuk membersihkan rumah,cuci piring, mencuci pakaian,Dan seringkali, adik juga tidak terima dan akan mengadu pada orangtua bahwa kakaknya sudah semenan-mena dengan bersikap tidak adil. Meski sudah dewasa, kita akan bertengkar sampai orangtua kita menyuruh diam.
aku sempat berfikir seperti ini
pemikiran seseorang,prilaku seseorang,tindakan seseorang di pengaruhi oleh faktor umur,
tetapi pemikiranku meleset,
umur bukanlah penentu kedewasaan,
terkadang ada seseorang yang umurnya sudah terbilang kepala tiga tapi masih bersikap kekanak kanakan,
ada juga yang umurnya masih terbilang belasan tahun tapi cara bersikap sangatlah dewasa,
aku anak ke dua dari empat bersaudara
kakak perempuanku umur 29 tahun
aku umur 26 tahun
__ADS_1
adik laki² ku umur 21 thun
adik bungsuku umur 19 tahun
kami semua sudah termasuk sudah dewasa
tapi tetap saja masih sering berdebat,meskipun hanya hal sepele,
maslaah yang tidak seharusnya di permasalahkan
tapi pertikaian kali ini antara aku dan saudara-saudaraku bukan soal tentang siapa yang memakai baju siapa,atau siapa yang memerintah siapa
tapi pertikaian ini
sebenarnya hanyalah masalah biasa,
bukan perbedaan pendapat,tapi cara penyampaiannya yang kurang tepat,
jadi sering timbul kesalah pahaman,
tidak ada yang ingin mengalah,
semuanya merasa dirinya benar,
semuanya keras kepala,
"perbedaan pendapat di antara kami dapat menyebabkan retaknya hubungan persaudaraan di antara kami,"
__ADS_1
inilah hal yang paling aku takutkan,
apalagi di saat kedua orang tua kami sudah tiada.
siapa yang akan menjadi penengah di saat orang tua tidak ada,sementara kami slaing bertikai antara saudara,
pertikaian memang biasa terjadi antara saudara,
akan tetapi tetap saja aku merasa takut
jangan sampai pertikaian ini membuat retak hubungan persaudaraan di antara kami.
apalagi kami hanya anka yatim piatu.
harus saling mengasihi, saling mensupport satu sama lain,salinh mendukung, menyayangi,
tapi karna adanya perbedaan pendapat,
hubungan persaudaraan di antara aku dan saudara-aaudaraku sekarang berada di ujung tanduk, salah sedikit saja hancur.
aku harus mencari solusi dari semua masalah ini,
aku tidak akan membiarkan hubungan ini bercerai berai,
aku tidak akan membiarkan perjuangan orang tua
membesarkan kami dan mendidik kami jadi sia-sia hanya gara-gara perbedaan pendapat.
__ADS_1