CERITA KU

CERITA KU
Sahabat Part 2


__ADS_3

Hari sudah berlalu, dag dig dug degup jantung tak karuan. Semalaman aku tak bisa tidur memikirkan jawaban apa yang akan aku berikan pada Awan. Rasanya aku tak ingin berangkat ke sekolah hari ini, tapi apa daya, ujian matematika menunggu. Tak kusangka, meskipun hanya belajar sebentar tadi malam ternyata cukup membantu. Sudah tiba waktunya Awan menagih janjiku.


"Iya." aku hanya berucap demikian. Awan pun segera mengerti apa arti jawaban aku. Akhirnya, untuk pertama kali, aku mempunya seorang pacar. Erly dan Budi tampak turut bahagia atas kami. Waktu terus berjalan, aku berjanji pada diri sendiri bahwa sahabat adalah prioritasku sebelum pacar. Jadi apapun itu, akan aku dahulukan. Erly dan Budi pun paham itu. Sebulan, dua bulan, tiga bulan berjalan hubungan persahabatan dan hubungan ku dengan Awan berjalan lancar. Kami bisa membedakan dimana kami disebut sahabat, dan bukan.

__ADS_1


Awalnya aku dan Awan tak mau mengekspos hubungan ini, tapi berhubung beberapa teman wanita ada yang mulai mendekati Awan, dan ada pula beberapa teman laki-laki yang mendekati ku, kami memutuskan untuk mengabarkan hubungan kami kepada mereka. Dan akhirnya memunculkan berbagai macam reaksi dari teman-teman.


Masa sih, Awan jadian ama Nana? Ga percaya. Kan si Nana bla bla bla...

__ADS_1


Banyak komentar-komentar nitizen yang membuat kuping aku dan Awan memerah. Tapi kami putuskan buat menganggapnya angin lalu. Berbeda dengan sahabatku Erly, dia tak bisa menahan omongan orang-orang. Justru Erly lah yang frontal menyerang nitizen yang berani ngomongin aku dan Awan di belakang. Tak jarang Erly ngomel-ngomel sendiri di hadapan kami. Aku dan Awan hanya bisa tersenyum melihat tingak polah Erly. Sedangkan Budi, dia cuma bisa berkata sudahlah, namanya juga orang punya mulut. Tak jarang Erly mendapat bully-an teman-teman karena merasa dia yang lebih repot terhadap hubungan ku dengan Awan.


Beberapa bulan berlalu, hubungan ku dengan Awan terasa baik-baik saja menurutku. Kami pulang dan pergi sekolah bersama, belajar bersama dan lain-lain,walaupun kami sudah berbeda kelas sekarang. Dan ternyata semua pemikiran ku itu salah, diperjalanan hubungan kami, aku mengenalkan Pradita (salah satu teman ekskul), ke Awan. Tak kusangka, ternyata aku mengetahui bahwa Pradita dan Awan sering bertemu tanpa sepengetahuan aku. Awalnya aku berpikir positif, mungkin mereka hanya mengerjakan tugas kelompok, tapi ternyata lebih dari itu,mereka sering jalan bersama. Kuputuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan Awan. Tak kuasa menahan sakit sendiri, akhirnya aku bercerita pada Erly sahabat ku. Dia pun tak kuasa menahan tangis, dia berkata Awan jahat. Dari situlah persahabatan kami dengan Awan berakhir. Aku masih tetap dekat dengan Erly dan Budi, namun Awan memilih jalannya sendiri.

__ADS_1


Mendekati hari ulang tahunku, aku meminta kado dari Erly sebuah cerita tentang persahabatan kita. Dia memenuhi permintaan ku dengan menuliskan sebuah kisah dalam lembaran-lembaran buku. Aku membaca halaman demi halaman. Semua isi curahan hati Erly tergambar jelas dari tulisan tangannya. Mulai dari awal persahabatan kami terbentuk sampai dengan perasaan Erly terhadap Awan yang sebenarnya. Sejak awal ternyata Erly sudah menaruh hati dengan Awan. Tapi aku tak paham dengan siratan maksud Erly selama ini. Entah dengan Awan, apakah dia mengetahuinya. Aku menemui Erly, dan berkata maaf atas ketidak tahuanku, bahagia di atas diatas sakit hati Erly yang selalu melihat senyum ku dengan Awan. Erly hanya berkata, kamu sahabatku, apapun itu aku turut bahagia karena kamu Na. Tak perlu minta maaf dan tak perlu ada yang dimaafkan, semua urusan hati tak ada yang tahu. Biarkan semua yang sudah terjadi, aku masih sahabat mu Na.


__ADS_2