
hari pun berlalu,
aku tidak ingin seseorang yang aku sangat sayangi di rampas begitu saja dari ku,
aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi
"Jadi aku kembali menghubunginya,
aku bertanya padanya
apakah kamu tidak lagi mencintaiku ??"
"aku selalu mencintai mu tapi kamu yang pergi dariku"
"aku pergi tapi kamu tidak mencoba menghentikan ku".
"apakah kamu tidak ingin memperbaiki segalanya?"
tapi, kamu harus meninggal perempuan itu
terlebih dahulu.
iya,
Tapi aku tidak bisa meninggalkan dia begitu saja tanpa sebab,
"baiklah kalau begitu, itu urusan kalian
kataku menjawab".
"kami bertiga menjalani hubungan
aku,dia,dan selingkuhannya"
Aku tidak pernah hidup tenang, semenjak kehadiran perempuan itu,
perempuan itu mempunyai hobby mengadu domba antara aku dan pacarku,
Dan yang sangat aku sayangkan pacarku lebih percaya perempuan itu di banding aku.
aku tidak putus harapan, semakin dia mengadu domba aku
aku semakin senang
karna kebusukannya semakin terlihat,
__ADS_1
sifat buruknya mulai nampak.
perlahan-lahan hubungan aku dengan pacarku semakin kuat,
dan perempuan itu perlahan-lahan pula menjauh,
hilang tanpa kabar, mungkin telah di telan ikan paus di laut lepas
perempuan itu tidak pernah lagi mengganggu hubungan kami
syukurlah "ucapku"
mungkin perempuan itu sudah lelah menjadi pihak ke tiga
beranjak setahun hubungan kami,
dan alhmadulillah juga dia langsung dapat kontrak kerja,
waktu kerjanya pun berubah,
setiap hari kerja,
dia pun sangat sibuk, dan jarang sekali memberi kabar,
aku tidak masalah,
orang tua nya yang memberi ku kabar,
aku begitu akrab dengan orang tua nya,
kenapa tidak,
aku sudah bertemu dengan ibu nya, bahkan ibunya menginap di rumahku beberapa malam,
selama ibunya di rumah, aku biasa saja,
aku bahkan tidak berusaha membuatnya terkesan,
karna prinsipku, jika dia memang benar-benar menerima ku apa adanya,
untuk apa aku mencari perhatian,
mencari perhatian belum tentu dia menyukai nya
maka dari itu aku bersikap seadanya,
__ADS_1
dia menyaksikan semuanya
kebiasaanku yang bangun telat,
pertengakaran ku dengan anak-anak ku
rumah yang berantakan,
aku mengerjakan pekerjaan rumah jika memang aku mau,
bukan karna ingin mencari perhatian untuk mendapatkan simpatik,
"bukan kebiasaan ku mencari perhatian dengan siapapun,
ibunya baik dan ramah, aku suka orang yang seperti itu, terbuka tidak menyembunyikan hal apapun".
masalah sebesar apapun ibunya pasti memberi tau diriku,
bapaknya juga ramah, meski belum pernah ketemu,
tapi aku selalu ngobrol dengannya lewat telfon,
orangnya baik, ramah,
kau suka karna ibunya gaul,enak di ajak ngobrol,
tapi lucunya aku belum pernah bertemu anaknya, yang tidak lain adalah pacarku,
aku menganggap orang tuanya adalah orang tuaku juga.
dan begitupun sebaliknya orang tua nya juga sudah menganggap aku seperti anak nya, sendiri
aku merasa sangat bahagia,
"aku tidak lagi memanggil mereka dengan sebutan om dan tante,
tapi aku memanggil mereka mama dan bapak,
aku seperti punya orang tua kembali",
meskipun begitu mereka tidak bisa menggantikan posisi kedua orang tua ku di hati ku.
"aku selalu berharap dia adalah orang terakhir yang allah takdirkan untuk ku untuk selamanya".
"setiap sujudku,
__ADS_1
aku selalu berdoa dan meminta seseorang yang memang allah telah takdirkan untukku, jika dia adalah orangnya, aku berharap allah seceptannya mempersatukan kami".