
Teriakan Lia dan tangisan adik adik tirinya membuat warga kembali berdatangan. berita lia tersebar hampir keluar kampung.
semakin lama warga yg datang ingin melihat Lia,semakin banyak. Ruang tamu sampai tidak muat lagi. Banyak juga yg melihat dari luar rumah karna tidak bisa masuk.
"Getihe endi" (darahnya mana)
Teriak lia..
Belum selesai urusan lia,, waega yang berada diluar tiba tiba berhamburan,berlari kesebuah rumah yg berada didepan rumah lia..
"Ojo dituruti Ojo dituruti penjalukane bocah kae'' (jangan dituruti jangan dituruti permintaan anak itu)
Kata seseorang dirumah itu.
"Nganti dituri ti penjalukane, nganti bocah kaedi kei getih, seng kei bakale mati" ( sampai dituruti kemauanya, sampai anak itu dikasih darah, yang kasih darah bakaleninggal)
Sambung orang tadi,, suaranya berat seperti kakek kakek.
"Gowo aku mrono" (bawa saya kesana)
Tetangga yg kesurupan tadi meminta diantar menemui lia.
Warga semakin ramai yg datang. Mereka memberi jalan kepada tetangga yg kesurupan.. sesampianya di depan rumah lia, tetangganya mencari sesuatu.
"Neng ndi bocahe'' (dimana anaknya)
Ucapnya.. dan kemudian dibawa masuk menemui lia.
Setelah bertemu,,Lia dimarahi habis habisan,, bukan hanya dimarahi namun juga spt dinasehati.. anehnya lia menurut, sikap lia berubah seperti gadis kecil yang takut.
Lia menganguk ketika dimarahi tetangganya itu. Tiba tiba seseorang masuk dan memegang tetangga lia yg kesurupan, dibacakan ayat suci al quran
Dan kemudian sadar.. ia nampak bingung karna ia merasa tiba tiba ada di rumah lia.
Terlebih ia sedang dikerumumin banyak orang.
Namun orang yg mengobati tetangganya tadi tidak berhasil memyembuhkan lia.. lia tertawa meledek ketika dibacakan ayat suci.
Malam ini bangak yg begadang di rumah lia sampai pagi. Membantu menjaga lia atas suruhan seseorang yg sedang pergi kesebuah tempat yg lumayan jauh.
Ia adalah saudara bapak tirinya lia..
Pamanya lia.. beliau datang karna mendapat kabar tentang lia..
Pagi ini lia belum masuk sekolah.
Ia duduk diteras memandang kosong kedepan.
Seseorang datang memasuki halaman rumah lia. Dari kejauhan bapak tadi tersenyum melihat lia
Berjalan mendekati Lia dengan senyum bersahabat.. mengulurkan tanganya menyalami lia. Lia pun menyambut uluran tanganya dan menciumnya.
"Nduk ora sekolah tah, ws kelas piro?"
(Nak tidak masuk sekolah ya, sudah kelas berapa) tanya bapak tadi duduk dan mengelus kepala lia
"Kelas tigo pak" jawab lia singkat.
"Jenenge sopo nduk"
(Namana siapa nak) tanya bapak itu lagi.
"Lia" lagi lagi jawaban lia singkat, namun terlihat tenang,lia menjawab dengan senyum.
"Moso jenenge lia" (masa namanya lia)
Bapak tadi menanyakan nama lia lagi,
Ia tidak percaya.
Lia tertawa manja,, malu malu.
"Putri pak, asmane kulo Putri"
(Putri pak, nama saya Putri)
Gadia kecil ini menjawab jujur siapa dirinya.. tentu bukan lia yg menjawab.
"Pitri seng ayu. metu yo, mesake Lia iki" (putri yang cantik keluar ya, kasian lia ini)
Beberapa warga yang masih berada di rumah lia melihat heran percakapan antara bapak tadi dan gadia kecil itu.
Mereka terlihat akrab.
Bapak itu tampak sabar dan lembut berdialog dengan Lia/putri.
Bapak tadi adalah seorang kiyai yg dimintai tolong oleh paman tiri lia.
Pak kiayi itu kemudian mengajak gadis kecil ini masuk kedalam rumah.
Merayu putri agar keluar dari tubuh lia.
"Moh,, nek aku metu soko rogo iki, bacah iki bakale sengsoro"
(tidak mau,, kalau aku keluar dari tubuh ini,anak ini bakal hidup menderita)
"Wong tuone nakal" (orang tuanya nakal)
Jawab putri ketika pak kiyai tadi terua merayu agar putri keluar.
"Aku wes seneng karo bocah iki, bocah iki disekso,disio sio, ben karo aku wae"
(Aku sudah sayang sama anak ini,anak ini disiksa dan disia sia,biar anak ini sama aku saja)
Kata putri memohon kepada pak kiayi.
"Mesakno Lia nduk," (kasian lia nak)
Jawab pak kiayi
Pak kiayi terlihat begitu sabar,, ia sikapnya lembut,, ia tau bagai mana seharusnya bersikap kepada anak kecil.
Pak kiyai ini sudah tau dari pertama melihat Lia. Ada sosok anak gadia kecil seusia Lia di dalam tubuh Lia.
Ora nduk.. lia ora bakal disekso maneh,
Mengko tak seneni seng nyekso lia.
__ADS_1
(Tidak nak. Lia tidak akan disiksa lagi, nanti yg marahin lia saya marahi)
Rayu pak kiayi
Kemudian Putri bercerita kepada pak kiayi.
Kalau setiap hari lia datang kerumahnya
Menangis dan bercerita kalau dia habis dipukul orang tuanya.putei merasa kasihan kepada lia dan ingin melindunginya.
[Ya lia tidak tau kalau tol ditepi sungai tempatnya duduk sendiri adalah rumah Putri.]
"Sesuk lia tak gowo wae neng simbahe yo" (besok lia saya bawa ke rumah simbahnya saja ya)
Kata pak kiayi kepada putri
"Ampun pak.. lia kaleh kulo mawon"
(Jangan pak.. lia sama saya saja)
Kembali putri memohon.
Pak kiayi memanggil bu yuni
Ia disuruh berjanji tidak akan marah atau memukul lia..
Putri melotol kepada bu yuli.
Namun akhirnya mau keluar dengan dibantu pak kiayi.
Siapakah putri sebenarnya?
Apa yg terjadi dengan putri sebelumya?
Setelah didoakan oleh pak kiyai, tubuh lia jatuh, untunglah pak kiayi sigap menangkap tubuhnya sehingga kepala lia tidak sampai terbentur lantai.
Matanya terpejam, air matanya menetes dari tepian kelopak matanya yang terpejam.
Tubuh gadis kecil itu di bopong dan dibaringkan di kamarnya.. belum sempat ditinggal keluar kamar, Lia yang tadinya pingsan tiba tiba duduk, dan tersenyum.
"Nduk jare wes lungo kok iseh neng kene, ojo nakal mengko ayune ilang loh"
(Nak katanya sudah pergi, kok masih disini, jangan nakal nanti cantiknya ilang) kata pak kiayi ketika melihat Lia yang kembali dimasuki putri. Pak kiayi mendekat, duduk di samping Lia membelai rambutnya.
Sedangkan diluar warga berbisik bisik satu sama lain. mereka kaget mendengar nama putri, mereka menerka nerka apakah dia adalah putri yang itu
\=\=\=\=\=\=\=
-SEPULUH TAHUN YANG LALU-
sungai dikampung ini adalah salah satu tempat yang paling sering dikunjungi warga, mereka mencuci dan mandi di sungai ini. Sungai yang berada ditepi jalan tol, berada di salah saru ruas jalan tol di jawa tengah.
Hari itu seperti biasa, banyak warga yang melakukan aktifitasnya di sungai,
Termasuk juga anak anak, banyak anak anak yang mandi dan main disungai, sedangkan ibu ibu mereka mencuci.
"KRASAAAAKKKKK"
tanggul sungai jobol, air meluap, banyak warga yang tdk sempat menyelamatkan diri
Pak kiyai mendengar obrolan warga dan berinisiatif menyuruh salah satu dari mereka memangil keluarganya putri.Setelah itu pak kiyai kembali masuk ke kamar Lia,
Tidak banyak yang dilakukan pak kiayi didalam, hanya membujuk putri agar mau keluar dari tubuh lia, dengan suara pelan selayaknya berbicara dengan anak anak.
Pak kiayi ini tau, kalau sampai dikasari pasti putri akan berulah,
Tiba tiba putri menangis,
"Nduk kok nangis, pak kiayi nakal yo"
(Nduk kok nangis, pak kiayi nakal ya)
Tanya pak kiayi melihat gadis didepanya tiba tiba menagis.
Gadia itu tidak menjawab namun suara tangisnya lebih kencang.. dan kemudian melihat kearah pintu.
Beberapa keluarga putri datang, orang tuanya langsung memeluk tubuh Lia seakan ia adalah putri, tangis haru pecah didalam kamar Lia.. semua menagis melihat nya..
"Nduk metu yo, muleh yo, ibu bapak wes iklas, putri tenang yo"
(Nak keluar ya, pulang ya, ibu bapak iklas)
Orang tua putri merayunya agar keluar dari tubuh lia.
Namun putri masih menolak untuk meninggalkan lia. Putri masih khawatir kalau ia meninggalkan lia, nanti akan banyak yang jahat kepada lia. Tidak ada yang menjaga lia..
Semasa hidupnya Putri adalah gadis Priang dan penurut,hidupnya berlimpah kasih sayang, ketika tragedi yg banyak memakan korban itu, usia putri hampir sama dengan lia.
Pak kiayi membiarkan putri bersama ibunya dan keluarganya di dalam kamar,
Ia keluar memanggil semua keluarga Lia dan memturuhnya masuk kekamar.
Mereka disuruh berjanji lagi bahwa tidak akan menyakiti Lia.
Putri pun setuju.
Pak kiayi mengajak Lia yg masih di rasuki arwah putri untuk berwudu, dan kemudian suruh minum air putih yg diberikan pak kiayi.
Tubuh Lia mengejang dan kembali pingsan. Lia di biarkan berbaring di tempat tidurnya,, Lia tidak sadar sampai sehari.
Keesokan harinya Lia sadar, menangis memanggil ibunya, Lia tidak bisa bangun, tubuhnya lemas.
"Bu loro bu" ( bu sakit bu)
Rintih Lia kpd ibunya
"Ngapuroni ibu yo ndok"
(Maafkan ibu ya nak) berkali kali bu yuni mengatakan permintaaf maaf kepada anak gadisnya sambil menangis, tanganya membelai pipi anaknya.
Beberapa hari Lia terbaring di tempat tidurnya.
Tubuhnya masih lemas dan pegal disetiap persendianya
Besok pagi Lia akan diantar ke rumah neneknya. Lia masih tidur di dalam kamar ketika ibunya terbagun dan memeriksa anaknya, ia memastikan lia aman didalam kamarnya, memnyelimuti Lia yg masih tertidur.
Dan kembali ke kamar untuk melanjutkan tidurnya.
__ADS_1
Sebelum keluar dari kamar lia, bu yuni merasa ada hembusan angin seperti orang bernafar di belakang lehernya.
Bu yuni menghentikan langkahnya.
"LIA OJO DIGOWO LUNGO"
(lia jgn dibawa pergi)
Bu yuni kaget, dan bangun dari tidurnya. Bu yuni bermimpi, Ada yg brteriak ditelinganya
Hari ini Lia bangun lebih awal, tidak sabar, karna hari ini akan diantar kembali ke neneknya, rasa kangen akan kasih sayang neneknya membuat lia gelisah menunggu.
Menjelang siang bu yuni ,pak imam dan dua adik tirinya mengantar lia kerumah neneknya.
Setelah beberapa waktu menempuh perjalanan.. lia sampai kerumah neneknya.
Hancur, sedih, menyesal dan entah apa yang dirasakan neneknya ketika melihat keadaan lia.
Wajahnya yg keriput tidak mampu memyembunyikan semua perasaan itu.
Beberapa saat mbah karsih meluapkan emosinya kepada mantas menantunya dan suaminya..
Luapan emosinya terhenti ketika melihat lia menangis..
Lia kembali diasuh dan tinggal bersama neneknya..melanjutkan sekolah di desa mbah karsih.
Lia tumbuh menjadi gadis remaja,
Lia sudah SMA, lia sempat tinggal 1 tahun dirumah ibunya di masa SMA.
dan akhirnya kembali lagi ke rumah neneknya menamatkan pendidikanya di bangku SMA
Setelah lulus SMA Lia mendapatkan perkerjaan di daerah ibunya tinggal.
Lia memilih kost, ia tidak mau merepotkan ibunya, Lia ingij mandiri.
Namun bukan itu alasan utamanya kenapa Lia tidak mau tinggal bersama ibunya walaupun sudah tidak mendapat siksaan dari keluarganya..
Alasanya Utamanya adalah Pak Imam,
Bapak tirinya.
Bu yuni adalah tulang punggung keluarga, dia yg banting tulang mencari uang untuk membiayai kehidupan keluarganya. Lia sering dimintai tolong oleh ibunya untuk menjaga mengurus adik adiknya, saat ibunya pergi bekerja.
"Nduk sesuk ibu kerjo, tulung siapno maeme adi adimu yo"
(Nak besok ibu kerja, tolong siapkan makan untuk adik adikmu ya)
Sore itu ibunya datang ke kost lia untuk memintaa tolong lagi,
"Ngapunten bu,lia mboten saged"
(Maaf bu lia tidak bisa)
Jawaban lia membuat ibunya heran,pasalnya lia tidak pernah menolak setiap ibunya minta tolong.
"Neng ngopo nduk"
(Kenapa nak) ibunya meminta alasan kenapa Lia menolak.
Namun lia hanya mengatakan tidak apa apa.. sebagai seorang ibu nalurinya mengatakan lain.
Bu yuni merasa ada yang disembunyikan Lia.
Ia terus mencecar pertanyaan kepada lia, meminta alasan kepada anaknya.
Awalnya bu yuni merasa Lia tidak membantunya karna Bu yuni sering ribut dengan suaminya. Akhir akhir ini bu yuni dan pak imam sering bertengkar.
Pak imam ketahuan selingkuh, bukan dengan satu orang saja, bahkan banyak dari tetangganya mengaku pernah dirayu oleh pak imam.
Bu yuni masih memaafkan ulah suaminya itu.Namun kali ini bu yuni tidak bisa memaafkan suaminya lagi ketika mendengar alasan Lia.
"Kulo wedi kaleh bapak bu"
(Saya takut dengan bapak bu)
Lia memberi alasan.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Alasan Lia dulu waktu SMA hanya setahun di rumah ibunya, itu juga karna Lia sering diganggu bapak tirinya. Namun Lia selalu bisa menghindar.
Kemudian memilih untuk melanjutkan di kampung neneknya saja,lia merahasiakan kelakuan bapaknya.
Hal yang sm juga terjadi kalau Lia diminta tolong ibunya jaga rumah dan menyiapkan makan untuk adik adiknya. Bapak tirinya akan menggangunya, dan untungnya Lia selalu bisa menghindar.
Tidak lama setelah ibunya mengetahui
Kelakuan suaminya terhadap anaknya
Mereka bercerai.
Pak imam diusir dari rumah.
Sekarang LIA sudah menikah, beliau tinggal di desa neneknya, dan sudah dikaruniai putri putri yg cantik. Hubungan Lia dan Ibu nya pun baik, selayaknya anak dan ibunya. Lia masih sering mengunjungi ibunya.
Bagai manapun bu yuni adalah ibu kandungnya, dan bu yuni sudah berubah semenjak saat lia kesurupan dulu.
Bukan hanya alasan menjenguk Ibunya lia ke desa itu. Akan tetapi Lia juga rindu suasana kampung itu, Rindu dengan pertemuanya dengan SOSOK yang sampai saat ini Lia rasa ada di belakangnya saat Lia sendirian.
Sosok yang Lia rasa selalu menjaganya.
Lia merasakan Putri masih ada dibelakangnya sampai saat ini.
Ada ikantan perasaan yg Lia rasakan, ada rasa sayang seperti keluarga antara Putri dan Lia. Walaupun Lia masih trauma ketika melihat pohon pisang, jangankan untuk memegang, setiap melihat batang pohon pisang -
- ingatan lia selalu ke sosok ular yg dulu ia lihat. Dan itu membuat Lia merasa takut.
Note : Lia hanya ingat sampai kejadian melihat sosok ular besar dipohon pisang dan berlari pulang,saat dimarahi ibunya Lia sudah tidak ingat apa apa lagi.. cerita selebihnya diceritakan oleh ibu dan beberapa tetangganya.
Beliau dan beberapa keluarganya juga membaca thread pakdhe ini.
Mereka berharap ada hikmah yg bisa diambil, dan tidak ada lia lia lain yg mengalaminya.
SELESAI
-panda killer
__ADS_1