Cerita Seram

Cerita Seram
Perempuan Di Teras Rumah #1


__ADS_3

Perempuan itu terlihat lagi..


Duduk seperti biasanya, menghadap ke depan memandang ke halaman rumah. Duduk sendirian di atas kursi goyang berbahan rotan yang diletakkan di teras depan. Jarang sekali aku melihatnya ditemani oleh orang lain, nyaris selalu sendirian.


Semakin hari aku melihatnya, tubuhnya semakin bertambah kurus dengan wajah yang pucat pasi, bibirnya berwarna kehitaman, kedua matanya yang cekung terlihat sayu tak bercahaya. Aku menebak, kalau perempuan itu sedang sakit yang berkepanjangan.


Tapi walaupun begitu, dia tetap berusaha untuk tersenyum ramah ketika melihatku lewat depan rumahnya. Memperlambat laju sepeda, lalu aku balas tersenyum.

__ADS_1


Setelah melewati rumahnya, aku melanjutkan perjalanan menuju rumah salah satu teman sekelas, Henri namanya.


Aku tidak mengenal perempuan itu, tapi menurutku dia hampir seumuran dengan ibuku.


Rumah tempat dia tinggal letaknya tidak terlalu jauh dari sekolah, tapi bukan di jalur yang biasa aku lalui ketika pergi dan pulang sekolah.


Rumah-rumah dengan model tahun 70/80an, yang hampir semuanya ber-cat warna putih. Jalan di dalamnya cukup lebar namun sangat sepi, jarang ada mobil ataupun motor yang melintas, sehingga sering kali aku bisa memacu laju sepeda BMX silver kesayangan dengan cepat.

__ADS_1


Pohon-pohon besar berdiri kokoh pada sisi kanan dan kiri jalan, membuat suasana perumahan agak sedikit teduh walaupun sinar matahari cukup menyengat.


Pintu masuk perumahan hanya ditandai dengan portal besi yang sudah tua dan berkarat, itupun aku tidak pernah melihatnya dalam keadaan tertutup.


Jarang sekali aku melihat penghuni rumah-rumah besar itu berkeliaran di luar rumah sekitaran komplek, aku juga tidak pernah melihat ada satpam atau hansip yang berkeliling menjaga keamanan. Intinya, komplek perumahan ini sangat sepi, seperti perumahan yang tidak berpenghuni.


Perumahan yang menyeramkan..

__ADS_1


Yang pasti, aku harus masuk dan melalui perumahan ini apabila sedang menuju ke rumah Henri. Ada alternatif jalan lain, tapi akan memutar lebih jauh, akan memakan waktu lebih banyak.


__ADS_2