
“Brii, ada telepon dari Bapak tuh.”
Wajah ayahnya Henri muncul dari balik pintu kamar, memberi tahu kalau Bapakku menelpon ke rumahnya untuk mencariku.
__ADS_1
“Ini sudah jam delapan lewat, kamu pulang sekarang ya. Berani pulang sendiri atau mau Papa jemput?"
Suara Bapak di ujung telepon menyuruhku untuk segera pulang, karena hari sudah semakin malam.
__ADS_1
Memang, malam itu aku terlalu asik bermain game sampai lupa waktu, ternyata sudah jam delapan lewat beberapa menit.
Setelah itu aku bersiap untuk pulang.
__ADS_1
Berpamitan, aku langsung naik ke atas sepeda dan mengayuhnya cepat-cepat.