
Kisah ini adalah alasan kenapa aku kadang gak berani menulis serius.
Pernah gak sih saat kalian menulis sesuatu dengan konsentrasi tinggi kalian akan mengalami atau mencium atau melihat hal yang sama ?
Atau pernah gak sih saat kalian serius memberi nama karakter pada cerita kalian suatu ketika kalian bertemu dengan orang yang bernama sama ? Kalau ini sih aku malah senang.
Kalau ada bagus artinya aku punya teman.
Berawal saat aku menulis cerita hantu dimana ada adegan pelepasan kepala, setelah aku selesai membuatnya aku melihat di kamarku, di depan mataku adegan yang serupa hanya seperkian detik dan aku teriak ketakutan.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
percaya ya ? oke itu aku bohong he he sebetulnya aku mimpi dulu dan aku buat menjadi cerita tapi bagian teriak itu benar cuma bukan karena adegan pelepasan kepala.
Jadi suatu hari aku memutuskan untuk membuat dua cerita yang pertama cerita misteri dan kedua naskah drama. Aku mencoba membuat lanjutan cerita "Phantom of The Opera" versiku.
Seperti biasa saat mulai bekerja aku akan tenggelam dalam prosesnya, apalagi cerita ini kesukaanku sampai kapanpun aku akan mengulang dan mengulang dalam memoriku.
Sewaktu aku mulai masuk dalam penggambaran tokoh ada yang mengetuk jendela
"Tok...Tok.."
__ADS_1
Pertama aku cuekin aja
"Tok....tok..srek..srek.."
aku diamkan saja masih serius mengetik
'sosok pria berjubah dengan topeng putih menutupi wajahnya mengintip dari balik tirai..'
PET
"eh kampret..." untung udah autosave jadi aku gak stress ngetik dari awal "minum.dulu deh"
saat itu aku terdiam beberapa detik. dari balik jendela sepasang mata menatap tajam. topeng putih,mata merah
"maaaaaaaas !!"
ternyata dari tadi yang ngetuk jendela,mengintip dan seliweran lewat itu beneran bukan hanya imajinasiku.
__ADS_1
sejak saat itu klo buat crt horor , proses tersimpan di draft agak lama. suka takut aku