Cerpen MELATI TERHARUM

Cerpen MELATI TERHARUM
bagian 17 KEHIDUPAN BARU ARYA DAN PERUBAHAN MELATI


__ADS_3

1 tahun kemudian....


usaha rumah makan bintang itu menjadi tempat wisata karena kampung itu di tunjukan jadi salah satu kampung terbersih dan terindah... pemandangan yang asri ... gunung yang masih berdiri kokoh dan air terjun yang menjadi kan salah satu alasan mengapa kampung itu di jadikan tempat wisata....setiap sudut jalan sekarang di tumbuhi oleh bunga warna warni....pohon palem dan masih banyak lagi lukisan di setiap tembok menuju wisata itu. ... semakin bertambah maju saja perekonomian warga di kampung "ALAM ASRI" itu...sebutan untuk kampung melati sekarang...


orderan demi orderan pun setiap hari masuk pada melati karyawan nya pun sudah bertambah banyak lagi ..lebih dari 25 orang....semua karena kerja keras kedua keluarga yang sama-sama kompak memajukan usaha melati dan arina itu ....


sedangkan usaha Arya yang tadinya hanya di depan rumah nya kini bertambah menjadi kios kecil dan menambah menjadi beberapa tempat...tentu saja para pekerja nya yang bekerja...Arya masih bekerja di rumah saja mengurus anak nya Ajeng yang baru genap satu tahun....


mungkin itu karena seorang turis yang dengan sengaja' merekam usaha dan keseharian Arya saat menjaga dan berjualan waktu tahun lalu....


maka banyak partisipasi masyarakat yang merasa iba akhirnya menyumbang sedikit rezekinya untuk kelanjutan usaha Arya....dan sempai sekarang...usaha itu masih berkembang menjadi lebih besar lagi....


itulah sedikit cerita awal usaha mereka maju dan berkembang....


###


usia anak dari melati 2 tahun dan anak dari Vivian satu tahun....kini Arya memiliki dua anak dari dua ibu yang berbeda...sungguh miris... suatu hari keluarga Arya memberikan kabar bahwa nenek melati Nengsih meninggal dunia....jelas Arya terkejut...


"assalamualaikum...apa yah? nenek nengsih meninggal dunia...


inalillahi...kasian sekali melati dia sampai pingsan yah? terus sekarang gimana kondisi melati yah?" tanya Arya yang mendapatkan kabar kematian nenek nya melati meninggal dunia...


" oh ...iya yah berkat uang yang ayah kirim tempo dulu Arya dan anak Arya masih bisa bertahan hidup di kota orang lain yah ..makasih ya ayah emang baik banget sama arya...iya yah .. sekarang anak Arya sudah 1 tahun usianya yah...mirip melati.."kata Arya dalam. telpon...


"wah yang benar yah ...umi sudah mulai tanya tentang Ajeng anak Arya yah? Alhamdulillah...semoga menjadi awal yang baik ya yah...baiklah ..kalo gitu hari Minggu Arya akan pesan


..mm...baik lah yah insyaallah kami pulang aku akan pesan tiket pesawat nya dulu yah secepatnya..."


" iya yah wa'alaikum salam...." jawab Arya sambil


nutup telpon...


Arya pun tersenyum bahagia mendengar jawaban dari ayah mail ...


tiba-tiba terlintas di benak nya ingin menelpon melati...


sambungan pun tersambung...dan


"halo assalamualaikum...halo..." sapa di sebrang sana...suara melati yang begitu sangat dia cintai dan dia rindukan...


" wa .. wa'alaikum salam...Mel...apa kabar?" tanya Arya mengawali percakapan... terdengar isakan tangis di mana mana ..


" aku... Alhamdulillah baik ...tapi...nenek mas...nenek ku meninggal dunia....hik hik..." jawab melati dengan kembali terisak...


" apa nek Nengsih meninggal dunia Mel? kapan ,?" tanya Arya pura-pura tidak tahu...


" nenek meninggal jam 3 sore mas... huhuuuuhuu nenek....jangan tinggalkan aku nek...." melati masih saja menangis....Arya jadi sangat sedih mendengar tangisan melati yang pilu itu...


"maaf Mel... maaf kan aku yang tak bisa ada di samping mu saat ini ..maaf kan aku yang tak bisa hibur kamu di saat kamu merasa kehilangan...aku sangat berdosa pada mu juga anak kita bintang Mel...kini aku sudah menerima semua balasan atas perlakuan ku yang jahat pada mu. ...ampuni aku melati. .maukah kau kembali padaku?" tanya Arya spontan saja... melati pun terkejut...tangis nya terhenti...hanya hening....Arya pun mengerti akan apa yang melati rasakan...


###


ARya dan Ajeng sudah berada di pesawat terbang untuk pulang ke kampungnya di alam asri sebutan untuk sekarang...


Arya pun tidak lupa membawa oleh-oleh untuk keluarga nya di sana juga untuk anak nya bintang...


"ayah...kita mau ke mana ko naik pesawat taliban yah?" tanya Ajeng kecil.arya tersenyum manis dan menjawab..."kita mau ketemu ibu dan kakak mu anak manis " jawab Arya sambil mencubit pipi Ajeng... Ajeng pun tertawa riang


"hole aku ketemu ibu dan kakakku! hole!" seru Ajeng jingkrak jingkrak...Arya pun tersenyum bahagia...


"semoga saja keluarga melati mau menerima lagi aku sebagai suami dari melati aamin..." do'a Arya dalam hatinya...dia sangat yakin jika melati masih mencintainya buktinya saja dia sampai sekarang belum menikah lagi ..


###


setelah sampai si bandara arya dan ajeng di jemput mang wardi...


sepanjang perjalanan ke rumah Arya dia merasa cemas... takut di tolak oleh keluarga nya itu... takut melati masih membenci nya....


" wah den... anak nya cantik yah kaya non melati... " kata wardi membuka pembicaraan...


" iya kan mang? benar yah... aku juga rasa seperti itu... " jawab arya bangga...


"ya mungkin lagi hamil nya ibu nya si neng ajeng benci sama non melati den... hehe.. bisa nular loh.. " kata mang wardi dengan terkekeh...


" ah masa mang? tapi ya mungkin aja... untung gak mirip ibunya... iih... amit-amit deh! " sambar arya lagi...


" oh ya mang umi tau kalo aku pulang bawa ajeng? " tanya arya


" iya tau! beliau lah yang nyuruh saya agar cepat jemput aden di bandara katanya kasian neng Ajeng takut pegal atau ngantuk gitu den! " jawaban dari wardi membuat arya lega...


" semoga umi sudah tidak marah lagi ya mang... dan mau Terima aku juga anakku... " lirih arya pelan..


"aamin den... semoga.. " jawab nya prihatin...


ajeng pun sudah mulai ngantuk dan tertidur di kursi mobil... pulas...


###


Hanya satu jam mereka sampai di rumah besar umi Fatimah...


ajeng pun sudah lama bangun dari tidur nya...


mereka di sambut oleh orang yang ada di depan rumah besar itu...


saat arya berhadapan dengan ibunya umi Fatimah arya langsung bersimpuh di kaki ibunya...


" umi... umi... aku minta ampun umi... jangan kau siksa aku dengan marah mu umi... jangan kau siksa aku dengan ucapan mu itu umi... ampunilah aku umi... " rintihan arya dalam sujud nya pada kaki Fatimah...


tapi Fatimah malah pergi meninggalkan arya di tanah... sontak semua orang yang ada di sana pun terkejut...


ajeng sang anak pun mencoba membangun kan ayahnya yang duduk di tanah itu...


" ayah kenapa duduk di tanah.. ayo bangun ayah... " dengan polos nya dia mencoba tuk membangun kan tubuh ayahnya yang 10 kali lipat besar dari tubuh nya...

__ADS_1


" ayo ayah bagun... " rengek ajeng...


akhirnya arya pun berdiri dengan di bantu tongkat kayu nya itu...


Fatimah hanya menoleh saja tanpa ada rasa iba...


mail pun mendekati Fatimah dan mencoba untuk menasihati agar dia mencoba untuk memaafkan arya...


"sudah lah umi... kasihan arya.. bukannya kau bilang... kau sangat rindu dia umi? " rayu mail...


Fatimah tak bergeming sedikit pun...


" lihat lah umi... cucu kita cantik... lengkap sudah.. laki-laki satu perempuan satu... kita punya sepasang umi... " hibur mail sambil menggendong ajeng di pangkuan nya itu... Fatimah hanya menoleh sedikit pada arah dimana suaminya berdiri...


arya pun mencoba untuk mendekati kedua orang tuanya lagi...


" ayah... umi... maafkan lah anakmu ini yang sudah melakukan kesalahan yang fatal... ampunilah aku... hik.. hik... " kata arya sambil menangis terisak-isak...


dengan kembali bersimpuh...


" sudah lah nak bagun... kau susah payah untuk berdiri pun susah... " kata mail sambil mengangkat badan arya...


" tapi yah... umi... belum mau memaafkan kan aku yah.. aku tidak tenang sama sekali... "ucap arya dengan menyeka air mata yang terus membanjiri pipi nya...


" biarkan saja nak. semaunya saja lah...! aku pun sudah cape terus di tekan oleh semua keinginan nya itu!! aku sudah capek sekali!! " jawab mail kesal...


"umi akan maafkan kamu asal melati mau rujuk sama kamu titik! " bentak Fatimah dengan berlalu pergi meninggalkan mail dan arya begitu saja...


" iya umi aku akan coba bicara melati dan mengajak nya rujuk semoga dia mau rujuk lagi dengan ku... " jawab arya dengan ragu...


"ayah dukung kamu nak... semoga kamu berhasil dan bisa yakin kan melati yah nak.. " kata mail memberi semangat.. arya menggunakan kepala "baik yah!!! terimakasih... bantu doa ayah... " pinta arya..


"pasti nak! " jawab mail semangat...


###


Malamnya...


arya datang bersama ajeng ke ke rumah melati...


dan kebetulan itu hari terakhir tahlil meninggal nya nenek nengsih... arya pun ikut mendoakan neneknya melati dan sekaligus meminta maaf pada semua keluarga melati...


setelah acara tahlilan itu selesai arya segera mencari keberadaan melati karena dia tidak melihat melati saat tahlil berjalan....


Tiba-tiba.... arya melihat sosok wanita yang selama ini dia rindu kan... wanita yang selama ini dia sakiti... tapi... "dia apa benar melati?" tanya arya dalam hati melihat perubahan drastis melati... dia muda... cantik.. dan berhijab! masya Allah cantiknya ... arya tersenyum-senyum sendiri ..


" mba melati... kami pamit pulang dulu yah mba... makasih loh ini kita malah dapat bingkisan segala mba"kata salah seorang ibu paruh baya... arya menoleh...


" eh iya... mba Ayu... makasih juga yah udah mau datang dan doakan nenek saya... " jawab melati tersenyum...


setelah kedua orang itu pergi... baru arya memberanikan diri memanggilnya


" mm... assalamu'alaikum .. Mel... " sapa arya...


" eh... Wa'alaikum salam... " jawab nya dan dia mengingat muka arya...mengkerut kan dahi..


"ma.. mas arya!? kau kah itu?! " tanya melati tak percaya.. arya mengangguk


" iya... ini aku melati... aku datang... dan untuk kembali pada mu juga anakku... " ucap arya pede...


" masya Allah mas... kamu beda banget sih? aku jadi hampir tidak kenal kamu loh! " kata melati dengan terenyuh hati melihat arya yang membawa tongkat di tangannya ...


dangan ragu melati mengangkat tangan nya... mengalami tangan arya sebagai tanda hormat seorang wanita yang dulu. ...


"gimna mas sehat? ya Allah ini siapa cantik banget nak.. " tanya melati sambil mengusap rambut ajeng...


" aku ajeng tante.. " jawab gadis kecil itu... arya tersenyum... " jangan panggil tante sayang dia ibu mu... panggil ibu melati.. " pinta arya pada ajeng.. dia pun mengangguk..


"iya ibu melati... "


melati hanya tersenyum manis...


" mel... aku mau ketemu ibu eli dan pak Arjun? dimana mereka? " tanya arya..


"oh... ibu sama bapak dan yang lainnya ada di dalam mas.. masih beres- beres mungkin... " jawab melati...


" aku ingin silaturahmi lagi ... ingin meminta maaf atas segala salah dan dosa ku pada keluarga mu terutama pada mu mel... " kata arya ucapannya begitu sangat tulus... padahal keluarga melati sudah mendengar semua kata-kata arya barusan...


mereka semua keluar dan ikut gabung bersama melati juga arya...


"eh nak arya? kapan datang nak!? " tanya pak Arjun... arya salah tingkah...


"pak.. baik pak alhamdulillah... saya sampai tadi pagi pak jam 9 ... bapak dan ibu semua gimna sehat? " tanya balik arya yang kikuk...


" alhamdulillah... kami pun semua sehat... oalah... ini siapa cah ayu... cantik nya...! " jawab Arjun dengan mengusap rambut ajeng...


"itu ajeng pak... anak saya.. sayng ayo salam ke nenek dan kakek mu nak... ! " pinta arya.. ajeng pun menurut dan menyalami semua orang...


" kok sendiri nak arya mana istri mu!? " tanya ibu eli judes... pak Arjun menyiku tangan eli...


"ish ibu ini yah... gak sopan tanya orang dengan nada seperti itu bu.. " ingat suami nya...


" kami sudah pisah bu tepat setelah lahir ajeng bu.. dan kedatangan saya dan ajeng kesini ingin silaturahmi sama ibu bapak... dan sekali an ingin mengajak melati rujuk pak..bu... " jawab arya dengan nada penuh iba dan harap...


mereka semua terdiam... tanpa suara... menyatu dengan hening nya malam... ajeng pun mulai merengek ngantuk... arya berusaha untuk menggendongnya... namun melati dengan cepat menggendong ajeng ke tangan nya dan membawa nya masuk ke dalam rumah...


" masuk mas... sudah malam... tidak baik untuk kesehatan mu dan ajeng... " ajak melati dengan menggendong ajeng masuk kamar tidur nya...


sontak semua orang terkejut dengan melati pada ajeng yang bukan anak kandung nya...


"ma...mari... mari nak masuk.. sudah malam... dingin... " ajak pak Arjun... dengan menggunakan tongkat kayu arya pun mulai berjalan di belakang kedua orang tua melati..


arya dan keluarga nya sedang mengobrol di ruang tamu sedang kan melati menidurkan ajeng di kasur anak yang sama persis dengan yang bintang tidurin... karena melati membelinya yang satu set ... atas bawah ...

__ADS_1


arya sungguh tak menyangka akan semudah itu hati keluarga melati menerima kedatangan mereka berdua.. dia bersukur memliki mertua yang baik dan pengertian... arya malu sendiri...


" sudah makan belum nak arya!? " tanya bapak.


" sudah pak.. tadi di rumah... " jawab nya berbohong...


" lah itu kan tadi di rumah kamu nak... sekarang kan ada di sini belum makan... " kata bapak.. . "nah... cobain deh .... nasi kotak itu semua masakannya melati tuh dari rumah makan bintang itu! " tunjuk bapaknya ke luar... karena di depan rumah berdiri megah rumah makan milik melati...


" wah hebat ya pak! pasti enak ini pak... " kekeh tawa arya mencoba mencari kan suasana...


" oh.. jelas dong!! makanya sekarang melati berubah menjadi bos besar! " ujar pak Arjun dan bu eli bareng an... arya seketika berhenti tertawa ...


mulai merasakan ada sedikit perubahan pada keluarga melati setelah apa yang arya perbuatan pada melati dulu....


###


Siang hari nya ...


arya dan ajeng berpamitan pada keluarga melati setelah semalam nginep di rumahnya...


" ibu ibu... besok aku boleh nginap di rumah ibu lagi? " tanya ajeng polos... melati menggaguk...


"oh boleh dong.. kan biar ka bintang punya teman main lagi... bobo bareng lagi... yah.. " jawab melati ...


"yee!! horeeee!! makasih ibu melati much!! " kata ajeng lompat kegirangan sambil berlari mencium pipi kanan melati...


"dek... nanti kaka main ke rumah nenek Fatimah sama kakek mail yah! kamu tunggu aja yah... " kata bintang pada ajeng...


"oke kak bintang.. ! aku tunggu yah... " ucapnya...


melihat kedekatan dan kehangatan kedua anaknya itu melati dan arya sangat bahagia... mereka hanya tersenyum manis...


"masya allah... kakak bintang pinter banget yah!! di sayang terus adik nya ya sayang.. " kata melati sambil mengusap rambut bintang...


"iya ibu... aku dari dulu ingin punya adik perempuan... " kata bintang tertawa.."wah... Anak-anak ayah.. udah pada akrab aja nich... terus ayah dan ibunya kapan dong... " ledek arya singgung melati...


"mmmm... " melati hanya terdiam . ..


" kakak bintang ikut ayah pulang ke rumah nenek dulu yuk biar bisa terus main sana adik nya ajeng" pinta arya pada melati... " iya.. aku mau bu apa aku boleh ikut ayah sama adik ajeng ke rumah nenek? " tanya bintang...


"boleh nak.. boleh sayang... " jawab melati pada bintang yang tertawa girang ... " hore!!! asik main ke ruang kakek.. main ke rumah nenek! " teriak nya kegirangan...


lalu mereka pun langsung pamit pada keluarga melati juga pada ibu melati juga...


"Hati-hati ya mas!! bintang itu suka aktif banget takut kamu kewalahan... " ingat melati pada arya...


" siap bu bos!! " jawab arya dengan memberi hormat pada melati... mereka pun segera keluar rumah setelah pamitan...


mobil pun tancap gas menuju rumah Fatimah...


###


Hanya butuh waktu 5 menit mereka sampai di rumah besar itu... bintang berlari masuk ke dalam rumah.. di ikuti oleh ajeng...


"hati- hati nak.. bintang! " teriak arya... pintu terbuka lebar mereka segera di sambut oleh kakek dan nenek nya di pintu masuk..


." wah... cucu nenek. bintang.. masuk sayang... " ucap Fatimah sambil memeluk tubuh kecil bintang ..


"nenek kangen banget sama bintang sayang" kata Fatimah...


" bintang juga kangen sama nenek... " ajeng yang melihat perlakuan Fatimah merasa cemburu...


"nenek aku juga mau di gendong nek... gantian kak bintang.. aku juga mau di gendong nenek" pinta ajeng sambil mengangkat kedua tangan nya... Fatimah malah pergi meninggalkan arya mail dan ajeng masuk ke dalam...


ajeng pun menunduk... sedih ...


" ayo kakek saja yang gendong ajeng yah sayang! " ajak mail sambil menggendong ajeng masuk mengikuti kemana perginya Fatimah dan bintang...


" hore!! aku di gendong kakek... hore!! " girang nya...


arya hanya pasrah saja ketika melihat perlakuan ibunya pada ajeng...


"umi... kamu jangan lah berlaku seperti itu mi! " kata mail... "berlaku seperti apa yang abi maksud bi!? dan pada siapa!? " tanya Fatimah dengan nada sinis...


" pada ajeng lah.. dia juga kan cucu kita mi.. di tubuhnya mengalir darah arya anak semata wayang kita ingat itu! " kata mail dengan sedikit bernada penekanan...


" ya.. terserah si arya saja bi... umi kan sudah pernah bilang kalo dia sudah berhasil kembali rujuk dengan melati... baru umi akan berlaku baik sama anak itu juga sama arya! " bentak Fatimah...


arya dan mail menundukkan kepala... mereka merasa bersalah ...


.


" anak dan bapak kok sama- sama yah doyan nikah!! doyan sakiti hati istrinya!! heran deh umi!! " cecar Fatimah dengan nada sinis...


" baik umi akan arya bukti kan pada umi kalo arya akan berhasil mengajak melati rujuk lagi... " jawab arya dengan sedikit ragu...


"lagian kamu arya...!!udah dapet istri cantik kembang desa... baik soleha... masih aja gatal ketipu sama kucing garong!! " maki Fatimah pada arya...


" coba kalo dulu gak sampe maksa pergi ke Solo mungkin kau gak akan kehilangan kaki mu itu!! " bentak Fatimah terus dan terus menyalahkan arya...


" iya ... umi maaf kan semua salah dan dosa ku umi... ampunilah aku umi..hik hik " jawab arya dengan kembali berurai ari mata...


" umi!!! stop berhenti terus menerus salahkan arya!! mau bagaimana pun arya itu anak kita umi!! dia itu hanya hilap sama seperti abi!! " teriak mail...


" bukannya dulu umi sampai sakit karena merindukan kepulangan arya!!! iya kan umi!! " bentak mail lagi..


" satu lagi! JANGAN PERNAH BAHAS MASA LALU!!! " imbuh mail dengan membentak Fatimah yang menunduk..


"umi abi!! sudah jangan bertengkar depan anak-anak kasian mereka lihat semua ketakutan gitu!! " kata arya sambil menggendong ajeng dan bintang... belum pernah arya melihat kedua orang tuanya bertengkar seperti itu.... dia merasa sangat bersedih...


###


#*jangan pernah untuk membedakan yang mana cucu kandung dan yang mana cucu dari mantu lain.. karena sebenarnya semua tetap darah daging anaknya sendiri! jika tidak ingin berakibat ujung nya... "🙏 salam author... tetap semangat membaca novel karya ku ya... jangan lupa like nya...

__ADS_1


__ADS_2