
Pukul 06:00 WIB , keluarga Arya Wiguna sudah siap-siap untuk pergi ke kota mengantar Arya kerja.
"oh iya semalam kamu bilang putra suami Mia mau ikut kerja ke kota kan?kenapa Mia gak di ajak aja sekalian Arya ..agar rumah ada.yang.berserin dan ada yang urus kamu tentang makan...",kata Abi .
"eh iya juga ya bi aku baru kepikiran sekarang sih?"
"lagian mereka kan pengantin baru ...masa harus berpisah sih kan kasian..."imbuh ibu Fatimah...
"Iya udah biar Abi yang kasih tau Umar sekarang yah..."ucap Abi mail.
mereka pun segera menyelesaikan sarapan pagi nya "Alhamdulillah...Umar setuju!" ucap Abi mail gembira...
"aku kasih tau melati dulu yah bi tentang ini..."
Arya segera WhatsApp melati tentang kabar gembira ini..jelas kesempatan untuk Mia dan putra mencoba mandiri setelah menikah itu kemauan semua pasangan setelah menikah...
"Ayo bi...kita berangkat ke rumah melati dulu yah jemput putra,Mia, dan melati...."ajak arya.
"oke ,barang kamu sudah siap semua Arya?"tanya Fatimah.
"sudah beres umi ..."jawab Arya terkekeh.
"ayo let's go!" teriak Arya...
keluarga Arya pun segera memasuki mobil panther yang Besar agar muat 2 keluarga.
mobil pun melaju cepat agar tidak terlalu siang.
hanya 5 menit mereka sampai di rumah melati.
keluarga melati pun sudah menunggu di depan rumah.
Arya keluar dan berpamitan pada kedua orang tua melati." pak Bu...saya pamit kerja ke kota dulu yah...titip melati ya pak Bu..."izin Arya sambil mencium tangan pak Arjum Dan Bu Eli.
"iya nak Kami akan jaga melati Dan menunggu mu menghalalkan dia .." ucap pak Arjum.
putra dan Mia pun sama meminta izin seperti Arya pada kedua orang tua nya.
setelah semua siap, mereka pun segera masuk mobil dan mobil pun mulai pergi dari rumah melati.
###
pukul tujuh mereka berangkat dari rumah melati Dan Sampai kota pukul sebelas pas.di sana sudah ada umar yang menunggunya.setelah sampai mail dan Umar berpelukan.semua orang pun turun dari mobil...
bersalaman dengan Umar ...
"wah. mba Fatimah... Rengganis dan arina juga ikut...mari mari masuk rumah..."ajak Umar membuka pintu.mereka pun ikut masuk dari belakang.
"nah...nanti kalian disini yah.lebih bagus lagi kalo Mia ikut tinggal disini agar rumah ada yang bersihkan dan kalian juga bisa menghemat makan ...di kota semua mahal... hehehe .."ucap Umar terkekeh.
"iya Mar...aku minta Mia tinggal disini biar ya .. seperti kamu bilang tadi .. mereka kan pengantin baru... hehehe" sindir pak mail tertawa terbahak-bahak...
"iya. iya ngerti...ya boleh lah ... mereka kan sudah sah....ya tentu boleh tinggal bersama disini!" ucap Umar.
.###
rumah yang besar untuk tiga orang....sudah ada sopa dan perabotan lainnya...semua sudah lengkap...
__ADS_1
cet yang mulai pudar di makan waktu rumput yang mulai tumbuh di pekarangan rumah.sedikit horor tapi tetap rapih....
"oh iya Mia.. perabotan disini boleh kamu pake yah...jangan lupa beberes halaman yang sudah di tumbuhi rumput disini juga ada 3 kamar..."pesan Umar lagi."iya pak Umar terimakasih....ucap mia dan putra...",
"sama-sama.…." Jawabannya .
mail dan umar sedang ngobrol di depan teras...melepaskan rasa rindu sebagai saudara yang sama-sama sibuk.
"oh iya mar .. kenapa kamu tidak menikah lagi sih?" tanya mail."ah tidak bang...aku masih trauma...aku ingin fokus membesarkan Nadia bagi ku dia segalanya..."jawab Umar tertunduk sedih....
"oh gitu ya.... sekarang perusahaan nya sudah sampai mana ?" tanya mail ..."Alhamdulillah ...sudah sampai Malaysia bang... itupun cuma sabun mandi dan cuci piring saja yang bisa di terima...ya lumayan lah...."jawab nya ..
"wah hebat kamu! dari dulu emang kamu pinter mar...hebat hebat!!" puji mail pada adik nya ....
###
di kamar Arya memilih kamar pertama dan sedang beberes pakaian dengan melati...
sedangkan kamar Mia dan putra yang ke tiga yang dekat dengan dapur ....kamar kedua di jadikan tempat untuk solat....
setelah selesai Arya mengenalkan melati pada Umar
"bang ..ini namanya melati calon istriku..."sapa Arya
"oh iya,iya melati yah. saya Umar...salam kenal..."ucap nya sambil menyodorkan tangannya pada melati...
melati pun segera menerima uluran tangan umar Dan mencium tangan nya..
"salam kenal juga pak Umar ..."jawab melati tersenyum.
tak hentinya Umar menatap melati...dari atas ke bawah dengan muka yang terpesona.
"melati yang menggunakan baju sederhana tapi tidak mengurangi pancar kecantikan perawan desa itu terlihat jelas begitu anggun dan manis...rasa pernah melihat seperti mendiang istrinya yang telah tiada...", Umar pun menunduk sedih...
"kapan jadi rencana kalian untuk menikah Arya?",tanya Umar " rencana nya sih setelah dua bulan aku kerja disini..."jawab Arya mantep.
",oh ya bagus lah lebih cepat lebih baik....nanti ada yang serobot kamu gimna coba anaknya manis begini "puji Umar... melati menunduk saja.malu.
"ah bisa aja!!" kekeh Arya bangga pada melati.
"Mar aku titip Arya disini yah ..." pinta mail pada adiknya itu.
"siap ka!"
"kalo gitu kita pamit dulu yah sudah siang aku mau cek ke ladang dulu takut ada yang gak beres !" pamit mail..
"oke bang. .. hati -hati yah!" semua istri mail pun ikut berpamitan dengan Umar...
"sayang jaga diri kamu baik-baik yah jangan lupa makan sarapan pagi dan makan malam yah"pesan ibu Fatimah.
"iya umi ..siap!" jawab Arya.
arya menarik tangan melati dan memeluk nya di depan banyak orang.
"sayang jaga diri kamu baik-baik ya ..tunggu aku datang meminang mu...."ucap Arya sambil mencium kening melati.
"iyaa mas ..kamu juga yah .. jangan sampe sakit lagi..."
__ADS_1
"aku akan terus berdoa pada Tuhan agar kamu disini sehat dan selamat...."doa melati sambil melepaskan pelukannya..
"ka Mia ka putra aku pamit pulang dulu yah..." kata Melati.
"iya Mel....titip ibu sama bapak yah Mel?kalo ada apa-apa kamu hubungin kami yah" jawab Mia dan putra suami nya ...
###
mobil pun pergi meninggalkan rumah besar itu ...
Arya dan semua orang yang ada di pekarangan rumah itu hanya bisa menatap mobil yang semakin menjauh ...dan hilang ...!!!
"Abi. kasian yah Ainun sampe harus meninggalkan dunia cuma gara-gara melahirkan Nadia ... umi jadi sedih banget kalo lihat rumah itu..." ratap nya ..
"iya umi sudah lah...itu kan sudah lama sekali...Abi lihat Umar juga sudah cukup maju dengan uang yang Abi kasih pinjam dulu dua ratus lima puluh juta ..."jelas nya lagi , mengingat kembali masa dimana Umar hidup susah...
"Alhamdulillah ya Bi ..umi juga ikut senang Umar bisa mengolah uang pinjaman kita dulu menjadi perusahaan kecil yang masih berjalan..."ucap Fatimah..
melati yang mendengar kan ucapan mail dan Fatimah terkejut mendengar cerita tentang Umar....dan mertua nya yang memiliki begitu banyak uang ...
###
setelah sampai di rumah melati... Abi mail memberikan uang di amplop pada melati..
"pegang ini untuk pegangan uang jajan kamu nak...kami tidak bisa tiap minggunya kesini karena kami juga sibuk"ucap Abi mail sambil menyelipkan amplop di tangan melati.
"eh Abi jangan Abi ...saya tidak perlu uang dari Abi ..saya juga tidak suka jajan Abi ...jangan repot -repot Abi..."tolak melati lembut...
"iih ini jangan di tolak nak....Abi ikhlas ini untuk kamu" paksa Abi mail..",iya melati... Jangan di tolak yah nak..." tidak ada Arya rumah jadi sangat sepi...umi harap kamu mau main mengunjungi kami yah nak.."pinta Fatimah pada melati.
"insya Allah umi Abi .." kata melati...
"dan ini untuk kamu yah jangan di tolak nak Abi mu paling tidak suka pemberian nya di tolak orang...", ucap Fatimah lagi ...
dengan berat hati dia pun menerima amplop itu dan segera berpamitan...
"ya udah terimakasih banyak umi Abi mail..saya permisi,,, assalamualaikum.."pamit nya setelah mencium telapak tangan orang -orang yang ada di dalam mobil.
"wa'alaikum salam..."jawab mereka serempak.
melati pun melangkah ke dalam rumah nya ...dengan penuh rasa haru dan sukur ..
mobil pun sudah tak terlihat lagi....
.di kamar melati...dia sangat bingung...
"wah amplop mana dulu yang aku buka yah ..?" tanya melati sendiri dengan senang nya...
"ini yang kemarin malam dari umi Fatimah...Masya Allah...jumlah nya sama dengan kemarin tujuh ratus ribu..."pekik melati girang ...
"Alhamdulillah, Alhamdulillah. ya Allah terimakasih...KAU berikan aku jodoh yang tepat keluarga nya sangat,sangat baik .." ucap melati sambil bersujud.
sebenarnya keluarga Melati orang nya tidak mau ikut campur dengan urusan anak nya .. mereka juga di tidak mata duitan(matre). mereka selalu hidup apa adanya ... dengan sederhana dan harmonis..
#*
karena kebahagiaan itu tidak bisa di nilai dengan harta,dengan uang...( karena kebahagiaan itu datang dari hati bukan nya harta ?salam author 🙏🏻)*#
__ADS_1