
" Berhenti! "
Tegas Varon, lalu Leina dan Akagi pun berhenti dari lari nya
" Ini akan memakan waktu cukup lama, jadi aku akan menggunakan cara lain agar bisa langsung sampai ke tujuan "
" Kau pikir dirimu adalah Weiz? "
Spontan perkataan itu keluar dari mulut Leina
" Sialan, aku tahu itu. Maka dari itu aku punya cara yang mirip seperti nya, jadi lebih baik kalian setuju sekarang. Tidak ada waktu untuk berdebat "
Varon mengucapkan itu sambil sedikit mengeratkan gigi nya, setelah apa yang ia dengar dari perkataan spontan Leina.
Lalu Akagi dan Leina pun setuju dengan apa yang akan dilakukan Varon.
" Kalian berdua mendekatlah, pegang tangan ku. Karena ini akan terjadi begitu cepat "
Tanpa basa-basi Akagi dan Leina memegang tangan Varon, lalu dalam hitungan detik tubuh mereka diselimuti oleh Ki berwarna biru cerah. Lalu getaran di sekeliling mereka pun terasa.
" Kita... berangkat! "
Layak nya teleportasi, tetapi itu bukanlah teleportasi. Varon menggunakan fisik nya untuk melompat dengan sangat jauh sekali, dia menggunakan bantuan dari Ki diri nya.
Teknik ini tidak secepat teleportasi, akan tetapi teknik ini bisa dibilang super cepat. Jarak mereka dengan puncak K2 terlampau jauh hingga ratusan kilometer, dan dengan teknik memukau Varon mereka langsung sampai dengan waktu 2-3 detik.
" DOOOOOMMMM ", suara dentuman besar yang menghantam sisi puncak K2 dengan keras, sehingga membuat sisi nya itu menjadi runtuh beberapa bagian.
Dentuman itu tak lain dari teknik Varon barusan.
" Aku rasa, aku sudah mulai muak dengan ini "
Ucap Akagi sambil menunjukkan muka yang pusing.
" Varon.. alangkah baik nya kau belajar menggunakan teleportasi saja "
Senyum ngeri itu keluar dari ekspresi Leina.
Varon yang menerima perkataan seperti itu secara langsung, langsung tersenyum dan menggarukkan kepala nya.
Setelah beberapa saat berlalu, tiba-tiba mereka bertiga mengalami tekanan Ki yang begitu kuat bahkan sangat kuat.
Akagi, Leina sampai berlutut akibat tekanan super ekstrem itu. Disisi lain Varon memaksakan diri nya agar tetap kokoh berdiri dengan tegak.
Lalu suara langkah kaki terdengar, setiap suara pijakan itu menghasilkan tekanan yang super ekstrem.
" Prok, Prok, Prok " , Suara tepuk tangan.
" Seperti yang ku duga, rencana ku memang sedikit meleset kali ini "
The Ronin memunculkan diri nya langsung dihadapan mereka bertiga.
" Kau memang sangat tangguh, sejauh mana kau berkembang selama ini Ronin "
Ucap Varon sambil melakukan kuda-kuda beladiri nya.
" Apa kau berniat bertarung melawan ku?, bukan kah kau tahu?, kau bahkan tidak akan bisa mengalahkan ku "
Layak nya kilat Varon langsung menerjang dan menghantam The Ronin dengan uppercut super kuat, uppercut dari Varon itu membuat The Ronin sampai menembus dinding gunung yang berlapis-lapis hingga benar-benar menembus semua nya dan melayang di udara.
" Setidak nya bukalah topeng mu itu, aku ingin mengukir sejarah di wajah mu hari ini "
Varon menerjang Ronin dari arah depan, tetapi sebelum Varon mendekati nya dia justru sudah terpental terlebih dahulu. Varon terpental hingga ke tebing gunung yang begitu curam.
__ADS_1
The Ronin balik menerjang begitu cepat dan langsung menuju Varon yang sedang dalam posisi melayang akan terjatuh kedalam tebing curam.
The Ronin meninju Varon dengan begitu keras, shockwave yang lumayan besar terjadi ketika Varon menghantam dataran rendah.
Dari kepulan debu asap yang begitu menjulang, Varon melakukan serangan kejutan ke The Ronin. Dia melompat ke arah nya.
" Kena.. kau "
..." Kyokushin Karate : En! "...
The Ronin dengan gesit nya menangkis dan melakukan counter akan teknik karate Varon barusan, namun yang mengejutkan nya adalah, ternyata yang dia sentuh hanyalah after image dari Varon saja.
" Kau tertipu dengan teknik dan trik murahan seperti ini?.... memalukan! "
Pukulan yang begitu keras terjadi, lagi-lagi Varon daratkan tepat di muka The Ronin, topeng nya pun retak akibat itu. The Ronin terpental begitu cepat dan langsung menghantam dinding dinding Gunung K2.
Longsor bebatuan dan es terjadi di area mereka bertarung.
" Akagi, seperti nya kita harus menyerahkan nya kepada Varon. Ayo kita cari pusaka nya "
Ucap Leina.
" Kau benar, ayo "
...-...
Mereka pun masuk lebih dalam ke perut Gunung K2, untuk mencari pusaka itu.
Disaat mereka mulai masuk ke dalam perut Gunung, getaran yang dihasilkan Varon dan The Ronin masih terasa. Bahkan Leina pun berpikir ini akan gawat jika Varon dan The Ronin sampai menghancurkan K2.
Lorong-lorong perut K2 itu tertata sangat rapih, bahkan tembok" nya pun terbuat dari metal.
" Sebenar nya, tempat apa ini "
Tanya Akagi.
Tegas Leina.
Lalu mereka sampai di ujung lorong, dan di ujung lorong itu terdapat ruangan yang begitu besar, layak nya aula gedung, mungkin ukuran nya 5x lipat aula gedung biasa nya.
Akan tetapi Leina menyadari ada yang aneh di ujung aula itu, dia melihat siluet seseorang.
" Akagi, menunduk! "
Teriak Leina sambil terpaksa menundukkan kepala Akagi dengan cara paksa.
Shockwave layak nya pisau pun dihindari akibat reaksi Leina yang begitu cepat.
" Tidak mungkin, bukan kah kau sedang bertarung dengan Varon di luar "
Kata Leina sambil mengekspresikan wajah nya yang terkejut.
" Iya, itu memang diri ku. Tapi itu tidak sepenuh nya benar "
Disini terlihat jika The Ronin yang sekarang memang benar-benar diri nya, dia dengan sangat jelas terlihat sedang duduk di kursi ujung aula.
" Jangan bilang, kau juga bisa melakukan Clone? "
Saut Akagi di tengah pembicaraan.
" Hampir benar, tapi tetap saja salah. Karena sejati nya aku sama sekali tidak bisa men-clone diri ku sendiri, dan yang di luar itu memang benar-benar diri ku. Atau lebih tepat nya realisasi dari informasi yang kuwujudkan "
Mendengar itu Leina dan Akagi sedikit kebingungan, mereka bingung dengan maksud yang disebutkan The Ronin barusan.
__ADS_1
" Realisasi informasi? maksud mu? "
Tanya Leina.
" Ini mungkin akan sedikit rumit, jadi akan kujelaskan apa yang dimaksud dari Realisasi Informasi itu "
Tak lama setelah itu, tiba-tiba muncul seseorang yang mereka kenal di samping The Ronin. Dan itu tak lain adalah Leina itu sendiri.
" Mustahil... "
Itu lah perkataan yang ada di benak Akagi dan Leina saat ini. Mereka pun menampakan wajah kebingungan yang begitu jelas.
" Ini bukan lah Clone, maupun Bayangan. Ini adalah wujud dari Informasi yang ku realisasikan "
Jelas The Ronin sambil berduduk santai.
" Jadi bagaimana bisa diri mu seperti itu? "
Kali ini Akagi yang bertanya.
" Itu simple, aku memanipulasi informasi dari realitas untuk mewujudkan sesuatu, aku bisa mewujudkan apapun asal aku mengetahui asal-usul informasi objek tersebut. Aku membentuk nya dari realitas, lalu di realisasikan menggunakan partikel atom, elektro, proton dan neutron. Atau objek abstrak lain nya. Dan salah satu contoh objek abstrak itu adalah Konsep. "
Jelas dari The Ronin.
" Tetapi bukankah kau benar-benar yang terkuat jika bisa melakukan itu? "
Tegas dari Leina, dia berpikir bahwa kekuatan The Ronin sangat begitu kuat, dan jika seperti seperti itu kenyataan nya. Maka Leina berani mengakui jika The Ronin adalah yang terkuat.
" Sayang sekali, tidak. Kekuatan ini sangat membebani otak pengguna nya, bahkan aku hanya mampu merealisasikan 2 objek saja. Dan jika kekuatan ini digunakan dengan begitu sering, maka itu akan fatal ke diri ku sendiri. "
" Tetapi, itu tetap saja... "
Di tengah-tengah suasana yang tegang ini, tiba-tiba Varon menembus masuk dengan keras ke dalam perut K2.
Dinding tembok Gunung K2 berlubang dengan begitu besar.
Dan disitu terlihat Varon yang sudah kelelahan, dan tubuh nya juga yang banyak belur.
" Huh....huh... tak kusangka aku telat menyadari ini, kau memang layak di hancurkan Ronin! "
Varon menerjang The Ronin dari samping dengan begitu cepat, akan tetapi Varon sudah melemah jadi terjangan nya itu sia-sia.
Tanpa bergerak sama sekali, The Ronin menghempaskan Varon dengan begitu kuat ke arah bawah. Itu layak nya menekan Varon dengan gravitasi.
" Varon! "
Ucap Leina dan Akagi.
" Tak kusangka kau sampai menyadari nya, jadi aku terpaksa harus menghilangkan realisasi ku yang satu itu ".
Disini sudah jelas, jika The Ronin merealisasikan sesuatu dan menghilangkan nya. Dia tidak akan bisa menggunakan nya lagi untuk jangka waktu yang lumayan lama, jadi yang hanya dia bisa lakukan adalah mengandalkan realisasi informasi yang satu nya lagi. Benar itu adalah Leina Inoaden.
" Kau, nama mu Deadly, Leina Inoaden. Benar bukan? "
Ucap The Ronin dengan maksud yang tertuju ke Leina.
" Apa maumu sekarang?! "
" Hahaha... aku tau kau adalah salah satu yang terkuat, jadi mulai sekarang, jika kau ingin menyelamatkan Varon dan nasib penduduk China. Maka langkahi lah dulu Realisasi diri mu sendiri ".
Varon, Leina dan Akagi terkejut, lalu disaat yang bersamaan itu, Realisasi Leina mengeluarkan Soul Blessing nya. Dan itu membuat mereka bertiga makin terkejut.
" Bagaimana bisa berakhir menjadi seperti ini?! "
__ADS_1
Ucap Akagi.
...-Bersambung-...