
" Kalian sungguh merepotkan, alangkah baik nya jika segera menghentikan semua ini ".
Ucap Weiz sembari perlahan turun dari atas langit menuju ke darat.
Semenjak kemunculan Weiz, pertempuran itu seperti terjeda sekarang. Sebab seluruh nya sekarang terfokus kepada diri Weiz dan juga mereka bingung, bagaimana bisa Weiz datang disaat yang seperti ini.
" Apa maumu? "
Tak terkecuali untuk Faust, dia mendadak menunjukkan wajah serius nya ketika melihat Weiz dihadapan nya.
" Sudah jelas bukan?.... aku akan menghentikan ini... kalian semua sudah keterlaluan "
Weiz mengucapkan sesuatu yang susah di cerna oleh orang yang berada disitu, akan tetapi ada satu orang yang seperti nya memahami apa yang di sampaikan oleh Weiz. Dan orang itu adalah Exviero.
" Aku tau itu, kau bahkan bisa menghentikan semua tragedi ini..... tapi mengapa kau baru datang sekarang? "
Tanya Faust.
" Ya...yaa... anggap saja aku ingin tahu, sejauh mana anggota ku berkembang dan seberapa kuat mereka "
Mendengar ocehan omong kosong itu, Faust langsung bersikap sempurna dengan kuda-kuda nya.
" Omong kosong mu... memang membuat ku merasa mual! "
..." Noir : Lesser! "...
Namun dengan begitu cepat nya Weiz langsung menghampiri Faust secepat kilat, dan langsung mencengkram tangan nya. Dia berniat untuk menghentikan Faust yang akan mengeluarkan teknik nya itu.
" Aku tidak akan membiarkan mu begitu saja "
Sontak Faust begitu terkejut, dia juga ingin berusaha melepas cengkraman itu namun itu sia-sia. Bahkan diri nya tidak bisa melepas cengkraman itu.
" Catastro..... "
Belum selesai akan mengeluarkan teknik nya yang lain, tiba-tiba Soul Blessing Faust patah dibagian tengah nya dan terpotong menjadi 2 bagian.
" Aku ingin pamer sedikit "
Ucap dari Weiz yang menatap Faust dengan tatapan yang tidak mengenakan.
Weiz melepaskan cengkraman kuat nya itu dari Faust, lalu dia dengan gesit langsung menghantam Faust ke permukaan tanah dengan begitu kuat. Weiz hanya menggunakan telekinesis nya saja untuk menciptakan tenaga yang layak nya 10x lipat gravitasi bumi itu.
..." Phenomenon : Hot Springs "...
__ADS_1
Dengan teknik unik nya itu, Weiz menciptakan sebuah fenomena alam yang layak nya seperti semburan mata air panas ke permukaan. Akan tetapi semburan nya itu bukanlah seperti semburan mata air panas yang selayak nya terjadi.
Semburan nya itu sangat kuat, dan semakin lama teknik itu terjadi maka semakin panas juga air nya. Lalu lama-kelamaan air itu akan berubah menjadi uap yang menyembur sama kuat nya, dan pada puncak nya uap itu akan menjadi sebuah api yang begitu panas.
Semburan yang tadi nya berupa air sekarang menjadi sebuah api yang semakin lama semakin melebar jangkauan nya. Disitu terlihat Weiz sedang berdiri menyaksikan Faust yang tertelan oleh api, dan juga dia menunggu apa yang akan dilakukan Faust selanjut nya.
" Hei... cepat lakukan sesuatu.. aku juga bosan jika menunggu seperti ini "
Lalu keluarlah Kaki Faust dari dalam kobaran api itu, perlahan dia mulai menampakan seluruh tubuh nya. Disitu terlihat jika pakaian yang dikenakan Faust sudah hampir terbakar seluruh nya, dan bagian yang masih cukup utuh adalah celana nya.
" Tak kusangka, aku akan menggunakan teknik pamungkas ku disaat seperti ini... tapi lebih baik seperti ini "
Ucap Faust
Setelah itu Faust menghentakkan kaki kanan nya kedepan dengan kuat hingga terdengar suara nya.
..." Quantle : Cronos "...
Faust menghentikan waktu seluruh alam semesta, dia seperti mensetting waktu agar berhenti sesuka hati nya, dan disaat itu dia menghentikan waktu dengan set 30 detik. Karena dia ingin menghemat Ki yang di keluarkan nya, semakin lama waktu yang dia setting, maka akan semakin banyak juga energi Ki yang keluar. Setelah nya Faust langsung menjemput Ares, lalu setelah itu dia langsung membuka portal untuk segera kabur dari situ.
" Hei... "
Namun alangkah terkejut nya diri nya setelah mendengar suara yang memanggil nya dari arah belakang itu. Sontak Faust menoleh untuk memastikan nya.
Benar saja, disitu Weiz dan Exviero sama sekali tidak terpengaruh oleh teknik penghentian waktu milik diri nya. Disitu dia langsung mempercayai apa yang dikatakan Misogi kepada nya beberapa waktu lalu.
Lalu disitu terlihat jika Weiz hanya melihat nya dan sedikit tersenyum, tanpa basa-basi lagi Faust masuk kedalam portal yang ia buat dan benar-benar kabur saat itu juga.
" Sialan, apa memang hanya seperti ini saja? "
Ucap Weiz dengan kekecewaan nya.
" Jangan berharap aku akan mengucapkan Terima Kasih kepadamu, Weiz Eugene "
Sontak Exviero dengan tiba-tiba
Mendengar itu Weiz kaget dan langsung tertawa.
" Hahaha.... lalu kau pikir.... aku datang untuk menyelamatkanmu? "
Exviero pun memejamkan mata nya dan memalingkan pandangan nya dari Weiz.
" Oh iya.... kau mencari ini kan "
__ADS_1
Weiz melempar Pusaka Helheim yang Exviero cari-cari.
Lalu Exviero pun menangkap nya dengan tepat tanpa melihat arah Pusaka itu.
" Sekali lagi.... aku tidak akan berterima kasih "
Dan dengan kilatan hitam yang muncul, Exviero pun langsung menghilang dari situ. Dia juga meninggalkan Christ dan Kei.
" Dasar.. seperti nya kau harus menurunkan gengsi mu yang terlalu tinggi itu.. sialan "
Sindir Weiz ke Exviero, meskipun disitu sudah tidak ada Exviero.
Lalu disaat yang bersamaan terlihat Christ dan Kei menghampiri Weiz. Mereka pun langsung berlutut dihadapan Weiz.
" Terima kasih... Tuan Weiz! "
Ucap mereka berdua secara bersamaan.
" Tenang saja... kalian tidak usah bersikap formal seperti itu.. berdirilah, aku bukan raja kalian... jangan berlutut seperti itu "
Christ dan Kei pun langsung berdiri dari posisi berlutut nya.
" Omong-omong, bagaimana dengan mereka tuan? "
Tanya Kei sambil memandangi ke arah belakang Weiz.
" Ohh... tenang saja, mereka bertiga baik-baik saja. Aku yang akan mengurus nya, kalau begitu aku akan melakukan tugas terakhir ku, kalian bisakah membawa mereka bertiga menjauh dari sini? "
" Baiklah! "
Lalu Christ membawa Varon dan Akagi di pundak nya, dan Kei membawa Leina di pangkuan nya. Mereka berdua langsung bergegas menjauh mungkin dari Area Kawasan Gunung K2 yang sudah hancur lebur itu.
Dan disaat yang bersamaan Weiz terbang dengan begitu tinggi di atas Kawasan Gunung K2 yang sudah hancur itu.
" Ini memang hal ******* yang sangat ku sukai "
Ucap Weiz.
Weiz langsung mengangkat tangan kanan nya kedepan, lalu setelah itu.....
" Tekk ", suara jentikan jari terdengar, dan dengan ajaib nya Kawasan Gunung K2 itu menjadi pulih kembali.
Itu layak nya Gunung K2 seperti dilahirkan kembali, kawasan itu dengan begitu instan seperti beregenerasi setelah Weiz menjentikkan jari nya itu.
__ADS_1
Kawasan Gunung K2 benar-benar ada kembali, setelah dihapuskan eksistensi nya oleh Leina Inoaden. Dan bahkan itu jauh lebih baik ketimbang original nya dulu.
...- Bersambung -...