Chronicles Faith

Chronicles Faith
023. Ch 6. Retakan Takdir


__ADS_3

" Ayo kita mulai, Faust! "


Sontak Varon dengan kuda-kuda yang mirip dengan milik Legenda bernama Bruce Lee.


Varon langsung menerjang dengan cepat dari arah depan, Soul Blessing milik nya itu berkontradiksi dengan Ki milik Faust. Itu terjadi seperti konsep Positif dan Negatif yang saling bertentangan.


Karena Faust yang sekarang terlahir kembali, akan tetapi itu bukanlah kelahiran yang biasa. Dia dilahirkan dari akar ketiadaan setelah diri nya ditiadakan, itu mengapa seluruh tubuh nya saat ini terisi penuh oleh Ki Negatif.


Setiap Varon memukul Faust, serangan nya malah terpental dan mengenai diri nya. Itu seperti Energi Negatif lebih superior daripada Energi Positif.


" Kau berniat membunuh diri mu sendiri? "


Tidak memperdulikan perkataan dari Faust, Varon terus menerjang nya.


Ketika Faust terpental begitu keras maka Varon pun akan ikut terpental, dan ketika Faust mengalami luka yang parah maka Varon pun ikut mengalami nya. Rantai Kontradiksi ini akan terus terjadi jika Varon terus-terusan mengabaikan nya.


30 detik dari terjangan awal Varon, kini diri nya mengalami kondisi yang lumayan parah. Berbeda dengan Faust, karena diri nya di penuhi oleh Energi Negatif, luka nya akan segera tertutup. Karena Energi Negatif tidak akan membiarkan tubuh pengguna nya mengalami efek negatif. Jadi meski pengguna itu mengalami luka yang parah bahkan sampai dihapus eksistensi nya lagi, ketika masih dalam efek Energi Negatif, maka itu akan percuma saja.


Sebab Energi Negatif tidak akan membiarkan yang seperti itu terjadi, karena Energi itu akan langsung bereaksi dan mengembalikan pengguna nya seperti semula. Bahkan jika pengguna nya dihapus ke tahap ketiadaan untuk yang kedua atau kesekian kalinya, dia akan langsung terlahir kembali dengan lebih banyak Energi Negatif.


" Sudah cukup, jika kau melanjutkan nya, kau benar-benar akan mati "


Mendengar hinaan itu Ki dalam tubuh Varon langsung meluap seperti meledak-ledak.


Dengan senyuman jahat yang keluar dari ekspresi muka Varon, dia seperti nya akan melakukan sesuatu yang mungkin ada di luar pemikiran Faust.


Varon mengangkat kedua tangan nya ke atas langit di ikuti dengan kain-kain Soul Blessing nya itu yang mengitari tubuh nya, dia mengumpulkan banyak sekali Ki Positif di kepalan tangan nya.


Bahkan setiap Ki yang tersedot masuk ke tangan Varon itu menimbulkan suara desisan angin yang begitu memekikkan telinga.


" Seperti apapun usahamu, kau tidak akan bisa menyentuh ku dengan kondisi yang sekarang ini! "


Kedua tangan Varon kini begitu menyilaukan akibat begitu banyak Ki yang masuk.


" Apa kau lupa, Faust?. Aku yang sekarang itu bertaruh bukan untuk siapa yang akan menang, akan tetapi bertaruh pada keberuntungan "


Dari kejauhan Akagi tersadar, dia melihat Varon yang akan segera menerjang Faust dengan gerakan terakhir nya, dia hanya bisa menatap. Karena organ nya sudah rusak akibat tekanan Faust pertama kali, setelah itu dia memaksakan diri untuk bisa setara dengan teknik Varon.


[ Kumohon tubuhku, bergeraklah meskipun itu hanya 1 gerakan! ] kata Akagi didalam hati nya, dia berusaha menggerakkan tubuh nya meskipun sudah mati rasa.


Tiba-tiba ada yang memegang kepala Akagi dari belakang, Akagi sedikit terkejut dengan sentuhan itu. Akan tetapi dia menyadari nya siapa orang yang menyentuh kepala nya itu.


Dia menggerakkan tangan nya seperti mengelus kepala Akagi.


" Tenanglah.... ini akan segera berakhir.. "


Ucap nya dengan nada yang begitu pelan dan sangat lirih.


[ Nona Leina... ] sebut Akagi dalam hati nya.


Cuaca di Kawasan Gunung K2 mendadak mendung dan hujan dengan lumayan deras, tak lupa dengan gemuruh nya yang ikut serta.


..." Martial Arts : Kyoukushin Karate! "...


Varon maju begitu cepat dan menerjang Faust, dia melakukan pukulan tanpa henti nya ke Faust.


Tiap pukulan nya itu menimbulkan dentuman yang begitu keras, itu seperti 10 meriam yang diledakkan secara bersamaan.


Setelah itu Varon menjauh dari Faust, disitu terlihat jika luka yang Varon dapatkan semakin banyak. Itu akibat kontradiksi Energi Positif dan Negatif.


Namun dalam saat yang singkat Varon kembali menerjang Faust yang bahkan masih berdiam diri di posisi nya itu.


..." Te Waza "...


Varon mendaratkan pukulan yang begitu keras ke sekujur tubuh Faust, dan pukulan yang terakhir dia daratkan tepat di titik jantung Faust.


Menerima serangan itu, Faust sedikit tergeser dari posisi nya


" Lihatlah, bahkan jantung mu sudah mulai rusak "


Tanpa memperdulikan perkataan Faust untuk kedua kali nya, Varon menerjang nya kembali

__ADS_1


..." Nage Waza! "...


Varon mencengkram muka Faust dan mengangkat nya tinggi ke udara dengan lompatan nya itu. Dan membanting nya dengan begitu kuat ke darat dengan cengkraman nya itu.


" Kau bahkan tak layak untuk bicara sekarang, Faust! "


Lalu untuk yang kedua kali nya Varon mengangkat Faust ke udara lagi, akan tetapi kali ini dia melempar nya.


..." Ashi Waza : Zuki! "...


Varon memindahkan seluruh Ki yang dia kumpulkan di kepalan tangan nya itu menuju ke Kedua kaki nya, dia mendaratkan serangan kaki nya itu ke perut Faust yang sedang melayang di udara.


Faust terangkat semakin jauh dan tinggi akibat itu, dan disaat itu lah Faust juga menyadari ada yang aneh dengan apa yang dia rasakan sekarang.


Karena semenjak Varon bertubi-tubi menyerang nya, asal mula Energi Negatif nya berkurang begitu drastis, oleh karena itu rasa sakit yang ditolerir pun berkurang. Begitu juga dengan regenerasi nya.


Dengan sangat cepat Varon sudah berada di atas Faust yang sedang melayang itu, Varon langsung mendaratkan pukulan terakhir nya tepat di tengah punggung Faust.


Faust yang menyadari jika Energi Negatif nya itu sudah tidak begitu bekerja, dia berniat untuk melakukan teknik bertahan nya. Namun itu terlambat, pukulan Varon lebih cepat ketimbang niat nya itu.


..." Shouto-Ryuu : Gichin! "...


Pukulan destruktif itu mendarat di punggung tengah Faust.


Gelombang pusaran badai tercipta di atas langit, dan badai itu berpusar dengan sangat cepat menuju tanah.


" DOOOOOOMMMMM! ", Suara yang begitu memekikkan telinga.


Akagi dan Leina ikut terpental akibat guncangan dan shockwave yang di akibatkan dari teknik Varon itu. Akan tetapi itu sudah tidak di khawatirkan lagi, karena mereka berdua sudah di selamatkan oleh teknik bernama Ouen dari Varon.


Kepulan asap nya tidak menyebar luas ke seluruh penjuru Kawasan Gunung K2 yang sudah lenyap itu, entah mengapa kepulan asap nya membentuk seperti angin tornado.


Semakin lama kepulan itu semakin menipis, dan dari situ mulai terlihat siluet seseorang yang sudah terbaring tak berdaya. Di sisi yang lain ada siluet yang masih berdiri tegak dan kokoh menghadap ke siluet yang tak berdaya itu.


" Kau memang menyedihkan "


Mendengar suara itu, mata Akagi langsung melebar dia tak percaya dengan apa yang dilihat nya saat ini.


" Varonnnn! "


Teriak Akagi dengan tenaga terakhir nya.


Varon sudah terbaring tak sadarkan diri di tengah hujan yang begitu deras.


" Sialan, tak kusangka orang seperti diri mu pun bisa menggunakan otak mu ya. Kau melakukan sesuatu diluar dugaan ku "


Ucap Faust dengan nada bangga.


Disini terlihat jika Varon baru saja melakukan hal yang berada diluar dugaan Faust, dan hal itu adalah tentang Energi Negatif.


Di awal pertarungan Varon mengumpulkan begitu banyak Energi Positif di kedua kepalan tangan nya, bahkan itu melampaui kapasitas yang asli.


Dia hanya memiliki 1 cara itu, dan itupun tingkat berhasil nya sampai sejauh 1 banding 10 juta. Tetapi kali ini dia berhasil mengalahkan Faust dalam hal keberuntungan.


Itu karena Varon berhasil mengecoh seluruh Energi Negatif yang berasal dari tubuh Faust, dia mengecoh nya menggunakan Energi Positif yang pasokan nya jauh melebihi Energi Negatif milik Faust, bahkan bisa dibilang itu 10x lipat jauh nya.


Dengan serangan nya yang bertubi-tubi itu dia mengecoh untuk mengeluarkan Energi Negatif nya sedikit demi sedikit, lalu menyedot nya dan di netralisir oleh nya.


Bisa dibilang 1 Energi Negatif setara dengan 1000 Energi Positif, jadi bisa dibayangkan sebanyak apa Energi Positif yang dikumpulkan Varon untuk mengecoh seluruh Energi Negatif milik Faust.


Setelah dia berhasil mengeluarkan hampir seluruh Energi Negatif milik Faust, Varon langsung mendaratkan serangan kuat nya yang bernama Shoutou-Ryuu ke arah punggung Faust. Itu karena pusat Energi seluruh mahkluk hidup condong berada di bagian punggung atau dada lebih dekat ke jantung.


Lalu setelah itu Faust menoleh ke arah Akagi yang sehabis berteriak memanggil nama Varon.


" Sudah kubilang beberapa kali bukan?, yang kalian semua lakukan ini percuma. Dan juga mustahil bagi kalian untuk mengalahkan ku "


Faust berjalan meninggalkan Varon yang sudah tak sadarkan diri itu menuju ke Akagi dan Leina. Dia berniat akan menghabisi Akagi dan Leina terlebih dahulu.


..." Antares "...


Yang tidak disangka disini adalah, Faust mengeluarkan Soul Blessing milik nya itu.

__ADS_1


" Kalian akan segera tamat disini "


Soul Blessing berbentuk sebilah pedang yang tekstur besi terkikis dibagian tengah nya itu diangkat oleh Faust, meskipun mengangkat nya tanpa memasok energi ataupun teknik itu sudah terasa begitu kuat.


Suara angin yang lumayan kencang itu menggerusuki kuping Akagi dan Leina ketika Faust mengangkat Soul Blessing nya.


[ Ah.. pandangan memuakkan ini lagi.... ini seperti saat pertama kali bertarung dengan Jester.... sialan... ] kata Akagi didalam hati nya.


Disaat Faust akan mengayunkan Soul Blessing nya itu, tiba-tiba kilatan petir berwarna ungu menyambar nya, dan itu membuat diri nya terpental dengan begitu keras.


Akagi langsung terkejut dengan Ki yang tiba-tiba muncul dari atas langit, dia dapat merasakan nya, Ki yang sangat kuat.


Disitu hanya Akagi yang menyaksikan nya karena Leina dan Varon sudah tidak sadarkan diri.


Akagi melihat kejadian itu meskipun dalam keadaan setengah sadar, dia melihat ada manusia dengan Ki yang begitu sangat kuat melayang di atas langit menggunakan jubah serba hitam.


Lalu dia menggerakkan tangan nya ke arah belakang seperti menarik sesuatu. Dan benar saja dia menarik Ares yang sudah babak belur lalu dia melempar nya dengan kuat ke arah Faust.


" Tuan... seperti nya ini tidak mudah... "


Ucap Ares yang sudah hampir tak berdaya itu.


Manusia yang terbang di atas langit itu pun meresonansi Ki nya dengan petir yang masih berkecamuk di tengah hujan deras itu. Dia melakukan satu putaran dengan satu jari telunjuk nya ke atas langit.


Dan dalam sekejap keluar lah petir yang berputar layak nya pusaran air.


Dia langsung menghujani Ares dan Faust menggunakan serangan itu, sambaran yang bertubi-tubi itu membuat Kawasan Gunung K2 semakin merusak.


Dari dalam kepulan debu pun terlihat jika Faust menangkis seluruh serangan itu, dia mendistorsi seluruh indera penglihatan semua orang yang melihat kejadian barusan.


Seakan-akan dia terkena hujan petir yang dilakukan oleh Manusia yang terbang di atas langit itu, padahal dia menyedot nya kedalam Soul Blessing nya dan menjadikan nya Energi Negatif.


Disaat yang bersamaan Christ dan Kei tiba, mereka berdua sudah menyadari pertarungan antara Varon, Akagi dan Leina. Pertarungan yang dilakukan mereka bertiga dengan Faust begitu besar, jadi tidak heran jika Christ dan Kei menyadari nya dari kejauhan.


Akan tetapi mereka berdua tetap saja terkejut karena melihat Varon, Akagi dan Leina terkapar tak berdaya dihadapan Faust. Christ dan Kei juga menyadari jika Faust memang benar-benar sangat kuat.


Dan disini juga mereka berdua juga masih terkejut akan satu hal yang dilihat oleh kedua mata nya, hal itu adalah sosok muka The Ronin. Mereka juga mengenali siapa itu Faust.


" Wow... ini begitu mengejutkan, dirimu yang bahkan tidak pernah muncul ke realitas kini sampai menghujani ku dengan serangan mu itu. Tunjukkan lebih banyak kekuatanmu The Night "


Faust berbicara ke manusia yang melayang di atas langit, dan ternyata itu adalah The Night, Exviero.


" Tuan Exviero sampai menghampiri kita seperti ini, apakah kita memang gagal dalam menjalani misi kali ini? "


Keluh Christ ke Kei.


" Kita keluhkan hukuman nya belakangan.. kini sebaiknya kita ber waspada terlebih dahulu.. Christ "


Jawab Kei.


" Baiklah.. "


[ Haha.. sialan... aku tidak tahu ini beruntung atau sial... tetapi setidak nya aku bisa melihat sekarang... bahwa The Night... atau Exviero apalah itu memang sangat kuat... aku bisa merasakan nya.... Kekuatan Ki nya bahkan jauh lebih kuat dari The Ronin... dan itu hampir menyamai Weiz... aku... sudah... muak ]


kata Akagi didalam hati nya sebelum dia tak sadarkan diri.


" Kau layak mati "


Ucap Exviero ke Faust.


Mendengar perkataan seperti itu dari Exviero, Ki dan Energi Negatif Faust langsung meluap hingga menghasilkan getaran yang begitu kuat.


" Tuan..... aku juga masih bisa... bertarung... "


Kata Ares.


Faust hanya membalas nya dengan senyuman, lalu Ares langsung memanggil ke 4 anak nya untuk kedua kali nya.


Di tengah hujan deras dengan petir yang berkecamuk, berdirilah 9 petarung kuat yang akan melanjutkan pertarungan yang begitu sengit.


Saat nya mengucapkan selamat tinggal kepada Kawasan Gunung K2, Xinjiang, China.

__ADS_1


...-Bersambung-...


__ADS_2