Chronicles Faith

Chronicles Faith
024. Ch 6. Retakan Takdir


__ADS_3

" Ares, kau sekarang mempercayai perkataan ku kan, tentang rencana ku yang kali ini akan meleset? "


Ucap Faust ke Ares sambil memandangi Exviero di atas langit.


" Ya tuan, seluruh jiwa dan raga ku sudah ku taruh untuk percaya padamu. Apapun itu. "


Jawab Ares teguh dengan pendirian kesetiaan nya ke Faust.


" Sebenar nya ini bukan tentang rencana yang meleset karena akan gagal, justru meleset jauh dari kata gagal atau bisa dibilang rencana kali ini sukses besar! "


Mendengar pernyataan itu dari Faust, Ares langsung memejamkan mata nya, " Ya, apapun itu kau memang ahli dalam segala nya ".


" Sudahi obrolan omong kosong mu itu, sekarang beritahu aku dimana Natalia, Benjamin dan Pusaka Helheim "


Disaat yang bersamaan Faust melangkah kedepan beberapa langkah, lalu dia menatap Exviero kembali.


" Kupikir.. kau harus membuang jauh-jauh harapan mu untuk membuat ku menjawab nya "


Faust membalik Soul Blessing nya, dan dia melebarkan mata nya. Seketika keluarlah gelombang berwarna merah yang begitu cepat dan mengerikan.


Menyadari itu Exviero langsung cepat turun dari langit menuju Christ dan Kei yang berada di darat, dan langsung melakukan teknik bertahan nya.


" Bajing*n itu.... "


Ucap Exviero sambil mengeratkan gigi nya.


..." Elveiren Natualez "...


Namun Exviero sedikit telat mengaktifkan teknik bertahan nya itu, pipi sebelah kiri nya tiba-tiba tergores kecil dan berdarah.


" Tuan... kau baik-baik saja? "


Ucap Christ dan Kei.


Exviero diam tak menjawab mereka berdua sepatah kata pun.


Teknik bertahan Elveiren Natualez ini begitu sangat defensif, seluruh serangan yang akan mengenai jangkauan teknik ini akan langsung dikirim ke Dimensi Waktu buatan milik pengguna nya.


Teknik ini pun mirip dengan Ouen milik Varon, akan tetapi beda nya teknik Varon itu hanyalah menetralisir nya dan memberi nya sebagian tolerir rasa sakit, dan juga Barrier untuk melindungi tubuh bagian luar.


Sedangkan teknik milik Exviero ini membuat dinding di antara pengguna nya atau objek yang dikehendaki nya seperti ruang kecil. Sebut saja itu sebagai Barrier yang sangat tipis, akan tetapi Barrier itu memiliki cakupan yang sedikit luas. Itu sekitar 7 meter.


Serangan apapun yang di lakukan musuh dan masuk kedalam jangkauan teknik ini, maka itu akan percuma saja. Karena serangan nya akan langsung berpindah ke Dimensi Waktu milik pengguna nya. Dan serangan itu akan berhenti ketika masuk kedalam Dimensi Waktu milik Exviero, benar-benar berhenti bergerak.


Namun disini Exviero sedikit telat mengaktifkan nya, akan tetapi dia pun bisa dibilang sedikit beruntung karena berhasil mengaktifkan nya tepat waktu. Disitu Exviero mengkehendaki Christ, Kei, Akagi, Leina dan juga Varon.


" Kau ternyata memiliki rasa simpati juga, dan juga tak kusangka serangan Catastrophe ku semudah itu kau hindari. Sejauh ini tidak ada yang bisa menghindari nya kecuali orang itu, dan sekarang bertambah satu yaitu diri mu "


Ucap Faust ke Exviero dengan nada yang lantang.


" Barusan itu apa?.... dalam sekejap itu terlihat begitu mengerikan saat ada gelombang berwarna merah meluas "


Ucap Kei dengan kengerian dan kewaspadaan di ekspresi nya.


" Itu adalah.. Catastrophe.... itu adalah teknik kuno dari ajaran Kendo di Jepang, normal nya itu adalah teknik tebasan seketika yang terlihat biasa saja... akan tetapi Faust melampaui itu... dan menciptakan teknik nya sendiri yang bernama Catastrophe... itu di ciptakan dari teknik Kendo dasar yang sudah kuno "


Jawab Christ.


Lalu disaat yang bersamaan Faust melangkahkan kaki nya satu langkah kedepan, dan disaat itu lah gelombang berwarna merah yang begitu cepat keluar untuk kedua kali nya.


Menyadari itu yang kedua kali nya Exviero langsung berdiri dari posisi berlutut nya setelah mengaktifkan teknik bertahan nya dengan mendadak dan cepat itu. Dalam saat yang sangat singkat, dia berjalan setengah langkah dengan begitu cepat. Lalu.....


..." Elveiren Natualez : Release! "...


Gelombang berwarna biru muncul disaat Exviero melebarkan mata nya.


Dan seketika Gelombang berwarna merah dan biru itu bertemu, disaat itu suasana menjadi hening seketika. Lalu tiba-tiba gelombang ungu keluar dan guncangan terjadi, serta tebasan-tebasan yang begitu acak saling merusak sekitar.


Kepulan debu mengitari seluruh area yang terjangkau oleh gelombang ungu yang barusan mendadak keluar. Guncangan dan tebasan acak itu terjadi karena menyatu nya serangan Catastrophe Faust yang ada dua menjadi satu.


Karena Exviero mengeluarkan serangan Catastrophe milik Faust yang barusan dia pindahkan ke Dimensi Waktu, dan dia keluarkan kembali ke realitas. Akan tetapi disini Exviero lah yang mengendalikan nya dan memberi nya energi dengan Ki milik diri nya, akibat itulah Dua Catastrophe saling bertemu dan mengakibatkan guncangan barusan.


" Kau memang penuh dengan segudang keajaiban Exviero!, ayo Ares! "


" Baik tuan! "


Faust dan Ares langsung bergerak menuju Exviero dengan cepat.


" Tuan... biarkan kami membantu "


Ucap Christ dan Kei yang lagi-lagi diucapkan bersama.


" Diamlah "


Jawab Exviero dengan singkat.


Exviero mengepal tangan nya dan dia mengeluarkan jari telunjuk dan jari tengah nya. Dia melakukan pose jari yang layak nya pisau. Dan entah bagaimana disaat itu waktu seperti bergerak begitu lambat.


Setelah itu dia langsung menerjang juga ke arah Faust dan Ares, di ikuti dengan kilatan petir ungu. Setelah berhadapan dengan jarak yang begitu dekat, Exviero menggerakkan tangan nya itu seperti layak nya menebas dengan pedang, Faust bisa bereaksi akan gerakan itu akan tetapi berbeda dengan Ares.


Exviero menembus terjangan mereka berdua, lalu setelah beberapa saat yang singkat Exviero berputar dan akan menyerang Faust dari belakang. Disitu terlihat jika Ares dan keempat anak nya sudah terbelah menjadi dua bagian, tubuh nya yang terbelah itu jatuh sangat lambat akibat waktu yang berjalan begitu lambat saat ini.


Exviero saat ini melihat ternyata Faust sejak awal tidak berniat menargetkan diri nya, dia sejak awal menargetkan Christ dan Kei. Karena Christ dan Kei ikut terpengaruh oleh waktu yang menjadi lambat, mereka akan telat bereaksi akan serangan Faust.


Dengan ekspresi wajah yang penuh emosi sambil mengeratkan gigi nya Exviero mengangkat 1 jari nya ke atas langit.


..." Teilent Thunder! "...


Exviero menciptakan sebuah petir yang bisa menembus waktu, petir itu dia kehendaki untuk kembali ke masa lalu. Tepat nya beberapa menit yang sudah berlalu.

__ADS_1


Entah bagaimana Faust tidak menyadari serangan mematikan dari Exviero barusan, dan benar saja Faust langsung terkejut ketika melihat perut dan punggung nya mendapatkan luka yang lumayan parah.


Luka itu tiba-tiba muncul secara mendadak, Faust terkejut dengan apa yang barusan terjadi ini. Disaat itu juga lah dia menyadari nya, bahwa Exviero tidak terpengaruh oleh Aliran Waktu yang Melambat.


Padahal dia benar-benar yakin sudah melambatkan waktu untuk Exviero, setelah terjangan nya bersama Ares barusan.


Faust langsung memutar tubuh nya dan akan berniat menyerang Exviero dengan serangan balasan. Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi.


" Matilah! "


Ternyata petir Exviero masih tersisa di kehendak nya, dia langsung menyerang Faust yang berada di masa lalu tepat di inti jiwa nya.


Perlahan tubuh Faust menghilang menjadi percikan petir yang berterbangan, namun disitu dia malah tersenyum jahat ke Exviero.


" Kau sudah salah langkah, Exviero "


Itulah ucap Faust sebelum benar-benar menghilang lagi untuk yang kedua kali nya bersama eksistensi nya.


Lalu setelah Faust menghilang aliran waktu pun normal kembali, Christ dan Kei langsung bingung dengan apa yang barusan terjadi. Karena di penglihatan mereka berdua, barusan Exviero, Ares dan Faust bergerak begitu cepat, bahkan itu pun masih samar-samar di ingatan mereka berdua.


Exviero mengekspresikan wajah seolah-olah menolak untuk di tanyai, karena dia bisa melihat dari wajah Christ dan Kei yang akan segera menanyai hal yang baru saja terjadi barusan.


Melihat itu Christ dan Kei pun langsung mengurungkan niat nya untuk bertanya kepada Exviero.


" Kalian tetaplah disini, aku akan mencari pusaka itu "


Ucap Exviero dan akan segera beranjak pergi.


Namun tiba-tiba.....


" Kau mengganggap ini sudah berakhir?, betapa naif nya diri mu "


Ucap Faust yang berasal dari ketiadaan, akan tetapi itu bisa didengar di realitas.


Getaran yang bahkan jauh lebih hebat terjadi akibat tersedot nya Energi Negatif kedalam satu titik, energi itu terkumpul dan menghasilkan getaran yang begitu hebat.


Exviero lalu menghadapkan diri nya ke suatu pusat energi itu.


" Ya, ini sudah berakhir "


Exviero mengangkat tangan nya lagi tetapi kali ini bukanlah satu jari saja, melainkan keseluruh telapak tangan nya.


Dia mengumpulkan pasokan Energi Positif yang bahkan jauh lebih banyak ketimbang Varon, dan itu terus bertambah. Dalam kasus ini mungkin Exviero mengumpulkan setidak nya 50x lipat lebih banyak ketimbang Varon.


Exviero kini berniat untuk menyerang titik pusat Faust sebelum dia benar-benar terlahir kembali, karena menurut nya itu akan jauh lebih merepotkan. Namun dibutuhkan begitu banyak Energi Positif untuk langsung mengalahkan Faust.


" Itu percuma, kau akan membunuh dirimu sendiri jika memaksakan begitu banyak Energi Positif di dalam diri mu "


Teriak Faust yang masih berproses akan kelahiran nya.


Lalu disaat yang bersamaan, Christ dan Kei ikut mengumpulkan Energi Positif. Meski itu akan berpengaruh sangat kecil, tetapi mereka akan tetap melakukan nya.


" Kami akan menghancurkan nya "


Ucap Christ dan Kei.


Namun Christ dan Kei menyadari sesuatu yang begitu besar datang dari arah belakang nya, setelah dia menoleh ternyata itu adalah Api Ungu yang bernama Huo. Dan itu sangat besar, layak nya ombak tsunami.


Christ dan Kei telat bereaksi akan itu, namun sesuatu yang mengejutkan terjadi. Exviero mengarahkan tangan kiri nya kebelakang, seketika Api Ungu itu seperti berhenti bergerak.


Christ dan Kei saling menatap satu sama lain, lalu menggangukkan kepala mereka.


" Sekali lagi terima kasih..... Tuan Exviero! "


Tanpa basa-basi Christ dan Kei langsung menerjang ke arah belakang, tepat nya ke arah serangan Ares itu.


" Lakukan sesuka kalian berdua "


Ucap Exviero.


Christ dan Kei disini langsung menghentikan niat nya untuk mengumpulkan Energi Positif dan akan mempercayakan nya pada Exviero. Mereka berdua pergi menahan Ares.


" Ayo, kita akhiri ini "


Setelah mengumpulkan begitu banyak nya Energi Positif di tubuh nya, Exviero langsung mengaliri diri nya dengan petir berwarna ungu kehitaman.


..." Volta "...


Exviero menerjang Inti Pusat Faust yang masih berproses itu.


Akan tetapi rencana Exviero itu gagal, karena tiba-tiba Energi Positif yang dia kumpulkan itu langsung hilang begitu saja. Dia terhenti di pertengahan saat ingin menerjang Inti Faust.


" Kau masih keras kepala, aku sudah memberitahu bahwa semua yang kau lakukan itu percuma "


Lalu entah bagaimana tiba-tiba sebagian kumpulan Energi Negatif itu berubah menjadi Soul Blessing milik Faust.


Dan langsung melancarkan teknik nya yang bernama Catastrophe.


Exviero yang kebingungan itu terkena langsung oleh serangan Catastrophe. Guncangan yang begitu besar terjadi, bahkan itu sampai membuat Christ dan Kei menoleh ke arah pertarungan Exviero.


" Tuan....? "


Ucap Kei


" Kei, fokuslah percayakan semua nya kepada Tuan Exviero! "


Teriak Christ yang dimana dia juga mengkhawatirkan Exviero.


Dari dalam kepulan debu yang semakin lama semakin menipis itu, terlihat lah Exviero yang jubah nya sudah sobek-sobek akibat terkena serangan Faust langsung. Dan juga diri nya yang terluka di perut samping, bahu dan di bagian pipi sebelah kiri wajah nya.

__ADS_1


Exviero pun terjatuh dari posisi tegak berdiri nya itu menjadi posisi berlutut, lalu dia menoleh ke arah Energi Negatif itu yang akan segera melahirkan Faust kembali.


Energi Negatif itu mengecil dan membentuk tubuh Faust, dan setelah nya Faust benar-benar terlahir kembali.


" Kau, sama menyedihkan nya seperti yang lain "


Kali ini Faust benar-benar tak terkalahkan, dia yang di lahirkan kembali menjadi begitu sangat kuat. Dengan Energi Negatif yang semakin berlimpah itu menjadikan diri nya sekarang sangat mustahil untuk Exviero kalahkan.


" Sejujur nya, aku membenci hal yang merepotkan "


Ucap Exviero, lalu tiba-tiba ledakan Energi Positif terjadi dari dalam tubuh Exviero, itu diikuti dengan petir ungu kehitaman.


Faust terkejut akan hal yang barusan saja dia lihat, dia juga terkejut karena mengetahui jika Exviero barusan mengumpulkan Energi Positif disaat yang singkat. Dan jumlah nya juga begitu banyak, namun disini Faust salah kaprah, sebenar nya Exviero sudah kembali mengumpulkan Energi Positif disaat dia sedang terdiam sejenak saat tiba-tiba Energi Positif nya itu menghilang.


..." Volta "...


Untuk yang kedua kalinya Exviero menggunakan teknik itu untuk menerjang Faust, namun kali ini dia berhasil mengenai nya.


Ya benar, Exviero mengenai Faust, akan tetapi hanya di telapak tangan nya saja.


" Seharus nya kau berhasil mengenai ku seperti ini, disaat aku masih berwujud menjadi sebuah Energi. Namun itu semua hanya lah teori sekarang "


Ucap Faust dengan arogan.


" Teori ya?, seperti nya kau juga begitu naif "


Ternyata Exviero menjadikan aliran petir nya itu menjadi Energi Positif, dan dengan bersentuh nya kedua tangan mereka itu semakin memudahkan Exviero untuk menyalurkan nya.


" Keparat..... kau! "


Menyadari itu mata Faust langsung terbelalak dan begitu terkejut, tubuh nya sekarang mengalami pasokan Energi Positif yang begitu banyak. Sebab itu terjadi lah suatu proses yang saling menolak satu sama lain di dalam tubuh Faust, lalu akibat nya adalah tubuh Faust sekarang menjadi begitu sangat rentan. Karena jika terlalu banyak Energi Positif yang disalurkan secara langsung maka itu secara langsung juga akan membuat Faust kembali menjadi Normal, atau bisa dibilang itu mempercepat habis nya Mode Terkuat nya.


Bisa dibilang disini Exviero begitu sangat tangguh termasuk juga tubuh yang dimilikinya, karena dia bisa menyetarai bahkan melebihi pasokan Energi Negatif Faust yang dimana sudah terlahir 2x dari akar ketiadaan. Dan itu membuat Energi Negatif Faust makin meledak ketimbang kelahiran pertama nya. Bahkan Varon pun hanya mengandalkan keberuntungan saat berhadapan dengan Faust.


..." Morcavent Rain "...


Bermodalkan satu teknik itu, Exviero kembali ke masa lalu. Dan itu tepat nya disaat Faust masih menjadi Pusat Energi yang bergejolak.


Akan tetapi teknik itu hanya bisa dipakai ketika Exviero menyentuh target nya dan juga ketika ada suatu objek yang memiliki niat jahat ke Exviero, termasuk objek yang mati bahkan benda mati sekalipun. Dan disini dia hanya bisa kembali maksimal 1-50 menit yang lalu, disitulah Exviero kembali ke waktu dimana Faust masih menjadi Pusat Energi yang bergejolak karena itu adalah saat dimana Faust masih begitu lemah.


" Sekarang kau tahu, siapa disini yang naif "


Kali ini Exviero yakin tidak akan gagal lagi dengan terjangan penghabisan nya.


..." Volta "...


Exviero menerjang menuju ke Pusat Energi Faust, dan disaat sudah dekat jarak nya Exviero mengalirkan seluruh petir nya itu ke tangan kanan nya. Dia berniat akan mencengkram dan langsung menghancurkan Pusat Energi Faust berkeping-keping.


Namun Pusat Energi Faust menyadari itu, untuk mengantisipasi nya dia menyerang Exviero yang berlari secepat kilat itu dengan serangan percikan Energi Negatif secara acak keseluruh arah.


Namun itu percuma, Exviero bisa menghindari itu semua dan langsung mencengkram Pusat Energi Faust.


" Selamat tinggal "


Ucap Exviero dengan nada yang benar-benar seperti perpisahan.


Bunyi pecahan Energi terdengar, itu seperti suara kaca yang pecah menjadi berkeping-keping.


" Prok, prok, prok " , suara tepuk tangan terdengar dari arah samping Exviero, sontak dia langsung menoleh nya.


Dan ternyata Exviero terkejut dengan apa yang di lihat nya sekarang, karena dia benar-benar sudah yakin mengalahkan Faust.


" Kau sangat tangguh, aku tak menyangka nya jika kau tidak menyadari trik murahan ini. Bahkan seorang dari Chronicles yang bernama Varon pun tidak menyadari nya juga "


Ucap dari Faust (?)


" Kau... bagaimana bisa "


Saut Exviero dengan nada yang terkejut.


" Mudah saja, yang kau lawan sedari tadi bersama seluruh orang disini adalah Realisasi diri ku sendiri. Bahkan aku tidak perlu menjadi Pusat Energi yang terdengar aneh itu jika aku dihapus Eksistensi nya, aku akan langsung terlahir kembali tanpa proses seperti itu "


" Jadi... yang ada dihadapan ku ini, adalah dirimu yang sebenar nya bukan? "


" Tentu saja, sebenar nya proses Pusat Energi yang kau lihat itu adalah suatu hal yang kusengajakan, karena itu cukup menghibur disaat melihat orang kuat seperti mu bersusah payah "


....


Suasana menjadi hening sejenak karena Exviero tidak membalas perkataan dari Faust.


" Oh, kau memilih untuk diam ya. Kalau begitu akan kuberi satu hal lagi yaitu tentang Pusaka Helheim, sebenar nya sedari awal pusaka itu berada di atas langit kawasan ini. Dan aku pun mengaktifkan nya sebentar disaat kau kehilangan Energi Positif mu itu, itu karena Pusaka Helheim ini akan menyedot seluruh Energi Positif, aku yang menyadari hal buruk akan terjadi pun menonaktifkan nya kembali "


" Cukup main-main nya! "


Ledakan Energi terjadi disekitar Exviero dan Faust.


" Kau masih berniat melawan dengan kondisimu yang seperti itu?, apa kau mau menjadi seperti ketiga orang dari Chronicles itu? "


Ejek Faust ke Exviero.


" Kau akan mati disin- "


Belum menyelesaikan pembicaraan nya itu, tiba-tiba Faust dan Exviero menyadari kehadiran yang begitu kuat dari atas langit.


Begitu juga dengan Christ, Kei dan Ares yang sedang bertarung dari kejauhan. Mereka serentak langsung menoleh ke atas langit, dan mereka pun terkejut dengan apa yang dilihat nya sekarang.


" Seperti nya kalian terlalu berlebihan, kalau begitu izinkan aku mengambil Pusaka ini yang kau distorsikan keberadaan nya sampai hampir menyatu dengan ruang dan waktu... Faust..... tidak maksud ku The Ronin "


Ternyata sosok kehadiran yang begitu sangat kuat itu adalah Weiz..... Weiz Eugene.

__ADS_1


...-Bersambung-...


__ADS_2