Chronicles Faith

Chronicles Faith
021. Ch 6. Retakan Takdir


__ADS_3

Suasana yang sangat tegang dan mencekam kini terjadi, sekarang hanya tersisa Akagi dan Leina yang masih dalam kondisi prima. Mengetahui hal itu Varon sangat kesal dengan diri nya yang saat ini, karena terlalu serius dan semangat hanya karena melawan tipuan dari The Ronin.


" Ronin!!!!! "


Teriak Varon dengan kencang.


" Mau berkali-kali kau berteriak, itu tetap saja percuma "


Ucap The Ronin sambil mengejek Varon yang saat ini terkena kemampuan Gravitasi dari The Ronin.


" Tunggu sebentar.... Nona Leina aku ingin bertanya suatu hal kepada mu "


Tanya Akagi di situasi yang menegangkan ini.


" Apa itu? cepatlah jika ingin bertanya, waktu kita terbatas "


Jawab Leina sambil berwaspada ke sekeliling nya.


" The Ronin bilang jika dia hanya bisa me-realisasikan wujud ketika diri nya sudah mengetahui asal-usul objek nya tersebut. Lalu bagaimana cerita nya dia bisa menciptakan realisasi dirimu, apa dia tau tentang mu? "


Mendengar pertanyaan itu Leina langsung sangat-sangat terkejut, karena baru menyadari fakta yang Akagi tanya kan barusan. Raut wajah Leina seketika berubah drastis dan menjadi sedikit tidak fokus. Dia hanya bisa terdiam sejenak mendengar pertanyaan Akagi itu.


Akagi pun yang melihat ekspresi Leina seperti itu langsung memilih untuk diam dan tidak menanyakan nya lagi.


" Hei sialan.... bagaimana kau bisa menciptakan realisasi diri ku, apa kau tahu asal-usul diri ku ini?! "


Teriak Leina.


" Entahlah, mungkin saja ini sebuah kebetulan "


Tanpa pikir panjang Leina langsung menyerang The Ronin dengan begitu frontal dari arah depan.


Menggunakan Zero Weapon nya dia maju dengan sangat gesit, akan tetapi sebelum menyentuh The Ronin, Leina justru dihalangi oleh realisasi diri nya itu.


" Menyingkir kau, dasar palsu! "


..." Violet : One Eye! "...


Leina melakukan teknik 3 tebasan dari arah yang berbeda itu ke realisasi diri nya, itu terjadi dengan begitu cepat. Dentuman pun terjadi di dalam aula gedung itu.


Asap debu mengepul menyelimuti aula, Leina langsung menyapu seluruh debu itu dengan tebasan ringan nya, lalu disitu terlihat jika Realisasi Leina mampu menangkis serangan dari Leina barusan.


Meskipun bisa menangkis nya, Realisasi Leina itu tetap saja terluka di lengan bagian kiri dan bahu bagian kanan. Luka itu seperti tebasan yang telat dia hindari dari teknik Leina barusan.


" Sialan, dia memang benar-benar diri ku ya "


Ucap Leina.


lalu Realisasi Leina kembali menyerang Leina, dia menggunakan teknik dari jalur yang sama.


..." Violet : Silent "...


Realisasi Leina itu menciptakan 3 shockwave vertikal yang seperti cakaran, lalu di ikuti dengan diri nya yang menerjang di belakang shockwave nya itu.


" Tidak, dia bukan diri ku. Dia sangat tenang dan kalem tidak seperti diri ku yang sebenar nya "


Setelah mengucapkan itu Leina langsung mempersiapkan teknik nya untuk bertahan.


..." Violet : Purple Eye "...


Kedua cahaya ungu yang mengesankan itu saling bertemu satu sama lain.


" DOOOMMMMM ", Suara yang sangat keras terjadi di dalam perut Gunung K2


" Nona Leina! "


" Leina! "


Teriak Varon dan Akagi.


Lalu kepulan debu itu semakin lama semakin mereda, dan terlihat Leina yang sedang berlutut dihadapan Realisasi Leina yang sudah tumbang.


Akan tetapi Leina mengalami luka yang cukup lumayan akibat itu. Dia terlihat lecet-lecet dan ada beberapa luka tebasan di area tertentu di setiap tubuh nya.


" Aku baik-baik saja "

__ADS_1


Ucap Leina dengan tenang.


Area sekitar mereka begitu Lulu lantah, kini selain lubang besar yang diciptakan Varon, di aula itu sekarang penuh dengan retakan dan kerusakan yang di akibatkan pertarungan.


Lalu setelah itu Varon menyadari jika diri nya sudah tidak ditekan oleh gravitasi milik The Ronin, kini dia diam-diam akan melancarkan serangan nya ke The Ronin dengan cepat.


( Seperti nya kini akan berhasil! ) Kata Varon didalam hati.


..." Kyoukushin Karate : Kai! "...


Varon langsung meloncat dan akan segera mendaratkan pukulan nya itu tepat di topeng The Ronin.


Namun tiba-tiba........


..." Violet : Edge "...


Tebasan berbentuk bulan sabit dari Leina itu mengenai Varon yang hendak menyerang The Ronin.


Varon terkejut dan terpental akibat tebasan kuat itu.


Akagi yang melihat itu pun shock, karena baru menyadari jika Leina yang berdiri dihadapan nya sekarang adalah Leina yang palsu, bukan yang asli.


" Leina..... sialan kau bukan Leina ya..... "


Ucap lirih kesakitan dari Varon yang berada di dinding aula yang rusak akibat benturan nya itu.


" Sebenarnya aku melepaskan gravitasi ku dari dirimu itu bukanlah tanpa alasan, disaat Leina dan Realisasi Leina akan bentrok, disitulah aku menggunakan teknik gravitasi ku kepada Leina yang asli agar dia tertekan ke tanah, dan setelah itu dia benar-benar terkoyak tak sadarkan diri "


Jelas The Ronin yang menyebutkan rencana licik nya itu.


" Kalian berdua, menyerahlah saja. Dan datanglah pada kematian "


Ucap dari Realisasi Leina.


" Kau pikir.... diriku akan menyerah meskipun sudah kondisi seperti ini... "


Jawab Varon sambil berusaha bangkit dari posisi berlutut nya itu.


" Kalau begitu, matilah "


..." Violet : Purple Eye "...


" Doooom ", dentuman lagi-lagi terjadi.


Lalu disitu terlihat apa yang ada dihadapan Realisasi Leina, dia tidak lain adalah Akagi.


Akagi menangkis serangan itu dengan menangkap pergelangan tangan Realisasi Leina.


" Nona Leina, kurasa tidak karena kau palsu. Akan tetapi maafkan aku yang akan menghajarmu ini "


Akagi langsung melakukan serangan 1 inci nya kepada Realisasi Leina itu, dan dia langsung terpental dengan keras.


Realisasi Leina itu membentur dinding aula di sisi yang lain.


" Akagi.... seperti nya aku akan berterima kasih untuk yang barusan "


Ucap Varon yang seperti nya sudah sedikit pulih, dia pun sekarang sudah bisa berdiri.


Disaat yang bersamaan The Ronin langsung menggunakan teknik gravitasi nya itu ke Varon dan Akagi, hanya dengan menggerakkan satu jari nya itu.


Akagi dan Varon tertekan hebat ke tanah, mereka berdua tidak bisa bergerak sama sekali.


" Selamat tinggal "


Ucap The Ronin.


Lalu Realisasi Leina langsung menerjang mereka berdua yang sedang tertekan oleh gravitasi itu.


..." Violet : Sharpening Purple "...


Ratusan titik berwarna ungu tercipta, lalu setiap titik nya seperti menyalurkan energi ke Soul Blessing milik Realisasi Leina dengan singkat. Setelah itu Soul Blessing nya menjadi terang berwarna ungu.


Tanpa basa-basi, Realisasi Leina itu langsung menerjang ke arah Varon dan Akagi yang sedang tertekan gravitasi.


Serangan itu seperti memperkuat 50x lipat serangan berikut nya.

__ADS_1


Namun tiba-tiba...


" Cukup, hentikan ini! "


Sebuah atmosfer ungu menghalangi terjangan Realisasi Leina yang cepat itu, bentrokan pun terjadi. Debu berwarna ungu kini memenuhi setengah bagian aula itu.


" Seperti yang diharapkan, kau tidak akan tumbang begitu saja. Hahaha "


Ucap The Ronin sambil di selingi tawa di akhir kalimat nya.


Di tengah" kepulan debu berwarna ungu itu, berdiri lah Leina dan Realisasi Leina.


Soul Blessing Realisasi Leina masih berkilau keunguan, itu menandakan teknik tersebut tidak akan berhenti sampai benar-benar didaratkan serangan nya.


Disaat suasana hening sejenak, Realisasi Leina langsung maju hendak ingin menembus Leina dengan sekali serangan. Akan tetapi itu tidak sesuai perkiraan nya, karena Leina yang kali ini sudah berbeda dengan Leina yang di awal.


..." Violet : Edge "...


Leina menebas Realisasi diri nya itu dengan teknik tebasan berbentuk bulan sabit nya itu, bahkan itu jauh lebih besar ketimbang yang dilancarkan Realisasi Leina ke Varon beberapa saat lalu.


Lalu Leina berjalan menuju Realisasi diri nya itu dan berhenti tepat di hadapan nya.


Dia melihat Realisasi diri nya yang sudah tidak berdaya akibat terkena luka yang begitu fatal, dan disitu pun Leina menyadari bahwa Realisasi diri nya memang benar-benar diri nya.


Bahkan darah yang keluar dari tubuh nya pun sangat asli, begitu juga dengan ekspresi nya.


" Maaf, tapi kau harus tidur dengan tenang "


Ucap Leina dengan nada pelan


..." Violet : Endorvin! "...


Leina mengumpulkan energi tepat di ujung pedang nya, lalu menghunuskan pedang nya itu tepat ke jantung Realisasi Leina, lalu tusukan itu membuat Gunung K2 bergetar.


Akibat tusukan yang begitu kuat dari Leina, itu membuat lantai aula tersebut hancur.


" Sekarang, giliran mu! "


Leina mengacungkan pedang nya ke The Ronin.


" Mengejutkan, kau bisa beradaptasi dan mengalahkan Realisasi diri mu sendiri tanpa menggunakan Soul Blessing sama sekali, dan hanya menggunakan Zero Weapon "


Lalu The Ronin melempar Varon dan Akagi menggunakan teknik gravitasi nya itu ke arah Leina dengan keras, sehingga mengakibatkan dentuman kecil.


" Uhuk... sialan, teknik itu membuat diri ku seakan ditindih puluhan gajah "


Ucap Akagi.


" Tenang, kau akan beradaptasi dengan ini... huh... huh.. "


Ucap Varon dengan sedikit ngos-ngosan.


" Seperti nya kalian berpikir bawah situasi sudah berbalik ya, sayang nya itu tidak sesuai perkiraan kalian bertiga. Karena diriku jauh lebih kuat ketimbang Realisasi itu "


Ucap The Ronin.


Dengan emosi yang sudah memuncak, Leina bergerak sangat cepat di ikuti dengan cahaya berwarna oranye yang terang.


The Ronin menyadari itu, akan tetapi dia seperti sengaja tidak menghindari nya.


Tebasan itu mengenai topeng The Ronin, dan membelah nya menjadi 2.


The Ronin mundur perlahan setelah terkena serangan cepat dari Leina itu, dan berpura-pura mengambil posisi berlutut sembari memegangi satu sisi wajah nya dengan telapak tangan.


" Tunjukkan wajahmu, pecundang! "


Teriak Leina.


Lalu The Ronin menoleh ke arah Leina dengan perlahan sambil masih memegangi satu sisi wajah nya dengan tangan nya itu.


" Apa kau sebegitu penasaran nya dengan wajah ku....... Leina "


Lalu Leina sangat terkejut dengan apa yang di lihat nya, dia sampai perlahan menjauh dari The Ronin dengan ekspresi yang begitu shock


" Tidak mungkin.... ini...... tidak mungkin nyata.... "

__ADS_1


Ucap Leina dengan nada yang shock dan ekspresi muka yang sangat terkejut.


...-Bersambung-...


__ADS_2