
" Tidak..... ini... tidak mungkin nyata.. "
Ucap Leina dengan sangat shock dan terkejut sambil mengambil langkah mundur perlahan.
Varon yang mengetahui nya pun ikut terkejut dan dia mengepalkan tangan nya.
" Apa yang sebenar nya terjadi, Varon?! "
Tanya Akagi.
" Dia... dia adalah Faust, kakak kandung Leina, Faust Inoaden "
Jawab Varon.
( Kakak?! ), Teriak Akagi didalam hati nya.
" Kenapa kau sangat terkejut dengan wajah kakak mu sendiri, apa semengerikan itu untuk dilihat? "
Ucap Faust ke Leina yang masih shock.
" Tidak... kakak ku sudah mati, dia sudah tiada disaat aku masih kecil. Kau bukan kakak ku "
Lalu Leina menghentikan langkah nya dan mengacungkan pedang nya ke Faust.
" Itu membuat hati ku sakit jika kau berbicara seperti itu, kau bahkan menganggap ku sudah tiada ".
Disaat yang bersamaan Faust langsung mengeluarkan aura nya yang sangat-sangat ekstrim.
Varon, Akagi dan Leina langsung tersungkur di tanah. Bahkan Zero Weapon mereka semua nya hancur akibat tekanan yang super itu.
" Kau bahkan tidak bisa menyentuh ku, di perang besar dulu. Bahkan seluruh Chronicles tidak ada yang bisa menghancurkan satu persatu topeng kami, seharus nya kau berbangga disaat yang seperti ini! "
Faust berjalan mendekati Leina dengan tekanan nya yang sangat dahsyat itu.
1 Kawasan Gunung K2 bergetar sangat hebat, jangkauan aura Faust begitu luas hingga mencakup 1 kawasan Gunung K2.
Di kawasan itu seperti layak nya ada gempa berskala tinggi yang terus berulang-ulang.
" A....aku.... akan...... mem....bunuhmu! "
Ucap Leina yang berusaha untuk bangkit, namun sangat sulit.
Varon, Leina dan Akagi mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan juga telinga mereka. Organ mereka mulai hancur akibat tekanan Faust.
Lalu disaat yang mencekam itu Leina berhasil berdiri meskipun sangat goyah.
..." Endless "...
Dia benar-benar memanggil Soul Blessing nya.
" Leina, jangan! "
Teriak Varon sekuat tenaga nya.
Disisi lain Akagi berusaha mengeluarkan suara nya, akan tetapi tidak bisa. Dia perlahan kehilangan kesadaran nya, di level ini bahkan Akagi hampir mustahil untuk beradaptasi di tekanan aura milik Faust. Dia pun mengakui nya bahwa Faust memang sangat begitu kuat.
" Kakak..... tidak..... kau... palsu!... matilah! "
..." Eve : Resistivity! "...
Domain berbentuk lingkaran melebar, itu bermula dari Leina lalu mulai melebar hingga melebihi cakupan aura Faust.
Domain lingkaran itu mengeluarkan Cahaya oranye ke atas langit. Leina pun mengecualikan target nya untuk Varon, Akagi dan Pusaka Helheim.
" Selamat tinggal..... palsu "
Domain itu menerang, sampai-sampai melebihi terang nya matahari, bahkan cahaya nya bisa disaksikan dari luar angkasa. Dan juga seluruh negara bagian Asia mengalami fenomena yang bernama Aurora akibat teknik dari Leina itu.
Lalu perlahan-lahan cahaya nya redup. Dan disaat cahaya mulai redup disitu terlihat bahwa eksistensi Gunung K2 yang begitu besar sudah lenyap.
Sekarang kawasan itu meninggalkan bekas lingkaran layak nya sebuah kawah bekas asteroid jatuh, akan tetapi ini jauh lebih rapih ketimbang kawah akibat hantaman asteroid.
" Apa yang terjadi, lalu bagaimana bisa seperti ini?! "
Ucap Akagi yang sudah bisa mengeluarkan suara nya, dan bergerak karena Eksistensi Faust sudah dihapus total oleh Leina.
__ADS_1
" Sialan, seperti nya kau terlalu berlebihan melakukan nya. Kau bisa saja menghapus kami berdua juga, serta pusaka itu ".
Ucap Varon ke Leina.
" Yang penting.... ini sudah berakhir.... "
Saut Leina dengan lirih kelelahan, dia pun jatuh dari posisi tegak nya itu dan berlutut sembari melihat Soul Blessing nya masuk ke tubuh nya lagi.
Disini terlihat jika teknik Leina barusan mampu menghapus apapun yang berada di jangkauan nya, hingga ke titik ketiadaan.
Disaat seseorang terkena jangkauan teknik Leina barusan, dia tidak akan bisa bergerak. Dia seperti terkena henti waktu, yang bisa mereka lakukan hanya lah diam membatu tanpa bisa berbuat apa-apa. Terkecuali jika Leina mengkehendaki objek tersebut atau mengecualikan nya, maka dia bisa selamat.
" Berakhir?.... katamu? "
Suara yang terdengar di kuping Leina, Varon dan Akagi.
Lalu Mereka bertiga langsung menoleh dan melihat satu sama lain, mereka kebingungan. Karena entah bagaimana suara Faust masih ada meskipun Eksistensi nya telah dihapus total dari realitas.
Dan disaat yang bersamaan itu pun muncul sebuah energi kuat yang berkumpul di hadapan mereka bertiga, energi itu berputar mengelilingi sebuah inti energi. Lalu semakin berkumpul nya energi itu semakin terwujud apa yang akan diciptakan energi itu.
Energi itu membentuk ulang tubuh Faust, lalu ledakan shockwave terjadi setelah energi tersebut berhasil menyelesaikan proses nya.
" Rasa nya seperti terlahir kembali.. "
Ucap Faust dengan kondisi tubuh nya yang masih seperti terlahir kembali, setelah eksis lagi di realitas.
" Bagaimana bisa... dirimu.. "
Ucap Leina yang kelelahan dalam posisi berlutut itu, dia tidak mempercayai apa yang dia lihat dengan mata nya saat ini.
" Perlukah aku menjelaskan nya? "
Saut Faust.
" Sudah... selesai... kita seperti nya akan kalah.. "
Varon pun mengalami kelelahan yang luar biasa.
" Aku punya 1 rencana... Varon mau kah kau bertaruh?, keberhasilan nya hanya 1% akan tetapi ini akan sangat berpengaruh kedepan nya "
Disini yang masih dibilang layak untuk bertarung hanya Akagi seorang, akan tetapi dia dari awal sudah menyadari jika diri nya tidak bisa berbuat apa-apa. Karena level pertarungan kali ini jauh lebih tinggi ketimbang saat dengan Jester.
" Aku tidak bisa berpikir jernih lagi... lakukan sesuka mu "
Jawab Varon.
Lalu disaat itu Faust pun menapakan kaki nya di darat setelah melayang saat proses pembentukan tubuh nya itu.
" Ini sedikit lebih mudah dimengerti, kalian semua hanya tidak akan bisa membunuhku sampai konsep ketiadaan itu dihapus. Teknik mu itu hanya menghapus eksistensi ku hingga ke tahap ketiadaan, bukan sampai menghapus konsep ketiadaan ".
Mendengar pernyataan itu jelas Leina langsung putus asa, dia sudah tidak bisa bertarung lagi, stamina nya sudah jauh dia lampaui dari batas nya. Sehingga dia sekarang benar-benar melemah.
Lalu Faust menghampiri Leina dan mencengkeram wajah nya dari dagu nya. Dan menatap Leina dengan tatapan intimidasi.
" Tak kusangka, kau jadi sekuat ini. Mungkin saat ini adalah waktu yang tepat untuk membunuh mu "
Faust mengangkat seluruh tubuh Leina hanya dengan cengkraman nya itu, dan membanting nya ke tanah dengan begitu kuat hingga tanah di sekitar nya itu rusak.
Tidak hanya sekali Faust melakukan itu berkali-kali sampai Leina terluka lumayan parah. Leina tidak bisa melakukan apapun, dia sudah di ambang batas.
Namun ketika Faust ingin menghabisi Leina dengan benturan terakhir nya yang begitu kuat, tiba-tiba ada kilatan putih yang menerjang Faust dengan sangat cepat. Saking cepat nya itu sampai membentuk objek sebuah kilat berwarna putih.
Dia tak lain adalah Akagi, dia langsung mencengkram seluruh wajah Faust dan membenturkan nya seperti saat dia melakukan nya ke Leina, yang berbeda disini adalah benturan yang dihasilkan saat ini jauh lebih kuat.
" Kau sebaik nya diam saja di tempat "
Ucap Faust sambil tersenyum menyeringai tanpa mendapatkan luka apapun setelah dibentur sekuat itu ke tanah.
" Aku tau diri ku yang saat ini sangat lemah dan menyedihkan, akan tetapi dengan 1 serangan ini, aku akan mengalahkan mu "
Lalu Akagi menekan seluruh titik akupuntur di tubuh Faust, dia menjadi tidak bisa bergerak dalam 0,3 detik. Akan tetapi 0,3 detik itu lah waktu yang sangat menentukan.
Akagi mengangkat Faust dan melempar nya ke arah depan nya, lalu Akagi dengan sigap langsung melakukan kuda-kuda beladiri.
" Sialan... anak itu bahkan mampu melakukan nya meski hanya kuberi tahu sedikit tentang teknik itu. Dan bahkan dia hanya membutuhkan waktu singkat untuk menyempurnakan nya, yang dimana teknik itu pun sama sekali belum ku sempurnakan "
__ADS_1
Ucap Varon sambil tersenyum agak kesal.
Disisi lain Leina yang saat itu sudah di ambang batas nya, melihat suatu siluet yang familiar dan membekas di ingatan nya.
" Kakak... "
Ucap Leina sebelum dia tak sadarkan diri.
Disaat yang bersamaan Akagi sudah sempurna dengan kuda-kuda nya, lalu dia mengumpulkan seluruh energi Ki alam ke dalam 1 tangan sebelah kanan. Itu mengakibatkan tangan nya bersinar dan berkilau.
" Kyoukushin Karate..... "
Faust yang menyadari jika tubuh nya masih tidak bergerak itu langsung terkejut dengan apa yang akan di lakukan Akagi. Namun setelah beberapa saat yang singkat di waktu itu entah mengapa, yang dia lihat kini adalah Misogi bukan Akagi.
Itu seperti sebuah ingatan yang dia lupakan di masa lalu.
" Leina.. "
Ucap Faust.
..." Zen! "...
Menyadari apa yang akan terjadi kedepan nya, Varon dengan sangat gesit langsung membawa Leina yang tak sadarkan diri itu pergi dari situ.
Pukulan yang sangat mematikan itu di arahkan Akagi dengan cara uppercut tepat di jantung Faust, gelombang shockwave yang begitu besar tercipta. Di gelombang yang kedua dan ketiga, itu langsung melulu lantahkan tempat di sekitar Akagi dengan radius 5000 meter.
Lalu energi pukulan nya itu sampai menyapu awan yang berada di langit, itu karena Akagi melakukan uppercut dan mengarahkan nya ke atas langit.
Energi itu terus mengalir dengan begitu cepat hingga keluar angkasa, dan menabrak bagian luar Matahari. Meskipun tidak sampai menembus dan membuat lubang di Matahari, akan tetapi sedikit Energi Hidrogen nya meluap dan mengenai Planet Merkurius.
Itu mengakibatkan seperempat Merkurius seakan di jajah oleh pasukan dari neraka.
" Apa sudah selesai.... pertunjukkanmu? "
Ucap Faust dari dalam kepulan debu yang tebal itu.
Akagi tidak terkejut dengan ini, karena memang seperti ini lah konsekuensi nya. Dia tahu jika Faust memang berada di level yang berbeda.
" Tunjukkan lagi, seluruh kekuatan mu! "
Teriak Faust
Gelombang angin yang kuat menyapu seluruh debu yang tebal itu.
Tanpa Akagi sadari ternyata dia sudah terpental begitu jauh akibat pukulan dari Faust, dia tidak menyadari nya karena dia langsung tidak sadarkan diri.
Varon yang sedang memikul Leina pun terpaksa harus turun tangan saat itu juga, dia menghampiri Akagi yang sudah tak sadarkan diri itu.
" Apakah memang seperti ini akhir nya... tapi rencana mu boleh juga, Akagi "
Ucap Varon dengan senyum.
..." Resshen! "...
Varon memanggil Soul Blessing nya, dan itu berbentuk perban yang melingkar di tangan nya layak nya sarung tinju.
( Kondisi ku bahkan hanya 20% sekarang, aku tidak tahu akan sampai sejauh mana bertahan. Akan tetapi untuk rencana tidak masuk akal mu itu, aku akan bertaruh untuk 1% ! ), Kata Varon di dalam hati nya.
" Kondisi mu bahkan sudah sangat memprihatinkan, tapi kau masih memaksa melawan sesuatu hal yang bahkan mustahil untuk kau menang kan "
Ucap Faust dengan sedikit mengintimidasi.
" Haha.. lelucon mu boleh juga, jika aku tidak bisa mengalahkan mu dengan kekuatan, maka aku akan bertaruh untuk mengalahkan mu di hal yang bernama keberuntungan "
Jawab Varon.
..." Ouen "...
Varon melindungi Leina dan Akagi yang tak sadarkan diri itu dengan memperkuat tubuh nya dan juga memberi lapisan pelindung. Meski kelihatan sangat tipis tapi itu bahkan tidak mudah untuk ditembus.
Lalu Varon melangkah mendekati Faust.
" Ayo kita mulai, Faust! "
...-Bersambung-...
__ADS_1