Cinta & Logika

Cinta & Logika
Episode 7 Akhirnya...


__ADS_3

“Jodoh tak akan bertemu dengan begitu saja, perjuangan itu nyata”


***


Bagaimana kelanjutanya?


Kepooooo


wkwkwkwk...


***


Saat itu adalah moment-moment Ujian Akhir Semester sekolah. Ujian yang dilaksanakan selama dua


minggu penuh dilaksanakan tanggal 9-22 Desember.


Ujian pertama kelas 12 IPS1 adalah Geografi yang dimulai pada pagi hari dan diawasi oleh bapak Mardimpu.


Sedangkan kelas 11 IPA 1 mulai agak siangan, setelah ujian kelas Psycho kelar tepatnya. Ditempat ruangan yang sama.


Mengetahui hal tersebut, Psycho merencanakan sesuatu  untuk mengungkapkan perasaan dibenaknya.


Biasanya saat sedang dilaksanakanya ujian, setiap meja akan diberi urutan, yang dimana tempat duduk


peserta ujian akan sesuai nomor absen dan nomor dimeja. Kebetulan mereka berdua memliki nomor absen yang sama yaitu 25, dimana otomatis setelah Psycho kelar ujian, tempat duduknya akan ditempati oleh Yohana.


Tengg tenggg...


“Oke semuanya kumpul-kumpul...” seru pak Mardimpu pada semua  murid anak kelas 12 IPS 1.


Semua murid kemudian mengumpulkan hasil ujianya masing-masing. Setelahnya ruangan dikosongkan,


dimana 45 menit kelak akan masuk 11 IPA 1 untuk mengikuti ujian Kimia.


Dari kejauhan, Yohana berjalan mendekat dearah ruangan tersebut. Semakin mendekat dan mendekat hingga


sampai didepan pintu. Dia kemudian langsung mencari meja dengan nomor 25, hingga dia mnemukan meja belakang sebelah kanan pojok.


“Lihat meja Pengawas...”


tulis selembar kertas diatas meja.


Kemudian Yohana berjalan


menuju meja Pengawas, dan “Penting! pergi ke guru Geografi Bapak Mardimpu.


Minta Kertas jawaban aku dan lihat tulisan dibelakangnya, ttd. Psycho...”


Yohana yang kebingungan


akan maksud dan tujuan hal tersebut kmudian lari menuju kantor sekolah. Dia


sepertinya penasaran apa yang ada dibalik lembar jawaban Psycho.


Tokk.. tokk...


“Selamat siang pak/ibu,


maaf menggangu. Bisa bertemu dengan bapak Mardimpu...”  tanya Yoahana lirih dari pintu.


“Ada perlu apa Yoa...”


sampang pak Sobo Sitorus, guru yang mejanya paling dekat kepintu.


“Anu pakkk, tadi teman


saya ada lupa nulis nama. Jadi dia nitip kesaya buat diperbaiki...”


“Kenapa gak orangnya aja


yang datang...”


“Dia keburu pulang kerumah


pak...”


“Yaudah sana susul


bapaknya ke toilet aja, dia barusan pergi hendak pipis katanya...”


“....” Anjritttt ini guru, kirain aku siswi plus


plus apa, derunya dalam hati sambil menahan emosi.


“Kamu ngapain berdiri


didepan pintu...” tanya seseorang tepat dibelakang Yohana.


“Anu anuuu pakkk...”


“Dia hendak bertemu


bapak...” potong pak Sobo.


“Mau ngapain ketemu


saya...? mau kau ngajak nganu nganu yahh..?”


“Nganu apaan sih


bapakkk...” Yoa sepertinya bingung akan kalimat ambigu dari gurunya itu.


“Nganu loh, ML barengg...”


“Ett dah sibapak...”


Yohana kesal menanggapi guru-guru yang otaknya ngeres.


“Mobile Legend loh Yohana

__ADS_1


cantik...”


“Iya ayok pak, Mobile


Legend bareng dikamar mandi...” Yohana yang tak bisa menahan rasa kesalnya


akhirnya melampiaskan dengan kata.


“Hehhhhhh gasopan...”


“Y Hm Y..” cuek Yohana.


“Emang mau perlu apa


dengan saya...” tanya pak Dimpu sambil berjalan menuju mejanya.


“Itu pak, saya mau minjem


lembar jawaban bang Psycho pas ujian Geo tadi...”


“Buat apaan..? kamu mau


ngisi jawaban yang kosong yah...?”


“Oalah bapak, julid amat


pikiranya...”


“Jadi buat apaan...?”


sembari mengambil lembar jawaban Psycho dan membolak balikkanya.


“Tadi dia lupa nulis, jadi


disuruh dititipin sama saya pak...” Yoa mencoba ngeles.


“Ahk gamungkin...” , “Ehhh


apa-apaan ini dibalik lembar jawaban ada tulisan” heran pak Dimpu.


“Jangan dibaca pak....” Yohana ketakutan.


Dalam hatinya entah apa isi tulisan itu, bisa aja akan membuatnya malu


dihadapan semua guru-guru.


“Ohhhh jadi nyari ini


kamu...” , “Biar saya bacakan...” sembari bergerak menuju mick didekat meja


Kepala sekolah.


“Sial, segala diumumin


dari mick lagi, bisa-bisa satu sekolah tau tulisan dilembar jawaban itu,


persetan...” dalam hati Yohana berkata dengan penuh kecemas dan kerisauan.


sebentar, dengarrr dengarrr semua...” suara pak Mardimpu terdengar nyaring


hingga kekantin. Dimana dikantin ada Psycho dan teman-temanya yang sedang


nongkrong bareng.


Putih...


Warna cermin dihati,


Dan pasti kau sangat amat


berarti...


Semua telinga berfokus


akan kata-kata dari pengumuman toa tersebut, tak satupun murid yang ada


disekolah tak mendengarnya. Begitu juga Psycho yang heran, mengapa bisa seperti


itu jadinya tulisanya dibacakan oleh siguru.


Warnamu tak terganti,


Kaulah kebanggaanku...


Seputih kejujuran dihati,


Aku ingin mengatakan padamu,


Yohana stewart.


Betul, padamu...


Hatiku ingin mengatakan


sesuatu...


Betapa,


Kurasakan,


Sangat menginginkanmu memiliki


hati,


Ya hati,


Hati ini...


Semua murid kemudian

__ADS_1


tertawa terbahak-nahak mendengar lantunan suara pak Mardimpu membacakan puisi


tersebut.


Karena kaulah inginku,


Kaulah cintaku,


Yang akan menjadi bagian kebahagiaanku.


Ajarilah aku,


Cara bahagia denganmu dan


tenang, didalam jiwaku...


Indahnya menjalani...


Jika bersamamu,


I love you.


Yohana...


Maukah kau jadi pacarku...?


Ttd, Psycho Rosario.


Semua guru didalam ruangan


kemudian melihati Yohana yang tertunduk malu didepan pintu, mereka


menggeleng-geleng ketawa dengan senyumanya menatapi Yohana yang sudah terlihat


seperti orang bego.


Dikantin, teman-teman


Psycho seperti tak menyangka dia bisa membuat pengungkapan perasaan lewat puisi


seindah itu. Yang mereka tau selama ini Psycho adalah orang yang pemarah dan


tak ada romantis-romantisnya jika berpacaran...


“Jadian...” tepuk tangan


Jo berdiri dari kursinya. Kemudian diikuti oleh semua murid yang ada dikantin


lalu berlanjut satu sekolah serampak bertepuk tangan dengan sorak sorai Jadian...


Pak Mardimpu kemudian


memanggil Yohana dan menyuruhnya menjawab suratan dari Psycho tersebut lewat


Mick.


“Maaf buat bang Psycho...”


tegas Yohana lewat mick. Mendengar hal tersebut, semua murid kelihatan terdiam


dan bingung. Begitu juga dengan Pyscho dan teman-temanya.


“Maaf kalo aku gabisa mengatakan iya untuk lain kesempatan, harus hari ini,


dijam ini, bahkan didetik ini..” , “I love you too..” murid yang tadinya


melotot kemudian bersorak dan bertepuk tangan.


“Dengan ini, resmi saya beritahukan Pajak Jadian ditanggung


oleh Psycho dengan tarif tak terhingga menurut UU Perpajakan No.0 ayat 001”


potong pak Mardimpu yang mengambil alih mick dari tangan Yohana.


Yohana kemudian berlari terharu-haru menuju ruangan


ujianya.


***


“Pajak Jadian...” seru semua teman Psycho kantin.


“Aman lah pastinya...” tatap Udil


pada Psycho.


“Baik semua yang ada


dikantin, pesan sepuas kalian. Mau apa aja, aku yang bayarin. Hari ini anggap


aja kantin lagi free...” dengan bahagia Psycho mengumumkanya, dia sampai-sampai


menaiki meja makan didepanya.


Mendengar perkataan


Psycho, semua penghuni kantin heboh mengambil makanan dan minuman sepuasnya.


***


“Semangat ujian kamu,


sayang...” dichatnya Yoa dari Whattsap.


“Iya, makasih bang


Psycho...” , “Ehh makasih sayang maksudnya...” Yohana yang melihat chat


tersebut tersenyum penuh kebahagiaan, dia benar-benar semangat mengahadapi

__ADS_1


ujianya dihar itu.


__ADS_2