
“Jodoh tak akan bertemu dengan begitu saja, perjuangan itu nyata”
***
Bagaimana kelanjutanya?
Kepooooo
wkwkwkwk...
***
Saat itu adalah moment-moment Ujian Akhir Semester sekolah. Ujian yang dilaksanakan selama dua
minggu penuh dilaksanakan tanggal 9-22 Desember.
Ujian pertama kelas 12 IPS1 adalah Geografi yang dimulai pada pagi hari dan diawasi oleh bapak Mardimpu.
Sedangkan kelas 11 IPA 1 mulai agak siangan, setelah ujian kelas Psycho kelar tepatnya. Ditempat ruangan yang sama.
Mengetahui hal tersebut, Psycho merencanakan sesuatu untuk mengungkapkan perasaan dibenaknya.
Biasanya saat sedang dilaksanakanya ujian, setiap meja akan diberi urutan, yang dimana tempat duduk
peserta ujian akan sesuai nomor absen dan nomor dimeja. Kebetulan mereka berdua memliki nomor absen yang sama yaitu 25, dimana otomatis setelah Psycho kelar ujian, tempat duduknya akan ditempati oleh Yohana.
Tengg tenggg...
“Oke semuanya kumpul-kumpul...” seru pak Mardimpu pada semua murid anak kelas 12 IPS 1.
Semua murid kemudian mengumpulkan hasil ujianya masing-masing. Setelahnya ruangan dikosongkan,
dimana 45 menit kelak akan masuk 11 IPA 1 untuk mengikuti ujian Kimia.
Dari kejauhan, Yohana berjalan mendekat dearah ruangan tersebut. Semakin mendekat dan mendekat hingga
sampai didepan pintu. Dia kemudian langsung mencari meja dengan nomor 25, hingga dia mnemukan meja belakang sebelah kanan pojok.
“Lihat meja Pengawas...”
tulis selembar kertas diatas meja.
Kemudian Yohana berjalan
menuju meja Pengawas, dan “Penting! pergi ke guru Geografi Bapak Mardimpu.
Minta Kertas jawaban aku dan lihat tulisan dibelakangnya, ttd. Psycho...”
Yohana yang kebingungan
akan maksud dan tujuan hal tersebut kmudian lari menuju kantor sekolah. Dia
sepertinya penasaran apa yang ada dibalik lembar jawaban Psycho.
Tokk.. tokk...
“Selamat siang pak/ibu,
maaf menggangu. Bisa bertemu dengan bapak Mardimpu...” tanya Yoahana lirih dari pintu.
“Ada perlu apa Yoa...”
sampang pak Sobo Sitorus, guru yang mejanya paling dekat kepintu.
“Anu pakkk, tadi teman
saya ada lupa nulis nama. Jadi dia nitip kesaya buat diperbaiki...”
“Kenapa gak orangnya aja
yang datang...”
“Dia keburu pulang kerumah
pak...”
“Yaudah sana susul
bapaknya ke toilet aja, dia barusan pergi hendak pipis katanya...”
“....” Anjritttt ini guru, kirain aku siswi plus
plus apa, derunya dalam hati sambil menahan emosi.
“Kamu ngapain berdiri
didepan pintu...” tanya seseorang tepat dibelakang Yohana.
“Anu anuuu pakkk...”
“Dia hendak bertemu
bapak...” potong pak Sobo.
“Mau ngapain ketemu
saya...? mau kau ngajak nganu nganu yahh..?”
“Nganu apaan sih
bapakkk...” Yoa sepertinya bingung akan kalimat ambigu dari gurunya itu.
“Nganu loh, ML barengg...”
“Ett dah sibapak...”
Yohana kesal menanggapi guru-guru yang otaknya ngeres.
“Mobile Legend loh Yohana
__ADS_1
cantik...”
“Iya ayok pak, Mobile
Legend bareng dikamar mandi...” Yohana yang tak bisa menahan rasa kesalnya
akhirnya melampiaskan dengan kata.
“Hehhhhhh gasopan...”
“Y Hm Y..” cuek Yohana.
“Emang mau perlu apa
dengan saya...” tanya pak Dimpu sambil berjalan menuju mejanya.
“Itu pak, saya mau minjem
lembar jawaban bang Psycho pas ujian Geo tadi...”
“Buat apaan..? kamu mau
ngisi jawaban yang kosong yah...?”
“Oalah bapak, julid amat
pikiranya...”
“Jadi buat apaan...?”
sembari mengambil lembar jawaban Psycho dan membolak balikkanya.
“Tadi dia lupa nulis, jadi
disuruh dititipin sama saya pak...” Yoa mencoba ngeles.
“Ahk gamungkin...” , “Ehhh
apa-apaan ini dibalik lembar jawaban ada tulisan” heran pak Dimpu.
“Jangan dibaca pak....” Yohana ketakutan.
Dalam hatinya entah apa isi tulisan itu, bisa aja akan membuatnya malu
dihadapan semua guru-guru.
“Ohhhh jadi nyari ini
kamu...” , “Biar saya bacakan...” sembari bergerak menuju mick didekat meja
Kepala sekolah.
“Sial, segala diumumin
dari mick lagi, bisa-bisa satu sekolah tau tulisan dilembar jawaban itu,
persetan...” dalam hati Yohana berkata dengan penuh kecemas dan kerisauan.
sebentar, dengarrr dengarrr semua...” suara pak Mardimpu terdengar nyaring
hingga kekantin. Dimana dikantin ada Psycho dan teman-temanya yang sedang
nongkrong bareng.
Putih...
Warna cermin dihati,
Dan pasti kau sangat amat
berarti...
Semua telinga berfokus
akan kata-kata dari pengumuman toa tersebut, tak satupun murid yang ada
disekolah tak mendengarnya. Begitu juga Psycho yang heran, mengapa bisa seperti
itu jadinya tulisanya dibacakan oleh siguru.
Warnamu tak terganti,
Kaulah kebanggaanku...
Seputih kejujuran dihati,
Aku ingin mengatakan padamu,
Yohana stewart.
Betul, padamu...
Hatiku ingin mengatakan
sesuatu...
Betapa,
Kurasakan,
Sangat menginginkanmu memiliki
hati,
Ya hati,
Hati ini...
Semua murid kemudian
__ADS_1
tertawa terbahak-nahak mendengar lantunan suara pak Mardimpu membacakan puisi
tersebut.
Karena kaulah inginku,
Kaulah cintaku,
Yang akan menjadi bagian kebahagiaanku.
Ajarilah aku,
Cara bahagia denganmu dan
tenang, didalam jiwaku...
Indahnya menjalani...
Jika bersamamu,
I love you.
Yohana...
Maukah kau jadi pacarku...?
Ttd, Psycho Rosario.
Semua guru didalam ruangan
kemudian melihati Yohana yang tertunduk malu didepan pintu, mereka
menggeleng-geleng ketawa dengan senyumanya menatapi Yohana yang sudah terlihat
seperti orang bego.
Dikantin, teman-teman
Psycho seperti tak menyangka dia bisa membuat pengungkapan perasaan lewat puisi
seindah itu. Yang mereka tau selama ini Psycho adalah orang yang pemarah dan
tak ada romantis-romantisnya jika berpacaran...
“Jadian...” tepuk tangan
Jo berdiri dari kursinya. Kemudian diikuti oleh semua murid yang ada dikantin
lalu berlanjut satu sekolah serampak bertepuk tangan dengan sorak sorai Jadian...
Pak Mardimpu kemudian
memanggil Yohana dan menyuruhnya menjawab suratan dari Psycho tersebut lewat
Mick.
“Maaf buat bang Psycho...”
tegas Yohana lewat mick. Mendengar hal tersebut, semua murid kelihatan terdiam
dan bingung. Begitu juga dengan Pyscho dan teman-temanya.
“Maaf kalo aku gabisa mengatakan iya untuk lain kesempatan, harus hari ini,
dijam ini, bahkan didetik ini..” , “I love you too..” murid yang tadinya
melotot kemudian bersorak dan bertepuk tangan.
“Dengan ini, resmi saya beritahukan Pajak Jadian ditanggung
oleh Psycho dengan tarif tak terhingga menurut UU Perpajakan No.0 ayat 001”
potong pak Mardimpu yang mengambil alih mick dari tangan Yohana.
Yohana kemudian berlari terharu-haru menuju ruangan
ujianya.
***
“Pajak Jadian...” seru semua teman Psycho kantin.
“Aman lah pastinya...” tatap Udil
pada Psycho.
“Baik semua yang ada
dikantin, pesan sepuas kalian. Mau apa aja, aku yang bayarin. Hari ini anggap
aja kantin lagi free...” dengan bahagia Psycho mengumumkanya, dia sampai-sampai
menaiki meja makan didepanya.
Mendengar perkataan
Psycho, semua penghuni kantin heboh mengambil makanan dan minuman sepuasnya.
***
“Semangat ujian kamu,
sayang...” dichatnya Yoa dari Whattsap.
“Iya, makasih bang
Psycho...” , “Ehh makasih sayang maksudnya...” Yohana yang melihat chat
tersebut tersenyum penuh kebahagiaan, dia benar-benar semangat mengahadapi
__ADS_1
ujianya dihar itu.