
Setelah selesai ritual mereka di toilet, kedua cewek cantik itu pun pergi menuju parkiran dimana teman teman mereka telah menunggu.
Dari arah kejauhan Mereka melihat Vero CS di tempat parkir bersama Irene dan Sena.
"tumben tuh anak bertiga di parkiran, nungguin kita kali ya?" Kata Alic heran melihat Vero CS
"Ih geer lu udah ah ayo" kata Zoya lalu mempercepat langkahnya.
Setibanya Zoya dan Alic di parkiran mereka berdua pun kaget melihat keadaan motor Zoya yang hancur berantakan.
" ***** ulah siapa nih?" Kata Alic
Sedangkan Zoya masih terdiam melihat keadaan motornya, ia begitu terpukul karena itu adalah motor peninggalan ayahnya.
Tak terasa air mata Zoya pun menetes mengingat hanya itu yang ia miliki untuk mengenang sosok sang ayah.
"eh Zoy tenang dulu ya nanti kita sama-sama cari pelakunya" kata Irene menenangkan Zoya
"iya Zoy tenangnya" kata Senna
Zoya masih terdiam tak mampu berkata-kata, kemudian ia mendekati motornya.
" ayah maafin Zoya yah Zoya nggak bisa ngejagain motor ayah" kata Zoya lirih dan semakin terisak
" nanti kita bantu ya ngomong ke ayah lu Zoy" kata Alic yang tidak tahu kalau Ayah Zoya telah tiada
"gimana caranya lic Ayah gue udah nggak ada dan ini tuh bareng satu-satunya peninggalan Ayah gue" jelas Zoya semakin lirik
Mendengar hal itu Vero pun merasa ibah begitu pun dengan teman-teman lainnya
Vero pun mendekati Zoya dan mencoba menenangkannya.
__ADS_1
" udah ya Zoy gue tahu lu sedih, gue janji akan bantu perbaikin motor lu dan gue pastiin hasilnya nggak akan ngecewain" kata Vero merangkul Zoya dan mencoba menenangkannya
Alic, Irene dan juga Senna terkejut melihat perilaku Vero terhadap Zoya. Berbeda dengan Dimas dan Nathan mereka sudah tahu betul sikap Vero yang gampang ibah.
" Thanks Ver gue nggak papa kok" kata Zoya tersenyum dan menghentikan tangisannya
" Lic gue bareng lu ya" lanjutnya pada Alic
"oke Zoy" kata Alic sambil mengacungkan jempol
Zoya pun memberitahu alamat rumahnya pada Alic
"bareng gue aja kita searah, kasihan Alic setelah itu balik sendirian" kata Vero menawarkan tumpangan pada Zoya
" Iya Zoy barang Vero aja kebetulan lu berdua searah" kata Dimas memberi saran
Zoya pun menyetujui hal itu mereka pun pulang dengan kendaraan masing-masing terkecuali Zoya yang berboncengan dengan Vero.
***
"motor lu Serahin aja ke gue" kata Vero memecahkan keheningan
"mau lu apain? Mau lu timbang ke abang-abang besi tua" kata Zoya
" ya ampun nih anak, ngomong nggak ada baik-baiknya lu ya salah mulu gue" kata Vero sedikit kesal
" gue kan dah janji bakal perbaikin, pokoknya bakal gue kembaliin seperti semula tuh motor" jelas Vero
" Hah emang lu bisa? beneran?" tanya Zoya tidak sabaran
" Iya beneran, serahin aja ke gue" kata Vero
__ADS_1
Sepanjang jalan Zoya mulai merasa senang, Tak lama kemudian mereka pun tiba di depan rumah Zoya.
" Thanks ya udah beri gue tumpangan" kata Zoya sambil tersenyum
Saat Zoya hendak masuk ke dalam rumah langkahnya terhenti karena tangannya ditarik oleh Vero.
"ntar dulu woy kunci motor lu mana?" Kata Vero masih memegang tangan Zoya
" lepasin dulu tangan gue, gimana caranya gue mau ngambil kunci motor kalau lu masih megang tangan gue" kata Zoya
Vero pun refleks dan langsung melepaskan tangan Zoya, Hal itu membuat wajahnya memerah.
" nih kunci motor gue, jangan kebiasaan megang Tangan Gue kalau nyaman repot ntar" kata Zoya meledek Vero kemudian berlari masuk kedalam rumah
Hal itu membuat Vero senyum-senyum sendiri kemudian ia melanjutkan perjalanan menuju apartemennya.
***
Saat memasuki rumah seperti biasa ia melihat mommynya bercengkrama di dapur bersama asisten rumah tangga mereka
" Assalamualaikum mom Zoya pulang" kata Zoya memberi salam
" Waalaikumsalam nak, kok telat?" tanya Buk Ina
" Sorry Mom motor Zoya bermasalah, Jadi singgah ke bengkel dulu" jelas Zoya berbohong pada Bu Ina karena tak ingin membuat Bu Ina sedih
Ia pun langsung meninggalkan Bu Ina dan menuju ke kamarnya, melihat tingkah Zoya Bu Ina merasa heran karena ia tak seceria biasanya.
Kira-kira Siapa dalang dibalik rusaknya hutan Zoya?🤔
__ADS_1
Simak selengkapnya
Jangan lupa VOTE dan COMMENT 😊🙏