Cinta, Maut Dan Takdir

Cinta, Maut Dan Takdir
Merasa Malu


__ADS_3

~Kediaman keluarga Pranata


Setibanya Vero di rumah ia langsung menghampiri Bundanya


"Assalamualaikum bun" kata Vero memberi salam


"Wa'alaikumsalam nak, akhirnya pulang juga kamu kirain udah lupa jalan pulang"ledek bunda Wina pada anak satu-satunya itu


"Bunda kan tau Vero lebih suka tinggal sendiri"kata Vero


"ia deh ia yang pengen mandiri,kalau Bunda nggak minta pasti nggak injak rumah ini tuh" kata Bunda Wina


"nggak gitu juga Bundaku sayang.."kata Vero memeluk Bundanya


"Vero ke atas dulu yah Bun bersihin diri" lanjutnya lalu berjalan menuju kamar


Setibanya di kamar ia langsung melempar tasnya ke sembarang arah lalu menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur dan menghembuskan nafas berat


"semoga tuh anak nggak ngejauhin gue gara-gara hal ini" kata Vero berbicara dengan dirinya sendiri


"tapi kenapa gue harus takut dijauhin tuh cewek ya? Ah mikir apa sih gue" kata Vero masih berbicara dengan dirinya sendiri


Kemudian ia beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri


***


Di sisi lain Zoya sedang duduk di balkon kamarnya.

__ADS_1


terkadang ia tersenyum sendiri dan kadang menggelengkan kepalanya


"apa yang gue pikirin sih ah" kata Zoya pada dirinya sambil menepuk jidatnya


"tapi tadi klau... Aaaaahhh.... " kata Zoya menggantung dan mengacak rambutnya hingga menutupi sebagian wajahnya


"MALU BANGET GUE ASTAGA.. "teriak Zoya.


Jordan yang kebetulan melewati kamar Zoya pun mendengarkan teriakan Zoya lalu ia seketika menerobos masuk ke kamar Zoya.


"kenapa lu dek? Lu nggak papa kan?" tanya Jordan panik


Hal itu membuat Zoya sangat kaget dan melihat heran ke arah Jordan.


"hah? Gu gue nggak papa bang, kenapa emang?" tanya Zoya


"lu treak kenceng gitu lu tanya kenapa? Astaga dek.... Gue pikir lu kesambet tau nggak" kata Jordan


"kenapa sih lu? Oh ya siapa cowok tadi pagi yang jemput lu mbem? Tanya Jordan


"hah? Co cowok yang mana sih bang" kata zoya gugup.


"Ngapain sih bang Jordan nanyain hal itu..  Nggak tau apa adiknya lagi setres mikir tentang dia" lanjutnya ngedumel


"yang tadi jemput lu mbem. Jangan sok lupa deh"kata Jordan


"oohh temen Zoya bang yang bantuin bawa motor Zoya ke bengkel" kata Zoya

__ADS_1


"ooh...  Udah jadi temen toh" ladek Jordan


"iih..  Apaan sih bang keluar sono ngotorin kamar gue aja lu" kata Zoya lalu mendorong Jordan keluar


"aaahh....  **** **** ****" kata zoya pada diri sendiri.


Kemudian ia menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur.


***


Di sisi lain Vero yang barusaja selesai mandi langsung menghampiri bundanya


"hai Bun" sapa Vero


"hai sayang, yuk makan udah lama kita nggak makan bareng" kata Bunda Wina, kedua ibu dan anak itu pun makan bersama.


Setelah itu Vero menuju ke tepi kolan untuk mencari udara segar dan mencelupkan kakinya ke dalam air.


"kenapa akhir-akhir ini gue selalu mikirin cewek aneh itu yah?" tanya Vero pada dirinya sendiri


"apa gue mulai tertarik sama dia? Tapi nggak mungkin, gue ama dia baru kenal itu pun dengan cara yang nggak enak lagi" pikir Vero


"apa iya hal semacam itu bisa terjadi? Aagghh.... Mikiri apa sih gue"


Pkiran Vero semakin tertuju pada si gadis cantik Zoya, ada rasa penasaran pada diri Vero. Sebenarnya gadis seperti apa dia? Apakah dia gadis yang kuat seperti biasa yang ia tunjukkan? Atau gadis yang rapuh juga lemah seperti yang baru-baru ini Vero lihat? Hal-hal seperti itu terus mengganggu pikiran Vero hingga membuatnya terus memikirkan Zoya


 

__ADS_1


 


Jangan lupa tinggalin jejak yah guys 😊


__ADS_2