Cinta, Maut Dan Takdir

Cinta, Maut Dan Takdir
Kenapa Gue Mikirin Dia?


__ADS_3

Setibanya Vero di apartemen ia langsung menghempaskan tubuhnya di tempat tidur dan mencoba memejamkan matanya namun saat matanya terpejam sekilas dia terbayang wajah sedih Zo yang membuat dirinya merasakan sesuatu.


"gila, ternyata dibalik cewek ketus itu terdapat sosok yang rapuh juga yah"


"tapi kalau dipikir pikir kasian juga yah tuh cewek"


"lah kok gue mikirin cewek aneh itu sih. Agghh... " sambil mengacak rambutnya


Dia pun beranjak dari tempat tidur dan menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri, Setelah selesai dengan aktifitas mandinya dia langsung mencari benda pipih miliknya dan menghubungi supir keluargannya.


"halo mang, tolong ke parkiran sekolah aku sekarang ya disana ada motor yang rusak tolong bawa ke bengkel langganan aku" pinta Vero saat sambungan telepon telah terhubung dengan supir keluargannya


"baik den" jawabNya mengakhiri panggilan Mereka


Kemudia Vero menuju ruang ganti untuk berpakaian karena sejak tadi hanya handuk yang melingkar pada pinggangnya.


Setelah selesai berpakaian ia bersantai di ruang tv sambil menunggu makanan yang sudah ia pesan.


Saat melihat kunci motor milik Zoya Diatas meja  dia pun kembali memikirkan kejadian hari ini. Entah kenapa setelah kejadian itu dia selalu memikirkan Zoya apa lagi saat melihat Zoya bersedih.


"siapa yang ngerusakin motor tuh anak ya? Bukannya dia murid baru ya, kok cepat amat punya musuh" pikir Vero

__ADS_1


"lah apa hubungannya ama gue, kenapa juga gue peduli. Agghh..... Gue kenapa sih" sambil mengacak rambutnya


Vero berusaha untuk tidak memikirkan Zoya, namun sia-sia saja pikirannya selalu terlintas wajah Zoya, entah itu karena perasaan ibah atau karena hal yang lain


Kemudia dia dikagetkan dengan suara bel yang berbunyi. Vero membuka pintu dan ternyata itu adalah pesanan catering yang baru saja tiba, lalu ia menyantap makanannya


Setelah selesai dengan makannya ia kembali menghubungi supir kelurga mereka.


"halo mang, gimana? udah dibawa ke bengkel?" tanya Vero saat sambungan telepon terhubung


"Iya den udah. Tapi kata montirnya kalau mau hasil yang sempurna dan seperti warna sebelumnya harus di repaint ulang den karena hampir semua bodi motor yang terkena pilox" jelas mang Ujang supir pribadi keluarga Pranata


"sekita sebulan den untuk hasil yang maksimal" Jawab mang Ujang


"nggak bisa dimajuin dikit mang?" tanya Vero lagi


"kata montirnya itu udah waktu yang paling cepat dengan keadaan motor yang kaya gini den" jelas mang Ujang lagi


"oh ok mang" mengakhiri panggilan teleponnya.


Lalu dia kembali mengotak-atik hand phonenya mencari sebuah kontak yang ingin dihubunginya untuk menyampaikan perihal motor itu, kemudian Vero menyadari bahwa dia belum memiliki kontak Zoya.

__ADS_1


"aduh ****...  gimana caranya gue beritau tuh anak yah,kan gue nggak punya nomornya" gumam Vero menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"ah... ya udahlah nanti aja di sekolah gue beri tahu" kata Vero kemudian meletakkan benda pipih miliknya ke atas meja.


Tak lama kemudian Natan menghubungi Vero untuk memberitahu kalau dia dan Dimas sudah berada di tempat tongkrongan biasa mereka, kemudian Vero kembali mengganti pakaiannya karena saat ini dia hanya memakai bokser dan kaos rumah.


Setelah itu Vero keluar menyusul kedua sahabatnya yang sudah menunggunya di tempat tongkrongan biasa mereka


 


 


 


Terimakasih telah mampir guys 😊🙏


Jangan lupa tinggalin jejak yah 👍


 


 

__ADS_1


__ADS_2